Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Akhir yang Bahagia


__ADS_3

*****


Ruby mendekat ke arah Abian yang masih terlihat begitu terpukul atas kepergian Putri untuk selamanya. Saat Ruby mendapat kabar dari Mawar jika Putri telah meninggal, dengan diantar oleh Dewa yang kebetulan datang kembali ke rumah Ruby untuk membicarakan sesuatu hal, Ruby langsung datang ke tempat dimana Putri dikebumikan dan Dewa pun belum sempat membahas apa yang menurut Dewa penting untuk dibicarakan, karena Ruby keburu mendapat kabar jika Putri telah tiada dan saat ini sedang dimakamkan. 


Ruby yang merasa mempunyai perasaan bersalah karena sempat sinis dalam pertemuan pertama dan terakhirnya dengan Putri itu, tentu saja ingin hadir untuk sekedar meminta maaf, ataupun menguatkan Abian yang tentunya pasti sedih karena kepergian Putri.


"Gue turut berduka cita, Bian …," ucap Ruby sambil menyentuh pundak Abian yang belum mengetahui kedatangan Ruby. Menyadari jika Ruby ada bersamanya, Abian pun langsung memeluk Ruby dan menumpahkan rasa sedihnya. Ruby tidak bisa menolak, meski ia tahu ada sepasang mata Dewa yang saat ini tengah menatapnya.


Namun Dewa tersenyum, ia membiarkan dua insan itu untuk tetap saling berpelukan dan menguatkan. Dewa menghela nafas berat, dia sadar dan dia tidak boleh egois, jika Ruby dan Abian memang terlihat sangat saling mencintai dan membutuhkan. Tidak ada lagi penghalang diantara mereka karena Putri juga kini telah tiada. Dewa pun perlahan melangkah meninggalkan Ruby dan Abian yang sedang terhanyut dalam kesedihan, Dewa tidak ingin menjadi penghalang untuk mereka berdua saat ini. 


Keputusannya untuk merelakan Ruby sepertinya adalah hal yang tepat, meski sesungguhnya dia memang sangat mencintai sahabat almarhum adiknya itu. Dewa tersenyum mengingat saat dalam diamnya dia selalu mengagumi sosok Ruby, merindukan senyumnya, hatinya berbunga ketika Ruby datang menemui Dewi di rumahnya. Rasa cinta yang ia pendam selama ini dan tetap bersemi terpaksa harus dia lupakan. Dewa sadar, Ruby berhak bahagia bersama dengan pria yang sangat dicintainya.


*****


Ruby menatap wajahnya dalam pantulan cermin yang menggunakan balutan kebaya berwarna putih. Ruby mencoba untuk tersenyum, hatinya sudah yakin untuk memilih Dewa jadi pendamping hidupnya, meski ia tahu ada hati Abian yang saat ini pasti terluka.


Meski Dewa sudah memberikan pilihan agar dia memilih Abian, tapi melihat ketulusan hati Dewa yang mencintainya, melihat betapa besar rasa cinta Dewa untuknya hingga rela melepas Putri demi kebahagiaan dirinya, meski hatinya memang masih ada cinta untuk Abian, tapi Ruby akan menyesal jika melepaskan pria sebaik Dewa. Hingga akhirnya Ruby memantapkan hatinya untuk menikah dengan Dewa tanpa merasa lagi terpaksa. Ruby bisa tersenyum bahagia, meski saat ia tahu ia pasti melukai hati Abian di saat Abian sedih kehilangan Putri juga saat ini.


"Bi, calon suamimu sudah datang!" ujar Oma lalu mengajak Putri untuk keluar dari kamarnya dan segera melangsungkan akad nikah yang dihadiri hanya beberapa saksi dan keluarga dekat saja.


Ruby terpaku ketika melihat pria yang duduk di depan penghulu ternyata bukanlah Dewa, melainkan Abian yang saat ini berada di sana dan sedang tersenyum menatapnya.


'Kenapa bukan Dewa?' batin Ruby seakan menolak itu semua. Kenapa Ruby merasa tidak bahagia, malah ia mencari sosok Dewa di antara para tamu yang hadir di rumahnya, namun tak terlihat ada sosok Dewa disana.

__ADS_1


"Oma, mana bang Dewa? kenapa Abian yang akan menikah dengan Ruby?!" tanya Ruby tak mengerti dan menghentikan langkahnya. Romy mendekat lalu mengajak Ruby untuk bicara.


"Ini kejutan untuk kamu By … maafkan Kakak karena sempat egois dan tidak mau merestui hubungan kamu dengan Abian hanya gara-gara masa lalu Kakak dengan Mona. Dewa sudah menjelaskan semuanya, dan dia yang mengatur ini semua. Kamu berhak bahagia By dengan orang yang kamu cintai," ucap Romy memberikan penjelasan.


"Lalu dimana bang Dewa, kenapa kalian tidak bertanya dulu kepadaku?" tanya Ruby malah terlihat begitu kecewa.


"Dewa memutuskan untuk pindah dan tinggal di luar kota dan juga pindah mengajar di sana. Dia titip salam padamu karena tidak bisa menghadiri acara pernikahan kamu saat ini, pagi ini jadwal keberangkatannya dari Bandara." Oma Rahma memberikan penjelasan panjang lebar.


"Tidak! Ruby hanya mau menikah dengan Bang Dewa, Ruby hanya mau menikah dengan Bang Dewa! Aku tidak mau bang Dewa pergi!" teriak Ruby sambil menangis. Tentu saja hal itu membuat Oma, Romy serta Abian jadi terkejut karena rencana yang telah mereka atur sejak semalam atas permintaan Dewa ternyata tak sama dengan yang diinginkan oleh Ruby. Dewa telah menemui mereka semalam termasuk Abian tanpa sepengetahuan Ruby, Dewa merasa jika Ruby akan bahagia jika Ruby menikah dengan Abian karena Ruby hanya mencintai Abian seorang. Tapi kenapa saat ini, Ruby malah menginginkan menikah dengan Dewa, tentu saja semua itu membuat kebingungan untuk mereka semua.


Abian langsung berdiri dan mendekat menyadari kekacauan yang terjadi.


"Ruby, kamu mencintai aku kan? Aku juga mencintaimu, kita bisa hidup bersama, semua orang sudah merestui kita. Bang Dewa juga telah rela melepasmu agar kita bisa bersama. Dia tidak ingin memaksamu hanya demi melaksanakan amanat Dewi dan juga atas permintaan Oma," ucap Abian menjelaskan.


"Tidak, Ruby tetap hanya ingin menikah dengan bang Dewa. Ruby juga menyayangi bang Dewa, justru Ruby akan sangat menyesal jika kehilangan orang sebaik bang Dewa yang rela terluka demi melihat Ruby bahagia. Itulah cinta yang sesungguhnya, itu kenapa Ruby tetap memutuskan ingin menikah sama bang Dewa!" bantah Ruby.


"Tolong antar Ruby ke bandara, Ruby tidak mau kehilangan bang Dewa! Abian, maafkan gue, jika gue lebih tetap memilih bang Dewa! Lo harusnya bisa menilai jika pria itu benar-benar tulus mencintai sahabat lo ini yang rela mengorbankan kebahagiaannya demi kebahagiaan kita!" pinta Ruby memohon kepada Romy dan juga Abian yang berdiri di hadapannya. Abian terdiam, apa yang diucapkan Ruby memang ada benarnya, justru dia yang egois dan mau menerima begitu saja, hanya memikirkan kebahagiaannya tanpa memikirkan perasaan Dewa yang pasti sangat terluka.


"Ayo ikut gue, kita susul bang Dewa ke Bandara!" ajak Romy lalu meraih tangan Ruby dan mengajaknya untuk pergi. Suasana mendadak kacau karena kedua mempelai malah pergi meninggalkan acara yang menimbulkan tanda tanya bagi semua yang hadir disana.


*****


"Bang Dewa kejam! Kenapa Bang Dewa malah mau ninggalin Ruby!" Ruby memeluk erat pria yang berada di hadapannya itu lalu memukul dadanya pelan. Untung saja Dewa masih ada jadi Ruby masih bisa mencegah kepergiannya. Dewa pun balas memeluk tubuh mungil Ruby, ada rasa dan haru dan bahagia hingga kedua kelopak matanya kini meneteskan air mata, Dewa tidak menyangka Ruby akan menyusulnya dan mengatakan jika dirinyalah yang diinginkan oleh Ruby untuk menjadi calon suaminya.

__ADS_1


"Bukankah kamu mencintai Abian, itu makanya Abang lebih baik memutuskan untuk pergi, mengalah dan merelakan kamu agar bisa melihat kamu hidup bahagia dengan orang yang kamu cintai," sahut Abian mengusap lembut puncak kepala Ruby yang berhiaskan mahkota kecil itu.


Kejadian itu tentu saja menjadi pusat perhatian bagi sebagian orang yang berada disana karena pakaian yang dikenakan oleh Ruby adalah pakaian seorang pengantin dan saat ini tengah menangisi seseorang dan seperti mencegah kepergiannya.


"Ruby hanya ingin Bang Dewa yang menjadi suami Ruby. Ruby tidak terpaksa dan Ruby tidak akan menyesal dengan keputusan yang Ruby ambil saat ini," sahut Ruby dengan mata yang berkaca pula.


"Lalu bagaimana dengan Abian?" tanya Dewa masih memikirkan perasaan orang lain di atas kebahagiaan yang sedang dirasakannya saat ini.


"Tenang Bang, Abian masih ada aku! Aku juga kan masih jomblo! Masa sih Abian gak mau sama aku yang manis dan juga cantik jelita!" seloroh Mawar yang saat itu berdiri di samping Abian dan menyaksikan drama yang sedang dimainkan oleh dua orang calon pengantin di hadapannya saat ini.


Abian tertawa lalu merangkul tubuh Mawar dari samping.


"Oke, buat gue jatuh cinta. Jika berhasil selesai sekolah kita juga langsung menikah. Gue juga gak mau kalah dong oleh Ruby sama Bang Dewa!" sahut Abian sambil tertawa. Hatinya kini sudah pasrah jika memang Ruby lebih pantas bahagia bersama pria yang benar-benar mencintainya.


"Oke siapa takut. Jika hati lo belum luluh juga, gue akan keliling cari dukun sakti mandraguna untuk meluluhkan hati lo biar bucin sama gue!" canda Mawar yang mengundang gelak tawa semuanya.


Ruby dan Dewa pun sama-sama ikut tertawa bahagia, lega rasanya jika semua orang berbahagia meski luka itu pasti tetap ada di balik itu semua.


Jodoh itu memang tidak ada yang tau, tapi yang sudah Tuhan takdirkan pastilah itu yang terbaik untuk hidup kita.


Ruby dan Dewa pun akhirnya resmi menikah dan kini menjadi sepasang suami istri yang bersanding dengan penuh kebahagiaan.


'Wi, lo pasti bahagia disana … gue udah resmi jadi istrinya Bang Dewa. Gue memilih Bang Dewa bukan semata karena lo, tapi karena ketulusan hati dan cinta bang Dewa yang begitu besar untuk gue, itu yang meyakinkan gue untuk memilihnya mendampingi hidup gue selamanya. Terima kasih Wi … semoga lo bahagia disana,' batin Ruby dalam rasa haru dan bahagia yang saat ini sedang dirasakannya.

__ADS_1


End.


__ADS_2