Cherry Blossom Love

Cherry Blossom Love
PERMAINAN BARU EMI


__ADS_3

' Apa yang lucu', tanyaku heran melihat Emi sejak tadi tersenyum. ' Apa buku itu sangat menarik'. Tanyaku.


' Buku ini'. Emi membolak-balik buku yang ada ditangannya. ' Apa yang menarik dari buku ini, lihat saja judulnya'.


' Aku tahu judul buku itu, tapi kenapa kamu tertawa saat membacanya'.


' Karena aku sama sekali tidak mengerti'.


' Tidak mengerti kenapa tertawa', gerutuku.


' Tapi ada yang lebih lucu dari ini....'.


' Apa?'.


Emi mengingat kejadian semalam


' Kakak mau membunuhku ya, kenapa berhenti tiba-tiba !!!', teriaknya kesal


melihat kakaknya yang seenaknya menghentikan mobilnya.


' Mereka tinggal serumah'.


Eh...serumah, aku tidak pernah bilang mereka tinggal serumah, aku cuma bilang Neira tinggal dirumah Ryu, bukan serumah dengan Ryu. Apa kata-kataku ada yang salah ya.


' Hmm....iya', jawab Emi makin ngawur.


' Bagaimana bisa mereka tinggal serumah'.


Hei...hei ..kakakku yang bodoh, bahkan kata-kataku tidak dicernanya, kemana kakakku yang pintar selama ini, cemburu membuat otaknya jadi tidak beres.


' Mana kutahu'.


Tanpa sadar Hiro menggenggam setir kemudi dengan kuatnya karena kesal mendengar ucapan Emi.


Wah...wah..pria yang sedang cemburu sangat menyeramkan. Lebih baik tidak kulanjutkan daripada aku mati didalam mobil ini karena pria yang sedang cemburu satu ini.


Hahahahahaa.....


Emi terus tertawa mengingat kejadian kemarin, bagaimana bisa kakaknya tidak menyadari kalau sedang dikerjai olehnya. Cemburu itu bisa membuat Tuan Hiro tidak bisa berpikir dengan jernih.


' Apa terjadi sesuatu', tanyaku heran melihat sikapnya hari ini yang sangat aneh.


' Iya', jawabnya singkat. ' Aku menemukan permainan baru'.


' Permainan baru?'. Emi mengangguk. ' Apa itu?'.


' Tidak akan kuberitahu'.


' Cih...ya sudah', ujarku beranjak dari Emi. ' Aku keluar sebentar mau fotocopy berkas ini'.


' Ok'.


Saat aku keluar, aku masih melihat Emi terus tersenyum, entah apa yang membuatnya sesenang ini, aku sama sekali tidak mengerti dengannya hari ini. Setahuku kemarin dia habis-habisan diceramahi kakaknya, suruh baca buku ini dan itu, bahkan saat aku pulang, dia merengek minta ikut. Tapi sekarang dia tersenyum terus, apa dia sedang jatuh cinta, tapi kenapa dia tidak cerita padaku.


' Nona'. Aku tersadar dari lamunanku. Ryu mengambil kertas yang terjatuh dilantai, aku tidak sadar kalau kertas-kertas itu sudah berjatuhan. ' Apa yang nona lamunkan?'.


' Tidak ada'.


' Benarkah'. Ryu memastikan jawabanku, aku mengangguk dan dia tersenyum padaku. ' Apa nona suka kerja disini?'


' Tentu, bagaimana bisa aku tidak suka, ada banyak orang yang ingin bekerja disini, aku sangat beruntung, kamu tahukan'. Ryu mengangguk' Apalagi ada Ryu disini, Nezu tidak akan khawatir lagi'. Aku dan Ryu saling tersenyum.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mengamati, siapa lagi kalau bukan Hiro dan Emi.


' Ada api...'


' Apa!!'


Cemburu, gumamnya.

__ADS_1


' Wah...wah sedang apa kalian berdua-duaan, lagi romantis-romantisan ya', celetuk Emi memecahkan situasi yang sedang memanas. ' Daritadi ditungguin ternyata asik-asikkan berdua', ujarnya melirik kakaknya yang terus menatap tajam.


Wah....gawat singa lagi marah, alamat diterkam ni.


' Ryu'. Kami menoleh ke belakang mencari asal suara itu. ' Berkas yang kuminta tolong dibawa ke kantor'.


' Baiklah, akan kubawakan segera'.


' Ryu tunggu', panggiku. ' Ini'. Aku menyerahkan sebuah kunci padanya. ' Nanti kamu tidak bisa masuk kalau tidak ada kunci'.


' Terima kasih nona'.


Good job Neira, kakakku semakin panas. Permainan ini sangat menyenangkan. Aku tidak sabar melihat reaksi kakakku, dia sangat menggemaskan.


Alur cerita permainan Emi


Judul : Menggoda Sang Pangeran Es


Pemeran utama Hiro Nakayama, Neira Aoki. Pemeran utama kedua Ryu Yamashita dan sutradara Emi Nakayama.


Permainan dilanjutkan. Hahahaha


-----


' Kakak'.


' Sedang apa kamu disini, apa kamu tidak punya kerjaan, kakak sedang sibuk', ujar Hiro melihat adiknya datang ke kantornya, tapi tidak sendiri, ada Neira yang menyusulnya dari belakang.


' Justru karena adikmu bekerja, makanya datang kesini', ujar Emi tidak mau kalah. ' Neira ingin berkonsultasi kesini, kalau kakak sibuk, aku minta bantuan Ryu saja'.


' Apa!!'.


' Tolong Neira ya Ryu'. Emi menarik Ryu untuk duduk disamping Neira.


' Apa yang ingin nona tanyakan'.


Neira menunjukkan berkas yang ada ditangannya dan menanyakan ini dan itu Mereka terlihat serius dan sesekali Neira tersenyum pada Ryu dan Ryu pun membalas senyumannya.


' Bekerja', jawabnya singkat.


' Tidak terlihat seperti itu'.


Memang saat ini Hiro sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya, entah makhluk apa Neira ini bisa menganggu kehidupannya.


Emi yang melihat kakaknya seperti itu, semakin membuatnya semangat menggoda kakaknya.


' Kakak mau tahu tentang Neira?'


' Untuk apa'.


' Ciihhh...kalau tidak mau ya sudah', ujar Emi meninggalkan kakaknya. ' Ryu, bisa antarkan aku ke suatu tempat'.


' Tapi...nona Emi'. Ryu melirik kakaknya dan Emi paham maksud dari lirikan Ryu itu.


' Kak, aku pinjam Ryu sebentar, nanti juga aku balikin'.


' Terserah saja'.


Saat Neira akan bangkit dari tempat duduknya, Emi langsung menyuruhnya duduk kembali. ' Aku tidak mengajakmu, bukankah kerjaanmu belum selesai'.


' Tapi'.


' Tidak ada tapi-tapi'.


' Kalau begitu aku akan kembali ke kantor'.


' Tidak, kamu disini saja. Kakak, aku titip Neira. Neira, kalau kakakku macam-macam hajar saja , aku ikhlas. Kalau begitu kami pergi'.


Brakk... suara pintu tertutup

__ADS_1


Kami berdua masih terdiam terpaku.


Aku harus bagaimana? Apa aku harus pergi, tapi.... aku takut nanti Hiro akan tersinggung, aku harus apa.


' Hmm.... tuan Nakayama'.


Tuan??? bisa-bisanya kamu memanggilku dengan sebutan tuan, tapi dengan mudahnya kamu memanggil Ryu dengan namanya.


' Lanjutkan saja pekerjaanmu'.


' Ba ..baik'.


Kamu menyuruhku melanjutkan pekerjaanku tapi kamu terus menatapku, bagaimana aku bisa fokus bekerja. Kamu tidak tahu bagaimana jantungku terus berdegup kencang dengan tatapanmu itu.


Sepertinya aku harus memeriksa kondisi jantungku ini.


' Kenapa wajahmu memerah'.


Kenapa wajahku memerah, itu karena ulahmu tuan Hiro


' Tidak ada apa-apa'.


' Lalu apa kamu sedang sakit?'.


Ya aku sakit, jantungku sepertinya ada masalah karena kamu terus menatapku.


' Aku baik-baik saja'.


' Baguslah'.


BAGUSLAH katamu, aku benar-benar dalam kondisi tidak bagus, jadi berhenti menatapku.


' Tuan, apa AC disini sedang rusak'.


' Tidak'.


' Ah....benarkah, kenapa aku merasa kepanasan'.


Hiro melirik ke arah Neira dan merasa heran dengan sikap Neira yang terus saja tidak tenang. ' Apa benar kamu tidak sakit'.


' Tentu saja aku tidak sakit tuan'.


' Berhentilah memanggilku tuan'.


' Apa!!'. Aku kaget dengan ucapannya.


' Panggil saja namaku seperti yang kamu lakukan pada Emi. ( Emi atau Ryu 😂)


' Tapi tuan'.


' Tuan???'. Hiro meninggikan suaranya.


' Hiro'. Aku pasrah memangilnya seperti itu.


' Seperti itu kedengarannya lebih enak didengar'.


' Cihhh....apa-apaan orang ini tiba-tiba menyuruhku menyebut namanya, apa kita seakrab itu, seenaknya saja menyuruh orang, gerutuku.'


Aku terus melihat jam ditanganku, waktu terasa lama bagiku saat ini. Lagipula sudah selama ini kenapa mereka belum kembali juga, pekerjaanku juga sudah selesai, aku jadi bosan. Hiro terlihat serius dengan pekerjaannya, kalau aku mengajaknya mengobrol, aku takut akan mengganggunya.


Hoamm... aku menguap karena mengantuk. Aku berusaha menjaga kantukku tapi tidak bisa kutahan lagi, mungkin karena saat ini aku sangat lelah. Akhirnya aku menyerah dan mataku terpejam juga.


Hiro mendatangi tempat Neira berada dan tersenyum melihatnya yang tertidur pulas.


' Hei....putri tidur, apa sedang kamu mimpikan hingga tersenyum seperti ini, apa kamu memimpikan aku? Ckk...sekarang aku memerintahkanmu untuk selalu memimpikanku didalam tidurmu, setiap hari, kamu harus ingat itu.'.


Cup...


Hiro mengecup kening Neira. ' Hmmm....apa kamu yakin tidak memakai parfum, kenapa aku merasa aneh setiap dekat denganmu, kamu membuatku gila nona'.

__ADS_1


Hiro hanya bisa menghela nafasnya karena tidak mengerti apa yang terjadi dengannya saat ini. Bagaimana mungkin wanita yang ada dihadapannya ini bisa menarik perhatiannya.


Sosok Neira yang mampu mengacaukan siklus hidupnya, yang mampu membuatnya bertingkah bodoh karena cemburu tanpa alasan yang jelas.


__ADS_2