Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Kemarahan Ruby


__ADS_3

"Jadi Abian sudah mempunyai kekasih?" tanya Ruby sekali lagi ingin memastikan jika apa yang didengarnya memang nyata adanya.


"Iya By, noh mereka berdua ada di dalam kelas!" jawab Mawar.


"Yuk masuk kelas, Abian pasti kaget liat lo udah bisa sekolah. Lo gak bilang sama dia kan kalau lo akan masuk hari ini?" tanya Mawar lagi. Ruby hanya menggelengkan kepala sebagai pengganti jawaban.


"Yo kita buat kejutan untuk dia!" ajak Mawar kemudian menarik tangan Ruby dan mengajaknya untuk segera masuk ke dalam kelas. Ruby pun menurut meski rasanya kakinya mendadak enggan untuk melangkah. Padahal dari rumah ia sudah sangat bersemangat untuk sekolah karena pastinya rindunya kepada Abian agar segera tercurahkan. Ditambah niatnya untuk segera mengutarakan perasaannya itu membuat semangatnya kian menggebu.


Hati Ruby terus bergejolak antara menahan rasa perih, sakit, cemburu serta rindu yang kini bercampur aduk menjadi satu.


Dengan tertatih ia memasuki ruang kelasnya itu yang sudah beberapa minggu ini ia rindukan.


Ruby awalnya ingin mencoba menutupi perasaan yang sesungguhnya dan mencoba bersikap biasa saja dan tidak ingin menunjukkan jika dirinya saat ini sedang terbakar api cemburu, namun begitu setibanya dirinya di dalam kelas, pemandangan yang membuat hatinya kian meradang membuat ia tak bisa lagi untuk menahan gejolak perasaan dan emosinya.

__ADS_1


Ruby melihat dengan jelas saat ini Abian sedang duduk berhadapan dengan seorang perempuan yang berhijab yang wajahnya tidak begitu kelihatan karena posisi tubuhnya yang mengesamping. Abian terlihat sedang mengusap hidung gadis itu dengan sebuah tisu, entah apa yang sedang Abian lakukan saat ini dengan perempuan yang disebutkan oleh Mawar sebagai kekasih Abian saat ini.


"Bian pacaran mulu lo, lihat nih Ruby udah balik lagi ke sekolah, lo sambut kek!" seru Mawar yang kini sudah berada di depan Abian dan juga Putri. Mereka mendongakan wajahnya, terlihat hidup Putri masih tersisa sedikit mengeluarkan darah, sementara tisu yang dipegang oleh Abian pun terlihat penuh dengan warna kemerahan.


"Lo kenapa Put bukannya tadi gak kenapa-napa?" tanya Mawar jadi khawatir.


"Gak apa-apa aku cuma mimisan!" jawabnya pelan kemudian membersihkan hidungnya kembali dengan tisu yang sudah berhenti mengeluarkan darah.


"Ruby udah sekolah?!" tanya Abian menatap Mawar karena langkah Ruby masih tertinggal di belakangnya. Abian pun segera mencari sosok Ruby dan menemukan Ruby yang saat ini sedang berjalan menuju ke arahnya. Abian berniat tersenyum dan menyambut kedatangan Ruby dengan ceria namun saat teringat ucapan Romy, Abian pun mendadak canggung dan merasa serba salah untuk mengambil sikap.


Ruby berdiri di sebelah Mawar dengan tatapan sinis, awalnya Putri yang sudah melebarkan senyuman kepada Ruby pun langsung menekuk kembali melihat sikap Ruby yang terlihat begitu dingin terhadapnya.


"Apa kabar By?" Abian pun bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan untuk menyalami Ruby dan menyambut kedatangannya dengan cara yang terkesan formal dan tak biasanya.

__ADS_1


Ruby tak menerima uluran tangan Abian apalagi menjawab ucapannya. Ruby malah tersenyum sinis.


"Jadi gara-gara ini lo sampe gak peduli lagi sama gue?!" tanya Ruby dengan nada sinis sambil ekor matanya melirik ke arah Putri.


"Maksud lo apa By?" tanya Abian tak mengerti maksud ucapan Ruby.


"Jangan pura-pura bodoh! Jadi mentang-mentang lo udah punya cewek terus lo lupain gue dan gak peduli sama gue lagi, sampai lo ngangkat telpon gue, ataupun balas chat gue sekali pun lo gak pernah mau! Tega lo ya!" maki Ruby tak bisa lagi menahan emosinya, biar saja orang menilai dirinya marah karena hal itu, meski sesungguhnya Ruby cemburu dan sakit hati atas hubungan mereka berdua saat ini.


"By, lu jangan salah paham, semua ini gak ada hubungannya sama Putri!" jawab Abian membela diri.


"Lo sadar gak sih, sikap lo itu nyakitin gue?! Oke, mulai sekarang gue ga akan maksa lagi agar lo peduli sama gue. Gue gak akan minta lagi lo selalu ada buat gue. Mulai detik ini juga, persahabatan kita putus! Gue gak mau dekat dengan lo lagi!" ucap Ruby tegas dan penuh dengan penekanan. Mendengar itu tentu saja Abian dan juga Mawar merasa terkejut dengan perkataan Ruby, Mawar sendiri pun tidak menyangka jika Ruby akan jadi semarah itu.


Setelah mengucapkan semua ganjalan di hatinya yang dirasa cukup puas, Ruby segera membalikan badannya dan berjalan untuk meninggalkan ruangan kelas itu dengan langkah yang masih sedikit tertatih tatih namun ia usahakan mempercepat langkah kakinya.

__ADS_1


"By tunggu By!" Mawar berniat untuk mengejar namun Abian menahan tangan Mawar agar tetap diam di tempat.


"Biar gue yang ngomong sama Ruby!" cegah Abian karena merasa kesalahpahaman ini perlu untuk diluruskan.


__ADS_2