Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
keluhan emi


__ADS_3

aku ingin menangis, ingin menangis sekeras2nya, kalau saja air mata ini tak mengering, pasti aku sudah melakukannya..


Asuka... kamu bodoh... kamu adalah pacar terburuk di dunia...


seharusnya kau lebih mempercayai Kazuma... apa kau tak ingat masa2 yang kau jalani bersama Kazuma? tak mungkin bukan, dia pacaran denganmu sedangkan dia menyukai wanita lain...?


aduh, mikir apa sih aku ini? kalau berpikir seperti ini, malah memojokkan diriku sendiri! aku malah tambah stress kalau begini.seharusnya aku lebih mempercayai Kazuma. selama ini aku telah menolak untuk mempercayainya dan membuatnya terluka berulang kali, tetapi kenapa aku malah melakukannya lagi? aku juga sudah terus mengatakan kepada diriku agar mempercayainya, tetapi mengapa diriku menolak untuk percaya? apakah sesungguhnya aku menjadi penghalang Kazuma dan Hyori...?


*NYUUT* dengan menyebutkan nama Hyori saja, hatiku sudah senyeri ini... aku tak mau Kazuma kembali kepadanya, aku ingin menahan Kazuma disisiku... tapi apakah aku boleh menjadi begini egois? oh ya ampun Asuka, berhenti memikirkannya!!


dari tadi aku hanya menatap layar televisi tanpa satu acara-pun yang dapat masuk ke otakku. walaupun aku terlihat sedang menonton, tapi pikiranku tetap fokus kepada Kazuma. kenapa aku jadi stress begini sih cuma gara-gara mimpi?! bodoh! bodoh!


"ngapain kamu mukulin diri sendiri? seperti idiot saja..." komentar Kazuma, heran melihat tingkahku.


"Kazuma?! mengagetkan saja, kamu sudah bangun?!" tanyaku kaget.


"tentu saja, kau pikir jam berapa sekarang?"


heuk! sudah jam setengah sepuluh?! berarti semalaman aku tidak tidur?! tak bisa kupercaya aku jadi se-sinting ini!


"kamu yang merawatku semalam?" tanya Kazuma lagi.


"eh? uh, i- iya"


Kazuma tersenyum kecil, "oh.... hem, te- terima kasih untuk kemarin..."


wajah apa itu?! Kazuma bisa juga malu2?! hahaha! wajahnya culun sekali kalau malu2 begitu! dan lagi dia berterimakasih padaku, jarang2 ini terjadi!


"hahaha, hei..." baru saja aku bermaksud meledeknya, tapi tiba-tiba rasa nyeri melanda hatiku lagi. begitu nyeri dan pedih sampai sulit bernafas.


"hm?" tanya Kazuma.


aku memalingkan wajahku, "eh... ti- tidak apa-apa..."


"..? kenapa kamu? aneh sekali, seperti idiot saja.."


sakit... terlalu sakit... aku harus pergi dari sini... hatiku sakit sekali melihat Kazuma... aku tak tahan lagi..


"a- aku pulang dulu.."


"heh? kau pulang secepat ini..?"


"i- iya..." kataku sambil mengambil tas-ku bersiap untuk pergi.


Kazuma menangkap tanganku, " hei, kau aneh sekali. ada apa sih? setidaknya sarapan dulu disini."


"eh- uhm, a- aku... i- ibuku mencariku, di- dia butuh pertolonganku karena kepala adikku nyangkut di pintu." kataku. aduh, bodohnya aku... spontan aku jawab seperti itu... mana mungkin Kazuma percaya!


"oh... baiklah..." dia percaya...


"a- aku pulang!"kataku langsung berlari keluar.


"eh- tunggu dulu, hei!" sebelum Kazuma dapat menangkapku lagi, aku menutup pintu tepat di depan wajahnya.


aku berlari pergi dari apartemen Kazuma. aku harus terus pergi, jangan sampai Kazuma mengejarku. jangan sampai dia menyadari ketidak percayaanku akannya. karena hanya satu cara yang bisa membuatnya tetap disisiku untuk menuruti segala keegoisanku, itu adalah "membohongi diriku dan dirinya"


( Keluhan Emi )


.


beberapa hari ini, sahabatku "Asuka" aneeehh sekali. dia yang biasanya di kelas kerjaannya makan atau tidur, sekarang malah bengong. dia yang biasanya cerewet, sekarang jadi agak pendiam. tidak cuma itu saja, kalau diajak ngomong, dia juga gak nyambung dan seperti tidak menyimak.


aku jadi bingung. sepertinya dia sedang ada masalah deh, tapi setiap kali aku tanya, pasti jawabannya "tidak ada apa-apa kok" atau "eh? memangnya aku kenapa?." dia itu kenapaaa sihhhh?!!!!!!!


"hei Asuka! kamu kenapa sih?! seperti orang stress aja! kenapa sih?! cerita doongg!!!"


"uh, eh? memangnya aku kenapa?" tanya Asuka bingung. tuh kan... benar apa kataku, dia pasti jawab begitu. iih!! aku kesal!! kenapa sih dia tak mau cerita?! aku ini sahabatnya bukan sih?!! Yusukeee!!!! sekarang aku cuma punya kamu!! Asuka menyebalkann!!!


"hhhh... ya sudahlah, aku menyerah. nanti pulang sekolah, aku dan Yusuke mau pergi dengan Kazuma dan yang lainnya. Kazuma bilang, kamu harus ikut."


"..." Asuka diam saja, matanya fokus memandangi lantai seperti tidak menyimak perkataanku.


"hei Asuka..."


"........."


"Asuka!!"


"eh?! apa apa?! ih, kenapa harus teriak-teriak sih?!"


bisa-bisanya Asuka berkata begitu! kenapa sih dia tidak menyimakku dari tadi?!


"gak tau ah! aku kesal!" kataku pergi keluar kelas meninggalkan Asuka. aku hampir menangis dibuatnya. bukan karena Asuka meneriakiku, tapi aku merasa tidak dianggap. dia sama sekali tidak bicara apa-apa padaku, padahal aku tahu sesuatu terjadi sama dia. apakah selama ini cuma aku yang menganggapnya sahabatku?!


aku berlari ke kelas Yusuke dan membuka pintunya keras2, "Yusuke!" teriakku tak peduli pada orang-orang yang mulai melihat ke arahku.


"Emi-chan!?! sinii! siniii!" Yusuke memanggilku dengan senyum khas-nya. sungguh, melihat Yusuke tersenyum begitu, hatiku jadi tenang! aku beruntung punya pacar seperti Yusuke! YUSUKE,  AI LAV YUUU!!!!!


"huhuuu....!  Yusukeee!!" kataku berlari ke tempat duduknya.


"nah, ayo duduk, ayo duduk." kata Yusuke sambil menarikkan bangku untukku di sebelah mejanya.


"eh? ternyata ada Kazuma dan Taiki? halo selamat siang.." sapaku sambil menundukkan kepalaku.


"selamat siang Kikkawa-san." balas Taiki. si makhluk planet Kazuma, diam saja sambil merokok, melihat ke arahku saja tidak. huh! dasar cowok dingin! tapi aku sudah biasa sih... "hei, memangnya boleh merokok di kelas??" tanyaku ke si kepala emas. Kazuma diam saja, tidak menjawab pertanyaanku. melainkan, dia melirik ke arahku dengan pandangan penuh tanya, dan menaikkan sebelah alisnya. ukh!! aku benci sekali setiap kali dia melakukan itu!! rasanya aku seperti orang ter-bego sedunia dengan menanyakan pertanyaan itu! aku lebih pilih dia mengataiku langsung deh, daripada dia melakukan itu!!


"cuekin aja si Kazu-chan, dia kan memang begitu... oh iya Emi-chan, jangan lupa lho nanti kita pergi!! tunggu aku ya! sepertinya pak guru akan menahanku sebentar karena aku makan di kelas... hiks" kata Yusuke. uuhh Yusukee!!! kamu kasihan sekali  hhuhu!!!!!


"tentu saja akan kutunggu Yusuke!!"


"KYAAA Emi-chann!!!" teriak Yusuke senang mendengar jawabanku sambil merentangkan kedua tangannya.


"KYAAA Yusukeee!!!" teriakku, sambil menyambut tangan Yusuke.


 "pasangan bego."  komentar Kazuma. huh, aku tahu sebenarnya dia sirik melihat kami yang begitu mesra!!

__ADS_1


"nanti Fujimoto ikut pergi?" tanya Taiki.


"hem??? oh, Asuka? aku tidak tahu"


"kenapa bisa kau bisa tidak tahu?! bukannya aku sudah suruh kau tanyain dia!?!" teriak Kazuma sambil menggebrak meja. ih!! dasar diktator!! masih untung Asuka masih bertahan jadi pacarmu sampai hari ini! Asuka memang hebat, bisa pacaran sama cowok se-pemarah ini!!!


"Kazu-chan!! jangan membentak Emi seperti itu!!" oh Yusuke!!! kau memang penyelamatku!!! dengar tuh dasar yankee!! kusumpahi saat tua kepalamu botak!


"aah brisik! kenapa kau tidak tanyai si "ingus" itu mau ikut atau tidak?!" teriak Kazuma lagi.


"sudah kutanyain kok, tapi dia tidak menyimakku... aku kesal, jadinya aku tinggal saja." jawabku.


"apa sih maksudmu tidak menyimak!?! makanya kalau mengajak orang yang benar!"


aku mengumpat di balik punggung Yusuke, "huhuhu!  Yusukee!! aku takut!"


"Kazu-chan!!!" tegur Yusuke.


"cih!" Kazuma mendengus.


"hmm... tidak menyimakmu ya? Fujimoto belakangan ini aneh..." kata Taiki.


oh syukurlah... akhirnya ada juga yang mengerti maksudku...


"iya! iya! dia aneh sekali belakangan ini!!" teriakku setuju.


Kazuma mengangkat sebelah alisnya lagi, ".......?"


"iya! aku juga merasakannya kok! Asuka-chan jadi aneh sekali! masa dia tidak marah saat kukatai "perempuan berdada papan!!!" sambung Yusuke.


"kamu tidak merasa aneh Kazuma?" tanya Taiki.


"aneh ya...? hmm...", pikir Kazuma.


"iya, belakangan ini dia tidak membalasmu atau protes kepadamu setiap kali kau menyuruh2nya." "itu yang kau maksud aneh...? bukannya itu cuma karena dia sudah mulai merasakan aura-ku? ya, itu jawabannya!! bagus kan?! dia sudah mulai menurutiku dan tak banyak tanya lagi! itu perubahan yang baik!" kata Kazuma sambil membuang rokoknya keluar jendela saking semangatnya.


aura pantatku! sungguh, baru kali ini aku bertemu orang se-bolot laki-laki ini!! Asukaaa!!! malang nian nasibmuuu!!!!!  (yang baca ngakak..)


"tidak2, bukan itu maksudku... hhh..." sepertinya Taiki sudah menyerah untuk menjelaskan kepada Kazuma lebih lanjut.


ih! membuatku kesal! kenapa sih dia bolot sekali!?! "bukan itu saja!! belakangan ini, Asuka sering bengong! walaupun dia berada disini, tapi rohnya seperti di tempat lain! dia juga suka ga menyimak dan gak nyambung setiap kali diajak ngomong!" teriakku tak sabar "....? jadi... roh-nya dimana?" tanya Kazuma dengan mimik muka serius. dia sungguh bertanya begitu padaku?! otaknya ada dimana sih?! aaah!! Yusukeee!!! aku tak tahan lagi!!! huhuhu, AsukaAAAAAA!!!!!


"Jadi... selama ini Asuka-chan tidak punya roh?!" tanya Yusuke.


AAAAHH YA AMPUNNN!! YUSUKEEE!! INI DAMPAK KAU TERLALU BANYAK BERKUMPUL DENGAN KAZUMAAA!!! AAAH!!! 


* * *


Pulang Sekolah


"Kamu ikut kan?" tanyaku kepada Asuka sambil memasukkan buku2ku ke dalam tas.


"eh, huh? ikut kemana?"


"hhh... dari tadi"kan aku sudah bilang. Kazuma cs ngajak kita pergi hari ini... mau ke cafe X2X, setelah itu ke game center deh kayakanya... aku juga kurang tahu." ini kali ke 3 aku membicarakan tempat tujuan kami ke Asuka, semoga saja kali ini dia menyimakku..


"hei ingus!" teriak Kazuma sambil membuka pintu kelas sekencang2nya dan berjalan ke arah kami. tadi Asuka mau ngomong apa ya? sepertinya dia baru saja mau menolak, tapi sudah keburu dipotong oleh Kazuma.


"eh...? i- iya ada apa?" tanya Asuka gugup kepada Kazuma. ini benar-benar aneh... kenapa Asuka tidak marah, padahal dia dipanggil "ingus." dan lagi, sepertinya Asuka menghindari kontak mata dengan Kazuma. Asuka terus-terusan melihat ke samping atau pura2 sibuk membereskan buku. pasti dia sedang ada masalah sama Kazuma, aku yakin itu!


"nanti kau harus ikut kami pergi!" teriak Kazuma dengan gaya arogannya.


"eh, ehm... tapi..." jawab Asuka ragu, masih tetap mengalihkan matanya dari Kazuma.


"tidak ada tapi2an! itu sudah jelas, kau harus.ikut!"


"eh, ya... ba- baiklah..."


mendengar Asuka menyetujui perintah Kazuma, Kazuma melirikku dan memberikan senyum puas seakan dia berkata, "bagaimana..? benar"kan dia nurut kepadaku sekarang..?" dasar cowok super bego! masa sih dia gak sadar akan keanehan Asuka!!!! malah bangga lagi!!! iiih!!! 


setelah itu, kami berjalan menuju halaman belakang sekolah dimana yang lainnya menunggu kami. disana ada Yusuke, Taiki, dan beberapa teman Kazuma yang kukenali wajahnya. begitu melihat Yusuke, rasanya aku hidup kembali. kekhawatiranku rasanya hilang begitu saja. pasti ini yang namanya kekuatan cinta!!! KYAAAA!!! 


"YUSUKEEE!!!" teriakku sambil berlari ke arah Yusuke.


"Emi-chaaan!!!" teriak Yusuke sambil melambai kepadaku.


"jadi, kita mau kemana?" tanyaku semangat.


"kita mau nonton film!! asikk!!" jawab Yusuke.


"lho? tidak jadi ke cafe?"


"uhm, tidak. tiba-tiba saja, mood Kazuma berubah. dia ingin nonton film."


"huh?? kenapa kita harus menuruti kemauan Kazuma??" bisikku, takut kedengaran Kazuma yang sedang sibuk ngobrol di belakangku.


"tidak tahu ya... habis, Kazuma tahu tempat yang asik2. lagipula dia yang bayar."


"apa? dia yang bayar? semua anak yang ikut hari ini?"


"iya dia yang bayar. hahaha, ini mah belum seberapa... dengan uangnya, Kazuma bisa saja mentraktir 1 sekolah." apa sebenarnya pekerjaan orangtuanya itu...? pasti Yakuza, aku yakin sekali.


"semuanya, ayo berangkat! jangan diam disini saja! gerah tau!!" teriak Kazuma.


Kazuma berjalan diikuti dengan Asuka baru kami semua. Asuka memang berjalan mengikuti Kazuma, tapi dia hanya memandangi tanah, dan sepertinya dia sedang berpikir keras. sedangkan Kazuma? dia masih tetap menyunggingkan senyum kepuasan karena telah membuat Asuka menjadi penurut...  aku sungguh ingin tahu apa isi otak Kazuma, bisa-bisanya dia sebolot itu... untung saja aku tidak punya pacar seperti dia!! Yusukeee!!!! cuma kau yang kucintaiii!!!!!


tiba-tiba, langkah Asuka berhenti. dia menarik ujung baju Kazuma dan berkata, " Kazuma, maaf aku tidak bisa ikut..." setelah itu dia berlari meninggalkan kami.


kami semua hanya terbengong2 melihat tingkah Asuka dan hanya memandangi sosoknya yang berlari menjauh. tak lama setelah itu, Kazuma berkata, " hei kalian......"


pandangan kami semua beralih ke Kazuma, "Asuka aneh......" komentar Kazuma heran. ????????!!!! baru sekarang dia sadar?!!!


"kami "kan sudah bilang kalau dia aneh!!!" teriakku dan Taiki serentak.


"kenapa aku bisa baru sadar ya..?" Kazuma bertanya2. aku ingin sekali berteriak padanya, "KARENA KAMU BODOH!!" tapi tidak kulakukan lantaran takut. tapi ini benar-benar aneh... aku yakin sekali dia sedang ada masalah!

__ADS_1


"aku akan mengejarnya."kataku.


"mengejar Asuka? aku juga ikut!" kata Kazuma.


"aku juga ikut!! aku!! aku!!" teriak Yusuke ikut-ikutan sambil mengacungkan jarinya ke udara.


"tidak, jangan. biar aku sendiri saja!" kataku. kalau mereka ber 2 ikut, pasti Asuka malah tambah kacau.


"tidak bisa! mana mungkin kubiarkan Emi-chan sendiri!!" Teriak Yusuke. huhuhu Yusuke... sungguh aku terharu! tapi kamu tidak bisa ikut!!


"tidak mau! seharusnya aku yang mengejarnya!!" kata Kazuma bersiap-siap lari mengejar, tetapi Taiki keburu mengunci tubuh Kazuma dari belakang.


"hei- apa-apaan kau..." protes Kazuma.


"terkadang, masalah wanita, hanya wanitalah yang bisa menyelesaikannya. ini bukan saatnya kita, kaum pria, untuk ikut campur." kata Taiki kepada Kazuma.


wuah... Taiki memang keren... dia memang yang paling mengerti cewek! dan lagi, kata-katanya sungguh bijaksana!! tak heran, dulu Asuka naksir padanya!! KYAAAAA!! TAIKI MEMANG PALING TOP!! KYAAAA! oh tidak, bagiku Yusuke tetap nomor 1!!! maafkan aku Yusuke!! itu cuma pikiran sesaat kok!!!


"apa katamu?! siapa juga yang peduli!! hei- hei!! lepaskan aku!!!" berontak Kazuma.


"Kikkawa, cepat kejar Asuka!! Yusuke dan yang lainnya, cepat bantu aku menahan Kazuma!!" perintah Taiki. saat itu juga, semua orang membantu Taiki menahan Kazuma.


aku mengangguk dan berlari menuruti perintah Taiki. saat sebelumnya aku mendengar Yusuke berteriak, "pergilah kejar Asuka-chan, Emi-chan!!! berjuang!!!"


"hei-apa-apaan kalian?! kalau tidak mau mati, cepat lepaskan aku!! hei!" protes Kazuma, sampai akhirnya dia dilempar paksa ke dalam taksi.


* * *


Emi...


Aku menekan bel rumah Asuka. semoga saja dia berada di rumah, aku benar-benar harus mencari tahu apa masalahnya sampai dia uring-uring2an beberapa hari ini!


"Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong"


Jariku memencet bel berkali-kali karena tidak sabar.


"Iya... siapa..?" kata Asuka lesu, sambil membuka pintu.


Kenapa sih dia?! kalau Asuka yang biasa, dia pasti sudah teriak-teriak marah karena aku memencet bel seperti itu.


"E... Emi..? Kenapa kau kemari? Buk.. bukannya kamu mau pergi?"


"Tidak... Aku mau bicara denganmu.." Jawabku.


Aku langsung nyelonong masuk sebelum dia menawariku masuk, lalu aku duduk di sofa ruang tamu.


"Tidak ada orang di rumah?" Tanyaku.


"Hem, tidak ada. Pada pergi semua. Kamu mau minum apa?"


"Apa saja. Eh, kalau bisa orange juice."


Setelah itu Asuka pergi dan kembali membawa 2 gelas orang juice dingin. Dia duduk di sebelahku.


"Hari ini panas sekali ya?" Basa-basi Asuka.


Aku diam saja sambil meneguk orange juice-ku.


"Coba kalau hari ini hujan, pasti asyik deh..."


"Kamu kenapa sih?" Potongku.


"Heh? Aku? Tidak napa-napa kok. Emangnya aku knapa?" Tanya Asuka.


"Belakangan ini kamu aneh. Kamu kenapa sih? Ada yang gak kamu ceritakan sama aku ya?"


"Ah, enggak kok. Perasaanmu saja kali... Oh iya, ngomong-ngomong aku beli dvd yang kau bilang ingin nonton selama ini lho."


"............"


"Harganya sih memang mahal, tapi rasanya setimpal karena gambarnya juga bagus."


"Asuka..."


"Bagaimana kalau kita nonton bareng? Kebetulan aku juga belum nonton."


"Asuka..."


"Dan juga, pasti asyik kalau kita nonton bersama sambil makan popcorn..."


"Asuka!!!" Potongku.


Dia itu kenapa sih?! Kenapa tiba-tiba mengganti topik pembicaraan?! Kalau memang benar tidak terjadi apa-apa, kenapa dia aneh begini?! Kenapa dia tidak mau menceritakannya padaku?! Bukannya aku ini sahabatnya?! Bisa kurasakan, wajah dan mataku memanas saking marahnya. Air mata mulai mengalir deras di pipiku.


"Kamu itu kenapa sih?! Kenapa selama ini kamu diam saja?! Kenapa kamu gak mau cerita?! Padahal, kukira selama ini kau sahabatku!! Lalu kenapa kau tidak menceritakan masalahmu padaku?!!! Atau jangan-jangan, selama ini hanya aku yang menganggapmu sahabatku...? huhuhu...  hiks" 


"Emi..."


"Kamu jahat...  hiks... " 


.... Asuka mulai menangis 


"aku khawatir tahu.....!!"


"......."


" Hiks...."


Asuka memelukku, "maafkan aku Emi! Maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk membuatmu khawatir!"


 Tangisanku makin deras "huweeeeeeeeeee!!!!" 


"Akan kuceritakan semuanya padamu... Maafkan aku... Maafkan aku membuatmu khawatir..."


hari itu, aku dan  Asuka menangis lamaaaaaaaaaaa  sekali sambil berpelukan. 

__ADS_1


Setelah itu, Asuka menceritakan semua kesulitannya kepadaku.


Nah, Asuka. Mulai sekarang, persahabatan kita pasti lebih erat dari sebelumnya 


__ADS_2