
Ruby POV
Aku berdiri di depan apartemen Jenny membawa rangkaian bunga mawar putih pesar dan hadiah. Hari ini ulang tahunnya. Butuh beberapa saat sebelum akhirnya Jenny membuka pintu setelah aku menekan bel.
“Kau di sini,” Jenny tersenyum membiarkanku masuk ke dalam apartemennya.
Aku balas tersenyum untuknya namun perlahan memudar saat melihat Lucas datang dari balkon. Aku ingat Jenny memberitahuku bahwa Lucas pindah kembali bersamanya. Dengan ekspresi tak terbaca di wajahnya, aku tahu pria itu tidak menyukaiku. Aku hendak menyapa Lucas, tapi Lucas hanya melambaikan tangan lalu beralih pada Jenny.
“Semoga ulang tahunmu menyenangkan.”
“Ya. Tolong hati-hati di jalan.” Lucas memeluk Jenny sebelum pergi dan menghilang dari balik pintu.
Setelah Lucas pergi, Jenny mengunci pintu dan berjalan padaku yang menunggunya.
“Aku merindukanmu,” Aku mencium bibirnya sebelum memeluknya. “Maaf aku agak terlambat. Aku pergi dengan Daniel.”
Jenny menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “Tidak apa-apa. Yang terpenting kamu ada di sini sekarang. Apakah kamu menikmati waktumu bersama Daniel?”
Senyum di wajah Jenny membuatku luluh seketika. Beberapa hari yang lalu aku berencana untuk mengakhiri ini semua. Saat aku tidak bertemu dengan Jenny selama hampir 2 pekan, aku benar-benar telah menyusun kalimat untuk mengakhiri hubungan terlarang ini. Namun setelah melihatnya, lagi-lagi aku tidak bisa.
“Ya, aku menikmatinya. Apakah kamu sudah makan malam? Maaf jika aku membuatmu menunggu,” Aku menangkup wajahnya dan menatap mata nya yang cantik, “Tapi aku disini sekarang.”
Aku memberikan bunga dan hadiah kecilku saat dia mengantarku masuk ke ruang makan. Jenny tersenyum. “Ya Tuhan, terima kasih. Kamu sangat tahu hal-hal yang menyenangkanku.”
Aku menariknya ke dalam pelukan erat, menempelkan bibirku di keningnya. Aku berencana untuk berbicara dengan Jenny malam ini. Aku ingin memperbaiki keadaan dengan mengakhiri hubunganku dengan Jenny. Tapi ragu dan sekarang aku sadar, aku telah benar-benar jatuh cinta pada Jenny. Aku tidak tahu apakah memang bisa satu hati mencintai lebih dari satu orang?
Aku tidak bisa membayangkan membuat Jenny sedih. Aku tidak tahu cara mengakhirinya. Mungkin, kelemahan yang sama yang aku miliki adalah aku tidak bisa meninggalkan Ketrin demi Jenny.
...****************...
__ADS_1
Mata Jenny berputar saat tubuhnya terus melonjak di atas Ruby. Ujung jarinya terkubur di bahu Ruby.
“Kau benar-benar luar biasa …” Ruby mendengus saat merasakan dia hampir sampai. memeluk tubuh Jenny yang menggigil.
Ruby mendorong pinggulnya ke atas, menggali lebih dalam. Tubuh mereka bergerak bersamaan secara ritmis saat dia menangkap bibir Jenny yang sudah bengkak. Ruby bisa merasakan perutnya melilit. Dia bergerak keras ke arah Jenny.
Ruby mengerang saat merasakan anggotanya membengkak, dan air m*ni masuk ke dalam kond*m. Jenny menyandarkan kepalanya untuk mencium pria di bawahnya. Menangkap bibir Ruby sambil menggerakkan pinggulnya.
Saat mereka mencapai org*sme bersama, Jenny tetap berada di atas Ruby. Memperbaiki rambut basah yang jatuh di dahinya. Menelusuri tahi lalat di bawah bibir Ruby. Ruby menghentikan tangannya.
“Aku mencintaimu, tapi aku juga ingin jujur, aku tidak bisa meninggalkan istri dan anak-anak ku untukmu, maaf.”
Jenny mengusap bibir Ruby dengan ibu jarinya. “Kenapa kamu meminta maaf? Itu bukan masalah besar bagiku. Aku sudah senang kau masih mempertahanku.”
Tentu saja, tidak lama lagi. Mau tidak mau, kamu sendiri yang akan mengusir keluargamu dan teman-teman dari hidupmu. Dan kamu hanya punya aku.
...****************...
Dua puluh tahun. Lebih dari itu. Bangun dengan pria yang dicintaiya terasa seperti surga. Bercinta dengannya terasa sangat menyenangkan. Dia tidak pernah berfikir untuk mencintai ornag lain selain dia. Perasaannya adalah contoh sempurna dari kutipan, ‘Duniaku berputar di sekitarmu’.
Tapi di suatu tempat di sepanjang hubungan, saatnya tiba ketika ada sesuatu yang salah. Dia tiba-tiba menyadari hal-hal yang dia lewatkan dan ingin alami. Dia pernah membicarakannya dengan istrinya, tetapi berakhir dengan penerimaan. Menerima kekurangan istrinya. Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Tapi dia mengharapkan perbaikan juga. Tapi tidak ada yang terjadi.
Dia tahu dia bodoh meragukan perasaannya atau menyalahkan kekurangan istrinya. Karena dia tahu bahwa dia juga memiliki kekurangan.
Awalnya, dia hanya ingin mencoba. Dia ingin tahu bagaimana rasanya dimanjakan. Dia tidak menyangka bahwa dia bisa jatuh cinta pada seorang wanita setengah usianya. Dia tidak menyangka seseorang yang semuda itu bisa memperlakukannya lebih baik. Lebih baik sejauh semua yang dilakukan gadis ini adalah semua yang dia cari.
Selama dua puluh tahun terakhir, dia pikir dia tidak bisa meminta lebih. Atau lebih dari itu, dia tidak bisa bertanya karena tidak ada lagi. Dia harus puas dengan apa yang bisa diberikan istrinya. Tetapi gadis ini membuatnya menyadari apa yang hilang dalam hidupnya. Sampai-sampai dia memikirkan waktu yang dia sia-siakan untuk mencintai istrinya. Saat itu hanya dia yang mengerti.
Tapi tidak peduli seberapa benar perasaannya terhadap Jenny, situasinya tidak benar. Semuanya adalah kesalahan. Atau mungkin, itu datang pada waktu yang salah. Atau mungkin, ini saat yang tepat baginya untuk menyadari banyak hal. Dan meskipun dia tidak ingin Jenny terluka, dia tahu Jenny, dirinya dan keluarganya akan berakhir terluka.
__ADS_1
Dia segera menutup matanya ketika sinar matahari yang cerah menembus melalui jendela. Kemudian senyum cerah mengikuti segera setelah matanya menyesuaikan.
"Selamat pagi!" Jenny tersenyum ceria menyambutnya. Dia tersenyum cerah. Sama seperti matahari pagi.
Ruby duduk di tempat tidur dan memperhatikan Jenny meletakkan nampan makanan di tempat tidur. Jenny kemudian memberinya baju dan membantunya memakainya. Mereka mengalami malam yang panjang dan sulit. Itu salah tapi rasanya luar biasa luar biasa.
"Maaf telat bangun" ucapnya menyesal.
Jenny duduk di seberangnya dan memberinya segelas jus. "Tidak apa-apa. Kamu bisa bangun terlambat jika kamu mau. Aku bangun pagi untuk menyiapkan sarapan. Ini sederhana tapi aku harap kamu menyukainya."
Ruby mengambil sesendok telur orak-arik sementara Jenny menunggu reaksinya. Rasanya enak. Seperti biasa, Jenny memasak makanan lezat untuknya. Jenny tahu bagaimana membuatnya bahagia. Jenny tahu bagaimana merawatnya. "Sangat lezat."
Jenny tersenyum bahagia dan memberi Ruby ciuman cepat di bibir. Menatap matanya yang masih mengantuk dengan begitu banyak kegembiraan. "Terima kasih sudah datang untuk merayakan ulang tahunku dan terima kasih hadiahnya. Ini sangat cantik.”
Jenny memamerkan kalung dengan liontin bulan yang menggantung indah dilehernya.
“Aku senang kamu menyukainya.” Ruby mencium kening Jenny lembut.
Ruby merasa bersalah. Bersalah karena dia melakukan perzinahan. Betapapun tidak puasnya dia dengan hubungannya dengan istrinya, pernikahan adalah pernikahan. Dan bersalah karena wanita seberharga Jenny tidak pantas mendapatkan seseorang yang lemah seperti dia.
“Ada apa? Kenapa ekspresimu seperti itu?” Jenny menatap Ruby yang tampak frustasi.
Ruby meletakkan tangan Jenny di tangannya. Dia menghirup udara sebanyak-banyaknya dan menelan gumpalan yang terbentuk di tenggorokannya. Tapi tetap saja, kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya pecah.
"Jen, menyebalkan untuk mengakui bahwa aku menyukaimu. Ini bukan tentang se*ks. Ini bukan tentang itu. Sayang sekali seseorang seusiaku akan jatuh cinta pada wanita seusiamu. Dan menyebalkan untuk mengakui fakta bahwa kamu tahu bagaimana cara membuatku nyaman, kamu peduli padaku dan bagaimana mencintaiku seperti yang aku bayangkan untuk dicintai. Tapi, kau tahu ada saat dimana aku benar-benar merasa bersalah pada anak-anakku. Aku adalah ayah yang buruk."
“Mereka akan baik-baik saja selama mereka tidak tahu. Dan kamu bukan ayah yang buruk. Aku bersedia menjadi orang yang kamu simpan selamanya.”
Ruby memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Jenny. Menariknya lebih dekat, mencium keningnya, air matanya jatuh.
__ADS_1
Ada hal-hal yang paling dia sesali tetapi kali ini, dia menyesali mengapa dia memulainya. Mengapa dia dibutakan oleh hal-hal yang bisa ditawarkan Jenny dan dia mulai mencari hal-hal yang kurang dari Ketrin. Dan sekarang, dia tidak bisa melepaskan wanita yang selingkuh dengannya.
Dia pikir dia tidak akan menjadi orang berdosa lagi seperti di masa lalu. Dia pikir sudah cukup menjadi orang yang menjijikkan dimasa lalu. Tapi sekarang ternyata dia salah. Dia kembali menjadi pria munafik yang jahat.