CINTA GADIS PENDOSA

CINTA GADIS PENDOSA
PERTEMUAN


__ADS_3

"Kamu bisa." Lucas sekali lagi memberiku senyum meyakinkan. Aku menganggukkan kepala dan tersenyum. Sudah waktunya.


Saat aku menuju ke sebuah kafe, tanganku mencengkeram dadaku. Aku bisa merasakan detak jantungku. Aku tahu aku siap tetapi tetap saja, aku merasa tidak nyaman. Aku memiliki kekhawatiran, itu tidak dapat dihindari. Aku sudah menghindari selama beberapa saat dia menemui Haru, aku setuju saat dia menghubungiku menyampaikan niatnya membawa Haru untuk memperkenalkan pada Leo, Ruby, dan Ketrin, tapi aku belum menemuinya secara langsung. Namun hari ini aku siap menerima kemarahannya, aku bisa dimengerti. Apa yang aku lakukan tidak dapat diterima. Dan aku akui itu.


Aku sudah bisa mengenalinya dari jauh. Punggungnya menghadap ke arahku. Detak jantungku mulai semakin panik, dan menyakitkan. Aku tidak tahu bagaimana caranya agar dia tahu keberadaanku. Aku berdiri di belakangnya, merasa lebih cemas dari sebelumnya. Tapi mungkin, dia merasa seseorang berdiri di belakangnya sehingga dia melihat ke belakang.


Mata kami bertemu lagi setelah enam tahun yang panjang. Dia tidak berubah sama sekali. Dia masih sama seperti aku bertemu dengannya enam tahun yang lalu. Dia berdiri dan menarik kursi di kursinya. "Hai, aku sudah memesan segelas jus untukmu. Aku harap kamu tidak keberatan."


Butuh beberapa saat sebelum akhirnya aku bisa berjalan dan duduk. Rasanya seolah-olah napas dan kata-kataku tertahan di tenggorokanku.


"Apa kabarmu?" Suaranya lebih dalam dari yang terakhir kali aku dengar. Mungkin, karena usianya.

__ADS_1


Aku mencoba untuk tersenyum. Aku katakan. Sangat tegas. "Aku baik-baik saja. Daniel …"


"Jen, aku megerti kamu khawatir, tapi aku sama sekali tidak marah padamu. Semua sudah berlalu. Jangan kembalikan masa lalu."


Jenny menatap mata Daniel, menelan keragu-raguan, Jenny menggerak-gerakkan kepalanya. "Ini belum baik-baik saja. Kami, atau mungkin aku hanya dapat melanjutkan jika kami mengakui kesalahan kami. Dan aku yakin aku berutang permintaan maaf kepadamu. Aku tahu permintaan maafku tidak cukup tetapi aku benar-benar minta maaf.


Ini akan menjadi kemunafikan jika aku hanya akan duduk di depanmu dan tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Aku membela sahabatku Lucas karena suatu alasan tetapi aku sadar aku salah saat anak-anak juga menjadi korbannya. Kamu mungkin berpikir aku hanya memanfaatkanmu Ya, aku akui itu, tapi aku memang peduli padamu. Aku yakin untuk membicarakannya karena aku yakin tentang bagaimana dan apa yang aku rasakan enam tahun lalu saat aku melihatmu dan Leo. Maaf aku terlalu buta waktu itu untuk melihat ketulusanmu, aku terlalu obsesi pada dendamku dan Ruby. Aku sempat ingin mneggugurkan kandunganku saat itu karena aku tahu itu bukan bayi Ruby, tapi aku sangat menyesal, itu adalah satu-satunya penyesalan terbesarku seumur hidup. Aku juga terlalu malu untuk memberitahumu tentang kehamilanku, mengingat betapa kamu tahu keburukanku. Aku takut kamu tidak  akan mengakuinya.


Tapi semuanya sudah berakhir sekarang. Dan tidak mungkin bagiku dan kamu untuk menikmati masa kini atau menghadapi masa depan jika ada sesuatu yang mengganggu kita tentang masa lalu. Tentu, kami tidak dapat mengembalikannya untuk memperbaikinya, dan aku tidak ingin merusak masa depanku dan kamu karenanya. Bagaimana kita bisa melanjutkan jika ada sesuatu yang masih mengganggu kita?


Kami memiliki seorang anak dan aku senang kamu mau menerimanya. Dulu aku berencana mengirimnya untuk diadopsi tetapi aku berubah pikiran begitu aku memeluknya ketika dia lahir. Aku minta maaf karena memikirkan hal itu.

__ADS_1


Dia adalah alasan mengapa aku di sini sekarang. Dia memberiku harapan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dia memberiku keberanian untuk menyembuhkan dan menjadi kuat. Aku tahu aku menyia-nyiakan lima tahun hakmu sebagai seorang ayah, tetapi ketahuilah bahwa aku tidak pernah sekalipun ingin dia membencimu. Tentu saja dia harus tahu betapa hebatnya ayahnya. Dia selalu merindukanmu, dia sangat tidak sabar untuk bercerita pada teman-temannya tentangmu. Dia pasti senang dan sangat senang saat pertama kali melihatmu.


Daniel, aku tidak akan pernah menahan hakmu sebagai seorang ayah. Aku ingin dia mengenalmu dan kamu mengenalnya. Kita bisa bicara tentang hak asuh bersama segera. Tolong sampaikan permintaan maafku kepada putramu, yang telah terluka karena apa yang aku lakukan."


Mata Daniel berkaca-kaca. Aku bahkan tidak menyadari bahwa aku menangis juga. Tapi hatiku lebih ringan sekarang. Sungguh, perasaan yang sangat baik akhirnya bisa meminta maaf kepada orang-orang yang aku sakiti.


Daniel menatap meja kemudian kembali padaku sebelum tersenyum, "Pertama, kamu harus tahu bahwa kamu tidak perlu meminta maaf padaku, karena aku tidak pernah marah padamu. Sejujurnya hari dimana kamu menemuiku, aku berharap kamu menahanku, aku ingin kamu mencegahku untuk pergi. Tapi hatiku hancur saat kamu mengatakan kamu masih menunggu Ruby. Hari itu seharusnya aku tidak pergi, seharusnya aku lebih sabar menunggumu. Saat hari pertama bertemu dengan Haru, aku benar-benar sangat marah pada diriku sendiri, seharusnya aku ada di saat-saat terpurukmu, seharusnya aku ada di detik pertama putriku lahir ke dunia. Seharusnya aku menjadi orang pertama yang menyambut putriku, aku benar-benar menyesal.


Aku bersumpah aku tidak pernah marah atau membencimu saat aku sadar kamu memanfaatkan posisiku dan Leo untuk membalas dendam pada Ruby. Seharusnya aku marah, benar, tapi aku benar-benar tidak bisa. Lima bulan yang lalu, aku bertunangan seorang dokter yang telah menjadi psikolog Leo selama bertahun-tahun, saat melihat betapa dekatanya dan sabarnya dia menghadapi Leo aku berniat untuk menikahinya. Tapi tidak tahu mengapa, tidak peduli seberapa baiknya ataupun cantiknya dia, aku merasa ada yang kosong dalam hatiku, aku tidak merasa bahagia. Lalu aku mencoba berbicara pada Ruby, dan dia menasehatiku bahwa menikah atau bertahan dalam pernikahan demi seorang anak adalah keputusan yang buruk, karena pada akhirnya kita akan menyakiti anak.


Aku membatalkan pertunanganku, aku tidak ingin menyesal pada akhirnya. Aku mencoba bertanya pada diriku, apa yang masih ku cari di dunia ini, lalu aku sadar aku mencintaimu. Aku peduli padamu. Dan itulah kebenarannya.

__ADS_1


Harus aku akui, aku sangat frustrasi karena aku tidak melihat anakku tumbuh dewasa. Tapi seperti yang kamu katakan, kami tidak bisa mengembalikan masa lalu. Kita tidak bisa move on jika kita terus membawa kembali masa lalu yang tidak bisa kita ubah. Yang penting sekarang, untuk menebus waktu kita yang hilang dan memastikan masa depan akan lebih cerah untuk putri kita."


Aku menyeka air mataku. Itu tak ada habisnya. Ini bukan bagaimana aku membayangkan pertemuan pertama kami. Aku pikir dia akan membentakku dan akan mengeluarkan semua kemarahannya. Tapi yang kudengar adalah sesuatu yang tidak aku duga, aku tidak mengerti kenapa dia mengatakannya, kenapa dia peduli padaku? Kenapa dia mencintaiku?


__ADS_2