Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Bayangan Masa lalu


__ADS_3

Bel tanda istirahat sudah berbunyi, mata pelajaran pun sudah berganti oleh Guru lain setelah Bu Dahlia mengajar tadi. Abian terperanjat mendengar suara bel sudah berbunyi sementara dirinya belum selesai menulis semua pelajaran yang Bu Mutia tulis di papan tulis depan.


Abian jadi kurang konsentrasi selama pelajaran tadi berlangsung, pikirannya terus tertuju kepada Putri. Rasanya sudah tak sabar untuk Abian segera menyapa gadis itu, memperlihatkan wajahnya yang pastinya akan membuat Putri terkejut begitu melihatnya.


Banyak pertanyaan yang sedari tadi memenuhi pikiran Abian. Kenapa Putri kini sudah berubah, dan hijab yang digunakannya saat ini apakah itu menandakan jika Putri telah berganti keyakinan. Sungguh rasanya sudah tak sabar untuknya menanyakan itu semua kepada gadis berlesung pipit itu yang selama ini selalu dirindukannya.


Putri adalah cinta pertama untuk Abian. Mereka bertemu di satu sekolahan saat Abian dulu tinggal di Palembang saat ikut bersama dengan paman serta bibi nya. Putri dan Abian saling tertarik antara satu dengan yang lainnya hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menjalin hubungan meski adanya perbedaan keyakinan diantara mereka berdua saat itu. Putri menganut agama nasrani sementara Abian sendiri memeluk agama Islam. Dua keyakinan berbeda diantara mereka yang rasanya sulit untuk dipersatukan.


Hingga setelah beberapa bulan mereka memaksa menjalin hubungan diam-diam karena mereka benar-benar sudah saling mencintai dan rela menghadapi semuanya apapun yang akan terjadi nanti.

__ADS_1


Namun saat hubungan mereka berdua mulai tercium, Papanya Putri murka saat mengetahui Putri menjalin hubungan dengan pria yang berbeda keyakinan dengan mereka, dan papanya Putri serta keluarganya langsung menyuruh Putri untuk memutuskan hubungan asmaranya dengan dirinya.


"Papa masih bisa menerima pria yang kamu cintai meski dia tak sederajat dengan keluarga kita asalkan jangan dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita! Papah tidak sudi! Sekarang putuskan hubunganmu dengan laki-laki itu!" maki pak Darmanto papanya Putri saat itu begitu memergoki mereka sedang jalan bersama di sebuah taman. 


Entah bagaimana caranya hingga papanya Putri bisa tahu keberadaan mereka berdua saat ini, entah papanya membuntuti Putri sejak keluar dari rumah untuk bertemu dengan Abian ataukah memang ada mata-mata yang sengaja mengikuti mereka berdua saat ini.


"Aku mencintai Abian, Pah! Sangat mencintainya! Dan Putri memutuskan ingin memeluk agama muslim seperti agama yang diyakini oleh Abian!" mendengar jawaban dari Putri seperti itu tentu saja membuat pak Darmanto semakin murka. Ia menampar kedua pipi Putri dengan keras.


"Cukup Pak, tolong jangan sakiti Putri! Aku janji akan pergi dari kehidupan Putri asal bapak jangan berbuat kasar kepada Putri!" pinta Abian sambil memohon.

__ADS_1


"Abian, aku mencintai kamu. Sungguh aku tidak bisa hidup tanpa kamu Abian!" lirih Putri sambil terisak.


"Aku mencintaimu Putri, sangat mencintaimu … tapi Tuhan mungkin tidak mengijinkan kita untuk bersatu. Jika kita memang ditakdirkan untuk bersama, Tuhan pasti akan mempertemukan kita lagi dan memberi jalan untuk kita bisa kembali bersama …."


"Kalian itu masih terlalu muda, belum mengerti arti cinta yang sesungguhnya! Pokoknya mulai detik ini, Papa melarang kamu untuk bertemu dengan Abian lagi. Besok Papa akan urus surat-surat kepindahan sekolah kamu. Kita akan pindah ke Kalimantan!" ucap Pak Darmanto yang membuat Putri dan Abian sangat terkejut dibuatnya.


Ucapan Pak Darmanto ternyata bukan hanya gertakan semata, setelah itu Abian dan Putri tak pernah bertemu lagi karena Putri langsung dibawa pindah ke Kalimantan.


"Abian …."

__ADS_1


Panggilan seseorang membuyarkan lamunannya yang sedari tadi menatap kosong ke arah papan tulis. Abian terperanjat, ia langsung menoleh ke arah dua orang yang saat ini sedang berdiri tepat di sampingnya dan salah satunya adalah Putri.


__ADS_2