
Lucas meminta Rania untuk membawa Haru dan Yujin bermain di taman belakang. Sementara Lucas akan berbicara empat mata dengan Jenny.
“Ada apa? Apa itu adalah salah satu hal buruk yang akan aku dengar?” Tanya Jenny cemas.
“Dengar, ibumu masuk rumah sakit jiwa,” Lucas berkata ragu-ragu saat menatap Jenny yang tampak terkejut. “Dia terlalu shock saat mendengar bahwa suami mudanya bunuh diri.”
“Bunuh diri? Mark bunuh diri? Kenapa,” Jenny membetulkan posisi duduknya, mengerahkan segala atensinya pada Lucas.
“Mark mengalami berbagai macam penyiksaan di penjara sampai tidak mampu menanggungnya dan berakhir bunuh diri. Kata kuasa hukum dari pihak ibumu, mereka sudah mengajukan tuntutan perihal penyiksaan itu, tapi pihak kepolisian menutup kasusnya. Ibumu sangat tidak terima dan akhirnya gangguan jiwa.”
Jenny tetap menatap Lucas. Dia tidak tahu apa yang harus dia rasakan. Di hati kecilnya dia merasa lega, orang yang telah melecehkannya telah tidak ada dunia ini. Tapi juga merasa sedih, karena ibunya menjadi gila karena suami barunya mati, tapi ibunya bahkan tidak sedih saat putrinya diperk*sa suami barunya.
“A-aku tidak tahu apa yang harus aku rasakan.”
“Tentu saja, aku mengerti,” Lucas menggenggam tangan Jenny. “Seminggu lalu, aku mengunjungi ibumu di Rumah Sakit Jiwa, tapi dia masih belum ada perkembangan apapun.”
Jenny tidak tahu apakah dia harus merasa senang, karena Tuhan seolah-olah memberikan karma pada orang-orang yang menyebabkan dia mengalami trauma yang mendalam. Tapi bagaimanapun ibunya adalah orang yang pernah dia cintai, dan bagaimanapun juga Jenny dan ibunya memiliki kenangan indah sewaktu Jenny kecil.
“Ya …, mungkin aku akan menjenguknya kapan-kapan. Tapi, aku masih belum mengerti. Apa hubungannya ceritamu ini dengan Daniel?”
Lucas menarik nafas, mencoba menyampaikan dengan baik apa yang selama ini dia sembunyikan. Bahkan Lucas tidak memberitahu Rania.
“Daniel yang menjebloskan Mark ke penjara. Dan dia sengaja membayar sipir-sipir di sana untuk menyiksa Mark.” Lucas melihat Jenny yang tampak terkejut namun kebanyakan bingung. Lucas tahu seharusnya dulu dia segera memberitahu Jenny, mungkin saja keadaan menjadi jauh lebih baik. Tapi, sekarangpun Lucas sudah senang karena Jenny telah melewati masa-masa kelamnya.
“Aku masih tidak mengerti. Kenapa Daniel melakukan itu? bisakah kamu ceritakan dengan jelas?”
__ADS_1
KILAS BALIK
Setelah mengantar Jenny tadi malam ke apartemen Daniel. Lucas merasa tidak nyaman, karena Jenny telah menjalin hubungan terlarang dengan Ruby yang telah beristri. Dan Jenny berhubungan dengan pria lain, Lucas hanya tidak ingin Jenny kembali seperti dulu yang melakukan seks bebas dan berganti-ganti pria hanya untuk kesenangan.*
Dan karena itulah Lucas berada di depan apartemen mewah, menunggu seseorang membuka pintu setelah dia membunyikan bel. Tak lama pintu terbuka.
“Oh hai, kamu kakak Jenny kan?” Daniel menyapa Lucas dengan ceria, meskipun Lucas hanya meresponnya dengan menganggukkan kepala.
“Silahkan masuk, maaf aku baru selesai mandi dan buru-buru membuka pintu setelah mendengar bel.” Daniel mempersilahkan Lucas masuk dan mengarahkan Lucas untuk duduk di ruang tamunya, sementara dia pergi untuk memakai baju.
“Maaf membuatmu menunggu,” duduk di hadapan Lucas yang masih tidak berekspresi. “Jadi ada apa?”
“Apa hubunganmu dengan Jenny?”
Daniel sedikit terkejut dengan pertanya Lucas yang tanpa basa-basi.
“Aku tidak peduli dengan apapun alasanmu. Aku disini sebagai teman dan saudara Jenny, aku hanya
memperingatkanmu, tolong jangan memanfaatkan ego Jenny untuk kesenanganmu. Aku tidak yakin, tapi sepertinya kamu mengetahui hubungan Jenny dan Ruby, terlihat dari kau menekankan nama Ruby tadi. Bukankah seharusnya kamu tidak berhubungan dengan Jenny saat tahu dia punya hubungan gelap dengan direkturmu. Kecuali memang karena kamu memanfaatkan ambisi Jenny saat ini. Kadang kala dia memang bertindak cukup nekat, dan kamu pasti tahu itu.” Lucas berbicara sambil menatap tajam ke arah Daniel. Sebenarnya dia juga ingin mengatakan langsung kepada Ruby untuk berhenti melakukan hubungan terlarang dengan Jenny, tapi dia belum bisa bertemu Ruby lama-lama ketika dia mengingat kakaknya Yoona.
Daniel menghela nafas setelah mendengar perkataan Lucas. Dia tidak menyangka bahwa Lucas benar-benar sangat protektiv terhadap Jenny.
“Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Jenny. Tapi ya, aku sedikit bermain-main dengannya, sebenarnya aku tidak main-main. Tapi Jenny menganggapnya begitu. Jika kamu hawatir tentang itu, aku berjanji dihadapanmu sekarang, aku tidak akan berhubungan dengan Jenny lagi. Kamu bisa memegang janjiku.”
Sejak saat pembicaraan itu Daniel berhenti menghubungi Jenny, dan berhenti menggoda Jenny. Karena dia ingin menepati janjinya pada Lucas. Tapi Jenny mengira Daniel menjauhinya karena dia telah tahu bahwa Leo adalah anaknya.
__ADS_1
Setelah beberapa minggu kejadian itu, Daniel pergi menemui Lucas digalerinya, karena ingin meminta maaf tentang kejadian Yoona dulu. Daniel menyesal telah pernah membantu Ruby untuk mendekati Yoona.
“Ya, aku memaafkan. Sejujurnya aku tidak ingin hidupku dipenuhi dengan kebencian. Hanya saja karena aku manusia biasa, aku tetap menangis dan terluka saat merindukan mereka. Aku sangat senang Jenny juga mencintaiku sebagaimana aku mencintainya. Tapi, dia tidak bisa berfikir secara benar, dan merencanakan balas dendam ini. Padahal bagiku, kebahagiaan Jenny adalah segalanya.” Lucas
“Terima kasih telah mau memaafkanku, aku benar-benar menyesal,” Daniel menghelas nafas, sedikit ragu untuk melanjutkan perkataannya. “Aku tidak tahu bagaimana pandanganmu terhadapku karena menanyakan ini. Tapi, apakah terjadi sesuatu pada Jenny? Maksudku, aku tahu kau sangat menyayanginya. Tapi caramu memperlakukannya sedikit berbeda, seperti kamu ketakutan.”
“Ya …, itu sesuatu yang tidak perlu kamu tahu.” Kata Lucas tegas.
Daniel menganggukkan kepalanya. “Entah kau percaya atau tidak, tapi aku benar-benar peduli pada Jenny. Jika kamu butuh bantuan kamu bisa menghubungiku.” Daniel memberikan kartu namanya pada Lucas. Lucas mengambilnya dan tekejut melihat marga Daniel.
“Yoon Jung-Hwan?” Lucas mengkerutkan dahinya. “Bukannya namamu Daniel?”
“Daniel adalah nama dari ibuku yang berasal dari Kanada. Aku benci mengatakannya, tapi aku putra Yoon Daehwan mantan kepala jaksa yang baru saja pensiun. Aku bekerja pada Ruby karena tidak ingin berurusan dengan perusahaan ayahku.”
“Aku sangat terkejut,” Lucas menatap ke arah Daniel. “Maaf tapi bisakah aku meminta bantuanmu?” Tanya Lucas penuh harap. Membuat Daniel tersenyum.
“Sudah kubilang, aku akan membantu.”
...----------------...
“Maaf, tapi aku menceritakan semua pada Daniel tentang pelecehan yang dilakukan ayah tirimu saat kamu masih sekolah. Entah kenapa, tapi saat aku melihat matanya, aku percaya bahwa dia benar-benar akan membantu. Kau tahu sejak dulu aku sangat ingin melaporkan Mark, tapi kamu melarangku karena hawatir dia dan ibumu akan menyangkalnya. Tapi aku tak menyangka dia berniat untuk menyiksa Mark di penjara.”
Jenny sangat terkejut, sampai dia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Semua kilas balik memenuhi pikirannya. Tapi yang menjadi pertanyaan bagi Jenny adalah mengapa Daniel melakukan semua itu Mengapa dia membantunya? Namun, di sisi lain Jenny lebih malu lagi, karena Daniel telah mengetahui betapa kotornya dirinya.
“Ini memalukan,” Jenny menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. “Aku menjadi lebih tidak percaya diri untuk memberitahunya tentang Haru, bagaimana kalau dia pikir itu adalah anak pria lain yang tidur denganku? Dia sudah tahu betapa kotornya aku, dia pasti akan malu mempunyai anak dariku.” Kali ini Jenny menangis, dia memikirkan janjinya pada Haru untuk membawa Daniel menemuinya.
__ADS_1
“Jen …, apa yang kamu katakan, jangan katakan hal seperti itu. Kamu tidak kotor atau menjijikkan, atau apapun yang ada dalam pikiranmu. Apa yang terjadi di masa lalu adalah sesuatu yang tidak kamu harapkan.” Lucas memeluk Jenny yang menangis. “Aku yakin Daniel akan mau menemui Haru, aku yakin. Bagaimana mungkin dia akan meragukan Haru sebagai anaknya. Bahkan jika Ruby sekalipun yang melihat Haru, dia akan tahu bahwa Haru anak Daniel. Wajah Haru benar-benar mirip Daniel, tidak mungkin Daniel meragukannya.” Lucas terus mengusap punggung Jenny, mencoba menenangkannya.
Lucas mengerti Jenny selalu merasa bersalah atas pelecehan yang terjadi padanya dimasa lalu, padahal yang harus merasa bersalah adalah pelaku bukan korban. Sebenarnya Lucas sangat senang saat mendengar kematian Mark. Lucas berfikir Mark pantas mendapatkannya. Akhir yang tragis.