
' Emi, apa kamu baik-baik saja?' Tanyaku khawatir karena melihatnya lesu. Emi hanya diam tidak menaggapi pertanyaanku. ' Apa kamu sakit? Kalau sakit , kamu pulanglah, aku bisa menangani pekerjaan disini'.
' Nei...'. Raut wajahnya mulai berubah, matanya mulai berkaca-kaca, sedetik kemudian ia menangis memelukku. ' Kenapa dia datang lagi, aku mulai goyah, aku tidak bisa membencinya, aku masih menyukainya', isaknya.
Aku menepuk lembut punggungnya, mencoba menenangkannya. Emi menangis sejadi-jadinya, aku mengerti bagaimana perasaannya saat ini.
' Bagaimana dengan keadaannya'.
' Dia sudah tenang, biarkan dia beristirahat'.
' Aku tidak pernah melihatnya seperti ini'.
' Karena dia tidak pernah memperlihatkannya padamu. Apa kamu ingat waktu dia pergi ke Irlandia dan kamu tahu apa yang terjadi'.
' Pria itu sudah menikah'.
' Apa dia memberitahumu dengan tersenyum'.
Hiro menghela nafas mengingat kejadian itu. ' Ini semua salahku karena aku terlalu keras padanya, bahkan aku sama sekali tidak tahu bagaimana perasaannya saat itu, dia pasti sangat menderita. Dia adikku, aku tahu pasti kalau dia sudah menyukai seseorang, apapun akan dilakukannya.'
' Sudahlah jangan menyalahkan dirimu, yang bisa kita lakukan sekarang ini adalah menenangkannya. Dia pasti tertekan karena bertemu kembali dengan Riku'.
' Apa!!!! Riku menemuinya?'. Aku mengangguk. ' Aku akan membuat perhitungan ".
' Hiro'. Aku menarik tangannya untuk menghalangi niatnya itu. ' Jangan lakukan itu, nanti semuanya tambah rumit'.
' Baiklah'. Hiro pun menyerah dan mengikuti saranku. ' Tolong adikku Nei, aku tidak tahu harus bagaimana'.
' Tentu, tidak dimintapun aku akan melakukannya, tenanglah'.
Ya dihari itu, dihari Emi bertemu dengan Riku, ia sangat shock melihat Riku ada dihadapannya. Riku tersenyum padanya dan menanyakan bagaimana kabarnya selama ini.
' Kenapa kamu ada disini'.
' Aku ingin menemuimu'.
' Untuk apa?'.
' Echan ada apa denganmu, aku sangat merindukanmu'.
' Tidak jangan katakan itu'.
' Echan, aku sangat khawatir denganmu, aku bahkan tidak bisa menghubungimu. Aku datang ke apartemenmu dan ke kampusmu tapi kamu tidak ada, bahkan kamu pulang tanpa memberitahuku. Kenapa kamu seperti ini'.
' Kenapa? Kenapa aku harus memberitahukanmu, kamu bukankah orang yang sudah tidak bebas lagi'.'
' Echan jelaskan padaku, apa maksudmu'.
' Tanyakan saja pada wanita itu, tanyakan pada anak yang memanggilmu ayah, jangan membuatku menjadi orang yang hina , Riku'.
' Echan , ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan'.
' Maaf, aku tidak mau dengar lagi, sudah cukup , aku sudah melupakanmu jadi tolong jangan ganggu aku lagi'.
' Echan, kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini'.
__ADS_1
' Lepaskan aku Riku'. Emi meronta tapi Riku terus menghalanginya. Riku terus memaksa Emi untuk tetap bersamanya, tapi Emi terus menolak.
' Lepaskan dia!!!' teriak seseorang.
' Ryu'.
' Tidak bisakah kamu lebih lembut pada seorang wanita'.
' Ini bukan urusanmu'.
' Tentu ini jadi urusanku, jadi jangan temui Emi lagi atau kamu tahu akibatnya' ujar Ryu membawa Emi yang ketakutan kedalam mobilnya. Didalam mobil Emi hanya diam, Ryu pun tidak berani untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Diam- diam Ryu melirik Emi dan terlihat sesekali ia menghapus air matanya.
' Ryu terima kasih'.
' Tidak masalah nona'.
' Tolong rahasiakan ini pada kakakku'.
' Baik nona'.
Lalu Emi menyandarkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya.
------
' Neira'. Betapa terkejutnya aku melihat seseorang yang memanggilku itu. Aku tidak tahu bagaimana menanggapinya karena saat ini aku sedang bersama dengan Hiro. ' Lama tidak bertemu', ujarnya.
' Apa kabar Riku'. Hiro yang ada disebelahku langsung melotot melihatku. Aku menggelengkan kepalaku agar dia tidak melakukan apapun.
' Aku baik', ujarnya. ' Apa kita bisa bicara'.
' Apa dia pacarmu sekarang ini, bukankah dulu kamu dekat dengan Takuya'.
' Ah...itu'. Aku tidak tahu harus berkata apa karena tiba-tiba Riku menyebut nama Takuya dihadapan Hiro.
' Kalian bicaralah, aku akan pergi', ujar Hiro tiba-tiba lalu meninggalkanku dan Riku.
' Pacarmu pasti marah karena aku menyinggung Takuya'.
Aku menghela nafasku, Kami saja tidak pacaran bagaimana mungkin Hiro marah.
' Langsung saja, apa ini mengenai Emi, apa kamu menemuinya'.
' Tentu saja aku menemuinya'.
' Riku apa kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan padanya'.
' Aku tidak tahu Nei, makanya aku datang menemuimu'.
' Kalau kamu sudah menikah dan punya anak, jangan temui Emi lagi'.
' Menikah? Anak?, kamu bicara apa?'.
' Emi mengatakan padaku kalau kamu sudah menikah, waktu Emi meminta padamu datang untuk menemuinya ditempat kalian biasa bertemu, dia melihatmu bersama dengan seorang wanita dan seorang anak'.
' Tapi aku tidak pernah tahu Echan memintaku menemuinya'.
__ADS_1
' Dia mengirimmu pesan Riku'.
' Aku tidak menerimanya'.
' Apa???'.
Riku menghela nafas dan akhirnya paham dengan situasi saat ini. ' Ini pasti ulah Hiromi, pasti dia yang melakukannya. Pantas saja setiap kali aku menghubungi Echan dia tidak menghiraukannya, dia pasti salah paham'.
' Jadi kamu belum menikah'.
' Tentu saja, untuk apa aku berusaha keras selama ini, bahkan saat dia datang kesana, aku tidak sempat menemaninya sesering mungkin karena aku ingin menunjukkan padanya kalau aku pasti punya pekerjaan yang baik. Aku ingin menikahinya, makanya aku datang kesini. Tapi, kenapa jadi seperti ini, dia pasti sangat membenciku'.
' Jadi ini hanya salah paham'.
' Hiromi memang mendekatiku, tapi aku hanya menganggapnya teman, aku sudah menolaknya, aku tidak tahu kalau Hiromi melakukan ini padaku. Dia membuat hubungan kami jadi hancur'.
' Tenanglah Riku', ujarku menenangkannya. Aku benar-benar kasihan padanya, ternyata selama ini ada orang yang ingin memisahkan Emi dan Riku. ' Emi'. Sontak aku kaget melihatnya bersama dengan Hiro.
' Echan'.
' Apa itu benar, dia bukan siapa-siapa'.
' Tentu saja. Kamu tahu aku pulang kesini dan langsung menemuimu karena aku ingin melamarmu, aku juga ingin mengatakan kalau aku akan tinggal disini lagi karena mereka menerimaku dan menempatkanku dikantor cabang disini. Echan aku tidak tahu apa yang sudah dilakukan Hiromi padamu, tapi aku tidak seperti yang dia katakan, percayalah padaku'.
' Aku akan membunuhmu kalau kamu berani menyakiti adikku lagi', ujar Hiro mengancamnya lalu sejurus kemudian pergi meninggalkan mereka.
' Kakak'.
' Kakak? Dia kakakmu, Echan'.
' Dia kakakku'.
' Nei'.
' Kalian lanjutkan saja, aku harus pergi', ujarku menyela perkataan Riku.
' Echan maafkan aku sudah menyakitimu, aku tidak tahu kalau Hiromi sengaja melakukannya untuk memisahkan kita'.
' Aku juga salah tidak mendengarkan penjelasanmu dan waktu itu aku juga pergi tanpa kabar. Aku benar-benar percaya waktu itu kamu sudah punya keluarga'.
' Echan', ujar Riku memeluknya. ' Kita perbaiki lagi hubungan kita, aku ingin bersamamu, aku ingin menikahimu'.
' Kamu yakin'.
' Apa kamu meragukanku'. Emi menggelengkan kepalanya. ' Echan, aku akan berusaha untuk selalu membahagiakanmu, jadi terimalah lamaranku ini'.
Emi tertawa melihat Riku yang sedang melamarnya saat ini. ' Dasar, tidak pernah berubah, tidak romantis. Baiklah aku menerimamu, lagipula siapa lagi yang mencintaimu seperti ini selain aku'.
Riku memeluknya erat lalu mencium keningnya. ' Terima kasih Echan, aku mencintaimu'.
' Aku juga'.
Tidak jauh dari tempat mereka berada, Hiro dan Emi mengamati gerak gerik mereka sedari tadi.
' Akhirnya kesalahpahaman ini selesai juga', celetukku. Aku menoleh kearahnya dan mendapatinya sedang memandangiku. ' Kenapa kamu melihatku seperti itu'.
__ADS_1
' Siapa Takuya', tanyanya dengan raut wajah yang serius. Aku yang mendengar pertanyaannya ini tidak bisa berkata apa-apa. Tidak ada yang bisa aku katakan padanya saat ini, karena aku tidak punya alasan untuk menjelaskan padanya siapa Takuya sebenarnya.