Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Ruby sudah yakin


__ADS_3

"Apa keputusan kamu ini ada hubungannya dengan perubahan sikap Abian ke kamu?" Dewa terlihat menyelidik.


"Tidak penting apapun itu alasannya, tapi yang pasti aku sudah bersedia menikah dengan bang Dewa. Alasan pertama karena aku ingin mewujudkan keinginan dan harapan Oma, kedua biar Kak Romy juga tidak khawatir lagi aku akan dekat dengan Abian. Bukankah itu yang Kak Romy inginkan?" ucap Ruby memberi penekanan di akhir kalimat yang diucapkan olehnya barusan. Romy terdiam apalagi melihat tatapan Ruby yang seolah menyudutkannya.


"Oma senang mendengarnya, tapi …." Oma Rahma mendadak merasa ragu meski hatinya memang sangat menginginkannya.


"Ya sudah, kalau begitu Ruby akan menelepon bang Dewa dan menyuruh Bang Dewa untuk segera datang kemari nanti setelah dia pulang sekolah. Ruby hanya meminta untuk berbicara dulu empat mata bersama bang Dewa, setelah kami sepakat membuat keputusan, baru kita bicarakan masalah ini bersama-sama," lanjut Ruby membuat kedua orang yang berada tepat di hadapannya itu hanya saling melirik dan menatap tanpa bicara.


"Aku memang tidak suka melihatmu dekat lagi dengan Abian tapi bukan berarti juga menyuruh kamu untuk secepatnya menikah dengan si Dewa!" tegas Abian.

__ADS_1


"Sudahlah, bukankah ini yang kalian inginkan, harusnya kalian itu merasa senang!"


"Jika boleh tahu, memangnya ada masalah apa Kakak dulu dengan kakaknya Abian yang bernama kak Mona itu?" ucap Ruby balik bertanya.


"Jangan mengalihkan pembicaraan!" ketus Romy.


"Aku sangat mencintai Mona, tapi dia meninggalkanku setelah mendapatkan pria yang dirasa mungkin jauh lebih baik daripada aku … dan hatiku benar-benar sakit karenanya. Aku tidak bisa memaafkan hal itu!" jawab Romy berapi-api, terlihat jelas jika dirinya memendam rasa sakit dan kecewa yang mendalam.


"Aku memaklumi perasaan Kak Romy, tapi jangan karena kesalahan kak Mona itu, kakak melampiaskannya pada Abian. Meski kak Mona sudah jahat dan tega menyakiti Kak Romy tapi bukan berarti Abian juga jahat seperti kakaknya." lanjut Ruby. Romy terdiam dan kali ini ia tidak menjawab.

__ADS_1


"Ya sudah itu terserah Kak Romy saja, aku mau menghubungi bang Dewa dulu, jika bang Dewa bersedia menikahi Ruby maka Ruby memutuskan untuk menikah secepatnya, tapi jika bang Dewa tidak mau, Ruby akan minta pindah dari sekolah Ruby!" jawab Ruby menegaskan.


"Ruby mau istirahat dulu sambil menunggu bang Dewa datang kemari!" lanjut Ruby kemudian berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan lagi Oma nya dan Romy yang belum tuntas berbicara.


Oma Rahma membiarkan hal itu karena Oma merasa jika Ruby memang sedang ada masalah dan mungkin butuh menenangkan pikirannya, oleh karena itu Oma Rahma tak mau untuk mencegahnya tapi bukan berarti tidak peduli terhadapnya.


Sesampainya di kamar, Ruby segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Ruby segera bergerak cepat menuju tempat tidurnya, mencurahkan rasa sesak dan sakit yang sejak tadi berusaha ditahannya. Bayangan kemesraan Abian bersama Putri tadi membuat hatinya kembali terasa hancur juga terluka.


Beginikah rasanya patah hati? kenapa sakit sekali rasanya?

__ADS_1


__ADS_2