CINTA GADIS PENDOSA

CINTA GADIS PENDOSA
RENCANA JAHAT


__ADS_3

“Berapa lama kau di sana?” Lucas memasangkan sabuk pengamanku.


“Sekitar 5 hari dari sekarang.” Aku menghindari menatapnya, dia sudah mengomel sejak tadi malam saat aku memberitahunya akan keluar negri bersama Ruby.


“Jangan berbuat hal-hal aneh selama di sana, lakukan pekerjaanmu sebagaimana mestinya. Jangan pikirkan hal lain.” Ini  hari yang menyenangkan dan aku tidak ingin bertengkar dengan sahabatku.


“Ya…, aku akan melakukan pekerjaanku dengan baik. Jangan khawatir aku bukan amatiran.” Jawabku malas.


“Kamu tahu apa yang aku maksud Jen. Berhenti pura-pura bodoh dan polos.” Lucas tampak sangat kesal.


“Oke, aku mengerti. Kau puas?”


“Kau harus sadar diri Jen,” Kata Lucas di perjalanan saat mengantarku menuju bandara. Aku mencibir sahabatku. “Sudah ada di telapak tangan. Ini akan menjadi momen yang bagus. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.”


“Dia menolakmu, bukan sekali tapi dua kali. Itu tandanya dia adalah suami yang setia. Jangan menginvestasikan terlalu banyak ego dan emosi dalam perselingkuhan terlarang.”  Lucas terus mengoceh selama perjalanan, dia sudah menceramahiku sekitar 15 menit sejak kami berangkat.


“Belum ada perselingkuhan, kamu lupa? Dan dari mana kamu tahu bahwa dia adalah suami yang setia? Dia hanya pura-pura tidak tertarik padaku. Aku dapat meyakinkanmu bahwa dalam 5 hari ke depan, dia akan tergila-gila padaku.” Lucas menggelengkan kepalanya, tampaknya dia sudah lebih dari kata kesal padaku.


“Dengar baik-baik, jika dia tergoda padamu dan menghianati istrinya, maka kemungkinan besar dia juga akan menghianatimu. Dia sama saja dengan para bajingan yang hanya memanfaatkan egonya. Tolong jangan bodoh untuk pria beristri dan mempunyai anak!!! Kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan anaknya yang seusiamu?  Ingat kata-kataku ini.” Aku melotot pada Lucas, apa-apaan dia. Dia baru saja membentakku.


“Aku sudah memperingatimu untuk yang kesekian kalinya Jen, aku tidak setuju kamu melakukan hal bodoh seperti ini. Mengejar pria beristri? Kamu adalah wanita dewasa berusia 25 tahun, kamu harus tahu apa yang benar dan salah. Kamu hanya bingung karena kamu mengejar cinta pria dewasa untuk mencari peran ayahmu yang hilang. Tapi Ruby itu adalah pria beristri. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana akhirnya,, kamu tahu? Aku tidak yakin dia akan meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk kamu. Kamu masih muda, di masa depan aku yakin kamu akan menemukan seseorang yang menerimamu dengan tulus.”

__ADS_1


Tatapanku terpaku pada jalanan, aku tidak menjawab lucas. Semakin dia banyak bicara, hanya membuat suatu kecemasan di fikiranku. Aku tahu dia mengahwatirkanku, tapi aku sangat menyukai Ruby.


Saat kami sampai di landasan jet pribadi, aku melihat Ruby berbicara di telepon. Aku melepas sabuk pengaman dan memperbaiki tasku. Lucas membantuku membawa barang-barangku, saat kami berhenti beberapa meter dari Ruby.


Lucas memegang lenganku membuatku menghadapnya. “Jenny tolong, jangan lakukan hal yang konyol. Kamu akan membuat kekacauan besar, aku tidak ingin melihatmu patah hati pada akhirnya. Bersikaplah professional. Kamu dapat menemukan cinta yang tulus dengan cara lain, tidak seperti ini.”


Aku menatap Lucas. Aku bisa merasakan kekhawatiran dalam suaranya. Aku menyayanginya dan aku tahu dia hanya menginginkan yang terbaik untukku. “Karena kamu tahu apa yang ada di dalam fikiranku maka kamu bisa tahu bahwa itu memang konyol. Sekarang jika kamu menyayangiku, kamu harus membiarkanku. Dan juga, kurasa kamu memerlukan seseorang seperti diriku di hidupmu. Itu agar hidupmu tidak monoton dan kamu tidak akan impoten.” Aku bermaksud menghiburnya dan menenangkannya. Aku mencium pipinya. “Jen aku percaya, tolong jangan terluka.”


“Ya, kamu harus percaya padaku.”


Lucas menurunkan barang-barangku dan menatapku dengan penuh beban di matanya. Aku kembali memeluknya. “Maafkan aku. Tolong jangan khawatirkan aku. Aku mencintaimu, meskipun kali ini aku tidak mendengarkanmu. Aku tahu apa yang kulakukan.” Aku mencengkaram bajunya. “Aku mencintaimu”


                   


...****************...


Aku merasa Ruby terus melirikku saat aku asyik menonton drama di iPadku. Aku menatapnya.


“Anda ingin mengatakan sesuatu?” Aku meletakkan sepotong keripik di bagian tengah mulutku, lalu memasukkannya dengan lidahku. Dan itu tidak luput dari pandangan Ruby, dia seharusnya tahu aku sengaja menggodanya.


“Aku hanya ingin menanyakan jadwalku yang  paling awal." Ruby tampak gelisah dengan caraku memandangnya. “Aku tahu kamu sibuk menonton, itu sebabnya aku tidak ingin mengganggumu.”

__ADS_1


Aku tersenyum mengejek. Aku tahu dia ingin menanyakan tentang Lucas. Dia memperhatikan kami saat di bandara, bagaimana aku mencium dan memeluk Lucas. Dia hanya pura-pura untuk tidak peduli.


“Anda ada pertemuan makan malam dengan pengacara William jam 7 malam besok. Kita akan tiba di bandara pagi hari, jadi kamu punya banyak waktu untuk istirahat.” Aku menggulir iPadku.


“Begitu…, dari caramu berbicara sepertinya kamu tidak punya rencana untuk beristirahat?”


Aku  mematikan iPadku untuk fokus bicara dengan Ruby, sepertinya dia masih ingin mengobrol.  “Tidak, saya ingin jalan-jalan nantinya. Jarang sekali saya bisa mendapatkan pernalanan gratis jadi ambillah kesempatan ini.” Ruby hanya mengangguk, tapi dia tampak memikirkan sesuatu.


“Aku tahu kamu mengataan padaku bahwa pria yang menemanimu di pesta adalah Pacar Rania, dan dia adalah sahabatmu. Malam itu agak gelap, apakah dia orang yang sama yang  menjemputmu ke kantor dan mengantarmu ke bandara?”


Aku menatap lekat matanya, sudah ku duga dia penasaran tentang Lucas. “ Ya, itu Lucas. Dia seorang seniman. Dia teman baikku."


Ruby menyipitkan matanya. “Tapi kurasa bukankah sikap kalian seperti pasangan, maksudku kalian selalu saling mencium? Bukankah itu berlebihan untuk seorang teman? ” Aku senang mengetahui Ruby penasaran tentang Lucas bukankah berarti dia cemburu? Tapi mendengar pertanyaannya, itu sedikit menggangguku, bahkan Daniel juga mengatakan kami bertindak seperti pasangan. Maksudku, aku mencintai Lucas seperti saudaraku, apa itu tidak normal untuk menciumnya di pipi? Kurasa sikap kami normal-normal saja. Dia satu-satunya keluargaku, menjagaku, melindungiku, ku rasa tidak ada yang salah dengan kami yang saling peduli. Dan lagi pula aku yakin kami bukan tipe satu sama lain.


“Maaf Tuan, tapi Lucas sudah seperti saudara bagiku, dia keluargaku. Dan lagi pula kami saling mencium di pipi sebagai ungkapan sayang, bukan dibibir. Pernyataanmu membuatku tidak nyaman. Kecuali jika anda cemburu, saya rasa anda memikirkan hal terlalu jauh.”


Mata Ruby tampak terkejut. “Apakah ada alasan untukku cemburu Jenny?” Aku membalas tatapannya. Dia memiringkan kursinya dan menarik selimut menutupi tubuhnya. “Ya …, saya yakin tidak ada. Dan kamar tidur anda sudah siap di bagian belakang pesawat, Tuan Ruby. Selamat Tidur.”


Aku memunggungi Ruby saat dia berbaring untuk tidur. Aku tersenyum puas, sudah banyak rencana yang aku buat agar dia terjatuh di pelukanku.


Aku menginginkannya dan bersumpah aku tidak akan kembali tanpa Ruby masuk jeratanku.

__ADS_1


__ADS_2