Cherry Blossom Love

Cherry Blossom Love
HATI INI (2)


__ADS_3

Aku perlu waktu untuk memahami perasaanku sendiri.


- Neira Aoki-


----


Sejak kejadian itu hubunganku dan Hiro merenggang. Kami tidak saling tegur sapa seperti biasanya, kami seperti orang asing. Aku menjalani hari-hariku seperti biasa, bekerja lalu pulang, rutinitas yang harus kulalui setiap hari.


' Nei...'. Aku menoleh sesaat seseorang menyapaku. ' Echan masih dikantornya?', tanyanya dan aku mengangguk.


' Dia pasti berdandan. Seharian ini dia terus mengatakan apa aku cantik, aku benar-benar gugup, akhirnya aku akan menikah', ujarku menirukan ucapan Emi, Riku tertawa mendengar celotehanku.


' Benarkah dia melakukan itu'. Aku mengangguk'. ' Oh ya Nei, sebelumnya aku benar-benar minta maaf, waktu itu aku menyebut nama Takuya dihadapan Hiro, Echan memarahiku habis-habisan '.


' Tidak apa-apa, lagipula kami tidak punya hubungan apa-apa, jadi tidak perlu khawatir'.


' Kamu yakin?'.


' Apaan sih'.


'Apa Takuya pernah menghubungimu?'. Aku menggelengkan kepalaku. ' Aku bukannya ingin membuatmu kepikiran, tapi aku tidak bisa menyembunyikannya lagi, biarpun Echan akan memarahiku lagi, aku harus mengatakannya padamu'.


' Ada apa denganmu, katakan saja'.


' Aku melihat Takuya'.


' Takuya???'. Bagaikan disambar petir, aku tidak percaya dengan yang kudengar dari Riku. Takuya ada disini, setelah sekian lama, dia akhirnya muncul. Mengapa takdir suka sekali mempermainkanku.


' Iya Takuya', ujarnya menegaskan . ' Aku juga dengar sekarang ini dia menggantikan ayahnya memimpin perusahaan, tapi....'.


' Tapi apa?'.


' Waktu itu aku melihatnya bersama dengan seorang wanita, tapi aku tidak tahu hubungan mereka seperti apa'.


' Benarkah....., baguslah dia hidup dengan baik'.


' Maaf Neira, aku mengatakan ini padamu'.


' Tidak masalah, setidaknya aku tahu kalau dia baik-baik saja'.


' Kalian sedang membicarakan apa?', tanya Emi tiba-tiba saja muncul.


' Tidak ada', jawabku singkat. ' Riku sudah menunggumu daritadi, pergilah'.


' Benar tidak ada apa-apa?'. Aku dan Riku kompak mengangguk. ' Baiklah, kami pergi, jangan iri ya'.


' Apaan sih, jadi mau muntah melihat kalian berdua, ujarku kesal. Mereka hanya tertawa lalu pergi meninggalkanku. ' Kalian berdua hati-hati dijalan'.


Aku menghela nafas mencoba menenangkan diriku setelah mendengar perkataan Riku tadi. Dia ada disini, sejak kapan? kenapa aku tidak pernah mendengar apapun tentangnya.


' Permisi Nona'. Suara itu menyadarkanku dari lamunanku.


' Iya nona, ada yang bisa saya bantu', ujarku


melihat seorang wanita yang begitu cantik dan anggun ada dihadapanku.


' Toilet, ada dimana ya?', tanyanya. Aku menunjuk arah toilet berada. ' Terima kasih'.


' Yui'.


Deg...... Suara itu


' Takuya'.


Sontak aku menoleh ke belakang.


' Aku ke toilet sebentar ya, tunggu aku'.


' Ok'.


Aku membalikkan badanku lagi dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Saat aku akan melangkahkan kakiku hendak pergi dari hadapannya, tiba-tiba dia mengatakan sesuatu padaku.


' Lama tidak bertemu, Neira'.


Aku terdiam . ' Kamu salah orang tuan', sahutku. Saat aku hendak pergi, Takuya menarik tanganku dan sekarang aku berada dihadapannya.


' Bagaimana bisa aku salah mengenali mantan tunanganku'.


' Lepaskan tanganku'.


' Neira, kamu masih marah padaku'.


' Lepaskan aku Taku'.


' Taku, sudah lama aku tidak mendengarnya'.


' Tidak ada yang aneh bila aku memanggilmu dengan sebutan itu, cepat lepaskan tanganku, nanti wanitamu bisa salah paham padaku '.


' Wanitaku? Kamu benar dan dia ada disini, dihadapanku'. Takuya menatapku serius.


' Kamu sudah gila', ujarku mendorongnya lalu meninggalkannya. Sekilas aku melihatnya tersenyum.


Aku tahu dia ada di sini, tapi aku tidak menyangka akan bertemu dengannya ditempat ini. Apa yang sedang dilakukannya disini, apa dia sudah bertemu dengan Hiro. Aku tidak mengerti mengapa ini terjadi lagi padaku.


-----


Sekarang aku mengerti mengapa Takuya ada di perusahaan tempo hari. Perusahaannya ingin menjalin kerjasama dengan perusahan Nakayama. Dunia ini begitu sempit, begitu bayak perusahaan di negara ini, kenapa dia harus memilih perusahaan ini.


Hari ini pun aku melihatnya datang ke perusahaan ini dan bertemu dengan Hiro. Apa Hiro menyadari kalau Takuya yang selama ini dibicarakan adalah Takuya yang ada dihadapannya itu.


‘Neira....neira'. Emi menarikku. ‘ Takuya ada disini'.


‘ Aku tahu'.


‘ Sejak kapan?’.


‘ Beberapa hari yang lalu'.


‘ Kakakku sepertinya tidak tahu tentang Takuya ini. Aku jadi khawatir'.


‘ Kamu benar sekali dan sekarang kakakku ada disini'.


‘ Apa!!!’. Aku membalikkan badanku dan benar saja itu Hiro dan juga Takuya. Hiro memperkenalkan Emi dan juga aku kepadanya. Dia menjelaskan bahwa kami akan membantunya dalam kerjasama bisnis ini. Aku dan Emi hanya mendengarkan penjelasan dari Hiro karena saat ini kami sama-sama shock melihatnya ada disini.


‘ Nona Aoki bisa kamu antarkan Tuan Takuya karena ada yang ingin saya bicarakan dengan Emi'


‘ Ba...baik', ucapku. ‘ Silahkan Tuan', ujarku mempersilahkan.


Sepanjang jalan kami hanya diam, aku merasa canggung dengan situasi ini. Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya, tapi aku tidak tahu harus mulai darimana. Bagaimana ini? aku benar-benar bingung.


‘ Nei!!!', teriak Takuya menarik tanganku tiba-tiba. ‘ Seharusnya kamu lebih berhati-hati bekerja', ujarnya dengan suara meninggi.


‘ Maaf Nona, Tuan, saya benar-benar tidak sengaja'.


‘ Apa kamu baik-baik saja?’, tanyanya menatapku, aku mengangguk. Saat ini aku sudah berada dipelukannya.


‘ Terima kasih', ujarku menarik tubuhku dari pelukannya tapi Takuya malah menahan tubuhku lebih erat.


‘ Siapa bilang kamu bisa pergi'.


‘ Taku, jangan seperti ini, lepaskan aku'.


‘ Sebentar saja, aku sangat merindukanmu'.


' Merindukanku, lelucon apa yang sedang kamu mainkan. Bagaimana bisa kamu merindukanku, selama ini kamu sudah menyakitiku dan sekarang kenapa kamu muncul setelah sekian lama. Apa ini bagian permainanmu seperti dulu. Jadi jelaskan padaku Taku kenapa kamu melakukan itu'.


Takuya terdiam mendengar ucapanku dan juga pertanyaanku. Dia pun melepaskan pelukannya. ' Maaf', ujarnya.


Dia pun pergi meninggalkanku tanpa memberikan jawaban atas pertanyaanku. Kenapa begitu sulit baginya untuk menjelaskannya, apa yang sedang disembunyikannya. Kenapa aku merasa dia begitu sedih bila aku mengungkit kejadian itu. Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan Takuya.


----

__ADS_1


' Kamu sudah gila ya datang kerumahku pagi-pagi, ini kan libur', protesku.


' Kalau bukan karena perusahaan, aku juga tidak mau melakukan ini'.


' Memangnya kita mau kemana?'.


' Ke villa keluarga kami'.


' Emang ada apa disana'.


' Kakakku mengundang Takuya dan rekan-rekannya untuk merayakan kerja sama mereka'


' Apa!!!!!', teriakku kaget. ' Kamu menjebakku ya, untuk apa aku ikut dengan kalian, cepat turunkan aku'.


' Kamu mau mati ya, diam dan tenanglah'.


' Bagaimana aku bisa tenang!!!'.


Tidak lama akhirnya kami sampai di villa keluarga Nakayama. Terlihat orang-orang tengah sibuk mempersiapkan acara ini. Segala persiapan dilakukan dengan matang demi lancarnya acara ini. Terlihat Hiro sedang sibuk memperhatikan dengan detail semua yang sudah dipersiapkan.


Sudah lama aku tidak melihatnya dan sudah lama juga kami tidak berbicara seperti dulu. Aku sangat suka melihat ekspresi seriusnya ini. Entah bagaimana aku harus memperbaiki hubungan ini, aku kehilangan kepercayaan diriku untuk mendekatinya.


Menjelang malam tamu pun mulai berdatangan, suasana semakin ramai dan tamu yang ditunggu-tunggu pun sudah datang. Takuya datang bersama dengan seorang wanita dan mengandeng tangannya dengan mesra.


' Wanita itu siapa? ', tanya Emi padaku. Aku menggelengkan kepalaku, sebenarnya aku pernah melihatnya tempo hari, saat aku dan Takuya bertemu untuk pertama kalinya . ' Kamu sedang apa? Dari tadi gelisah terus', tanyanya heran melihatku tidak tenang.


' Hiro mana?', tanyaku tiba-tiba yang membuat Emi kaget.


' Kakakku, kangen ya', jawabnya menggodaku.


' Apaan sih, serius tahu, tamu-tamu sudah pada datang'.


' Iya sih'.


' Mobilnya juga tidak ada'.


' Ya sudah kita cari saja sembari aku menghubunginya'. Aku pun mengangguk.


Aku mencari Hiro ke seluruh villa, Aku bertanya tentang Hiro pada setiap orang yang kutemui, tapi mereka tidak tahu dimana Hiro berada. Aku jadi khawatir kalau terjadi sesuatu padanya. Aku belari kesana kemari hingga tidak memperdulikan seberapa tinggi hak sepatu yang kupakai ini.


' Awww...', ringisku kesakitan memegang kakiku. Karena tidak berhati-hati aku malah terjatuh.


' Kamu ini tidak pernah berubah'.


' Takuya, sedang apa kamu disini'.


' Mengikutimu, aku lihat kamu berlari kesana kemari , aku ingin tahu apa yang sedang kamu lakukan'.


' Hiro, aku mencarinya, apa kamu melihatnya, soalnya.....'.


' Apa!!!! Mobil kakak kecelakaan'. Terdengar suara Emi yang tidak jauh dari tempatku berada.


Kecelakaan...pikiranku pun mulai kalut, apa dia terluka.


Tanpa memperdulikan kakiku yang sakit aku bergegas menemui Emi. Takuya yang kaget melihatku berdiri mencoba membantuku berjalan dengan kaki yang terpincang-pincang.


' Emi, apa Hiro kecelakaan, apa dia terluka, parahkah', tanyaku yang membuat Emi kaget. ' Emi kenapa diam saja, aku bertanya padamu', teriakku kalut.


' Tenanglah'.


' Bagaiman bisa tenang, kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana? Sekarang Hiro ada dimana?'.


' Aku disini'.


Suara itu...


Aku menoleh ke belakang dan benar saja pemilik suara itu adalah Hiro. Aku kembali melihat Emi.


' Aku tidak bilang kakakku kecelakaan, aku hanya bilang mobil kakakku kecelakaan. Mobil itu dipakai oleh saudaraku dan tidak sengaja menabrak. Aku mau memberitahumu tapi kamu sudah kalut duluan'.


Aku menjatuhkan tubuhku karena lemas, aku benar-benar takut saat itu, tanpa sadar air mataku menetes, aku menangis sejadi-jadinya. Merekapun kaget melihat sikapku ini. Hiro menghampiriku dan memelukku.

__ADS_1


' Neira, aku baik-baik saja, sekarang aku disini, jangan menangis lagi. Aku tidak tahu harus melakukan apa kalau melihatmu menangis seperti ini. Aku minta maaf sudah membuatmu khawatir, aku tidak akan mengulanginya, jadi jangan menangis lagi, aku janji padamu'.


Hiro memelukku dengan erat, mengelus lembut rambutku, aku tidak lagi menghiraukan Takuya dan Emi yang melihat kami seperti ini. Aku benar-benar lega melihatnya baik-baik saja karena tadi itu aku benar-benar takut terjadi sesuatu padanya. Aku takut tidak bisa melihatnya lagi, tidak untuk ke tiga kalinya, aku tidak ingin kehilangan untuk ke tiga kalinya.


__ADS_2