
Tatapan Nicholas tertuju kepada Archi. Sorot matanya mengintimidasi. Dia mendekat ke arah Archi. Membuat Archi bergidik ngeri. Semua mata ikut memandang ke arah Archi. Agust merangkul Archi menempatkan nya di belakang tubuhnya. Menghindari Tuan Nicholas yang semakin mendekat.
"Bila aku ditangkap, ayahmu harus ikut ditangkap." tutur Tuan Nicholas.
Menggelegar ditelinga dan hati Archi saat Tuan Nicholas menyebut ayahnya.
"Ayahmu adalah pembuat cairan itu dan dia harus ditangkap juga bersama dengan ku." sambung Tuan Nicholas berapi-api.
"Kenapa harus memfitnah orang lain Paman?" bela Agust.
"Fitnah? Itu kenyataannya. Cairan itu aku dapatkan dari Handoko. Itu adalah salah satu bahan eksperimen-nya." ungkap Tuan Nicholas.
"Kalau tidak percaya panggil Handoko ke sini." usul Tuan Nicholas.
Ayah pun dipanggil untuk memberikan kesaksiannya.
"Itu memang ayah yang menciptakannya. Tetapi ayah membuatnya bukan untuk mencelakakan orang. Seperti yang dilakukan Tuan Nicholas kepada keponakan nya." pembelaan ayah dihadapan semuanya.
"Ayah membuat obat itu murni hanya untuk keperluan ilmu penelitian. Namun mereka memanfaatkan itu untuk kejahatan." sambung ayah menatap sinis ke arah Tuan Nicholas.
"Dan ayah tidak terima bila disebut kaki tangan Tuan Nicholas. Awalnya, bahkan ayah nggak tahu kalau obat buatan ayah akan dia gunakan untuk mencelakakan orang lain. Ayah memberikannya kepada dirinya pun karena terpaksa. Mereka selalu mengancam ayah, mengancam akan melaporkan ayah."
"Kamu harus tetap dihukum Handoko untuk kejahatan yang telah kamu lakukan." cecar Tuan Nicholas.
"Yah...aku akan menerima hukumanku. Tetapi bukan atas kasus percobaan penyingkiran manusia menggunakan obatku." tegas Ayah dengan berani.
"Satu-satunya kejahatan ku adalah menyelewengkan uang perusahaan untuk keperluan eksperimen ku dalam mengembangkan obat perubah manusia menjadi kucing itu. Dan sekarang aku sangat menyesali apa yang sudah aku lakukan."
"Ayah..."
"Maafkan ayah Archi. Ayah telah berbuat dosa dan ayah pantas dihukum. Demi keserakahan ayah yang ingin melewati batas ilmu pengetahuan, ayah membuat sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Dan demi bisa mewujudkannya ayah mengambil uang perusahaan yang tidak sedikit." cerita Ayah.
"Hal ini pun diketahui oleh Tuan Nicholas dan mereka mulai menekan ayah untuk mau memberikan obat itu kepada mereka. Atau mereka akan melaporkan ayah dan memenjarakan ayah. Ayah begitu takut akan melukai kalian, nama baik kalian, makanya ayah terpaksa memberikan obat eksperimen ayah yang belum rampung sepenuhnya kepada mereka. Tetapi saat itu, ayah juga nggak tahu untuk apa obat itu mereka gunakan."
"Kamu harus dihukum untuk dua kejahatan Handoko. Korupsi dan obat itu." desak Tuan Nicholas.
"Bila korupsi aku memang melakukan nya. Tetapi untuk penyalahgunaan obat, aku tidak terima. Aku benar-benar tidak tahu kalau obat itu akan mereka gunakan untuk menyingkirkan CEO Yoongi." jelas Ayah.
"Tetapi, sebenarnya apa ayah tahu siapa Agust sejak pertama kali dia datang ke rumah kita?" tanya Archi.
"Tentu saja. Dan ayah juga jadi tahu kalau obat ayah sudah disalah gunakan mereka untuk kejahatan."
__ADS_1
"Kenapa selama ini ayah berbohong dan berpura-pura tidak tahu tentang Agust bahkan saat kami bertanya apa ada yang mirip Agust di pabrik?"
"Dia pasti sengaja karena dia takut. Aku juga yakin kamu sengaja kan menikahkan putrimu dengan Yoongi agar posisimu aman!" tuduh Tuan Nicholas.
"Aku tidak pernah berniat seperti itu!" tampik ayah dengan meninggikan suaranya. "Aku menikahkah mereka murni karena ingin menolong Agust memiliki kehidupan yang baru. Ayah sebenarnya tidak ingin kalian mencari tahu masa lalu Agust. Yang ayah harapkan Agust memiliki kehidupan yang baru dan tenang bersamamu, Archi." Nada suara ayah melemah dan terdengar tulus.
"Tetapi kalian begitu ngeyel dan tetap mencari tahu tentang kehidupan Agust yang rumit." sambung Ayah.
"Agust, Ayah minta maaf karena tidak bisa langsung memberitahukan kamu tentang jati dirimu yang sebenarnya. Tetapi percayalah, tidak ada niat buruk ayah melakukannya. Ayah hanya ingin melindungi mu dari kejahatan Nicholas."
"Jangan mencari simpati dengan bicara seperti itu Handoko. Kamu berharap dengan begitu, hukumanmu akan dikurangi, kan?" tuding Tuan Nicholas.
"Aku bukan orang culas seperti anda Tuan Nicholas." tandas Ayah menatap tajam ke arah Tuan Nicholas.
Ayah menyatukan kedua tangannya dan menyodorkannya kehadapan Agust. "Silahkan tangkap aku dan penjarakan aku. Aku akan terima apapun hukumanku." kata Ayah.
Archi menyuruk, memeluk ayah dengan berlinang air mata. "Ayah!"
"Archi. Sekali lagi maafkan ayah Archi. Ayah tidak bisa jadi ayah yang baik untuk kalian. Ayah bukan orang yang baik dan taat seperti yang ayah perlihatkan selama ini kepada kalian."
"Nggak ayah, bagiku ayah tetap orang yang baik. Satu kesalahan ayah tidak menghilangkan semua ajaran baik yang telah ayah berikan kepada kami."
"Terimakasih Archi. Mohon jangan salah paham, ayah bukan ingin menjebakmu untuk menikah dengan Agust demi kepentingan ayah. Sama sekali tidak Archi."
Ayah mengusap air mata Archi. "Tolong jelaskan kepada ibu apa yang terjadi dan tolong tenangkan Ibu. Kamu tahukan Ibu mu orang yang terlalu sensitif, dia bisa sangat shock karena tahu hal ini."
Archi mengangguk, "Jangan menangis lagi. Aku siap pergi ke kantor polisi." kata Ayah dengan yakin menatap Agust dan Tuan Ludwig bergantian.
"Ayah nggak akan kemana-mana." jawab Agust mengejutkan semua orang di sana.
"Maksudmu?" tanya Ayah mentautkan alisnya.
"Aku tidak akan menuntut ayah. Karena untuk obat aku rasa ayah juga korban pemerasan dari paman."
"Hey... jangan pilih kasih begitu Yoongi." pekik Tuan Nicholas tidak terima.
"Walau obat itu Tuan Handoko yang buat tetapi dia tidak menggunakan obat itu untuk mencelakakan orang lain."
"Dia juga telah korupsi di perusahaan kita." Tuan Nicholas terus menimpali agar dia memiliki teman saat dihukum.
"Aku memutuskan menghibahkan uang yang dia ambil untuk keperluan penelitian. Seperti yang selama ini kita berikan untuk dia melakukan riset obat pada produksi kita."
__ADS_1
"Aku tidak terima. Bila dia tidak menerima hukuman maka aku juga tidak mau dihukum. Ini nggak adil namanya." cecar Tuan Nicholas.
"Itu benar. Aku harus mendapatkan hukuman ku sebagaimana mestinya Agust."
"Tidak ayah. Aku tidak mau menghukum ayah. Karena... walau bagaimanapun di saat aku berada dalam kesulitan tanpa jati diri dan ingatanku, ayah yang telah menolongku. Memberikan aku tempat bernaung dan perlindungan. Dan yang paling membuatku berterimakasih, karena ayah, aku menemukan cinta sejatiku." Agust menatap Archi.
Archi tidak dapat menutupi semburat warna merah yang memenuhi wajahnya. Dia menunduk sambil tersipu.
"Jadi aku memberikan kamu pengampunan, ayah."
"Kalau itu kemauan mu ayah terima. Dan Terimakasih." sahut ayah tersenyum bahagia menatap Archi.
"Aku juga tidak akan menghukummu paman. Namun aku memberikanmu surat peringatan. Bila kamu melakukan kesalahan yang sama ataupun kesalahan lainnya kamu akan dihukum sesuai dengan kejahatanmu." putus Agust.
Tuan Nicholas yang tidak tahu terimakasih hanya melengos dan tetap bermuka angkuh.
"Kamu selamat karena Archi dan ayahnya jadi aku harap kamu tidak akan lagi berbuat jahat kepada mereka." tegas Agust.
"Iya." Jawab Nicholas sambil jengkel.
"Aku senang semua berakhir baik." kata Agust memeluk Archi.
Archi memberi kode untuk melepaskannya karena malu dengan semua orang di ruang rapat.
"Tidak apa-apa. Kalian lanjutkan saja. Kami akan pergi. Ayo semuanya, kembali bekerja." Kata Tuan Ludwig memerintah kepada yang lain. Mereka pun keluar ruangan.
"Agust...ih...aku kan jadi nggak enak dengan kakek dan ayah." gerutu Archi dalam pelukan Agust.
"Abis aku terlalu bahagia. Semuanya sudah terungkap dan usaha kita menemukan masa laluku berhasil." Agust mengeratkan pelukannya dan mengangkat pinggang Archi ke atas. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Archi.
"Tunggu...kalau begitu sekarang aku harus memanggilmu apa? Agust atau Yoongi?" tanya Archi jadi bingung.
...****************...
Akhirnya perjalanan Agust dan Archi dalam menemukan masa lalu Agust berhasil. Dengan begitu cerita mereka pun berjalan happy ending 😹
Terimakasih tuk semuanya yang udah menemani Author, Agust dan Archi selama kisah ini berjalan ya. Dukungan kalian sangat berarti tuk Author sampai bisa melangkah sejauh ini 😻
사랑해
__ADS_1
Kalau masih banyak kurangnya mohon dimaafkan Author amatir ini ya. Boleh kirim masukan yang membangun akan author tampung dan terima selama dengan bahasa yang baik 😹