Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Keputusan Ruby


__ADS_3

"Ruby bersedia menikah dengan bang Dewa jika Oma menginginkannya!" ucap Ruby sekali lagi untuk meyakinkan Oma nya jika apa yang telah diucapkan olehnya tadi benar adanya dan tidak sedang main-main.


"Tunggu, apa yang terjadi sama kamu Ruby, kenapa pulang-pulang kamu bicara seperti itu? Oma tidak mengerti. Oma memang ingin kamu menikah dengan Dewa agar Oma merasa tenang jika suatu saat Allah memanggil Oma kepangkuanNya kapan saja jika sudah ada pria yang mau menjagamu, tapi … kenapa tiba-tiba sekali keputusannya? Padahal tadi pagi kamu tidak bicara apa-apa tapi sekarang …," tanya Bu Rahma merasa heran dan juga terlihat kebingungan.


"Tidak apa-apa Oma, entah kenapa Ruby tiba-tiba kepikiran seperti itu saat kembali ke sekolah dan mengingat kembali jika Dewi telah tiada dan Ruby jadi teringat kembali akan amanat Dewi pada Ruby agar mau jadi bagian hidup Bang Dewa," jawab Ruby mencoba mencari alasan dan menutupi yang sesungguhnya jika dia saat ini memutuskan seperti itu karena merasa kecewa pada Abian yang telah menjatuhkan cintanya di hati wanita lain, bukan pada dirinya.


Rasa amarah dan cemburu yang menguasai dadanya saat ini membuat dirinya tak bisa berpikir dengan benar, ia hanya perlu merasa melakukan sesuatu untuk menutupi kekecewaannya dan meyakinkan dirinya jika dia juga bisa memiliki pasangan kekasih seperti halnya Abian terhadap Putri.


Seperti ajang balas dendam untuknya, untuk melampiaskan kekecewaannya terhadap Abian.

__ADS_1


"Kamu yakin mau menikah meski masih sekolah?" tanya Oma Rahma ingin memastikan. Dan pertanyaan itu tentu saja terdengar aneh di telinga Ruby, kemaren kemaren Oma nya yang sepertinya terlihat ngebet agar dirinya mau menikah dengan Dewa, tapi sekarang saat dirinya menyatakan bersedia, kenapa malah Oma nya seperti meragukannya? batin Ruby berbicara.


"Bukannya Oma memang ingin agar Ruby menikah sama bang Dewa, dan sekarang setelah Ruby bersedia kenapa Oma malah meragukannya?" ujar Ruby.


"Iya Ruby, memang Oma sangat menginginkannya, tapi dengan keputusan dadakan kamu ini, Oma malah jadi merasa curiga pasti telah terjadi sesuatu, kan?!" selidik Oma Rahma menatap serius pada cucunya itu.


"Ruby kenapa kamu pulang lagi?!" Romy muncul dari lantai atas dan kini sedang menuruni anak tangga. Romy juga belum lama tiba dan sekarang berniat untuk berangkat lagi ke kafe miliknya sendiri. Dia menatap heran ke arah Ruby sesampainya di bawah setelah berdiri tepat di hadapannya.


"Dengan mata sembab seperti itu apa harus dipercaya jika tidak terjadi sesuatu selain alasan itu?!" selidik Romy menatap wajah Ruby keseluruhan.

__ADS_1


"Masalah itu tidak perlu Kak Romy tanyakan lagi, tapi tanya pada diri Kakak sendiri?! Untuk apa mengancam Abian agar menjauhi Ruby dengan mengatakan akan memaksaku pindah sekolah jika Abian masih mau dekat-dekat sama Ruby?! Apa semua itu demi melakukan balas dendam kepada Kak Mona melalui kami berdua?" tanya Ruby penuh penekanan di akhir kalimat yang diucapkannya.


"Balas dendam yang jelas salah arah karena sesungguhnya semua itu tidak ada hubungannya dengan kak Mona! apa dengan Abian menjauhiku terus kak Mona ikut terluka? tentu tidak?! karena jelas hal itu sama sekali tidak ada hubungannya?!" sindir Ruby.


Romy terdiam tanpa menjawab sepatah katapun ucapan dari Ruby adiknya itu.


"Ruby bersedia pindah sekolah, jadi kak Romy tidak perlu khawatir jika Ruby akan kembali dekat dengan Abian. Ruby akan menjauh dari Abian, dan jika bang Dewa mau, Ruby bersedia menikah dengan bang Dewa dalam waktu dekat ini!"


Romy terkejut dengan ucapan adiknya barusan.

__ADS_1


"Apa, menikah sama Dewa? kamu yakin dengan hal itu? kamu pikir lucu hal seperti ini dijadikan candaan!" Tanya Romy tak percaya.


"Ruby gak main-main. Ruby benar-benar bersedia menikah sama bang Dewa. Dan Ruby juga mau pindah sekolah dari sana!"


__ADS_2