Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Kejujuran Abian


__ADS_3

*****


Abian menatap lekat ke arah Ruby hingga membuat Ruby merasa jadi kikuk dan salah tingkah, selama dia mengenal Abian, Ruby belum pernah melihat Abian menatapnya seperti itu.


Ruby akhirnya hanya bisa kembali memalingkan wajahnya, hanya cara itu agar ia bisa menutupi kegugupannya.


"By, lo kenapa sih By? lo kenapa tiba-tiba mutusin pindah dari sekolah kita? Gue jauhin lo justru agar gue gak kehilangan lo, By … gue gak bisa jauh dari lo," ucap Abian berusaha bicara selembut mungkin.


"Gue cuma ingin pindah sekolah di tempat bang Dewa kini mengajar!" jawab Ruby tanpa menoleh.


"Tapi kenapa By? Kenapa lo tiba-tiba mutusin buat menikah mendadak seperti ini sama bang Dewa? Ada apa sebenarnya? Apa selama ini lo nyembunyiin sesuatu dari gue? Apa selama ini lo ngejalanin hubungan sama bang Dewa tanpa sepengetahuan gue?" tanya Abian menginterogasi.


"Itu bukan urusan lo, yang pasti itu atas keinginan gue sendiri, bukan karena paksaan orang lain!" jawab Ruby datar.


"Iya tapi kenapa, By? lo masih sekolah, kenapa tiba-tiba lo mau menikah? jangan-jangan lo sudah hamil?" tanya Abian menduga-duga.


"Lo jangan sembarangan kalau bicara! lo tahu kan bagaimana gue, seenaknya lo nuduh gue ngelakuin hal-hal yang gak sepantasnya, gue gak serendah itu Bian!" Ruby terlihat emosi.

__ADS_1


"Maaf, gue gak maksud untuk nuduh lo yang bukan-bukan, tapi apa alasannya kok lo tiba-tiba memutuskan untuk menikah secepat ini. Gue gak rela, By … lo nikah secepat ini tanpa lo pikir-pikir dulu dengan matang!"


"Ga ada urusannya dengan lo, ini hidup gue, gue yang jalani, gak ada hubungannya sama lo. Gue mau begini mau begitu, bukan urusan lo!" ketus Ruby.


"Jelas itu urusan gue, gue sahabat lo. Gue ingin yang terbaik buat lo!"


"Sahabat? Jadi lo masih nganggep gue sahabat? hampir sebulan lo ngehindarin gue, ngejauhin gue dan sekarang lo bilang lo masih nganggep gue sahabat!" sinis Ruby.


"Sudahlah, kita sudah gak ada urusan apa-apa lagi. Lo bebas dengan hidup lo sendiri bersama Putri, dan gue bebas menentukan hidup gue yang bukan urusan lo lagi! Gue nikah sama bang Dewa karena gue sayang sama dia. Pergilah, gue masih banyak kerjaan!" pungkas Ruby kemudian membalikan tubuhnya bermaksud meninggalkan Abian untuk masuk ke dalam rumah.


"Gue gak mau lo nikah sama orang lain By … karena gue sayang lo, By!" ucap Abian sambil menahan kepergian Ruby dengan mencekal pergelangan tangannya.


"Gue sayang lo, By …."


Ada rasa bahagia dalam hati Ruby ketika mendengar kalimat itu, tapi Ruby menepis rasa senangnya dengan berpikir jika Abian mengatakan sayang pada Abian namun hanya sebatas sebagai sahabat saja.


"Terimakasih jika selama ini lo pernah menyayangi gue sebagai seorang sahabat … gue gak akan lupain itu kok," sahut Ruby sambil melepas genggaman tangan Abian dari tangannya dan kembali berniat untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Gue cinta sama lo, By …."


Langkah kaki Ruby terhenti. Tubuhnya terpaku dalam rasa haru dan tak percaya dengan kalimat yang didengarnya barusan dari mulut Abian sendiri. Ada bahagia, tentu saja. Ruby tidak munafik karena hal itu yang memang sangat diinginkan oleh dirinya, dimana cintanya terbalas dan tidak bertepuk sebelah tangan.


"Apa lo bilang?" tanya Ruby setelah posisi tubuhnya kembali menghadap Abian.


"Gue cinta sama lo, By … sejak dulu, sejak gue mengenal lo …," ucap Abian mengungkapkan perasaannya.


"Lo cinta sama gue, tapi lo sekarang ngejalanin hubungan sama Putri? Mana bisa gue percaya …," sinis Ruby.


"Lo gak ngerti, By … gue bener-bener sayang sama lo."


"Sudahlah, lo jangan main drama di depan gue hanya untuk menggagalkan niat gue untuk menikah sama bang Dewa. Itu sudah keputusan gue!" Ruby berusaha untuk tidak mempercayainya.


"Gue sungguh-sungguh By, gue sayang sama lo, By!" Abian terus berusaha meyakinkan Ruby.


Saat itu tiba-tiba ponsel Abian berbunyi. Abian pun terpaksa mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, terlihat nama Papanya Putri yang melakukan panggilan terhadapnya.

__ADS_1


"Halo Om, ada apa?!" Abian mengangkat telepon itu dan sejenak mengalihkan perhatiannya dari Ruby karena sepertinya hal itu sangatlah penting.


"Apa? Iya Om, Abian segera kesana secepatnya!" jawab Abian terlihat panik setelah mendengar penjelasan dari Papanya. Ruby tentu saja kembali cemburu saat terdengar nama Putri disebut oleh Abian.


__ADS_2