Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA
Ruby dan Dewa


__ADS_3

"Kenapa By?" suara lembut Dewa menyapa di seberang sana ketika Ruby melakukan panggilan terhadap Dewa.


"Bisakah Bang Dewa temui Ruby sekolah sepulang mengajar nanti? Ada hal penting ingin Ruby bicarakan!" titah Ruby tanpa ragu, sudah memantapkan hatinya untuk mengutarakan niatnya nanti jika ia bertemu dengan Dewa nanti.


"Hal penting apa, By?" tanya Dewa terdengar penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Ruby.


"Nanti saja Ruby ceritakan jika kita bertemu nanti!" pungkas Ruby kemudian setelah berbicara beberapa patah kata lagi, Ruby langsung mengakhiri panggilannya. Sebelum meletakan kembali ponselnya, Ruby sempat melihat pesan chat dari Abian yang diabaikannya sejak tadi dengan isi pesan yang hampir sama, menyuruhnya untuk mengangkat panggilan dari Abian, namun hati Ruby seakan sudah tak peduli lagi karena rasa kecewa dan sakit hatinya membuat dirinya malas untuk berkomunikasi dengan pria yang dicintainya itu sekaligus mematahkan hatinya.


******


Ruby duduk bersebelahan dengan Dewa di kursi taman, di halaman belakang rumahnya. Ruby mencoba untuk berbicara serius dan memantapkan hatinya untuk membuat keputusan setelah mempertimbangkan segalanya.


"Bang Dewa masih ingat kan permintaan terakhir Dewi untuk kita berdua?" tanya Ruby memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Iya, Bi … tentu Bang Dewa masih ingat!" sahutnya sambil menoleh ke arah Ruby yang berbicara namun tatapannya menatap jauh ke depan.


"Ruby bersedia menikah dengan Bang Dewa jika Abang juga bersedia menikahi Ruby!"


Mendengar ucapan Ruby tentu saja Dewa terlihat terkejut dan matanya pun sedikit terbelalak sambil menoleh ke arah Ruby yang duduk di sampingnya dan saat ini pun sama-sama sedang menatap Dewa.


"Apa Abang tidak salah dengar?" ucap Dewa terbata dan sedikit ragu dengan apa yang barusan didengar oleh telinganya.


"Iya … Bang Dewa tidak salah dengar. Jika Abang mau, Ruby bersedia menikah dengan Bang Dewa secepatnya! Demi melaksanakan keinginan terakhir Dewi dan juga demi mewujudkan permintaan Oma!" tegas Ruby dengan tatapan serius dan terlihat sungguh-sungguh dengan apa yang sedang diucapkannya.


"Tidak ada yang memaksa Ruby! Ruby memutuskan hal ini atas keinginan hati Ruby sendiri dan sudah mempertimbangkan segala sesuatunya. Itupun jika Bang Dewa juga bersedia menikah dengan Ruby. Semisal Bang Dewa keberatan pun, Ruby tidak masalah dengan hal itu apalagi diantara kita kan memang sama-sama tidak ada perasaan. Tapi menurut Oma, perasaan itu akan hadir dengan sendirinya seiring waktu kebersamaan setiap harinya. Dan aku percaya dengan apa yang dikatakan oleh Oma …."


Dewa terlihat berpikir dan mencerna semua perkataan yang diucapkan oleh Ruby barusan meski dirinya sedikit ragu dengan keputusan Ruby yang mendadak itu.

__ADS_1


"Tapi kan kamu masih sekolah, By?"


"Kita bisa menikah siri dulu. Setelah Ruby keluar dari sekolah, kita menikah resmi secara agama dan kita umumkan pernikahan kita pada semuanya. Bagaimana?"


"Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan, By?" tanya Dewa sekali lagi.


"Ruby sudah yakin, Bang … tinggal aku yang menunggu jawaban Abang. Jika Abang tidak bersedia, Ruby akan tinggal bersama Papa di luar kota. Ruby ingin kehidupan yang lebih baik tentunya."


"Jadi, semua tergantung bagaimana keputusan Abang?" lanjut Ruby lagi.


"Abang setuju saja, asal Ruby juga tidak melakukan ini secara terpaksa!" jawab Dewa dengan sungguh-sungguh.


"Jadi … Abang mau menikah dengan Ruby?" tanya Ruby ingin memastikan.

__ADS_1


Dewa terlihat menganggukan kepalanya dan terlihat yakin dengan apa yang sudah diputuskan juga olehnya.


__ADS_2