
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih setengah jam, akhirnya Abian tiba juga di rumah Ruby. Dengan tak sabar, Abian mengetuk pintu rumah utama Ruby, rasanya tak sabar ia ingin bertemu Ruby dan membicarakan semuanya.
Rumah Ruby terlihat sepi, Abian berharap Ruby tidak berangkat ke sekolahnya karena menurut Mawar, Ruby baru akan mulai sekolah di tempat barunya setelah ia resmi menikah dengan bang Dewa.
"By, Ruby?!" panggil Abian entah ke berapa kalinya. Sepertinya Oma juga tidak berada di rumah, biasanya pagi-pagi begini Oma Rahma sedang sibuk menyiram tanaman bunga-bunganya, itu yang Abian ketahui jika sesekali ia menjemput Ruby untuk berangkat sekolah bersamanya dan selalu mendapati Oma Rahma yang sedang sibuk merawat berbagai macam tanaman bunganya itu yang berada di halaman depan rumahnya tersebut.
Abian kecewa karena sepertinya tidak ada satu orang pun di rumah itu, hingga Abian memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya dengan perasaan yang kecewa, namun baru saja Abian membalikan badan untuk berjalan menghampiri motornya, pintu rumah itu kini terbuka. Abian tentu saja merasa senang, ia langsung menoleh untuk melihat siapa orangnya yang kini membuka pintu, semoga saja itu memang Ruby.
Abian kini melihat sosok Romy yang berdiri menatap tak suka kepadanya. Melihat justru Romy lah yang kini ada di hadapannya tentu saja membuat Abian merasa kembali kecewa.
"Mau apa lo kemari? gue kan udah bilang jangan pernah dekati Ruby lagi!" ketus Romy menatap tajam ke arah Abian.
__ADS_1
"Kak Romy, aku mohon ijinkan aku bicara dengan Ruby!" pinta Abian kini memohon.
"Untuk apa? Ruby sudah ga ada urusan sama lo lagi?! Dua hari lagi Ruby akan menikah sama Dewa jadi lo paham kan dengan apa yang harus lo lakuin seharusnya, yaitu jauhi Ruby!" jawab Romy dengan tegas.
"Tolong jangan paksa Ruby untuk menikah sama bang Dewa! Jangan hanya karena Kak Romy ingin menjauhkan Ruby dari aku tapi Kak Romy dengan tega memaksa Ruby untuk menikah! Ruby masih sekolah, masa depannya masih panjang, tolong jangan perlakukan Ruby seperti itu!" ucap Abian kini berani,ia tak peduli jika Romy mungkin akan tambah murka terhadapnya.
"Lo jangan nuduh gue seenaknya ya! Lo pikir Ruby menikah sama Dewa karena paksaan gue! Ruby sendiri yang memutuskan untuk menikah sama Dewa, bukan karena paksaan gue! Lo mau cari gara-gara sama gue?!" geram Romy jadi emosi, tangannya sudah siap memukul tubuh Abian, tapi Abian mencoba menangkis tangan Romy agar tak mengenai tubuhnya.
"Aku bukan nuduh, tapi kenapa Ruby mendadak harus menikah, tidak mungkin jika itu keinginan dia!"
Mobil hitam milik Dewa memasuki pekarangan rumah Ruby. Ruby yang berada di dalamnya tentu saja kaget melihat Abian yang kini berada di teras rumahnya dan seperti akan berkelahi dengan kakaknya. Setelah mobil itu berhenti, Ruby pun segera keluar dari mobil itu untuk segera melerai mereka berdua.
__ADS_1
"Hentikan! Cukup, kenapa kalian malah berkelahi?!" teriak Ruby membuat Abian dan Romy kini saling menjauh dan jaga jarak, meski terlihat amarah Romy masih meledak-ledak.
"Tanya tuh temen lo itu?! kenapa gue malah dituduh maksa lo untuk menikah sama Dewa! Jelas aja gue gak terima!" bentak Romy.
Ruby beralih menatap Abian, Abian pun menatap Ruby dengan tatapan yang tidak bisa terbaca oleh Ruby apa maknanya, Ruby segera berpaling lagi tak ingin jika tatapan mereka berdua yang bertemu malah akan semakin menyakiti hatinya.
"By, gue mau bicara sama Lo, By!" pinta Abian kini memohon sambil meraih sebelah tangan Ruby dan menangkupnya. Abian terlihat sangat memohon.
Saat itu Dewa sudah turun dari mobil dan melihat semuanya, Ruby mencoba berusaha menarik tangannya kembali dari genggaman tangan Abian, namun tangannya ternyata sulit untuk dilepaskan karena genggaman Abian terlalu erat.
"Gak ada lagi yang perlu kita bicarakan! Kita sudah gak ada lagi urusan!" jawab Ruby sambil terus berusaha melepaskan tangannya itu.
__ADS_1
"Lo jangan maksa adik gue jika dia gak mau! Lo mau gue hajar?!" maki Romy, namun tiba-tiba Dewa mendekat ke arahnya.
"Biarkan mereka untuk bicara!" ucap Dewa sambil mengajak Romy masuk ke dalam rumah dengan sedikit memaksanya. Tentu saja hal itu membuat Ruby merasa aneh, kenapa Dewa malah membiarkannya untuk bicara bersama Abian bukan malah melarangnya ataupun cemburu terhadapnya.