Cherry Blossom Love

Cherry Blossom Love
HATI INI....


__ADS_3

' Haaa....'. Emi merasa lega karena rapat yang menegangkan itu telah usai. ' Aku kesal, kapan ini bisa berakhir'.


' Kalau kalian menikah nanti'.


' Iya sih. Oh ya Nei kakakku menanyakan tentang Takuya'.


' Takuya?'.


' Tapi darimana kakakku tahu tentang Takuya'.


' Tanyakan saja pada suamimu itu'.


' Riku?'.


' Riku kira aku dan kakakmu berpacaran, lalu dia menanyakan hubunganku dengan Takuya'.


' Hooo....pantesan'.


' Lalu apa yang kamu katakan pada kakakmu'.


' Aku bilang kalau Takuya itu tunanganmu', ujarnya tertawa. ' Setelah itu kakakku membantingkan pintu'.


' Kamu ini, bisa tidak menjaga mulutmu itu'.


' Apa salahku, dia memang tunanganmukan'.


' Mantan tunangan, Emi'.


' Tetap saja, aku tidak salah'.


' Tidak salah bagaimana'. Emi tertawa melihat tingkahku. ' Kakakmu bisa salah paham nantinya'.


' Kenapa kamu tiba-tiba perduli dengan perasaan kakakku'.


' Itu soalnya....aku...., hmmm....hanya tidak ingin....'.


' Lama!!!', ujarnya kesal. ' Kadang-kadang aku kesal dengan kalian berdua. Tapi, kalau dipikir-pikir Takuya benar-benar menghilang begitu saja, tidak ada kabar tentangnya, saat kedua orangtuamu meninggal, dia juga tidak hadirkan'.


' Karena dia memang tidak ingin melihatku lagi. Sudahlah jangan bicarakan tentang Takuya lagi'.


' Kenapa? apa kamu masih suka padanya', celetuk Emi menggodaku, tapi aku hanya diam saja. ' Baiklah nona Neira, aku tidak akan menyinggungnya lagi'.


Kenapa Takuya???

__ADS_1


Sudah sekian lama aku melupakan nama itu, dia adalah cinta pertamaku, teman masa kecilku dan juga mantan tunanganku. Memang waktu itu kami terlalu muda untuk menjalin hubungan seperti itu, tapi dikarenakan kedua keluarga sudah sangat dekat, aku dan Takuya juga tidak keberatan untuk menjalaninya. Hari-hari yang kami jalani sangat menyenangkan, walaupun tidak dipungkiri pasti ada kerikil-kerikil masalah yang muncul, terlebih saat itu Takuya merupakan siswa yang sangat terkenal disekolah, siapapun akan beruntung bisa bersamanya.


Aku bisa memahami dan memakluminya, aku tidak mau ambil pusing dengan ucapan mereka karena aku merasa mereka hanya iri padaku.


Hingga suatu hari hubungan kami hancur hanya karena salah paham. Tentu saja karena ada yang tidak suka dengan hubungan ini. Aku sudah menjelaskan berkali-kali kalau yang dilihatnya tidak seperti itu, aku dan orang itu tidak melakukan apa-apa, tapi dia tidak mempercayaiku. Aku sangat kecewa padanya karena tidak mempercayaiku dan lebih mempercayai orang lain. Hubunganku dan Takuya mula merenggang sejak itu, aku terus berusaha mendekatinya tapi dia acuh.


Hingga suatu hari, aku menyadari kalau sebenarnya dia hanya ingin memutuskan hubungan ini. Aku tidak habis pikir bagaimana ia bisa melakukan hal seperti ini, memfitnahku seolah-olah aku perempuan yang sangat jahat dan yang lebih menyakitkan lagi dia malah memutuskan pertunangan kami tanpa membicarakannya denganku.


Bagaimana bisa sifatnya berubah seperti ini, dia yang dulunya sangat lembut berubah menjadi kasar, dia yang dulu selalu mendengarkanku kini acuh padaku. Kenapa dia harus melakukan hal seperti itu padaku hanya karena dia tidak ingin melanjutkan hubungan ini, bukankah dia bisa membicarakannya dengan baik. Apa ia merasa tertekan dengan hubungan ini, sampai sekarang aku tidak tahu jawabannya.


Aku harus berbohong pada orang tua kami tentang alasan perpisahan ini. Mereka tidak bisa berkata apa-apa dan menyerahkan masalah ini pada kami berdua karena kamilah yang menjalaninya. Aku sedih bukan hanya karena berakhirnya hubungan ini tapi lebih karena ini juga melibatkan kedua orangtua, mereka terlihat sangat kecewa atas keputusan ini karena pada dasarnya hubungan kami terlihat baik-baik saja.


Setelah lulus sekolah, aku tidak pernah melihatnya lagi, kami seperti orang asing yang tidak pernah mengenal satu sama lain. Sampai sekarang pun aku tidak dia dimana dan apa yang dilakukannya.


----


Akhir-akhir ini aku merasa Hiro sedang menghindariku. Setiap kali aku memanggilnya, dia tidak menghiraukanku, setiap kali aku ingin bertemu dengannya , dia akan mengatakan kalau dia sedang sibuk. Sebenarnya apa salahku, kenapa dia menghindariku seperti ini, aku benar-benar kesal dengan sikapnya ini.


' Kok cepat baliknya', tanya Emi. ' Bukannya kamu akan menemui kakakku'.


' Kakakmu itu salah makan ya'.


' Kenapa?'.


' Hajar saja, aku ikhlas kok' ujar Emi tertawa. ' Asal kamu tahu, Kakakku itu sedang cemburu, '


' Cemburu?? dengan siapa?'


' Dengan rumput yang bergoyang, puas', ujar Emi kesal melihatku yang tidak peka. ' Lambat deh, kakakku itu pasti suka padamu nona, tidak mungkinkan kakakku uring-uringan hanya karena mendengar nama Takuya. Belum lagi waktu itu aku bilang kalau Takuya itu tunanganmu, wajahnya berubah total, menyeramkan'.


' Jangan bercanda'.


' Siapa yang lagi bercanda atau jangan-jangan kamu masih suka dengan Takuya?'.


' Aku sudah melupakannya, Emi'.


' Ya itu yang kamu katakan padaku berkali-kali'.


' Aku hanya merasa bingung dengan perasaanku, apa aku masih menyukai atau hanya karena aku ingin sebuah jawaban yang tidak pernah Takuya katakan padaku'.


' Apa kamu menutup hatimu'.


' Aku....'.

__ADS_1


' Akan aku buat satu kondisi, Jika kakakku menyatakan perasaannya dan tiba-tiba Takuya muncul lalu menjelaskan permasalahan itu karena suatu hal yang tidak bisa ia jelaskan dan ia masih menyukaimu. Apa yang akan kamu lakukan, menerima kakakku atau kembali pada Takuya'.


' Emi masalahnya tidak segampang itu' .


' Tapi jangan dibuat rumit juga Nei. Dari sikap kakakku terhadapmu, aku tahu dia suka padamu. Apa kamu suka pada kakakku'.


' Aku bukan tidak suka padanya, tapi aku masih ragu pada diriku sendiri. Ada hal-hal yang tidak bisa kujelaskan padamu'.


' Baiklah, aku tidak memaksamu , tapi karena ini juga menyangkut kakakku jadi aku ingin memastikan saja'.


' Aku mengerti'.


Aku tidak mengerti kenapa jadi serumit ini atau aku yang membuatnya jadi rumit. Aku benar-benar pusing. Ditambah lagi Hiro menghindariku, aku jadi binggung.


Eh... itu kan Hiro, gumamku. ' Emi nanti aku menyusulmu, ujarku meninggalkannya. Aku memacu jalanku. ' Hiro', teriakku. Hiro yang mendengar panggilanku langsung berjalan menuju lift, aku yang melihatnya pergi, langsung berlari menuju lift juga. Nafasku tersengal-sengal. ' Kamu, kenapa menghindariku', tanyaku sesaat sampai didalam lift.


' Siapa yang mengindarimu'.


' Kamulah, siapa lagi'.


' kenapa aku harus menghindarimu'.


' Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Kenapa kamu menghindariku, jangan membuat aku jadi salah paham'.


' Salah paham tentang apa'.


' Kalau kamu menyukaiku'.


Tuhan...kenapa aku malah keceplosan, kenapa aku mengatakan hal yang memalukan seperti itu, kenapa aku terlalu percaya diri sekali.


' Jangan bercanda denganku, aku tidak punya waktu membicarakan ini. Kalaupun aku memang menyukaimu, lalu kenapa? Apa yang bisa kamu lakukan, apa kamu merasa dirimu hebat'.


' Apa maksudmu, perkataanmu menyakitiku'.


' Aku sudah tahu tentang Takuya, aku tidak sengaja mendengarnya saat kamu berbicara dengan Emi. Lagipula ini juga bukan urusanku, kita juga tidak punya hubungan apa-apa, seharusnya aku juga tidak bertindak seperti ini. Jadi selanjutnya kamu tidak usah khawatir dengan sikapku'.


Aku terdiam terpaku mendengar ucapannya, hal yang tidak pernah aku sangka akan keluar dari bibirnya. Yang dikatakannya benar, kami bahkan tidak punya hubungan apa-apa, tapi kenapa hatiku sakit, kenapa air mataku harus menetes. Apa karena ucapannya atau karena aku patah hati.


' Nei'.


' Tidak, aku tidak apa-apa'. Aku tertawa seperti orang bodoh menutupi rasa sedihku. ' Aku tidak tidak akan melakukan hal bodoh ini, maafkan aku'. Aku pun pergi meninggalkannya. Rasanya sakit, aku tidak mengerti kenapa seperti ini.


Seharusnya aku tidak mendengarkan apa yang Emi katakan tentang perasaan kakaknya terhadapku, seharusnya juga aku tidak mencari tahu. Sejak awal aku sudah salah, aku tidak bisa membedakan perasaanku sekarang ini. Apa aku masih menyukai Takuya atau aku mulai menyukai Hiro atau Aku hanya takut terluka lagi.

__ADS_1


__ADS_2