Cherry Blossom Love

Cherry Blossom Love
HIRO NAKAYAMA


__ADS_3

Siapa yang tidak kenal dengan Perusahaan Nakayama, pemilik hotel dan departemen store terbesar di Jepang. Saat ini perusahaan itu sedang dijalankan oleh anak sulung dari Tomo Nakayama, Hiro Nakayama. Pria yang banyak digilai para wanita dan banyak yang berharap untuk bisa menjadi pendampingnya. Hiro merupakan CEO muda berumur 27 tahun. Di usianya yang masih muda itu, dia sanggup menjalankan roda bisnis sampai ke mancanegara. Tidak heran banyak yang ingin bekerjasama dengannya.


Hiro merupakan lulusan universitas ternama di Amerika dan lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Tidak heran dengan kecerdasannya, dia dapat memimpin perusahaam dengan baik.


Sampai saat ini tidak pernah terdengar dan terlihat Hiro dekat dengan seorang wanita, padahal banyak wanita yang menaruh hati padanya. Entah apa yang dipikirkannya hingga tidak ada satupun yang menarik perhatiannya. Orangtuanya pun merasa heran dengan sikapnya ini.


' Kak, ini cv temanku, tolong dia ya', pinta Emi, adik satu-satunya yang Hiro punya. Emi yang hidupnya tidak mau seperti kakaknya yang terus kerja dan kerja, dia ingin hidup bebas. Bahkan tidak ada yang tahu siapa sebenarnya seorang Emi Nakayama waktu sekolah dulu karena memang Emi tidak bersekolah di sekolah elit. Dia lebih suka ditempat yang biasa saja, tidak ada kepura-puraan dalam berteman, semua sama saja.


Bahkan Neira sahabatnya sendiri baru tahu kalau Emi adalah anak kedua dari konglomerat Nakayama. Neira sangat takjub dengan sikapnya yang berbeda dari orang orang kaya kebanyakan.


' Jangan seenaknya menyuruh kakakmu'.


' Ayolah kak, dia temanku, dia butuh pekerjaan ini, aku sudah menyuruhnya datang'. Dengan wajah penuh memelas, Emi terus mendesak Kakaknya.


' Baiklah...baiklah, itu tergantung bagaimana dia nanti. Kakak akan memasukkannya dalam daftar peserta wawancara besok'.


' Kakak memang terbaik', ujarnya mencium kakaknya. ' kakak, aku pergi ya'. Pamitnya menutup pintu.


Hiro pun membuka cv yang diberikan oleh adikmya Emi. Neira Aoki , gumamnya


Hari itu adalah pertama kali Hiro bertemu dengan Neira. Pertemuan yang tidak mengenakkan karena pada saat itu dia melihat Neira menangis lalu pergi begitu saja tanpa membawa tas dan ponselnya yang tergeletak di lantai.


' Kak, ibu sudah tidak ada'. Terdengar seseorang menangis, ponsel ini belum sempat dimatikan olehnya karena berita yang mengejutkamnya.


' Pak, apa kita lanjutkan wawancara ini?'


' Kalian lanjutkan saja, saya ada urusan sebentar'.


' Baik pak'.


Beberapa hari kemudian tidak ada kabar dengan pemilik tas dan ponsel ini. Hingga pada suatu hari, dia muncul dihadapan Hiro dan menanyakan barang miliknya yang tertinggal pada saat wawancara. Entah apa yang ada dipikirannya hingga timbul niat untuk menggoda Neira pada saat itu. Dipikirannya Neira terlihat lucu karena dia sama sekali tidak mengenali Hiro sebenarnya dan berbicara sesukanya.

__ADS_1


Hingga pada saat Ryu, sahabat sekaligus asisten barunya datang dan mengenali Neira.


'Ryu'.


' Nona'.


' Kalian sudah saling kenal ternyata'.


' Kenapa kamu di sini, Ryu'.


' Saya sekarang kerja disini nona dan ini tuan Hiro CEO disini'.


' CEO'. Sesaat Neira melihat plakat nama yang ada dimeja, HIRO NAKAYAMA. Terlihatlah raut mukanya yang menyesal dengan perbuatan dan ucapannya pada Hiro.


' Lalu nona sedang apa disini'.


' Tidak ada, aku akan pergi. Maaf tuan Hiro atas kejadian tadi'.


Rasanya saat itu Hiro ingin tertawa, tetapi tertahan karena masih ada Ryu. Hiro hanya membolak-ballik berkas yang diberikan oleh Ryu, dia terganggu dengan keakraban Ryu dan Neira tadi.


' Apa?'. Ryu berpikir sejenak. " Maksudnya nona Neira'. Hiro mengangguk. ' Dia dulu anak bos ku, walaupun sekarang tidak bekerja dengan ayahnya lagi, kami masih berhubungan.'


' Benarkah'.


' Tunggu...kenapa kamu sangat tertarik dengannya'.


' Tidak sama sekali, aku hanya bertanya dan kamu menjawabnya, apa salahnya'.


Sepertinya Hiro terganggu dengan kata-kata masih berhubungan, hubungan apa yang dimiliki mereka berdua selain mantan karyawan. Dia pun semakin bingung dengan pertanyaannya sendiri yang tiba-tiba perduli dengan wanita yang bernama Neira itu.


Entah ini hanya kebetulan atau memang takdir, mereka dipertemukan lagi dan dengan cara yang tidak biasa.

__ADS_1


Neira ada dikamarnya, entah bagaimana ia bisa masuk. Tidak ada satu pun orang dirumah imi yang punya akses masuk kedalam kamar ini.


' Bagaimana kamu bisa masuk ke sini, bahkan Emi tidak punya kunci kamar ini'. Neira menunjuk pintu balkon. ' Kamu menyeberang dari balkon Emi?'. Neira mengangguk. Hiro pun menghela nafas melihat aksi Neira yang nekat. Hiro tidak habis pikir apa yang ada dipikirannya hingga membahayakan hidupnya.


Bahkan yang lebih tidak habis pikirnya lagi, bagaimana dia bisa menggoda wanita itu dengan senangnya. Tetapi sebenarnya tanpa disadarinya, dia malah terjebak dengan permainannya sendiri. Dia begitu tergoda dengan wanita yang ada dihadapannya, bahkan jarak mereka saat ini hanya berjarak beberapa centi. Wanita yang ada dihadapannya ini sangat menarik hatinya, cantik dengan rambutnya yang indah dan harum tubuhnya yang membuatnya sesaat hilang kesadaran.


Kalau tidak karena suara Emi yang terus berteriak, mungkin entah apa yang akan dilakukannya.


' Cepat keluarlah, sebelum kesabaranku hilang'. Neira pun keluar dengan cepatnya.


Hiro mengacak-acak rambutnya mengingat perbuatan yang dilakukannya tadi, entah setan apa yang merasukinya.


' Kembalikan ini padanya'. Emi melihat kakaknya dengan penuh tanda tanya. ' Kenapa?'. Hiro merasa terganggu dengan tatapan adiknya ini.


' Tidak, cuma heran aja. Kemarin susah-susah mintanya, eh ini gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba balikin barang-barang Neira'.


' Ya sudah kalau tidak mau'.


Dengan sigap Emi memeluk tas Neira . ' Barang yang sudah diberikan tidak boleh diambil lagi'.


' Peraturan macam apa itu'.


' Peraturan yang mendadak dibuatlah'.


' Oh ya satu lagi'.


' Apa lagi kak'.


' Jangan membahayakan nyawa temanmu, dia itu manusia bukan kucing yang punya banyak nyawa'.


Emi kehabisan kata-kata mendengar ucapan kakaknya. ' Bilang aja suka sama Neira'.

__ADS_1


' Jangan kira kakak tidar dengar ya. 'Emi langsung terdiam.


SUKA, kenal saja tidak, bagaimana bisa menyukai Neira, walaupun wanita itu sudah membuatnya terus memikirkannya, tapi tidak mungkin ada rasa suka secepat ini.


__ADS_2