
Segera temui Ruby dan selesaikan kesalahpahaman ini. Semoga semuanya berakhir baik." lanjut Putri.
"Aku tidak bisa ke rumahnya Put, itu terlalu beresiko. Aku sudah berjanji pada kakaknya Ruby yaitu Romy jika aku akan menjauhi Ruby." jawab Abian menghela nafas berat, serba bingung dengan apa yang harus dilakukannya.
"Tapi kalau kamu tidak menemuinya bagaimana nanti kamu bisa menjelaskannya." titah Putri.
"Aku gak tau Put, aku bingung," ujar Abian gelisah.
"Kamu coba chat atau telpon dia lagi, jelaskan!" sela Mawar.
"Oke gue akan coba, Mawar!" jawab Abian.
__ADS_1
Abian pun merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya kemudian membuka layar benda pipih itu dan mencari nomor kontak Ruby yang sempat diblokir nya. Keterlaluan memang dengan sikapnya itu, tapi Abian merasa itu cara terbaik menghindari Ruby, tapi mungkin tidak untuk posisi Ruby sendiri itu terlalu menyakitkan baginya dan itu yang tidak dipikirkan oleh dirinya.
Abian mencoba melakukan beberapa kali panggilan namun tidak juga diangkat oleh Ruby, kedua kali ketiga kali dan keempat kalinya pun sama sekali tidak Ruby angkat. Sampai kelima kalinya, Ruby langsung menolak dan mematikan ponsel miliknya sepertinya, karena keenam kalinya Abian mencoba menghubunginya lagi, panggilannya malah terhubung pada operator.
Abian menggeleng lemah kepada Mawar dan Putri yang semua menatap ke arahnya dan menunggu bagaimana jawaban dan reaksi Ruby, namun jawaban Abian yang seperti itu membuat mereka berdua tahu jika Ruby masih marah dan tak bisa untuk mendengar penjelasan apapun.
Bel terdengar berbunyi tanda masuk, Abian pun menghela nafas berat karena usahanya merasa sia-sia. Mawar pun mengajak Abian dan Putri untuk segera masuk kelas dan melupakan sejenak masalah tentang Ruby dan bisa dipikirkan lagi nanti saat istirahat sambil menunggu kondisi hati Ruby sedikit lega dan bisa menerima semua penjelasan dari Abian nantinya.
******
Sementara itu Ruby mencoba untuk tidak menangis sesampainya ia di rumah kembali, tentu saja Oma nya merasa heran kenapa Ruby yang berniat untuk sekolah malah pulang kembali ke rumah, Oma terlihat kaget karena menduga pasti telah terjadi sesuatu.
__ADS_1
"Ruby kenapa, Nak? kok kamu pulang lagi?" tanya Oma heran.
"Gak apa-apa Oma, Ruby hanya merasa masih kurang sehat makanya Ruby memutuskan untuk pulang saja kembali dari pada nanti terjadi apa-apa dan malah merepotkan orang-orang semuanya!" sangkal Ruby.
"Syukurlah kalau begitu, Oma takut kamu kenapa-kenapa. Ya sudah kamu istirahat saja lagi di kamar. Biar besok saja atau lusa kamu mulai sekolahnya jika dirasa tubuhmu belum pulih sepenuhnya," sahut Oma meski dirinya merasa ragu atas jawaban cucunya itu dan meyakini jika pasti telah terjadi sesuatu.
"Oma … ada yang mau Ruby bicarakan …," ucap Ruby dengan terbata menatap Oma nya dengan tatapan serius hingga Oma mengernyitkan keningnya karena keheranan.
"Kenapa, By? sayang …,"
"Oma ingin Ruby menikah dengan bang Dewa, kan? Jika bang Dewa mau, Ruby bersedia!" mendengar ucapan Ruby tentu saja Oma langsung terkejut, meski memang Oma menginginkan hal itu namun atas kemauan Ruby sendiri tanpa paksaan, tapi ini entah apa yang terjadi pada cucunya, pergi berniat untuk sekolah kembali dan tau tau pulang lagi dengan membawa keputusan bersedia untuk menikah dengan Dewa, apa itu tidak membuatnya heran.
__ADS_1