Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
hyori


__ADS_3

Hari ini aku terbangun dan berharap semua hanya mimpi... Kejadian kemarin terus berputar-putar di kepalaku sampai aku hampir gila... 


Tadi malam  handphone ku berdering terus. Begitu kuangkat orang disebrang berkata, "Hei Cewek Mesum!  Benar ini nomor telepon genggammu?!"  Suaranya asing, jadi kututup saja.


Setelah itu Hp-ku  berdering lagi, "MAU MATI ?!  KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI MEMUTUS TELPON DARIKU ?!" 


Dan akhirnya aku tahu, dia itu "K.A.Z.U.M.A".  Reflek, kututup telponnya. 


Dan setelah itu dia meneleponku  berkali-kali. Ah bukan, maksudku BERPULUH-PULUH kali! Tetapi tak satupun yang kuangkat lantaran takut. 


Telepon darinya baru berakhir setelah jam 3 subuh. Sudah kuduga, dia itu psikopat  sinting tak ada kerjaan. Dan akhirnya aku bisa tertidur setelah itu. Dengan mimpi buruk tentunya... 


Kembali ke realita. Aku sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah tetapi kupikir aku akan cabut saja ke game center terdekat. Habis, bisa mati aku bila ketemu Kazuma hari ini! Memikirkannya saja aku sudah merinding...  hiiii... 


Yah baiklah! Bolos adalah pilihanku hari ini!  Ha ha ha ha  (dan tolong jangan anggap aku penakut, kalian semua pasti akan mengambil keputusan yang sama bila menjadi aku kan)?


"Aku pergi!"  Teriakku.


Aku berjalan menuju game center dekat rumahku. Sialnya, game center yang biasanya buka 24 jam itu  tutup hari ini. AAARRGGH !!  Apa tak bisa aku lebih sial dari ini?!


Mau tak mau, aku menuju sekolah.


Sesampainya di sekolah,  semua anak berbisik-bisik sambil melihat ke arahku. 


Mereka pikir aku penyakitan atau apa?  Ingin rasanya mencungkil mata mereka dan kubuat jadi pin bowling. 


"Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong"


Bel tanda pelajaran dimulai berbunyi. Dan begitu aku duduk, Emi bertanya ,"kemarin teman Kazuma meminta nomor teleponmu, Apa yang dilakukannya?"


"Jadi kau yang beri dia nomor telepon ku?! Di menelponku dari malam  sampai subuh sepert orang sinting!" Bisikku kepada Emi.


"Habis... Yusuke imut sekali..." 


"Yusuke? Yang seperti monyet itu?" 


"Terserah apa katamu, yang penting  dia imut menurutku."


* ** *


Pelajaran saat itu berjalan  sangaAAAaaatTTtt....  lama dan membosankan... 


Ditambah lagi perutku lapar dan aku mengantuk  karena si sinting itu membuatku tidur hanya 3 jam semalam...


"Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong"


Bel istirahat berbunyi...


"Akhirnya...!"  Pikirku lega, akhirnya aku bisa makan juga...  hihihihi 


Aku akan cepat-cepat ke kantin agar kebagian roti mi goreng...


"BRAKKKK...!!!" 


Pintu kelasku terbuka dengan sangat kencang. Siapapun itu orangnya, dia pasti  kelainan jiwa  dan tak punya pintu di rumah. Sehingga dia tak bisa membuka pintu dengan baik dan benar.


Betul saja perkiraanku, itu Kazuma... dia masuk dengan Taiki dan Yusuke, beserta segerombolan anak laki-laki dari berbagai kelas. Kenapa sih, kemana dia pergi pasti ada pengikutnya? Yang lain sih aku bodo amat, tapi kenapa Taiki ikut-ikutan dia juga??!!  OH TIDAAAKKKKK... 


Dia masuk ke kelasku, menarik lengan  gadis malang di urutan meja paling depan (kelihatannya gadis itu sih senang saja dipegang Kazuma") dan berteriak,  "hei mesum!  Kenapa kau tak mengangkat teleponku semalam?!" Teriaknya.


Baru kemarin dia bilang akan tanggung jawab kepadaku, sekarang saja dia bahkan  keliru mengenaliku  dengan orang lain. Entah dimana ingatannya itu berada..." 


"Hei Kazu...  hei.." kata Yusuke

__ADS_1


"APA?!  Jangan ganggu aku!"


"Kamu salah orang!  Yang kamu cari bukan dia. Tapi yang itu tuh" Kata Yusuke sambil menunjuk ke arahku. Saat dia menunjuk ke arahku,  ingin sekali kujambak rambutnya sampai copot ke akar-akarnya. 


"OH..?" Akhirnya dia melepaskan lengan gadis itu dan menuju ke arahku.


" Hei cewek mesum!  Kenapa kau tak angkat teleponku semalam?!"  Teriaknya kepadaku


"Kenapa sih harus teriak-teriak?!  Dan namaku bukan "cewek mesum"!  Namaku Asuka! Fujimoto Asuka!"


"Jangan menjawabku begitu! Mau mati?!"


"Kenapa sih bilang mati-mati terus?!" :>


"Kalau tak mau mati lebih baik kau jangan menjawabku!!  Hei, nanti pulang sekolah ikut aku pergi"


"Kemana?" :>


"Terserah aku. Kalau tak mau mati jangan berani-beraninya kau pulang."


Setelah itu kazuma beserta pengikutnya pergi. Meninggalkanku yang hampir sinting ini tanpa keterangan mau kemana, dengan siapa, untuk apa... AARGGGHHH!!!  BISA GILA! 


Jangan bilang dia serius ingin bertanggung jawab atau apalah itu namanya dan membuatku jadi pacarnya?!  Oh Dewa...


Sepulang Sekolah


Disini aku berdiri, tak berani bergerak, tak berani melangkah sedikitpun untuk pulang...


AAAAKHH!!!  Kenapa aku jadi penakut begini sekarang?!  Masa aku kalah sama si bule psikopat itu?!  Aduh migrain!  Makin memikirkannya makin sakit kepalaku! 


Tapi aku tak mau sendiri menjalani siksaan ini... 


Akhirnya aku menarik Emi (dengan paksa tentunya) untuk menemaniku pergi bersama Kazuma dan kawan-kawan.  HIHIHIHI, itulah gunanya teman...!!! yeaaahhh!!! 


"Please Asuka... biarkan aku pulang...  aku takut.." Kata Emi, dari suaranya aku tahu benar dia benar-benar ketakutan. Tapi apapun yang terjadi dia tak boleh meninggalkan aku di sarang penyamun itu. Jadi, dia harus menemaniku apapun keadaannya.


"BROOOM... BROOOM... CIIITTTTTT!!"


Motor merah berhenti di depanku, diikuti beberapa motor lain di belakangnya. Tapi tak bisa kulihat siapa pengendaranya. Dia memakai helm yang berkaca film gelap.


"CEPAT NAIK!" 


 WUAAAHHHHH...  itu Kazuma! Tak kuduga dia punya motor sekeren ini...!! Oh Dewa... bukan seperti motor biasa, tapi ini motor balap yang harganya puluhan juta yen... dan dia menyuruhku untuk naik?! Memegang bodi motor ini saja aku gemetar... 


"CEPAT.NAIK!"  teriaknya.


"Tidak! Aku tidak mau naik!"  Aku pasti sudah gila saat menjawab tak mau naik. Motor ini keren sekaliiii!  Ingin sekali aku berteriak "AKU AKAN NAIK! PASTI NAIK!"  Tapi kutahan dalam-dalam keinginanku itu.


"Apa...? Mau mati?" 


"Mati-mati lagi...  aku tak akan naik sebelum temanku Emi juga ikut pergi dengan kita"


Bisa kulihat Emi gemetaran  saat kusebut namanya.


"Merepotkan... hHHHhh... hei Taiki! Bonceng cewek itu!" 


Taiki?! Emi dibonceng Taiki?!  Betapa beruntungnya dia!


"AKU! AKU. SAJA YANG MEMBONCENGNYA! AKU AKU AKU!" Teriak seseorang yang kutahu itu pasti Yusuke. Huh... pasti Emi senang sekali... 


Yah tak apalah, yang penting dia tak dibonceng Taiki-ku... HHIHIHIHIHIHIHI  "cepat naik!  Sebelum kutarik kau!"  Teriak Kazuma kepadaku.


"IYA! IYA... SABAAARR" 

__ADS_1


Cowok ini benar-benar tak ada sopan santun,  dan perkataannya kasar sekali... ckckckck 


Akhirnya aku naik ke  motor super "wow"nya itu. Tapi ada satu hal yang membuatku bingung.  "eHEMm... aku harus pegangan dimana..?" Motor bagus ini sama sekali tak punya pegangan di bagian belakangnya. Motor mahal macam apa yang membahayakan pengendaranya? 


"Dimana saja, asal jangan coba-coba kau peluk aku dari belakang"


Akhirnya kuputuskan untuk berpegangan dengan jaket  yang digunakan Kazuma. Dan, tentu saja dia mengendarainya dengan kecepatan yang bisa membuat umurku berkurang 7 tahun. 


Di perjalanan,  aku hanya menutup mataku rapat-rapat. 


Dan tak kusangka akhirnya kita sudah sampai di tujuan. Saat menginjak tanah, yang pertama kali kupikirkan adalah,  "Terima kasih Dewa, Kau masih membiarkanku hidup." 


Nama tempatnya adalah "cafe X2X"... Nama yang aneh, tapi design interiornya elegan dengan cat hitam-putih yang membuatku berpikir "tempat ini pasti mahal."


"Ayo masuk" ajak Kazuma. Aku dan Emi, beserta pengikut-ikut Kazuma masuk kedalam.


Wuah, disini penuh dengan anak-anak seumuranku dari berbagai sekolah. Tapi mereka semua rata-rata merokok dan sedang minum-minuman keras. Dan aku benci sekali dengan rokok dan minuman keras. Ingin rasanya pulang, hanya saja ketakutanku akan Kazuma mengalahkan keinginanku untuk pulang.


"Duduk disini" kata Kazuma, menyuruhku duduk persis di sebelahnya.


Semua gadis yang berada di sini melirik iri terhadapku.  MUAHAHAHAHA  Asik juga nih punya pacar yang bisa bikin iri seperti ini... HIHIHIHIHIHIHI 


Dan Emi kelihatannya sudah mulai menikmati keberadaannya disini karena Yusuke.


"Kazuma-senpaiiii (senpai\=kakak kelas) apa kabar?? Hyori kangenn"


Kata seorang gadis yang akhirnya kutahu bernama "Hyori" Kepada Kazuma. Kazuma mengacuhkannya dan melirik jijik sekali kepadanya. Entah kenapa Kazuma melakukan itu, padahal Hyori amat cantik seperti boneka. Kulitnya mulus, rambutnya hitam panjang terurai, dan bulu matanya terlihat amat lentik.


"Jangan dekat-dekat aku.  Kamu bau" kata Kazuma. Aku hanya tertawa dalam hati mendengarnya...  HHIHIHIHIHIHIHI 


"Hyori tidak  bau senpaaaii ~ senpai, ini pacar barumu?"


"Bukan urusanmu. Enyah."


"Dia memang cukup cantik, tapi dadanya rata dan berjerawat...  uhuk uhuk , hoek"


Hei hei hei, aku tahu dadaku rata dan aku punya jerawat. Lalu kenapa? Jerawatku tak sebanyak itu sampai dia bilang aku BERJERAWAT..! "Senpai pasti malu ya saat bersama dia?"


Ingin sekali kusobek mulut anak ini dan kujahit mulutnya rapat-rapat dengan cinta disetiap jahitannya. Sekali lagi dia bicara seperti itu akan benar-benar kusobek mulutnya!


"Malu? Tentu saja" Jawab Kazuma.


Aku masih bisa tahan bila diledek oleh Hyori. Tapi Kazuma? Dia yang mengajakku kemari dengan paksa dan dia malu terhadapku?!


"BRAAKK!"


Aku berdiri sambil memukul meja sekencang-kencangnya.  Semua yang berada di kafe ini berhenti dari kegiatannya dan melihat kearahku. Aku sudah tak peduli orang mau berpikir aku seperti apa. Yang pasti aku benar-benar marah pada Kazuma saat itu yang tak melindungiku (bukan berarti aku berharap dia melindungiku) malah malu terhadapku! "Apa-apaan kau?! Tak bisa kau jaga mulutmu hah gadis binal?!" Teriakku sambil menunjuk ke arah Hyori aku beralih pada Kazuma," dan kamu bule sialan! Berani-beraninya kamu mengajakku kemari hanya untuk dipermalukan!  Apa sih maumu?! Belum puas menyiksaku?!  Aku benci kau! Lebih benci dari aku membenci kecoa! Lebih benci dari aku membenci nyamuk! Lebih benci dari aku membenci apapun! Benci benci benci!!!!!" 


Setelah berkata begitu,aku berlari keluar dari kafe. Bisa kudengar teriakan Emi memanggil namaku. Tapi tak kuhiraukan dan aku terus berlari. Aku tak tahu aku berlari kemana, yang kutahu aku marah sekali sampai-sampai aku menangis dibuatnya.


"BRUK!" 


Aku terjatuh. Bisa kulihat lututku berdarah parah juga. Disitu aku menangis  dan akhirnya kusadari aku tak tahu dimana aku berada, dan ini sudah malam.


Ada 4 anak berseragam SMA yang berjalan ke arahku dan berkata, "kenapa menangis...?  Sini main saja sama kami biar kamu senang.."


HAHHHHHH???!!!  APA LAGI INI?! TAK BISA AKU LEBIH SIAL DARI INI?! 


"Ayooo... main sama kitaaa..."


Di otakku terbayang sampul koran harian untuk besok ,"SISWI SMU DITEMUKAN MENINGGAL DI PINGGIR JALAN"


Oh  tidak...  tidak... aku tak mau jadi begitu...  Cuma satu yang kupikirkan dan akhirnya kuteriakkan;

__ADS_1


"KAZUMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!" 


. . . Bersambung ke 3


__ADS_2