CINTA GADIS PENDOSA

CINTA GADIS PENDOSA
PENYESALAN


__ADS_3

“Pelajaran terbesar dalam hidup biasanya  Datang pada saat terburuk dan dari kesalahan terburuk”


Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Agak berlebihan mengatakan bahwa kesalahan dapat membuatmu menjadi orang yang lebih baik karena pelajaran yang kamu ambil. Dalam kasusku, aku pikir kesalahan masa laluku membuatku menjadi seorang pengecut. Aku menguburnya, meyakinkan diriku bahwa tidak pernah terjadi apa-apa. Tapi tentu


saja suatu saat bangkainya akan di temukan, bahkan jika bangkai hanya tersisa tulang.


Daniel menuangkan segelas vodka ke gelas Ruby. Ruby minum hampir setengah botol hanya dalam beberapa menit.


“Kamu mengalami hari yang buruk?” Tanya Daniel, memperhatikan sahabatnya yang tampak frustrasi.


Ruby menggelengkan kepalanya saat dia melihat cairan itu dituangkan lagi ke dalam gelasnya. “Tidak. Tidak juga. Sejujurnya, aku mulai menikmatinya.”


Daniel mengangguk sambil tersenyum. “Hmm …, apakah itu Jenny?” Ruby tertawa singkat. “Dan apa yang membuatmu berpikir itu karena Jenny?”


“Kita sudah lama berteman Ruby.”


“Kamu tahu, karena itu normal untukmu.”


Daniel tertawa, mengangkat telapak tangannya seolah menyerah. “Kata-katamu tidak salah tapi juga kurang tepat. Aku memang terbiasa berganti-ganti pasangan, tapi itu hanya pasangan di tempat tidur. Dan aku juga belum menikah, jadi itu perbedaan kita.”


“Sial. Aku jadi merasa lebih bajingan darimu.” Ruby meminum semua sisa vodka di botol.


“Aku tidak mengahakimimu. Aku tahu karena tidak sengaja melihatmu mengirim sms padanya.” Ruby tidak menjawab. Dia hanya menatap gelasnya dengan senyum kecil di wajahnya.


“Jadi sudah dikonfirmasi. Tidak ada kata-kata. Senyumanmu. Kamu berselingkuh dengan asistenmu,” Daniel tersenyum seolah sedang menggoda Ruby yang hanya menunduk, dan senyum terbentuk di mulutnya. Daniel tertawa, membanting tangannya di atas meja. “Aku akan jujur padamu, aku menggodanya dan dia menolakku. Tapi, itu malah membuatku yakin dia sesuatu yang berbeda. Tidak pernah ada yang menolakku seperti itu. Dia cantik


dan genit, kamu pasti juga tertarik padanya karena dia sesuatu yang baru dalam hidupmu.”


“Aku tahu, kau pernah makan siang dengannya. Aku tidak terkejut, dia tipemu.” Ruby mengenal Daniel dengan baik. Tapi Ruby tidak pernah berfikir bahwa Daniel dan Jenny bukan hanya sekedar makan siang. Daniel tentu saja diam, untuk keamanan pertemanan mereka. Rahasia harus berada pada tempatnya.

__ADS_1


Ruby meneguk alkohol lagi, berdehem saat dia menghadap Daniel yang penasaran. “Ini sial. Awalnya, kupikir aku akan merasa bersalah, tapi sekarang aku selalu mendambakannya. Bahkan aku bercinta dengannya saat cincin kawinku masih melingkar di jariku.”


Daniel tertawa sekali lagi. Dia mengangkat tangannya untuk memesan dua botol bir lagi. Begitu pelayan itu pergi, dia kembali menghadap Ruby. “Mengapa kamu harus merasa bersalah? Tidak


ada waktu untuk merasa bersalah. Nikmatilah bung!”


“Kau sangat ahli dalam hal ini ya?”


Daniel menyandarkan punggungnya ke kursi. “Pernahkah kamu berpikir tentang Ketrin selingkuh?


Maksudku di usia pernikahanmu kadang-kadang orang cenderung kelelahan.”


Senyum Ruby perlahan menghilang. Matanya tertuju pada Daniel yang menyodorkan sebotol bir kepadanya. “Tolong jangan salah paham. Aku hanya bertanya.”


Ruby mendengus. “Ketrin tidak akan pernah mengkhianatiku. Jika ada seseorang yang lebih mencintai di antara kita, itu adalah dia.”


Sekarang senyum Daniel yang menghilang. “Kau tahu Sean dan Ketrin adalah teman dekat. Tapi, sekarang mereka bahkan sangat sungkan untuk bertegur sapa.”


“Tidak tidak, aku hanya penasaran tentang renggangnya hubungan mereka. Bukan mereka. Tapi mungkin pria lain? Maksudku, sebelumnya seperti kau adalah pria paling setia yang masih hidup. Aku bahkan mengira kau tidak akan pernah berfikir untuk selingkuh. Tapi lihatlah kamu sekarang ini. Ini mungkin yang pertama kan?"


Ruby menggelengkan kepalanya, “Banyak pria dan wanita mencoba tapi gagal. Ini pertama bagiku.


Mungkin karena Jenny menjadi asistenku, kami selalu bertemu satu sama lain. Dan soal Ketrin selingkuh, aku tidak yakin tentang itu. Aku berselingkuh darinya sekarang. Aku tidak punya hak untuk bereaksi negative tentang kata-kata kemungkinan itu. Yang aku tahu, ini adalah pertama kalinya aku melakukan ini.”


“Yah, itu sama saja. Kamu tetap selingkuh. Tidak masalah apakah itu yang pertama atau kesekian.


Masalahnya, kamu menikah dan selingkuh. Aku tidak bisa dijadikan contoh. Aku memang melakukan banyak hubungan. Tapi, aku belum menikah. Aku tidak ingin berada dalam kehidupan pernikahan, dimana aku akan bangun dan mencari orang lain selain istriku. Maksudku, itu akan membuat hidupku lebih rumit. Aku lebih baik bebas, aku bisa berhubungan se*ks di malam hari, lalu mengucapkan selamat tinggal keesokan harinya, dan berhubungan lagi di lain waktu. Kedengarannya tidak bagus, tapi setidaknya, aku tidak terikat dengan seseorang. Jika harus ada keluarga, aku harap hanya ada aku dan seorang anak, aku tidak ingin punya istrii,” Daniel tertawa saat menyelesaikan kalimat terahirnya.


“Kamu beruntung.”

__ADS_1


“Aku?” Daniel terkekeh.


Ruby mengangkat bahu. “Kamu tiga tahun lebih muda dariku, tapi sejak awal, kamu adalah orang yang mengatakan semua hal benar kepadaku. Aku akan menginjak harga diriku sekarang, seharusnya aku mendengarkanmu untuk tidak menikah muda. Bahkan dulu aku menikah di saat aku masih belum bisa membedakan dengan benar baik dan buruk.”


“Jangan berkata seperti itu, kamu jadi terdengar sangat brengsek. Seolah kamu menyesal dengan istri dan anakmu.”


“Kau menyuruhku menunggu karena kita sama-sama muda. Tapi aku takut. Ayah membentakku dan memperingatiku tentang bisnisnya.  Orang tua Ketrin


sangat marah setelah mengetahui Ketrin hamil karenaku di usia muda, mereka mengancam akan menarik saham dari perusahaan ayahku …”


“Yang akhirnya mereka cabut,” Tambah Daniel.


“Karena bisnis mereka sendiri hancur. Dan ayah Ketrin sakit. Mereka butuh uang. Sial, menikah karena kewajibanmu untuk menyelamatkan keluargamu dari rasa malu.”


Daniel berdiri dan duduk si samping Ruby. Menepuk punggungnya untuk kenyamanan. “Tidak ada waktu untuk menyesal. Semuanya sudah berakhir dan selesai.”


“Ketrin luar biasa dalam beberapa hal. Dia juga tetap cantik di usianya. Mungkin aku sangat mencintainya sehingga aku menerima semua kekurangannya, meskipun aku ingin memperbaikinya. Kami belajar satu sama lain, tapi terkadang, aku bertanya-tanya bagaimana jika aku mengikuti kata hatiku 20 tahun yang lalu? Bagaimana jika aku mengabaikan ancaman, membela diri dan cukup berani untuk berbicara dan hanya menunggu seperti apa yang kamu sarankan. Apakah menurutmu, aku akan lebih bahagia?”


Daniel mengambil botol itu dan meminumnya lagi. Menatap kosong ke dinding. “Aku tidak tahu. Semua telah tejadi. Ku pikir bukankah tidak pantas kamu menyesal saat ini hanya karena kamu mengenal Jenny? Aku bilang nikmati untuk perselingkuhanmu, karena aku sering melakukan itu. Tapi, batasku hanya sampai disana. Karena aku belum menikah. Kamu


sudah menikah dan itu menjadi beda cerita. Jangan menjadi pengecut untuk kedua kalinya. Apakah kamu tidak mencintai Ketrin lagi?”


“Aku tidak ingin kehilangan keluargaku.”


“Bagaimana dengan Jenny?”


Ruby mengambil waktu sejenak untuk menjawab, “Aku bahagia saat dia ada. Aku bisa melihat apa yang


aku inginkan dari Ketrin yang tidak aku dapatkan. Aku tidak tahu. Aku tahu aku egois. Aku punya anak. Tapi itulah aku, kurasa.”

__ADS_1


Daniel tertawa mengejek. “Jenny mungkin jatuh cinta padamu karena berfikir kamu adalah pria dewasa yang keren. Nyatanya kamu bajingan. Sean harus berhenti mengolokku, karena kamu telah melebihi aku.” Menyesap kembali bir. “Aku sangat senang aku belum menikah.”


__ADS_2