
Aku tidak punya siapa-siapa saat sedang terpuruk. Selain diriku dan bayanganku di cermin, maka itu adalah Lucas. Dia adalah satu-satunya yang selalu ada untukku. Aku tidak perlu berpura-pura atau menyembunyikan apapun darinya. Semuanya tulus dan jujur. Dia satu-satunya orang yang mengetahui masa lalu tergelapku dan tetap tinggal di sisiku. Tidak peduli seberapa menjijikkannya aku, dan betapa marahnya dia padaku, dia akan selalu menjadi orang pertama yang datang saat aku terluka.
Dulu sebelum ayahku meninggal, ku fikir tidak ada tempat yang lebih baik dari keluargaku. Lalu ketika ayahku meninggal banyak hal berubah. Waktu itu usiaku 16 tahun. Ibuku menikah lagi dengan seorang pria pengangguran berusia 25 tahun yang tidak tahu apa-apa selain melayani ibuku di ranjang. Dia sering mabuk, banyak merokok dan berjudi, dan ibuku tidak pernah mengeluh tentang itu.
Sekarang aku duduk di tempat yang pernah kusebut rumah. Rumahku selama 18 tahun. Tidak banyak yang berubah, kecuali ayahku yang sudah tidak ada lagi untuk melindungiku.
“Sayangku, aku senang kamu datang.” Ibuku tampak senang melihatku, aku mengabaikan panggilannya selama hampir satu tahun. “Anakku maish secantik dulu, atau mungkin lebih cantik.”
Aku memutar kataku, aku benci segalanya yang dia ucapkan. Dia orang yang juga senang menipu dan juga mudah ditipu. Dia buruk.
“Ayo makan, aku sudah meminta pelayan untuk memasak makanan favoritmu”. Dia duduk di sisi kananku, memerintahkan pelayanan untuk menyiapkan makanan di piringku. Tidak ada yang berubah, ibuku hanyalah seseorang yang suka memerintah, bahkan jika dia bisa melakukannya sendiri.
Aku menghentikan pelayan itu dan tersenyum padanya. “Tidak apa-apa, aku bisa sendiri, Terima kasih.” Pelayan kembali meletakkan piring saji di atas meja dan berdiri kembali di tempatnya.
“Kau tidak makan sayang?” Tanya ibuku, dia mencoba membujukku, dia tahu aku masih sangat marah selama bertahun-tahun.
“Kenapa kau menelfon? Aku sedang sibuk. Masih banyak pekerjaan besok," aku sudah tidak sabar untuk beranjak pulang.
“Tolong kembalilah ke rumah, percaya atau tidak aku sangat merindukanmu. Kamu bisa menjadi penerus perusahaan ayahmu. Kenapa kamu tidak bekerja disana daripada bekerja untuk orang lain?”
“Dan kapan kau akan memikirkan perasaanku, kemauanku? Kenapa semua hanya tentang perasaanmu dan kemaunmu.” Aku terus menjaga wajah tanpa ekspresiku.
Dia menatapku dengan ekspresi sedih. Aku tidak tahu apakah itu benar-benar kesedihan atau hanya pura-pura.
__ADS_1
“Jenny sayangku, aku tahu kau marah padaku. Tapi aku bisa meyakinkanmu bahwa ayahmu ..."
“Bajingan sialan itu bukan ayahku.” Aku memotong ucapannya. Ibuku berdehem. “Tolong perhatikan ucapanmu, Mark adalah pria baik dan sopan. Aku dapat meyakinkanmu bahwa dia tidak akan pernah menyentuhmu. Dia tidak pernah menyakitiku. Dia sangat penyayang.”
Aku tertawa sinis. Air mataku mulai menggenang dan siap meluncur. “Itu adalah hal menjijikkan yang pernah ku dengar seumur hidupku.”
“Jenny…”
“Bu, tolong dengar. Aku tidak akan kembali kerumah kacau ini, kecuali jika kamu mengusir mark dari rumah ayahku ini. Aku tidak ingin tinggal dengan suami mudamu, seorang pria mesum pemerkosa dan penggali emas.”
“Hormati suamiku Jenny!!! (ibuku berteriak padaku), dia bukan pemerkosa!!!” Ibuku terus berteriak seperti orang gila, tapi ucapannya tegas.
Aku menyeringai. Menyeka air mata di pipi dan daguku. “Kamu ingin aku kembali? Tapi sampai sekarang kamu tidak bisa menerima kenyataan bahwa suamimu meniduri anakmu seperti pelacurnya? Bahwa dia masih di sini menikamti kekayaan ayahku, seharusnya dia sudah membusuk dipenjara. Suamimu penjahat, pemerkosa bajingan!!!”
Sebuah tamparan keras menggema di ruang makan. Aku meludahkan darah yang keluar dari sudut bibirku. Aku mendengus saat menatap matanya yang berkaca-kaca. Bagaimana bisa dia menangis ketika suaminya melecehkan putri satu-satunya? Dia menangis untuk suaminya, bukan untukku. Bagaimana dia bisa menyebut dirinya sebagai seorang ibu?
Kaki dan tanganku gemetar. Aku mencengkram erat setirku. Dan yang bisa aku pikirkan hanyalah menelfon sahabatku. Seseorang yang selalu ada untukku, menerima baik dan burukku. Seseorang yang hanya akan memelukku dan memberitahuku bahwa semua akan baik-baik saja.
...****************...
“Kamu seharusnya tidak pergi kesana sejak awal. Hal ini pasti terjadi.” Kata lucas sambil meletakkan kepalaku di dadanya, memelukku dengan erat. Aku menelfon lucas untuk menemuiku di apartemen.
“Aku tidak percaya selama bertahun-tahun dia masih tidak mempercayaiku. Pria itu menghancurkan hidupku. Membuatku tidak dapat memandang dunia dengan benar.”
__ADS_1
Lucas mendesah, dia memegang kedua sisi wajahku dengan lembut, memintaku untuk menatapnya. Matanya terlihat sangat sedih, dia selalu seperti itu saat aku menangis.
“Ayo ajukan tuntutan terhadapnya, aku sudah memintamu beberapa kali.”
“Itu akan lebih menghancurkan hidupku. Aku hanya ingin ibuku percaya padaku. Bayangkan berapa banyak berita yang aku buat ketika aku memberi tahu semua orang apa yang tejadi padaku? Dan ibuku sendiri tidak mendukungku? Lalu apa? Dia akan memberitahu semua orang bahwa aku pembohong? Aku akan menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik, dengan alasan aku yang menggoda ayah tiriku? Ibuku akan mengatakan bahwa aku menggoda suaminya. Menyedihkan bukan?”
Lucas mengusap air mataku, di pipi, hidung, bibir dan leherku. Perasaan nyaman karena tangan besarnya yang hangat berulang kali mengusap pipiku.
“Kamu tahu, kamu selalu punya aku.” Aku menatap matanya yang tulus, menyatukan dahi kami. “Aku tahu. Itu sebabnya aku memintamu disini memelukku.”
Aku dulu baik-baik saja. Aku adalah Jenny yang bahagia, ceria, menawan dan suka berteman. Semuanya berubah ketika aku mengalami hal mengerikan.
Ayah tiriku adalah seorang pemabuk. Kami tidak pernah bertegur sapa. Aku membencinya sejak awal. Lalu aku bukan hanya benci, tapi juga marah dan mengutuknya ketika dia memperkosaku. Ketika aku memberitahu ibuku tentang hal itu, dia memukulku dan menghukumku seolah-olah itu semua salahku karena menyerahkan tubuhku dengan sukarela. Ibuku gila, mereka pasangan gila.
Saat usiaku 18 tahun waktu itu. Aku keluar dari rumah, kabur ke apartemen peninggalan ayahku dulu. Lucas sedang berada di luar negri karena suatu alasan yang aku tidak tahu. Lalu setelah 5 bulan kemudian Lucas pulang dan menghubungiku. Dia tampak sedih setelah tahu apa yang terjadi padaku, lalu dia membawaku ke apartemennya, aku tinggal bersamanya selama bertahun-tahun. Dia menjagaku dan menyayangiku dengan baik. Aku harus berterima kasih sepanjang hidupku padanya.
Fikiranku tentang sekitar dan dunia berubah sejak pengalaman buruk itu. Aku selalu menerima pujian karena penampilanku. Tapi semua adalah penipuan. Setelah aku berada di ranjang mereka, mereka akan melihatku sebagai seseorang yang mudah.
Aku menjalani hidup bebas dengan pergi dari ranjang satu ke ranjang yang lain setiap laki-laki yang aku temui. Aku berfikir bahwa aku sudah kotor, tidak ada gunanya juga menjaga tubuhku dari se*ks bebas.
Pria muda dan tua sama saja. Mereka adalah pembohong yang otaknya hanya berisi nafsu. Sama seperti ayah tiriku yang memperkosaku saat aku masih muda dan polos.
Aku belajar berhati-hati dengan pujian, menggunakannya untuk memuaskan keinginanku. Tapi satu hal yang selalu aku hindari, dan itu adalah tidur dengan pria yang sudah menikah. Ini mungkin aneh, karena sekarang aku sedang mengincar seorang suami dan ayah seseorang. Tapi apa bedanya? Dia sudah dewasa, jauh lebih tua dariku. Dia tenang dan stabil, dia seperti tantangan untukku.
__ADS_1
Aku kesulitan mengenali diriku setelah semuanya, tetapi aku bisa mengatakan bahwa aku menjadi lebih kuat. Terima kasih kepada Lucas yang sudah membuatku tetap waras sampai saat ini.