
Sungguh aku tidak mengerti mengapa ini terjadi padaku. Perlahan hubunganku dan Hiro sedikit merenggang. Aku kehilangan semangat menjalani hari-hariku. Aku ingin bertemu denganya tapi aku tahu semuanya akan semakin rumit bila kami bertemu. Kami akan kembali bertengkar dengan mempertahankan ego masing-masing.
Aku juga tidak mengerti apa motif Ren mempertemukan kami seperti itu. Apa dia sengaja melakukannya dan apa yang sedang direncanakannya. Apa dia orang yang seperti itu, aku semakin bingung dengannya. Aku juga tidak tahu harus bersikap seperti apa dengannya saat ini.
' Neira, bos memanggilmu ke kantornya', ujar Rina padaku.
' Aku? ada apa?'.
' Entahlah, sudah sana pergi'.
' Baiklah'.
Aku menarik nafasku sesaat aku berada didepan pintu ruangannya. Aku mengetuk pintu itu dan terdengar suara dari dalam sana menyuruhku masuk.
' Bos Ren....'. Aku menyapanya.
' Duduklah', suruhnya. Aku pun duduk, aku hanya menundukkan kepalaku dan sama sekali tidak melihatnya. ' Apa kamu marah padaku', tanyanya karena melihat responku yang kurang baik.
' Tentang apa?', jawabku seolah tidak mengerti.
' Kamu tahu apa yang aku maksud Nei'.
' Baiklah, Apa bos sengaja melakukannya', tanyaku tanpa basa basi.
' Iya', jawabnya singkat.
' Apa?'. Aku sama tidak habis pikir bagaimana dengan entengnya ia mengatakan itu.
' Aku memang sengaja melakukannya. Aku ingin mempertemukan kalian dengan cara seperti itu agar kamu tahu semuanya'.
' Kenapa bos melakukannya?'.
' Kamu memang harus tahu bahwa adikku dan Hiro akan dijodohkan. Bukankah dia menyembunyikannya padamu selama ini'.
' Bos tidak mengenalnya, apapun yang dilakukannya dia pasti punya alasan'.
' Apa kamu menerimanya, alasan yang diutarakannya'.
' Bos, saya rasa tidak ada yang perlu dibahas disini. Ini adalah urusan pribadi'. Aku mulai meradang.
' Tapi sudah menjadi urusanku'.
' Tidak ada yang perlu dibahas lagi, saya permisi'. Aku keluar dari ruangannya dengan perasaan yang campur aduk.
Sesaat keluar dari kantornya, aku mengganti pakaianku dan keluar dari tempat ini.
' Neira!'. Ren menghentikan langkahku.
' Aku tidak ingin mendengarkan apa-apa lagi'.
' Tapi aku belum selesai bicara padamu'.
' Aku sudah bilang tidak ada lagi yang perlu dikatakan'. Tiba-tiba Ren menarik tubuhku dan memelukku. Aku meronta memintanya untuk melepaskanku, tapi dia tidak memperdulikannya.
' Aku menyukaimu'. Betapa terkejutnya aku mendengar pengakuannya ini. ' Aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu'.
' Tidak'.
' Neira, aku....'
' Hentikan, jangan bicara lagi, aku tidak mau dengar'. Aku memotong kata-katanya.
' Neira dengarkan aku, jangan seperti ini'.
' Hentikan!!!'.
' Neiiiiii'.
' Nona'. Tiba-tiba seorang pria datang menghampiri mereka.
__ADS_1
' Ryu', seruku. Aku senang melihat kedatangannya.
Ryu menarik tanganku jauh dari Ren.
' Nona mari kita pulang'.
' Kamu siapa?'. Ren menghalangi jalan mereka.
' Bukan urusanmu, jangan mengganggu nona lagi'.
Ren terdiam bingung melihat pria yang membawa Neira. Tapi disisi lain Neira merasa lega dengan kedatangan Ryu.
' Ryu bagaimana kamu bisa ada disini?', tanyaku heran.
' Hanya kebetulan saja nona', jawabnya tapi jawabannya tidak memuaskanku.
' Begitu ya'.
' Nona'.
' Iya'.
' Sebenarnya tadi aku bersama dengan Hiro'.
' Hiro'. Aku terkejut mendengar pengakuan Ryu.
' Maaf nona, tadi Hiro melihat kalian'.
' Apa...'.
' Dia sepertinya sangat kesal'.
' Lalu dimana dia sekarang?'.
' Dia pergi dengan menaiki taksi dan menyuruhku mengantarkan nona pulang'.
' Begitu ya'.
' Bagaimana ini Ryu'. Mataku mulai berair.
' Nona'.
Ryu membelai lembut rambutnya. Terakhir kali Nonanya seperti ini saat kedua orangtuanya meninggal. Neira yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri merasa gagal menjaganya.
---
Dirumah keluarga Hiro dan Emi sedang diadakan perjamuan makan malam yang dihadiri oleh keluarga Ren dan Sayaka. Kedua orang tua mereka tampak bercanda gurau satu sama lain. Mereka terlihat bahagia, lain hal nya dengan Hiro maupun Emi. Mereka lebih banyak diam dalam hal ini.
Sesudah selesai makan malam, Hiro memilih menyendiri sambil memandangi langit malam.
' Apa yang akan kamu lakukan?'. Tiba-tiba Ren datang mengampirinya. Mendapati dirinya sedang diinterogsi, Hiro hanya diam. ' Aku menyukainya'. Hiro mengepalkan tangannya meredam emosinya.
' Pergilah, aku tidak ingin bertengkar denganmu'.
' Apa kamu sepengecut itu. Apa kamu tidak berpikir bagaimana Neira sekarang'.
' Aku tahu'.
' Lalu'.
Belum lagi Hiro berkata sesuatu, Sayaka datang menghampiri mereka.
' Kak Ren'.
' Sayaka sedang apa kamu disini'.
' Aku ingin berbicara dengan Nakayama '.
' Baiklah, kakak akan meninggalkan kalian'.
__ADS_1
Sayaka pun duduk disebelah Hiro.
' Wanita itu, apa dia kekasihmu?'.
' Iya'.
' Aku sangat terkejut waktu itu, saat kamu menariknya dan membawanya pergi. Hari itu aku kecewa sekali padamu, kamu meninggalkanku'.
' Maaf'.
' Apa kamu takut ayahku akan menghentikan semua dana jika kamu menolakku'.
' Apa aku pernah menerimamu?'. Sayaka terkejut dengan ucapan Hiro. ' Aku hanya menjalankan tugasku sebagai anak, tidak lebih. Menyangkut perasaanku dan hubunganku, itu adalah urusanku'.
' Aku iri dengannya. Aku iri padanya karena dia mempunyai dirimu. Semua yang ada padamu kamu berikan padanya'.
' Dia layak mendapatkannya'.
' Kamu tahu, aku bertemu dengannya, aku menemuinya'.
' Apa maksudmu?'. Hiro terperanjat mendengar pengakuan Sayaka.
' Aku menemuinya, menemui Neira'.
' Untuk apa kamu menemuinya?'.
' Hanya mengobrol. Tidak heran kamu menyukainya, dia begitu lembut dan sopan, padahal dia tahu aku ini siapa'.
' Apa yang kamu katakan padanya!'. Hiro sedikit kesal.
' Aku memintanya untuk menjauhimu. Dengan begitu perjodohan ini akan semakin nyata'.
' Apa kamu sudah gila'.
' Memang, tapi apa kamu tidak ingin tahu apa yang dia katakan'.
Hiro diam.
' Aku bahkan tidak percaya dia masih mempercayaimu. Dia sangat menyayangimu. Apa kamu senang sekarang?'.
' Apa yang sedang kamu rencanakan'.
' Ayahku sangat menyayangiku, aku bisa melakukan hal yang baik dan buruk tergantung bagaimana dirimu'.
' Aku tidak menyangka gadis sepertimu yang terlihat polos bisa melakukan hal seperti ini. Aku kecewa padamu'.
Hiro meninggalkan Sayaka sendiri. Hiro sangat marah dengan ucapan Sayaka tadi, berani-beraninya ia menemui Neira dan mengancamnya.
' Ayah ibu, om tante maaf. Mengenai pembicaraan perjodohan, saya mohon maaf. Saya tidak bisa melakukannya', ujar Hiro tiba-tiba yang membuat seluruh keluarga kaget.
' Hiro, jangan terburu-buru,kamu bisa memikirkannya pelan-pelan', ucap ayah Sayaka.
' Maaf om, saya sudah punya kekasih dan sekarang dia terluka karena saya. Saya harap dengan keputusan ini tidak mempengaruhi kerjasama kita'.
' Nak Hiro, apa kamu tahu apa yang sedang
kamu katakan ini?'.
' Saya sadar dan paham apa yang saya katakan ini. Saya mohon maaf'.
' Sebaiknya kita pulang'. Ayah Sayaka terlihat kecewa dengan keputusan Hiro, ia marah dengan semua ucapannya.
' Ayah maafkan aku'. Hiro meminta maaf karena sudah mengambil keputusan sendiri.
' Tidak jangan meminta maaf, ini adalah jalan hidupmu. Wanita yang kamu pilih kami tahu dia siapa. Sekarang tugasmu bila terjadi sesuatu pada proyek, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya'.
' Baik ayah'.
Akhirnya masalah ini sedikit terselesaikan, paling tidak Hiro sudah menjelaskan pada keluarga Sayaka bahwa ia tidak bisa menerima putrinya.
__ADS_1
Tinggal bagaimana Hiro menjalankan strateginya jika memang ayah Sayaka menarik semua dana dari proyek yang ditanganinya.