CINTA GADIS PENDOSA

CINTA GADIS PENDOSA
AJAKAN


__ADS_3

Saat aku berjalan di lorong apartemen, senyum tidak pernah


lepas dari wajahku. Aku merasa sangat lega


mengetahui aku memenuhi janji pada putriku untuk membawa


ayahnya pulang. Aku juga sangat senang  bahwa aku memilih untuk berani


menghadapi kesalahanku. Dan aku merasa sangat bangga bahwa aku berhasil.


Untuk saat ini, aku ingin meluangkan waktu untuk diri sendiri dan putri saya. Untuk mengejar hal-hal yang aku lewati di masa lalu. Dan mungkin, untuk bertemu dengan ibuku. Tapi aku akan mengambil satu langkah demi langkah.


...****************...


Tidak butuh waktu lama pintu terbuka setelah Jenny menekan bel.


“Hai …, kau sendiri? Lucas tidak mengantarmu?” Daniel menengok ke kanan dan kiri untuk mencari orang lain selain Jenny.


“Aku bukan anak kecil dan Lucas sudah mempunyai keluarga kecilnya sendiri. Tidak mungkin aku terus bergantung


padanya,” aku memasuki ruangan yang tak asing bagiku. Daniel hanya mengubah beberapa warna interior dari apartemen mewahnya itu.


“Kau mau teh atau jus?” tawar Daniel setelah Jenny duduk di sofa besar berwarna krem.


“Tidak, tidak usah. Aku akan langsung pulang karena ini sudah malam. Mana Haru? Kenapa sangat sepi sekali?”

__ADS_1


Jenny menatap curiga pada Daniel yang berusaha menghindari tatapan Jenny.


“Sebenarnya …, Haru sudah tidur 2 jam yang lalu?”


“Apaaa? Kamu sengaja kan?” tuduh Jenny pada Daniel.


“Tidak, mana mungkin. Aku sedang sibuk pada dokumen di laptopku, jadi Haru bersama Leo. Tapi saat aku pergi ke kamar Leo, Haru sudah


tidur berdampingan dengan Leo dan beberapa mainan disekitarnya. Ku rasa mereka kelelahan setelah bermain ular tangga, Haru sangat menyukainya.” Jelas Daniel hati-hati.


Jenny menghela nafas, “Kurasa Haru memang masih ingin menginap. Apa dia bahkan tidak merindukanku? Dia sudah disini selama dua minggu,


apa sekarang dia jadi lebih menyukaimu daripada aku?”


Daniel mencoba untuk tidak tertawa saat mendengar gerutuhan Jenny, dimata Daniel saat ini Jenny benar-benar imut karena cemburu. “Dia merindukanmu kok, Haru memang ketiduran saja setelah bermain. Kau mau aku membangunkannya?”


“Apa?”


“Mau minum?” Daniel menatap Jenny seperti memohon.


“Tidak, aku harus segera pulang dan tidur. Ini sudah malam dan aku harus bekerja besok.” Jawab Jenny tegas.


"Aku ingin membicarakan beberapa hal denganmu. Kamu tidak perlu khawatir, aku benar-benar hanya ingin bicara denganmu," Daniel belum menyerah


.

__ADS_1


.


“Aku membeli rumah di distrik Samseong dong. Itu cukup luas, tapi aku masih mengubah dan menambahkan beberapa interior.” Daniel menuangkan anggur di gelas Jenny.


“Distrik Samseong dong? Itu pasti cukup mahal.”


“Harga tidak penting. Aku ingin rumah dengan halaman yang besar, agar anak-anak bisa bermain dengan nyaman. Kalau di sini, mereka hanya terkurung di dalam apartemen. Jadi aku rasa rumah lebih baik.”


Jenny hanya mengangguk mendengarkan penjelasan Daniel. Tentu saja uang bukanlah masalah bagi Daniel. Jenny tahu bahwa ayah Haru itu memang sangat kaya.


“Aku hampir lupa, aku ingin berterima kasih padamu.”


“Tentang apa?”


“Lucas memberitahuku bahwa kamu yang telah memenjarakan Mark. Aku tidak tahu bagaimana untuk bereaksi pada awalnya, tapi aku tahu bahwa jiwaku merasa lega. Maaf kamu harus mengetahui lebih banyak kisah burukku dan terima kasih."


Daniel menatap Jenny yang tertunduk, mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Jenny.


" Jen, apa yag terjadi padamu di masa lalu bukanlah salahmu. Aku berharap aku bisa bertemu denganmu sejak dulu, aku ingjn melindungimu dari apapun yang membuatmu sakit,"


Jenny tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia tidak terbiasa mendengar kata-kata yang tulus selain dari Lucas.


"Ayo tinggal bersama."


Mata Jenny melebar karena terkejut, "A-pa? Tinggal bersama?"

__ADS_1


"Ya ayo tinggal bersama. Aku tidak berbohong saat mengatakan aku mencintaimu dan peduli padamu. Ini bukan karena kita memiliki Haru. Mungkin akan sangat dangkal jika aku mengajakmu menikah saat ini, aku tidak ingin kamu berfikir bahwa aku ingin kita bersama hanya karena Haru. Jadi ayo mulai dari awal, perlahan, dekat, kencan, saling mengenal. Aku tidak ingin kehilanganmu lebih dari yang sudah berlalu."


__ADS_2