Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
cerita tersembunyi dari si rambut emas


__ADS_3

"aku akan menceritakan kepadamu tentang Kazuma. Dan aku akan menceritakan kenapa kami sangat membenci Han Bum." Kata Taiki kepadaku.


Setelah berkata begitu, Taiki mengajakku ke taman di dekat rumahku.


Tepatnya tempat dimana aku mengobati punggung Kazuma dulu. Aku ingin tahu apakah keadaan punggung Kazuma sudah membaik atau belum...


"kau sudah tahu bukan bahwa Han Bum adalah saudara tiri Kazuma?" Tanya Taiki memecah konsentrasiku.


"ya aku sudah tahu, ayah Kazuma menikah dengan ibu Han Bum."


"itu benar. Dulu sebelum Kazuma tinggal bersama ibunya, dia tinggal bersama ayahnya. Ayahnya sangat menyayangi Kazuma, dan ia membawa Kazuma yang berumur 3 tahun pergi bersamanya ke Korea setelah terjadi perceraian dengan ibu Kazuma."


Aku diam saja dan menyimak cerita Taiki.


"Kazuma amat bahagia bersama ayahnya sampai pada akhirnya ayahnya menikah dengan ibunya Han Bum pada saat ia berumur 6 tahun. Kazuma merasa ayahnya lebih menyayangi Han Bum dari pada dia, dan ayahnya juga lebih perhatian kepada Han Bum yang 1 tahun lebih muda daripada dia itu. Karena merasa dibedakan, akhirnya Kazuma memutuskan untuk tinggal bersama ibunya saat ia berumur 8 tahun.


Ibunya memang memberikan Kazuma segalanya, maklumlah ibunya sangat kaya raya. Walaupun ibunya memberi Kazuma segalanya, ibunya sama sekali tak mempedulikan Kazuma. Dia sangat sibuk bekerja, dia hanya pulang 3 bulan sekali. Aku mulai mengenal Kazuma saat dia masuk ke SMP yang sama denganku, tetapi dia anak yang amat tertutup, dia sama sekali tidak mempedulikan kami yang berusaha mendekatinya. tetapi semua itu berubah sampai Kazuma berumur 14 tahun. Kazuma mulai membuka dirinya kepada kami dan akhirnya kami mulai akrab.


Saat berumur 14 tahun Kazuma berpacaran dengan Hyori. Kamu tahu Hyori kan?" anya Taiki kepadaku, dan aku mengangguk.


"ya, dia sangat menyayangi Hyori. Bisa kulihat itu.


Dan pada saat itu Kazuma juga cukup akrab dengan Han Bum. Han Bum datang ke Jepang dengan tujuan untuk liburan pada saat itu. Dan kami juga menganggap dia seperti adik kami sendiri, sampai pada akhirnya dia merebut Hyori dari Kazuma dan berpacaran dengannya. Dan sejak saat itulah kami membenci Han Bum. Dia bukan hanya merebut ayah Kazuma saja, tapi dia juga merebut Hyori yang amat dicintai oleh Kazuma. Jadi sebaiknya kau berhati2 dengan Han Bum. Dia itu licik, tak seperti kelihatannya. Kuharap kau menyadari itu Fujimoto."


Aku hanya tercengang mendengar cerita Taiki. Tak kuduga Han Bum begitu tega terhadap Kazuma kakaknya sendiri.


Tapi bagaimana dengan Kazuma yang mencium Hyori? Apakah Kazuma masih mencintai Hyori sampai sekarang?


"jadi... Kazuma masih mencintai Hyori sampai sekarang?" tanyaku kepada Taiki


"tidak, dia sangat mencintaimu Fujimoto. Dari cara Kazuma melihatmu ataupun dari caranya berbicara denganmu aku bisa melihat semuanya itu.


Dia bahkan lebih mencintaimu daripada dia mencintai Hyori dulu." Jawab Taiki.


Kazuma selalu memaki-maki aku dan melihatku dengan pandangan maut... itu yang Taiki anggap cara Kazuma mencintaiku? Taiki pasti sudah sinting... "


"aku melihat Kazuma mencium Hyori di rumah sakit 2 hari lalu, itu bukti kuat kalau Kazuma masih mencintai Hyori bukan? masalahnya, bukan Hyori yang mencium Kazuma. tapi Kazuma yang mencium Hyori."


"ja... jadi, kau melihat mereka berciuman...?" kaget Taiki


"tentu saja! Kau kira kenapa selama ini aku menghindarinya?!"


"hahaha, jadi kau cemburu karena masalah itu??" ledek Taiki


"ap... apa?! Aku tidak cemburu! Si... siapa bilang aku cemburu!" kataku sambil memalingkan wajahku. Bisa kurasakan wajahku memanas karena malu.


"hahaha, mukamu merah sekali dan kau bilang kau tidak cemburu? Hahaha, kau sangat lucu Fujimoto."


"tu... tutup mulutmu!"


"ahahaha, iya2... kalau tentang Kazuma mencium Hyori, tentu saja aku tahu kenapa."


"kenapa?!" seruku


"yah... kau pasti tahu kan Kazuma bukan tipe yang suka mencium cewek sembarangan?"


aku menganggukkan kepalaku


"sebenarnya Kazuma mencium Hyori demi melindungimu Fujimoto."


Apa? Melindungiku? Tapi...


"Kau tahu sendiri sifat rubah betina itu. Aku juga bingung kenapa Kazuma bisa mencintainya dulu. Walaupun Hyori sangat cantik tapi kepribadiannya benar-benar memuakkanku, untung saja dia punya wajah yang cantik sehingga walaupun pribadinya busuk tapi masih ada orang yang menyukainya karena wajahnya itu."


"iya-iya aku tahu dia begitu, lalu apa maksudnya Kazuma melindungiku?" tanyaku tak sabar


"oh maaf, aku terbawa suasana karena membicarakan rubah betina itu. Ya, jadi Hyori mengancam Kazuma akan mengincarmu sebagai bulan-bulanannya. Dia akan menghentikan niatnya untuk menjadikanmu bulan-bulanannya hanya dengan satu syarat.." kata Taiki


"dan syarat yang diajukan rubah betina itu adalah agar Kazuma menciumnya...?"


"ya, betul sekali. Jadi Kazuma menciumnya bukan karena Kazuma menyukainya, melainkan dia ingin melindungimu..."


mendengarnya membuatku seakan disambar petir! Tak kuduga aku tak memikirkan kebusukan rubah betina itu! Dan aku juga tak menyangka kenapa aku tak mempercayai Kazuma..


Kazuma melindungiku... 


Di melindungiku dan yang kulakukan padanya adalah memilih meninggalkannya dan beralih ke Han Bum orang yang telah merebut orang-orang yang paling dicintainya...


Kini aku mengerti apa maksud Kazuma mengatakan, "lagi2 kau berhasil mengambil milikku" kepada Han Bum... Ternyata yang dia maksud adalah ini...


Maafkan aku Kazuma...


"sekarang kau sudah tahu kebenarannya, jadi kuharap kau akan kembali kepada Kazuma... dia benar-benar kacau beberapa hari ini..."


setelah berkata begitu, Taiki pergi meninggalkanku.


Aku masih terduduk di bangku taman saking shocknya. Aku sangat amat bodoh dan aku adalah orang teregois se-dunia! Bagaimana aku bisa membuang Kazuma seperti itu? Kazuma... Maafkan aku!!


Saat ini aku ingin sekali memeluk Kazuma dan meminta maaf kepadanya. Aku ingin sekali mendengar maki-makiannya, aku ingin sekali melihat wajahnya.. Tapi ini sudah malam, jadi besok sajalah aku menemuinya. HIHIHIHI 


* * *


Hari  ini  pelajaran  terasa amaaaaaattttttttt laaaaamaaaaaaaaaaaaa......... 


padahal aku ingin sekali cepat-cepat bertemu Kazuma dan meminta maaf kepadanya.


Tapi disinilah aku, di toilet terkutuk untuk meluangkan masa2 hukumanku..


Aku tak percaya keinginanku untuk bertemu Kazuma terhalang oleh WC terkutuk ini! Ugh! Kenapa sih disini bisa begini kotor? Tak bisa apa guru itu lebih bersih sedikit!


Ukh!!!! Aku benci sekali! Siaaaalll!!!!


Akhirnya aku dan Emi selesai membersihkan WC, dan ini sudah pukul 5 sore.


Selalu saja begini, bagaimana kalau aku tidak sempat ke Rumah Sakit untuk bertemu Kazuma??


Jadi aku cepat-cepat meninggalkan Emi supaya aku bisa cepat-cepat ketemu Kazuma.


Saat aku keluar meninggalkan Emi, bisa kudengar suara Emi sedang memaki-maki aku karena meninggalkannya. Maafkan aku kawan, saat ini Kazuma lebih penting!


Aku berlari keluar, ukh sialan... gerbang depan ditutup! Mau tak mau aku harus lewat gerbang belakang...


Aku berlari ke gerbang belakang untuk keluar cepat-cepat, tapi kukurungkan niatku karena aku melihat Han Bum berada disana.


Apa yang dilakukan anak itu disitu?? Saat ini orang yang paling tidak ingin kutemui adalah dia, mendengar apa yang dilakukannya kepada Kazuma kemarin.


Aku ngumpet di belakang pohon berharap Han Bum tidak melihatku. Dan tiba-tiba punggungku ditepuk dari belakang.


"sedang apa kau disini? Bukannya kau mau cepat-cepat ketemu cintamu itu sampai meninggalkanku??" Tanya Emi.


"kau mengageti aku saja! Diam, aku sedang ngumpet!" bisikku

__ADS_1


"ngumpet? Ngumpet kenapa?"


"aku tak mau bertemu Han Bum!"


"kenapa begitu?"


karena tak ada pilihan lain, aku menceritakan semua kejadian kemarin kepada Emi.


Jadinya disinilah aku berdua dengan Emi, berjongkok di belakang pohon seperti maniak saja... 


"apa?! Bagaimana bisa orang secakep dia melakukan hal itu kepada Kazuma??!" bisik Emi kepadaku.


"mana kutahu! Anak  jaman sekarang kan memang seperti itu" jawabku.


Emi menjitakku dan berkata, "gaya bicaramu seperti kau bukan anak jaman sekarang saja!"


"kenapa kau harus menjitakku sih?! Kan sakit!" keluhku.


"terserah apa katamu... sekarang aku mau pulang saja, aku capek sekali hari ini. Dan aku tidak mau menemanimu berjongkok di balik pohon ini. Seperti orang gila saja.."


setelah berkata begitu Emi meninggalkanku.


Dasar teman tak setia kawan! Aku kan jadi sendirian disini!


Kulihat saat Emi berjalan melewati Han Bum di gerbang, Han Bum memanggilnya dan berbicara kepada Emi. Aku tak tahu apa yang dibicarakannya. Kemungkinan Han Bum menanyakan keberadaanku kepada Emi. Aku melihat Emi menggelengkan kepalanya kepada Han Bum, kemungkinan Emi berkata dia tak tahu aku berada di mana. setelah itu dia pergi meninggalkan Han Bum.


Sudah 1 jam berlalu, dan matahari sudah terbenam. Han Bum masih berada di sana.


Sebenarnya apa sih yang dia pikirkan dengan terus berada di sana?! Kapan dia akan pergi?! Aku harus cepat-cepat ke rumah sakit! 


1 setengah jam berlalu, dan Han Bum masih berada di situ. Oh ya ampun, apakah dia akan menunggu disitu sampai pagi?! Dan kemungkinan aku akan membusuk bersama pohon ini!


Lalu aku dapat ide, aku akan menaiki dinding!  MUAHAHAHAHA  dia pasti tak akan menyangka aku akan memanjat dinding! Biar saja dia menungguku disitu sampai pagi!  Muahahahahhaha 


Lalu aku memutar balik dan menuju ke samping gedung sekolah. Aku mengumpulkan tempat sampah dan kusandarkan di dinding sebagai tempatku berpijak untuk memanjat dinding.


Aku menginjak tempat sampah dan mulai memanjat dinding. Yeah, sukses! Tak kuduga manjat semudah ini...  HIHIHIHI.


Aku sudah berada di balik dinding, dan inilah kebodohanku.Aku tak bisa turun karena tak ada pijakan di balik dinding ini! Dan aku masih bergelantungan dengan kedua tanganku memegang puncak dinding dan kakiku menggantung di udara!


Oh ya ampun...  apa harus aku meloncat?


Yah, aku akan meloncat saja. Paling2 kakiku keseleo, dan yang paling parah adalah patah, tidak mungkinlah aku sampai mati karena loncat dari ketinggian ini.


Aku baru saja mau menjalankan niatku untuk meloncat, sampai ada suara yang menawariku bantuan.


"Butuh bantuan?" kata orang itu.


Aku melihat siapa pemilik suara itu, dan  HAHHHHHH??? Itu Han Bum! 


sia-sia sudah perjuanganku...  hiks..hiks..hiks 😭


Lalu Han Bum membantuku turun, dan aku berkata, "terima kasih!"


Lalu aku bersiap-siap lari sampai akhirnya Han Bum menangkap tanganku,


"Kenapa kau menghindariku?" tanyanya


"Lepaskan aku!" Teriakku


"Jawab dulu kenapa kau menghindariku."


"PLAAAKK!"


Tak kuduga aku sangat kencang menarik tanganku, sehingga tanganku terlepas dari genggaman Han Bum dan terbang ke wajahnya.


"aduh!" kata Han Bum sambil memegang pipinya dan dia berjongkok menahan sakit.


Aku yang sudah bersiap-siap meninggalkannya tapi tidak jadi karena melihat dia begitu kesakitan.


Aku menghembuskan napas, bagaimana dia bisa tahu bahwa aku paling tak tahan melihat orang terluka?? Lalu aku menghampiri Han Bum.


"Kamu tak apa-apa?" tanyaku


"Ukkhh sakit sekali..." Erangnya.


Dia melepaskan tangannya dari pipinya, dan kulihat ada darah! Ternyata saat aku tak sengaja menampar, kukuku mengenainya sehingga menghasilkan luka garis yang panjang.


"Maafkan aku... aku akan mengobatinya." Kataku sambil mengeluarkan kotak P3K miniku dari tas sekolahku.


"Aku tidak merebut Hyori dari Kazuma..." kata Han Bum tiba-tiba. Aku hanya terkejut dan melihat wajah Han Bum lekat-lekat.


"Aku tahu kau menghindariku karena pasti kemarin Taiki menceritakan tentangku kepadamu." Katanya lagi.


Aku tak menjawab dan mengalihkan perhatianku ke kotak P3K miniku.


"Aku tidak merebutnya... sungguh... aku tidak merebut Hyori darinya."


Aku tetap terdiam dan mengobati luka di pipinya.


"Saat itu Kazuma berpacaran dengan Hyori, dan saat itu aku datang ke Jepang untuk liburan. Dan Kazuma mengajakku berjalan-jalan keliling Jepang bersama geng-nya termasuk Hyori. Ternyata Hyori itu naksir padaku, berkali-kali dia menggodaku tapi aku selalu menolakanya. Dan saat itu aku sedang mabuk, dan Hyori menciumku dan bilang kepada semuanya bahwa dia pacaran denganku. Kazuma salah paham, dan dia membenciku semenjak saat itu. Dan aku tak dapat menjelaskan apa-apa kepada Kazuma dan teman-temannya yang sudah terlanjur marah kepadaku... aku benar-benar tidak merebutnya." Katanya.


Benarkah yang Han Bum katakan? Berarti semua ini salah paham...? Berarti selama ini Han Bum-lah yang menjadi korban...?


Aku menempelkan luka di pipi Han Bum dengan plester dan bermaksud meninggalkannya sampai Han Bum menangkap tanganku lagi.


"Aku benar-benar tidak merebutnya..." Kata Han Bum. Pandangan matanya benar-benar terluka.


Aku terdiam.


Lalu Han Bum mengambil tanganku dan menaruh tanganku di dadanya. Dan bisa kurasakan jantungnya berdetak amat kencang...


"Aku tidak merebut Hyori... aku bersungguh-sungguh akan hal itu... tapi bagaimana ini? Aku..... menyukaimu....."


* * *


Kazuma"s hidden story: behind the golden hair (cerita tersembunyi Kazuma: dibalik rambut emas)


Saat itu salju turun amat lebat sehingga seluruh jalanan tertutup oleh salju. Di malam yang dingin itu ada seorang anak laki-laki sedang berjalan di tengah-tengah hujan salju tanpa menggunakan payung ataupun jas hujan.


Jalannya lunglai seperti orang mabuk dan ada rokok di mulutnya, sepertinya dia habis minum-minum sampai dia semabuk itu. Padahal umurnya masih 14 tahun dan belum cukup umur untuk minum-minum ataupun merokok.


Dia sangat merindukan ayahnya yang saat ini sudah membangun bahtera rumah tangga baru dengan wanita lain yang beranak satu. "Apakah mungkin aku bisa bertemu dengan ayah lagi?" Pikirnya. Dan dia juga tak mungkin bermanja-manja dengan ibunya karena ibunya selalu sibuk bekerja dan tidak peduli dengan apa yang dilakukannya, apalagi perasaannya. Ibunya hanya tahu memberikan dia uang untuk memenuhi kebutuhannya, tak heran dia adalah anak yang bergelimang harta.


Walaupun semua hal yang ia mau dapat dibeli dengan uang yang diberikan ibunya, Di dalam hatinya seperti ada suatu yang kurang dan belum terpenuhi. Dia tak tahu apakah yang kurang itu, dia hanya tahu bahwa kekosongan itu tak dapat diisinya dengan segala harta yang ia punya.


Dia berjalan tak tentu arah, dan tak sengaja dia menabrak sekelompok anak SMA yang sedang berjalan dari arah berlainan.


"HAYO... minta maaf." Kata salah satu anak SMA itu.


"Jangan halangi jalanku." Jawab anak itu.

__ADS_1


"Kau masih SMP dan kami ini sudah SMA! Kau harus menghormati kakak kelasmu!" kata anak SMA itu sambil menarik kerah si anak.


"Tutup mulutmu brengsek!" kata anak itu sambil memukul wajah anak SMA yang menarik kerahnya itu.


Sekelompok anak SMA itu terkejut karena melihat temannya di pukul oleh anak itu. Lalu kelompok anak SMA itu menyergap si anak dari segala sisi dan memukulinya tanpa henti.


Anak itu terjatuh ke tanah dan mereka menginjak-injak anak itu sampai dia tak bergerak. Merasa puas, mereka meninggalkan anak itu tergeletak di jalan. Anak itu sudah benar-benar tidak berdaya, dan dia tak dapat meminta tolong kepada siapapun. Dia tergeletak disitu, sendirian tanpa ada yang peduli kepadanya.


Dia benar-benar merasa sendirian di dunia ini. Ayah dan ibunya meninggalkannya, dan dia tak punya teman yang benar-benar peduli kepadanya. Dia terus berpikir bahwa teman-temannya itu mendekati dia karena hartanya, karena itulah dia tak mau mendekatkan diri dengan mereka.


Dan akhirnya dia tak sadarkan diri.


"Tolong Aku... keluarkan aku dari kesendirian ini..." dia bergumam di sisa-sisa kesadarannya.


"Tidak apa-apa... Kamu tidak sendirian lagi... Aku ada disini bersamamu." Dia mendengar suara perempuan di sela-sela kesadarannya. Dan dia tak tahu suara gadis ini hanya dari bagian dari mimpinya atau bukan.


Anak itu membuka matanya dengan keadaan masih setengah sadar, dan dia mendapati dirinya sedang tertidur di pangkuan seorang gadis. Dia tahu dia sedang berada di bangku taman bersama gadis ini. Dia berusaha melihat wajah gadis ini, tapi pandangannya buram dan udara dingin memaksanya untuk menutup matanya lagi.


"Kamu tidak sendirian... Dan teman-temanmu juga memperhatikanmu, mereka tidak mendekatimu karena hartamu. Tapi mereka benar-benar sayang kepadamu. Dan ayahmu juga pasti merindukanmu walaupun dia sudah punya keluarga sendiri... Tak mungkin dia dapat melupakan anak seperti kamu. Ibumu-pun pasti menyayaingimu, aku yakin itu."


Kata-kata itu menenangkannya, kata-kata itu tulus keluar dari mulut gadis ini.


"Teman-temanku? Mereka mendekatiku bukan karena hartaku...?


"Mereka benar-benar menyayangimu. Kau harus membuka dirimu pada mereka, mereka itu bukan semata-mata mendekatimu karena hartamu. Sebentar lagi mereka datang, mereka semua datang kesini karena mendengar kau tergeletak di jalan... aku menelpon mereka dengan HPmu tadi.." "Orang tuaku... benarkah mereka menyayangiku...?"


"Tentu saja mereka menyayangimu! Hei, kau tahu? Kau mengingatkanku pada emas saat aku melihatmu pertama kali. Kau begitu bersinar dan semua orang menginginkanmu begitu melihatmu. Jadi, tidak mungkin orang tuamu tidak menginginkan anak yang begitu hebat dan bersinar seperti kau! Aku yakin itu"


"Kamu... suka emas...?"


"Hahaha, aku bukan suka emas... tapi aku suka sekali warna emas!" Tawa gadis itu


Anak itu berusaha membuka matanya, tapi ia tak sanggup. Dan dia mendengar gadis itu berbicara lagi, "tenanglah, aku disini bersamamu... Kau tidak sendirian lagi." Setelah mendengar kata-kata gadis itu, anak itu pingsan.


"Ma... Kazuma... bangunlah..." Ada suara orang yang membangkitkan kesadaran anak itu.


Akhirnya anak itu kembali sadar dan membuka matanya.


Saat ia membuka mata, ia mendapati dirinya masih tertidur di bangku taman itu.


"KAZUMA! AKHIRNYA KAMU BANGUN JUGA! KAMI SANGAT MENGKHAWATIRKANMU!"


Kata seseorang yang anak itu sadari adalah temannya yang bernama Yusuke.


Ternyata bukan hanya Yusuke saja yang berada di sana, tapi ada Taiki dan beberapa anak-anak lain.


wajah mereka terlihat benar-benar cemas, lalu dia mulai mengingat kata-kata gadis itu, " kamu tidak sendirian... dan teman-temanmu juga memperhatikanmu, mereka tidak mendekatimu karena hartamu. Tapi mereka benar-benar sayang kepadamu"


"Oh iya! Gadis itu!" anak itu mengangkat kepalanya untuk melihat wajah orang yang sedang menidurkannya di pangkuannya.


Dan ternyata gadis itu masih disana, gadis yang telah menyadarkan dia bahwa dia tidak sendiri di dunia ini, gadis yang menyadarkan dia bahwa anggapannya terhadap temannya selama ini salah masih ada disana. Dan dia masih tertidur di pangkuannya.


dia memfokuskan matanya untuk melihat siapa gadis yang telah menyelamatkannya dari kesendiriannya itu.dan itu dia, dia itu "Hyori" gadis tercantik di SMP Sakura yang sedang populer dibicarakan teman-temannya.


Hyori adalah wanita yang telah menopang kekosongan hatinya dan menyadarkannya kalau dia tidak sendirian di dunia ini, itulah dia! Hyori-lah bagian dari kekosongan di hati anak itu, anak itu menyadari bahwa yang dapat mengisi kekosongan hatinya adalah "cinta yang tulus" dan Hyori memberikan itu kepadanya. dan mulai saat itulah, anak itu mulai mencintai Hyori.


setelah itu Hyori menyerahkan anak itu kepada teman-temannya dan Hyori pulang karena ia merasa tak ada lagi yg bisa dilakukannya.


saat Kazuma melihat Hyori meninggalkannya, dia merasa hatinya seperti teriris2..


itulah pertama kalinya dia merasakan sakit saat ditinggal seorang gadis.


bahkan rasanya lebih sakit daripada saat ibunya meninggalkannya.


teman-teman anak itu memanggil Taksi dan membawa anak itu masuk untuk diantar ke rumah sakit, tapi anak itu menyuruh teman-temannya pulang saja karena dia ingin pulang beristirahat di rumah daripada harus ke rumah sakit.


dan teman-temannya menuruti perkataan anak itu dengan setengah hati.


saat di perjalanan, anak itu hanya termenung mengingat2 percakapannya dengan Hyori saat dia pingsan tadi.


dia termenung mengingat bagaimana bisa Hyori menenangkan hatinya dengan kata-katanya yang tulus itu. anak itu tersenyum.


"criingg"


ada sebuah benda jatuh dari dalam jaketnya. dia memungutnya dan melihat apa gerangan benda tersebut.


ternyata benda tersebut adalah kalung emas dengan bandul berbentuk dadu. setiap mata dadunya berhiaskan berlian imitasi yang begitu cantik.


kemungkinan kalung emas ini milik Hyori. tapi anak itu tak berniat untuk mengembalikannya, sebaliknya dia malah menyimpan kalung itu sebagai kenangan dari wanita pertama yang dia cintai .


* * *


Keesokkan harinya, anak itu meminta hair stylist milik ibunya untuk merubah warna rambutnya dari hitam menjadi emas.


dan semua itu dia lakukan untuk menarik perhatian Hyori yang sangat menyukai warna emas. siapa tahu saat dia merubah warna rambutnya dengan warna kesukaan Hyori, Hyori akan menginginkannya.


keadaan anak itu belum baik betul, tapi dia langsung pergi ke SMP Sakura begitu dia sudah merubah warna rambutnya.


dia tak sabar untuk bertemu Hyori, dia ingin sekali bertemu Hyori dan menyatakan perasaannya.


dia sampai di SMP Sakura. dia menunggu Hyori di gerbang karena itu sudah jam pulang sekolah.


jantungnya berdebar amat kencang seiring penantiannya.


akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, dan semua anak mulai berhamburan keluar.


mata anak itu mencari-cari keberadaan Hyori.


dan itu dia! Hyori amat mudah ditemukan karena dia amat cantik tak seperti orang kebanyakan.


anak itu berteriak, "HYORIII!" lalu dia berlari ke arahnya.


Hyori mencari-cari darimana asalnya suara yang memanggil namanya itu, dan ia menemukan pemilik suara itu. pemilik suara itu adalah anak laki-laki tampan berambut emas mencolok yang sedang berlari ke arahnya.


"siapa cowok berambut emas itu? keren sekali dia"


"iya! ya ampun! dia keren sekali" semua gadis berbisik2 seiring anak itu berlari ke arah Hyori.


tapi anak itu mengacuhkan semua itu, yang ada di pikirannya pada saat itu cuma Hyori.


anak itu berhenti di hadapan Hyori, dan Hyori berkata kepada anak itu, "rambutmu berwarna emas... aku suka sekali..."


anak itu amat senang mendengar hal itu. dan lagi, perasaannya sudah tak terbendung lagi melihat Hyori yang tersenyum di hadapannya.


"kau... kau mau jadi pacarku...?" tanya anak itu kepada Hyori.


wajah Hyori memerah, dan tak bisa diungkiri Hyori amat senang mendengar pernyataan anak berambut emas itu kepadanya.


semua gadis yang menonton pernyataan anak itu kepada Hyori mulai berbisik heboh, lalu Hyori berkata,


"tentu.... tentu saja aku mau jadi pacarmu."

__ADS_1


__ADS_2