
Abian mencoba memberikan penjelasan berulang-ulang kepada Ruby agar Ruby mau mengerti keadaan yang sesungguhnya.
"Jika lo ngehindarin gue karena ancaman kak Romy, apa harus seperti itu juga, sampe lo gak mau sekalipun balas chat gue apalagi ngangkat telpon dari gue? Cara lo itu gak ngehargain gue banget, lo kayak ngebuang gue gitu aja mentang-mentang lo sudah punya cewek!" balas Ruby tetap emosi.
"By dengerin gue. Gue juga bingung By. Apalagi ternyata kakak lo bersikap begitu sama gue itu ada alasannya. Semua itu gara-gara Kak Mona pernah ninggalin kak Romy gitu aja. Kak Romy jadi benci sama gue pas tau gue itu adalah adiknya kak Mona. Apalagi pas tahu kak Mona sebentar lagi akan menikah, dia makin benci sama gue. Kakak lo ingin balas dendam, agar gue juga ngerasain sakit hatinya dia jika kita harus berjauhan dengan orang yang kita sayang! Itu alasannya!" Abian lagi-lagi mencoba menjelaskan.
Mendengar penjelasan Abian barusan, membuat Ruby jadi membenarkan jika dugaannya tentang perubahan sikap kak Romy tentang hubungan persahabatannya dengan Abian itu pasti itu gara-gara kak Mona, karena sejak itulah kak Romy tiba-tiba berubah dan menyuruhnya untuk menjauhi Abian. Dan ternyata benar dugaannya semua itu ada kaitannya dengan kak Mona.
Tapi tetap saja Ruby tetap merasa sakit hati dan cemburu, karena masalah sebenarnya di hatinya itu bukan karena masalah itu, tapi karena Abian telah jatuh cinta kepada gadis lain dan bukan dirinya.
"Sudahlah, gue gak peduli. Gue mau pulang. Gue mau nurutin saja apa kata kak Romy untuk pindah dari sekolah ini. Biar lo puas, biar lo bebas!" pungkas Ruby kemudian meninggalkan Abian yang terdiam membeku. Abian berniat untuk mengejar tapi Ruby keburu naik taxi yang kebetulan lewat di depan jalan.
"By dengerin gue By, lo jangan gitu By!" teriak Abian mencoba menahan kepergian Ruby, tapi mobil taxi yang ditumpangi oleh Ruby keburu maju dan berlalu meninggalkannya karena Ruby menyuruh sopir taxi tersebut untuk segera menjalankan mobilnya dan tidak usah memperdulikan Abian yang mengejarnya.
__ADS_1
"Ruby!" teriakan Abian masih terdengar jelas, namun Ruby berusaha pura-pura tak mendengarnya. Ruby hanya bisa terisak dan menangis meratapi cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Ruby merasa jika ini adalah akhir dari segalanya dan Ruby harus bisa untuk kehilangan Abian sejak hari ini dan selamanya.
Mawar dan Putri ternyata menyusul Abian keluar dan melihat Abian yang sedang mengejar mobil yang ditumpangi oleh Ruby hingga akhirnya Abian kembali dengan lesu dan menghampiri Mawar dan Putri.
"Ruby ngambek ya Bian?" tanya Mawar.
"Iya, dia gak mau mendengar penjelasan gue War!" jawab Abian lesu.
"Maafin aku ya Bian, semua ini gara-gara aku kalian jadi bertengkar," ucap Putri terlihat menyesalinya.
"Sama saja, intinya masalahnya karena ada aku juga. Mungkin Ruby cemburu dengan kedekatan kita. Aku bisa melihat dari sikapnya tadi."
Mawar dan Abian sama-sama terdiam mendengar perkataan Putri, sambil mencerna kalimat tersebut hingga Mawar pun berpikir dalam hatinya jika apa yang dikatakan Putri memang sepertinya benar adanya. Melihat kemarahan Ruby tadi, itu malah menunjukan jika sepertinya Ruby memang menyukai Abian seperti dugaannya selama ini.
__ADS_1
Mawar memang sempat mengira karena perhatian Ruby pada Abian lebih dari perhatian sahabat pada umumnya, tapi Mawar tidak bisa menyimpulkan karena bisa saja itu memang hanya bentuk perhatian Ruby sebagai seorang teman meski bagi Mawar rasanya terlalu berlebihan.
"Jangan-jangan Ruby memang suka sama lo, Bian!" ujar Mawar yang membuat Abian merasa kebingungan.
"Gak mungkin Ruby suka sama gue, Mawar. Kita kan cuma sahabat. Wajar mungkin Ruby marah dengan sikap gue beberapa minggu ini," bantah Abian tak menggubris ucapan Mawar.
"Tapi apa yang Mawar katakan mungkin ada benarnya Bian, kalian sudah lama berteman kan, tidak menutup kemungkinan jika pada akhirnya menimbulkan rasa cinta diantara kalian semua, dan Ruby cemburu melihat kedekatan kita. Aku yakin itu." timpal Putri.
"Gak mungkin, Put. Aku dan Ruby itu sudah seperti saudara. Jadi ini bukan masalah cemburu atau cinta, tapi ini hanya kesalah pahaman saja karena Ruby tidak tahu alasan aku menghindarinya. Semua demi kebaikannya."
"Aku harap kamu bisa menyelesaikan masalah kamu sama Putri temanmu itu, aku tidak mau jika kehadiranku malah merusak hubungan persahabatan kalian. Aku minta maaf jika aku malah mengacaukan semuanya," ucap Putri tetap merasa bersalah.
"Nggak Put, ini bukan salah kamu. Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti ini.
__ADS_1
"Segera temui Ruby dan selesaikan kesalah pahaman ini. Semoga semuanya berakhir baik." lanjut Putri.
"Aku tidak bisa ke rumahnya Put, itu terlalu beresiko. Aku sudah berjanji pada kakaknya Ruby yaitu Romy jika aku akan menjauhi Ruby." jawab Abian menghela nafas berat, serba bingung dengan apa yang harus dilakukannya.