Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Keinginan Oma


__ADS_3

"Ruby … jaga diri lo baik-baik. Gue titip bang Dewa ya … gue yakin jika lo dan bang Dewa adalah jodoh! Gue ingin lo segera menikah sama bang Dewa! Lo mau kan jagain bang Dewa!" 


Dewi menatap Ruby dengan wajahnya yang terlihat begitu pucat dengan balutan busana gamis putih yang menutupi tubuhnya itu. Dewi perlahan melepas genggaman tangannya pada Ruby, tubuh Dewi tiba-tiba melayang ke atas dan semakin jauh meninggalkan Ruby yang berteriak-teriak memanggilnya.


"Dewi! Tunggu Dewi! Lo jangan tinggalin gue Wi! Dewii!" Ruby terus berteriak memanggil Dewi hingga tubuh Dewi semakin menghilang di atas sana.


"Ruby bangun sayang! Ruby!" panggilan seseorang membangunkan Ruby dari tidurnya. Ruby terbangun dengan nafas yang memburu. Ternyata tadi dirinya hanya sedang bermimpi, mimpi yang rasanya begitu nyata jika saat tadi ia bertemu dengan Dewi, sahabatnya.


"Dewi, mana Dewi, Oma?!" ucap Ruby sambil berusaha untuk bangun dari pembaringannya, namun rasa sakit di sekujur tubuhnya membuat ia hanya bisa meringis menahan sakit dan tidak bisa bergerak sesuai keinginannya.


"Kamu mimpi, Ruby … Kamu harus ingat jika Dewi telah tiada. Doakan yang terbaik untuk dirinya," ucap Bu Rahma menenangkan.


"Dewi hadir dalam mimpi Ruby, Oma … Dia berkata agar Ruby—," ucapan Ruby terhenti karena tidak mungkin ia menyampaikan pesan Dewi dalam mimpinya tadi, sama dengan pesan terakhir yang sempat Dewi katakan padanya sebelum Dewi meninggal dunia.

__ADS_1


"Memang apa yang Dewi sampaikan padamu?" tanya Bu Rahma sepertinya penasaran.


"Dewi … Dewi ingin agar Ruby—." Ruby kembali terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya.


"Apa Dewi ingin agar kamu menikah sama Dewa?" tanya Bu Rahma yang tentu saja membuat Ruby jadi terkejut, bagaimana bisa Oma nya itu tau tentang isi mimpinya dan juga pesan terakhir Dewi kepadanya.


"Bagaimana Oma bisa tau?" tanya Ruby dengan mimik wajah yang penuh dengan keterkejutan. Bu Rahma terdengar menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari cucunya itu.


"Karena Oma juga mimpi yang sama dengan kamu," jawab Bu Rahma yang tentu saja membuat Ruby merasa aneh.


"Itu cuma mimpi tapi—," Bu Rahma memotong kalimatnya, ragu dengan apa yang ingin diucapkannya.


"Tapi kenapa Oma?" tanya Ruby penasaran.

__ADS_1


"Oma tidak tahu umur Oma akan sampai kapan … Oma merasa belum tenang jika harus meninggalkan kalian sebelum kamu juga Romy masing-masing ada yang menjaga dan menyayangi kalian sepenuh hati," ucap Bu Rahma terdengar sedih, terdengar helaan nafas panjang kemudian setelah ia mengakhiri kalimat yang diucapkannya.


"Kok Oma malah membahas itu? Ruby tidak suka jika Oma bilang seperti itu. Oma harus tetap sehat dan ada untuk Ruby dan kak Romy. Lagi pula Ruby masih sekolah, masih sangat muda, sama sekali belum kepikiran untuk menikah," balas Ruby dengan tak suka.


"Usia seseorang mana ada yang tau By … Buktinya temanmu Dewi saja yang masih sangat muda tiba-tiba secara mendadak dipanggil Yang Maha Kuasa, apalagi seperti Oma yang usianya sudah cukup tua …."


"Meski kalian masih punya Papa, tapi kalian tau sendiri seperti apa Papamu terhadap kalian. Oma tetap belum merasa tenang jika Oma tiba-tiba harus meninggalkan kalian, apalagi kamu … siapa yang akan menjaga dan memperhatikan kamu?" ucap Bu Rahma dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Ruby gak suka Oma bilang seperti itu! Oma tidak boleh ninggalin Ruby! Ruby sama siapa nanti jika Oma pergi ninggalin Ruby?!" gerutu Ruby terdengar kesal padahal ia hanya menutupi rasa sedih dan ketakutannya ditinggalkan Oma tercinta.


"Kematian seseorang itu tidak ada yang tau Nak … cepat atau lambat, masa itu akan tiba datang pada kita," jawab Bu Rahma.


"Dewa sepertinya memang anak yang baik, santun, lembut. Meski Oma hanya baru bertemu beberapa kali dengan abang sahabatmu itu saat menjemput Dewi di e

__ADS_1


rumah kita, Oma bisa tahu jika dia itu adalah pria yang baik. Oma bisa menilai itu. Apalagi kamu bilang dia berprofesi seorang Guru, sikapnya juga terlihat dewasa dan bijaksana, Oma suka dengan tipe-tipe pria seperti itu. Oma yakin jika dia jadi suamimu, kamu pasti akan diperlakukan dengan begitu baik …," ucap Bu Rahma panjang lebar.


__ADS_2