
"Benarkah, Put?" tanya Abian merasa tak percaya dan rasanya seperti mimpi mendengar Putri kini telah memeluk agama yang sama seperti dirinya.
Tapi meski Abian merasa senang mendengarnya tapi penuh tanda tanya dalam hati Abian, bagaimana mungkin Papanya Putri mengijinkan Putri berpindah keyakinan dari agama yang sebelumnya. Jangankan untuk berpindah keyakinan, berhubungan dengannya yang berbeda keyakinan pun orang tua Putri jelas melarang. Banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak Abian saat ini.
"Iya Bian, alhamdulilah Allah mengabulkan semua doa-doaku selama ini meski—" Putri tak melanjutkan kalimatnya, ia menunduk dan ragu untuk mengatakan semuanya.
"Meski kenapa, Put?" tanya Abian penasaran.
"Tidak apa-apa Bian … yang pasti saat ini keluargaku mendukung semua keputusanku," jawab Putri sambil tersenyum berusaha menyembunyikan alasan yang sebenarnya.
"Syukurlah Put, aku sangat senang mendengarnya … karena setahuku keluargamu sangat menentang itu semua," sahut Abian dan tentu saja merasa ikut berbahagia.
__ADS_1
"Sudah sudah … kalian ngobrol berdua, gue jadi dicuekin dari tadi!" ucap Mawar pura-pura ngambek dan memasang wajah cemberut.
"Sorry, namanya juga kita masih kangen karena baru ketemu lagi," jawab Abian sambil mengacak-ngacak rambut sahabatnya itu.
"Iseng banget sih lo Abian, gue baru aja nyisir, lo malah seenaknya berantakin rambut gue lagi!" kesal Mawar sambil memukul pundak sahabatnya itu yang memang suka sekali jahil pada dirinya. Abian malah tertawa.
"Ngapain lo dandan cantik? mau tebar pesona sama si Dino, ha ha?!" ledek Abian semakin senang membuat Mawar kesal dan marah.
"Boleh boleh! Yuk, kebetulan gue juga udah laper!" jawab Mawar kemudian menggandeng tangan Putri dan mengajaknya keluar menuju kantin, meninggalkan Abian yang kini mematung seorang diri.
Abian mengekori langkah Putri dan Mawar yang berjalan di depannya saat ini. Hati Abian sungguh merasa sangat bahagia, sungguh ia merasa Tuhan begitu terlalu baik kepadanya. Doa-doanya selama ini kini telah terkabulkan, doanya agar bisa kembali bertemu dengan Putri kini sudah menjadi kenyataan.
__ADS_1
Dan yang terpenting, kabar keyakinan Putri sudah sama dengan agama yang dianutnya, rasanya sudah tidak ada lagi jurang penghalang diantara mereka berdua saat ini. Abian berharap semoga posisinya di hati Putri belum tergantikan oleh siapapun, hingga dia bisa kembali merajut kasih bersamanya yang dulu sempat terpisahkan oleh segala perbedaan diantara mereka berdua.
Saat itu tiba-tiba ponsel Abian yang berada di dalam saku celananya kini berdering. Abian pun segera mengambilnya dan menggeser benda pipih itu untuk membukanya dan ingin melihat siapa orang yang saat ini menghubunginya.
Tertera nama Ruby di layar ponselnya saat ini. Abian terlihat sempat ingin mengangkatnya tapi setelah teringat kembali perkataan kakaknya Ruby tempo hari itu membuat Abian kembali mengurungkan niatnya. Abian pun langsung menolak panggilan tersebut dan kemudian mematikan ponselnya sebelum kembali memasukan ke dalam saku celananya.
"Maafkan gue Ruby, gue tahu lo pasti sakit hati. Tapi ini demi kebaikan kita berdua," batin Abian dalam hatinya. Sesungguhnya Abian tidak tega melakukan itu semua, tapi Abian teringat ancaman Romy saat terakhir mereka bertemu saat itu, jika Abian masih bersikeras mendekati Ruby, maka tak segan-segan untuk Romy memaksa Ruby agar pindah Sekolah ke kota tempat Papanya mereka saat ini agar mereka berdua tidak akan bisa bertemu lagi.
Abian pun berjanji tidak akan mendekati Ruby lagi termasuk berhubungan lewat telepon, karena Abian tau yang diucapkan Romy bukan hanya sekedar gertakan tapi memang sudah menjadi sebuah ancaman. Abian tahu bagaimana Romy. Biarlah dirinya tetap jaga jarak terhadap Ruby, asal dia masih bisa melihat Ruby setiap hari jika mereka berdua masih tetap satu Sekolah.
Sementara itu Ruby kembali menangis sedih karena Abian lagi-lagi tak mengangkat panggilan dari dirinya, padahal Ruby tahu saat ini pasti sudah jam istirahat, makanya Ruby mencoba menghubunginya. Tapi lagi-lagi Ruby kecewa karena Abian selalu saja menolak panggilan darinya bahkan setelah itu ponselnya malah dimatikannya.
__ADS_1