CINTA GADIS PENDOSA

CINTA GADIS PENDOSA
DENDAM


__ADS_3

Langit gelap tapi bintang, bulan , dan cahaya yang berasal dari gedung-gedung disekitarnya tampak berkilauan di mata Jenny. Dia merindukan apartemennya, sudah hampir dua minggu dia dirawat di rumah sakit. Dan sekarang dapat menikmati kembali kenyamanan duduk di balkon apartemennya. Dengan Lucas yang berada disampingnya. Lucas benar-benar memutuskan untuk pindah kembali karena hawatir pada Jenny.


Jenny tersenyum menatap Lucas. “Aku senang kamu disini.”


“Aku jauh lebih senang bisa mengawasimu kembali dari jarak dekat,” Lucas meminum anggur ditangannya lalu meletakkannya di meja.


“Ulang tahunku dua hari lagi, aku akan merayakannya dengan Ruby.’


Lucas menatap Jenny. Luka-luka sudah mengering, lebamnya hampir tak nampak lagi. “Berhentilah, kumohon. Berhenti menjadi jahat dan munafik. Aku ingin kamu baik-baik saja.”


“Kata si munafik. Berasal darimu? Berhentilah berpura-pura seolah-olah aku benar-benar bodoh dimatamu. Karena aku tidak.”


Lucas menyeruput kembali sebelum menatap Jenny. Ia bingung dengan pernyataan itu. “Apa maksudmu?”


Jenny mengeluarkan handphonenya menggulirnya seperti mencari sesuatu lalu melemparkannya pada Lucas. Lucas menatap handphone itu sebentar sebelum mengambilnya. Matanya tampak fokus beberapa saat. Lucas tampak tenang tetapi detak jantungnya berdetak kencang didadanya. Dia merasa dunia berputar. Rasa mual menguasai perutnya.

__ADS_1


“Kau juga terluka, bahkan sangat terluka. Apa aku benar? Tidak, seharusnya aku tidak bertanya padamu. Kau selalu merahasiakannya dariku. Kamu kesakitan. Aku tahu itu. Dan kau berharap aku selamanya buta dengan rasa sakitmu.”


Lucas balas menatap. Mencoba membaca pikiran Jenny atau mencoba mencerna semuanya. “Ada apa ini Jenny?”


Jenny mendengus dan memutar bola matanya. “Tolong jangan sembunyikan rasa sakitmu. Kamu tidak adil. Kamu tahu semua rasa sakitku, kamu merawatku ketika aku tidak tahu apa-apa tentangmu. Kamu menangis di tengah malam sambil memandangi foto ayah, ibu, dan kakakmu yang bahkan kamu sembunyikan karena tidak ingin terlalu sering mengingatnya. Kamu bahkan pergi ke penyimpanan abu keluargamu dan menangis disana sendirian. Kenapa tidak memberitahuku? Aku percaya saat kau bilang keluargamu pindah ke luar negri tiba-tiba karena perusahaan kalian mengalami kebangkrutan. Melihatmu menangis adalah hal terakhir yang ingin aku lihat. Aku akan membunuh untukmu. Dia seharusnya bersyukur aku mencintainya terlebih dahulu sebelum mengetahui kebusukannya. Aku hanya akan menghancurkan keluarganya, bukan membunuh mereka.”


Lucas tampak tercengang. Dia mencoba membuka mulutnya beberapa kali tetapi tetapi tidak ada kata yang keluar. Mungkin, dia masih berusaha merumuskan kata-kata yang perlu dia ucapkan.


“Lucas …” air mata Jenny jatuh tapi tidak ada suara tangisan. Ia berdiri memeluk Lucas erat-erat. “Melihatmu menangis adalah hal terakhir yang ku inginkakn. Aku hanya ingin melihatmu menangis air mata kebahagiaan. Hanya kau satu-satunya yang kumiliki. Kau satu-satunya yang mengerti aku dan selalu disampingku bahkan jika aku sudah sangat kacau. Hanya kamu satu-satunya yang percaya padaku, di saat semua orang berpaling dariku. Aku tahu, dia yang menyebabkan orang tua dan kakakmu mati. Kamu tidak harus menyembunyikannya dariku. Kenapa kamu berlagak sok kuat dan menanggungnya sendirian? Aku akan membuat dia merasakan apa yang kamu rasakan. Dia harus tahu rasanya kehilangan keluarganya,  aku ingin tidak ada siapapun disampingnya saat dia terpuruk.”


Orang tua Lucas tidak sanggup melihat Yoona yang terus-menerus menangis karena takut dan malu sehingga mereka sepakat untuk menyerahkan semua kekuasaannya. Namun ternyata Ayah Ruby tetap menyebarkan video itu sehingga membuat orang tua Lucas terkejut berkali-kali dan mengalami serangan jantung. Lalu Yoona bunuh diri karena tidak kuat menahan malu dan merasa bersalah atas kematian kedua orang tuanya. Lucas diusianya yang masih 21 tahun tidak tahu apa-apa tentang masalah keluarganya, mereka menyembunyikannya darinya, karena menganggap Lucas masih muda dan tidak ingin membuat Lucas khawatir. Lucas membawa jenazah-jenazah keluarganya ke Prancis, tempat asal ayahnya, untuk melakukan kremasi yang dibantu kerabat-kerabatnya disana. Lalu pulang hanya dengan membawa abu mereka.


Jenny kembali ke tempat duduknya dan menunggu sampai dia merasa semuanya sudah tenang.


“Mengapa?” Tanya Lucas hampir berbisik. Matanya tertuju pada segelas anggur di depannya.

__ADS_1


“Sebelum berangkat keluar negri dua bulan lalu, saat mempersiapkan bahan-bahan untuk presentasi perusahaan, aku tidak sengaja menemukan berkas dengan nama ayahmu Tuan William. Di dalamnya ada sebuah flashdisk tua dan kaset yang sudah rusak. Itu adalah kaset yang berisi video Ruby dengan kakakmu, dan juga video saat mereka mengancam keluargamu. Lalu aku meminta Daniel untuk memulihkan  kaset dan isi file-file di flashdisk itu. Tentu saja aku membayarnya dengan tubuhku. Dan aku tahu dari mana penyebab kau menangisi foto keluargamu.”


Lucas mendengus, tidak menyukai apa yang Jenny lakukan, “Apa kau sengaja merayu Ruby untuk membalas dendam?”


Mata Jenny kembali menatap Lucas, senyum jahat di wajahnya perlahan memudar. Wajah Jenny sekarang menjadi wajah penuh kebencian dan jijik, “Aku benar-benar tertarik dan jatuh cinta dengannya, sebelum aku tahu betapa menjijikkannya dia, betapa jahatnya dia. Aku akan menghancurkan semua hubungannya, dengan istrinya, dan sahabat-sahabatnya sehingga tidak aka ada tempat dia bisa menangis selain dirinya sendiri. Dia harus merasakan apa yang kamu rasakan. Keluarganya memang sudah kacau, aku hanya perlu membantu untuk memecahkannya. Istrinya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri selama bertahun-tahun sampai sekarang dan Ruby berselingkuh denganku. Ayah Ketrin dan Ruby adalah pengusaha terkenal. Itu adalah skandal besar jika para pembisnis tahu mereka saling berselingkuh. Aku tahu semuanya. Kau pikir aku orang paling jahat di dunia ini. Tapi coba tebak? Mereka semua memiliki sisi jahat dalam diri mereka. Aku akan memastikan Ruby merasakan sakitnya kecurangan dan penipuan.”


Mulut Lucas kaku, dia pikir dia lupa bagaimana bernapas untuk sementara waktu. Atau dia tidak mampu bernafas sama sekali. Semuanya datang membanjiri pikirannya.


Nada bicara Jenny yang monoton tapi sangat tegas. Dia bisa merasakan kebencian Jenny hanya dengan mendengar setiap kata yang di ucapkan Jenny. “Jen, aku baik-baik saja sekarang. Ini masalahku, jauhi itu. Kamu seharusnya tidak melakukan sesuatu yang gila untukku.”


Jenny tertawa saat air matanya jatuh\, “Kamu akan memberitahuku lagi bahwa aku harus pergi dan mengunjungi psikiater? Mengapa kamu tidak melakukannya? Aku tidak gila. Ayahku\, orang yang paling mencintaiku apa adanya sudah meninggal. Ibuku\, yang aku pikir aka nada untukku\, dia tidak percaya bahwa aku diperk*sa oleh suami barunya\, dia tega menganiayaku. Dia menuduhku sebagai pelac*r. Kamu\, hanya kamu yang tersisa. Kamu adalah saudara laki-laki yang aku miliki.  Dan aku tidak akan membiarkan satu-satunya orang yang mencintaiku terluka. Berhenti memberitahuku bahwa aku harus berhenti. Kamu kenal aku. Aku akan memastikan semua rencanaku terlaksana.”


Lucas menarik rambutnya frustasi. Dia menatap Jenny, tidak ada tanda-tanda penyesalan atau rasa bersalah yang terlihat di wajahnya. Sejak Jenny mengalami hal-hal buruk di hidupnya, dia sangat berbeda. Dia manis satu kali, tapi menakutkan berikutnya. Dia tidak logis. Dia membenci sesuatu tapi terus melakukan hal yang sama. Dan dia selalu punya alasan dibalik itu. Salah atau benar, Jenny memang selalu membingungkan.


“Jen, tidak ada yang akan menang dalam situasi ini. Semua orang akan terluka.”

__ADS_1


“Ya, aku akan membuat semua setimpal atau lebih.”


__ADS_2