CINTA GADIS PENDOSA

CINTA GADIS PENDOSA
PENUH DOSA


__ADS_3

"Kau adalah rasa dosa yang paling manis"


Aku dulu berpikir bahwa hubungan cukup hanya dengan cinta. Tapi, aku juga mempertanyakan diriku sendiri apakah itu cukup? Ada saat-saat dimana kesetiaan ku diuji. Aku bertahan untuk waktu


yang lama.


Tapi sekarang aku dengan sadar melakukan hubungan terlarang sambil memakai cincin perkawinanku.Aku merasa buruk, tapi aku juga tidak ingin menghentikan ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Penulis POV


"Melihat sekretarismu secara langsung, sepertinya dia orang yang pintar dan terpelajar."


Ruby mengangguk, berpura-pura fokus pada


tabletnya. “Ya, memang. Dia sangat pintar dan terorganisir. Dia mengerjakan semuanya dengan sangat baik."


Ketrin mengehela nafas lega. “Senang mendengarnya. Aku perhatikan sejak kamu berganti sekretaris, kamu  tidak lagi menginap di kantor karna lembur bekerja. Kamu jadi punya banyak waktu luang. Jadi aku berfikir sepertinya kamu tidak terlalu sibuk.”


Ruby menatap Ketrin yang mengarahkan matanya ke jalan. Jenny memang membuat pekerjaannya menjadi lebih mudah baginya. Jenny sangat proaktif dan teliti dalam mengerjakan sesuatu sehingga dia tidak perlu bekerja lembur. “Uh, ya. Aku juga menyadarinya. Dia memang memudahkanku, tapi aku meragukan pernyataan ‘tidak sibuk’. Setelah pertemuanku di luar negri, aku yakin aku perlu lembur dan menginap lagi.”


Ruby kembali melihat tabletnya. Pikirannya sebagian fokus pada email yang di baca dan sebagian lagi pada perselingkuhannya dengan Jenny. Hatinya merasa bersalah, tetapi pada saat yang sama, Ruby


menemukan cara bagaimana membuat segalanya menjadi lebih mudah baginya dan Jenny. Ruby tahu betul bahwa dia tidak membutuhkan ‘lembur’ yang di sebutkan tadi, tapi dia akan menggunakan waktu itu untuk dapat bersama Jenny. Pikirannya sudah


dipenuhi dengan gambaran-gambaran kegiatan panas yang akan mereka lakukan di kamar tidur kantor.


Ruby tersentak dari pikirannya. Dia rasa dia benar-benar sudah kecanduan dengan Jenny. Dia tidak bisa membedakan apakah perasaannya murni suka dan ketertarikan atau sebagian adalah nafsu hewan ditubuhnya.


“Lelah bukan?” Ketrin melirik suaminya yang luar biasa pendiam dalam perjalanan pulang. “Kamu pasti


kelelahan. Apakah rapatnya berjalan lancar?”


Ruby berdehem, dia mencoba meraba dadanya, dia takut Ketrin bisa mendengar detak jantungnya. Dia tidak tau itu karena kelelahan atau perasaan anehnya karena untuk pertama kalinya menghianati

__ADS_1


Ketrin dan dengan sangat kurang ajar mengingat kegiatannya bersama Jenny di pesawat beberapa jam yang lalu, bahkan saat ada istri di sampingnya.


“Pertemuan berjalan baik-baik saja. Aku hanya kurang tidur. Penerbangannya bergelombang. Kepalaku agak sakit karena mabuk.”


Ketrin mengangguk dan tersenyum “Aku akan memanggil terapis pijat untuk memijatmu. Pembantu juga sudah memasak makanan favoritmu. Kamu bisa istirahat begitu kita sampai di rumah.”


Ruby menatapnya. “Bisakah kamu secara pribadi memberiku pijatan?”


Ketrin terkikik. “Ruby, kau tahu  itu bukan bagian dari keahlianku. Aku tidak percaya setelah 20 tahun, kau masih tidak tahu itu. Aku akan membuat popcorn


saat kita menonton film di kamar. Itu akan lebih menenangkan. Bagaimana menurutmu?”


Ruby hanya tersenyum tidak menanggapi istrinya lagi. Itulah yang menjadi celah di hati Ruby. Dia ingin


istrinya merawatnya, memasak untuknya, memperhatikan hal kecil tentangnya. Tapi istrinya tidak mau bahkan saat Ruby sendiri yang meminta. Dia akan berdalih bahwa mereka sudah punya pembantu yang dibayar untuk melayani mereka. Jadi Ketrin tidak perlu melakukan pekerjaan apapun.


...****************...


“Sudah sampai, cepat turun.” Lucas membangunkan Jenny yang tertidur selama perjalanan setelah berdebat.


“Cepat ambil tas mu dan turun! Aku ingin cepat pulang dan beristirahat” Lucas tidak menaggapi. Dia merasa sangat sakit kepala setelah perdebatannya dengan Jenny.


“Ayo menginap, aku tidak berbohong kalau aku merindukanmu.” Lucas tidak bergeming.


“Jadi kamu marah? Menyebalkan sekali. Apa sekarang hoby mu berubah menjadi berdebat dan marah  padaku? Terima kasih sudah menjemputku. Aku sudah merepotkanmu.” Jenny menghentakkan kakinya saat membuka pintu mobil lalu menutupnya dengan keras. Lucas menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jenny yang seperti anak kecil saat sedang kesal.


Lucas turun dari mobilnya, membuka bagasi mobil hendak menurunkan tas koper Jenny. “Jangan repot-repot, aku tidak butuh bantuanmu.” Jenny menepis tangan Lucas.


“Jangan merajuk seperti anak kecil.” Lucas mengejar Jenny yang berjalan cepat dan tidak mendengarkannya.


“Oke, maafkan aku karena sering marah padamu. Jadi ayo aku akan mengantarkanmu ke dalam” Lucas mengambil tas koper dari Jenny. Jenny berbalik menghadap Lucas.


“Waaah, baiklah karena aku baik hati. Aku memaafkanmu.” Jenny cekikikan yang membuat Lucas mencibir.


“Aku juga kelelahan, jadi gendong aku.” Belum sempat menjawab, Jenny sudah melompat ke punggung Lucas, membuat Lucas sedikit terhuyung.

__ADS_1


“Astaga hey. Kamu berusia 25 tahun, kenapa bertingkah seperti anak 9 tahun. Aku tidak percaya selama 13 tahun aku mengenalmu, kamu sama sekali tidak berubah. Cepat turun! Berat tahu.” Lucas


mengomel sambil berjalan menuju lift.


“Tidak mau, cepat jalan dan Jangan berbohong tentang berat badanku. Semua pria mengatakan aku langsing dan seksi.” Jawabnya sambil tertawa.


“Kamu tidak seksi sama sekali.”


“Jangan berkata seperti itu, kamu hanya belum pernah melihatku telanj*ang, jika kamu melihatnya maka kamu akan menarik ucapanmu.”


“Sial, bisakah kamu berbicara dengan normal? Kenapa kata-katamu selalu cab*l.” Lucas kesal dan bertambah kesal karena orang yang dimarahinya malah tertawa senang. Jenny sangat suka menggoda Lucas dengan kata-kata kotor. Karena lucas dan kehidupannya terlalu lurus menurut Jenny.


“Ayo cepat turun. Aku merasa punggungku akan patah.” Jenny turun dari punggung Lucas saat sudah sampai di dalam apartemen. Apartemennya rapi dan bersih, yang Jenny yakin pasti Lucas yang membersikannya.


“Wah apa kamu disini setiap hari?” melihat sekeliling apartemennya yang Nampak beberapa dekor


berubah.


“Hanya setiap pulang kerja, aku mampir untuk bersih-bersih. Dan aku mengubah beberapa dekor karena merasa sudah lama kamu tidak mengubahnya.” Meletakkan barang-barang Jenny di


Kamar.


“Tidak apa-apa aku suka apapun seleramu.” Merebahkan tubuhnya yang lelah di tempat tidur.


“Jangan berbaring, kamu kotor dan perlu mandi,” Lucas menarik tangan Jenny untuk bangun.


“Astaga, kamu sangat rewel.” Jenny dengan berat hati bangun dan mengambil handuk.


“Mandilah dengan air hangat, dan aku akan menyiapkan makan untukmu.” Lucas merapikan barang-barang Jenny.


“Oke oke, aku akan mandi. Terima kasih, tapi aku sudah kenyang. Jadi aku akan langsung tidur.”


Jenny mencium pipi Lucas dan langsung menuju kamar mandi.


Lucas menghela nafas setelah Jenny masuk ke kamar mandi. Pikirannya masih sangat cemas dengan hubungan terlarang Jenny dan Direkturnya yang sudah menikah. Tapi, Lucas tidak dapat berbuat apa-apa. Lucas sangat menyayangi Jenny, dia ingin selalu menjaga dan melindunginya. Namun ketika Jenny sendiri memilih untuk melewati jalan berduri, Lucas tidak bisa memilih selain ikut menemani Jenny melewati jalan tersebut. Itulah kelemahannya, dia tidak bisa untuk tidak selalu mendukung Jenny.

__ADS_1


Apapun yang terjadi, Lucas selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu di samping Jenny. Melewati hari-hari buruk dan baiknya. Dia tidak ingin menyesal untuk kesekian kalinya karena tidak bisa melindungi orang-orang yang dia sayang.


__ADS_2