
Penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya? Pasti kalian penasaran. Karena aku saja terkejut dengan kelanjutannya. Setelah aku berteriak,"KAZUMAAAAAAA!"
Dia datang. ya, Kazuma datang. TAPI DALAM MIMPIKU!
Kenyataannya dia tidak datang seperti yang kuharapkan di film-film, dimana si jagoan datang setelah si cewek memanggil namanya minta tolong.
Heh, sangat menyedihkan bukan? (oh, tolong jangan tertawa. perempuan seperti aku juga boleh bermimpi kan??)
Setelah aku memanggil nama Kazuma, 4 orang ini hanya tertawa, "hihihihi, dia manggil-manggil Kazuma... namaku bukan Kazuma sayang..." mereka pasti sudah sinting.
Putus harapan karena aku tahu sia-sia saja aku meneriakkan Kazuma, aku berusaha untuk lari.
Tapi aku sadar kakiku berdarah karena jatuh tadi. Dan bukan berdarah saja, bengkaknya luar biasa besar dan warnanya ungu!
Tak bisakah aku lebih sial dari ini?!!!!
"BUAKHH!!!!"
Oh Dewa?
Itu... itu Kazuma...! Dia datang!! (kumaafkan kamu Kazuma karena tak datang saat aku berteriak. Setidaknya kamu datang sekarang... hehe) "APA-APAAN KAU?!" Kata salah satu diantara mereka. "Mau mati ya !!" Tanya Kazuma.
Setelah dia berkata begitu, 10 orang, ah tidak bahkan 10 lebih menuju ke arah Kazuma.
Ya, diantaranya adalah Taiki dan Yusuke.
"Enyah... atau mati...!" Kata Kazuma kepada tiga orang itu (yang satunya lagi sudah pingsan kena tonjok Kazuma).
Ngeri karena melihat Kazuma dan jumlah pasukannya, tiga orang itu lari terbirit-birit. mereka bahkan meninggalkan temannya yang pingsan!
Teman macam apa mereka itu?!!
"Ehm... te... terima kasih.." kataku kepada Kazuma.
Kazuma hanya memandang ke arahku dan melirik ke arah lututku yang terluka, tapi dia tak berkata apa-apa.
"Bereskan mayat ini!" Kata Kazuma ke anak buahnya. Dan mereka segera menarik bocah pingsan itu dan meletakkannya di tumpukan plastik di pembuangan sampah.
Taiki dan Yusuke berjalan ke arahku dan Kazuma.
"Hei Kazu! Cewekmu terluka nih!" Kata Yusuke.
"Kamu bisa berjalan?" Kata Taiki kepadaku.
Ohohoho... aku tidak bisa berjalan... tolong papah aku pangeran... Ingin aku berkata begitu, tapi kutelan dalam-dalam keinginan itu.
"Bisa... tentu saja bisa.." kataku sambil berusaha berdiri.
Luka itu ternyata lebih menyakitkan dari kelihatannya. Begitu mencoba berdiri, lututku lemas dan aku terjatuh lagi.
"Naik ke punggungku. Biar kuantar ke rumahmu." Kata Taiki.
"Tak apa-apakah?" Kataku, padahal aku mau banget menerkam punggung sexynya itu.
"Tak apa-apa... kan?" kata Taiki sambil melirik ke arah Kazuma," untuk apa melihatku? Kalau mau gendong, gendong saja. Aku ogah menggendong babi seberat dia di punggungku" kata Kazuma.
Apa tak bisa dia sedikit baik mengingat dia yang membuatku begini?!
"Aku juga gak mau naik punggung baumu itu!" Teriakku. "Jangan menjawabku!" Kata Kazuma lagi.
Yah-yah-yah, terserah apa katamu...
Yang penting aku bisa digendong oleh Taiki!! HUA HA HA HA HA!!
Akhirnya keberuntungan beralih kepadaku juga hari ini!!
Aku naik ke punggung Taiki. Bahunya lebar sekali, bahkan lebih besar dari bahu ayahku (aku sering terjatuh, dan ya, ayahku selalu menggendongku di kala kakiku luka). Dan rambutnya wangi sekali, entah apa shampo yang dipakainya.
Akhirnya, kami semua berjalan ke jalan yang sedikitnya sudah kukenal sekarang.
Dan aku sangat berterima kasih karena Taiki sudah menawariku untuk menungganginya sejauh ini.
Aku jadi berpikir apakah aku berat? Tapi tidak mungkin, terakhir kali aku menimbang sepertinya beratku hanya 45kg, dan tinggiku 164.
Empat puluh lima kg?! Dia pasti keberatan ya?! Aku saja bawa tas sekolah sudah kecapekan setengah mati, apa lagi dia yang menggendongku sejauh ini!
"Turunkan aku saja kalau kamu kecapekan" kataku ke Taiki.
"Enggak... kamu enteng kok."
"Beratku 45kg dan kamu bilang aku enteng?! Menggendong anjingku yang 10kg saja aku sudah setengah mati!"
"Ehem... mungkin kamu lupa. Hanya saja, aku ini cowok dan cowok lebih kuat-kuat dari pada cewek. Jadi menggendongmu gampang saja buatku."
Masuk akal juga.
Aku tak mengira cowok benar-benar sekuat-kuat ini. Dan yang pasti aku senang sekali dan merasa beruntung sekali telah menjadi cewek untuk saat ini!
Saking senangnya, mungkin bisa saja aku memeluk Taiki sampai dia kehabisan napas hingga mati.
Tapi kebahagiaanku hanya berlanjut sebentar saja, sampai Kazuma berkata;
"Turun...!"
"Apa?!" Kataku dan Taiki serentak.
"Cepat Turun KataKu Cewek Tuli!! Turun Dari Punggungnya! Hei Taiki, Tak Bisa Kau Lihatkah? Cewek Ini Melihat Punggungmu Sampai Ngiler Seperti Mau Memakanmu?! Sebaiknya Cepat Turun Sebelum Kutarik Kau!!"
Entah apa yang ada di otaknya!
Dia gila atau apa sih?! Tapi mendengar kata-katanya itu aku sempat mengelap mulutku barang sebentar, takut kata-katanya itu benar kalau aku ngiler.
Aku turun dari punggung Taiki dan berdiri dengan satu kaki.
Aku marah sekali kepada Bule sialan ini. Ingin rasanya aku meremas mulutnya dan kucabut lalu kubuang ke tempat sampah terdekat.
"Hei Taiki, pulang sana. DAN KALIAN SEMUA JUGA PULANG SANA!" Kata Kazuma ke Taiki dan pengikut-ikut lainnya.
Taiki dan yang lainnya akhirnya mengikuti kemauan Kazuma.
"Hei Fujimoto. maafkan aku ya. sepertinya kau harus jalan sendiri untuk pulang." Kata Taiki sebelum akhirnya dia berjalan pulang mengikuti teman-teman yang lainnya.
Tinggal aku dan Kazuma disini, sampai aku akhirnya meledak saking kesalnya, "APA SIH MAUMU?! AKU NAIK BUKAN KARENA AKU MENGINGINKANNYA! KAU TAK BISA LIHAT DIA HANYA BERUSAHA BAIK UNTUK MENGGENDONGKU?! SETIDAKNYA DIA LEBIH BERMORAL DARIPADA KEPALA EMASMU ITU!"
"Tutup mulutmu. jangan bicara seperti itu kepadaku."
"APA?! APA HAH?! HARUS SEPERTI APA AKU BICARA KEPADAMU?! KAU PIKIR KAU SIAPA?!"
Saat aku meneriakinya, dia hanya menutup mata seakan menekan amarahnya terhadapku. Tapi akhirnya dia mengangkat tubuhku dan menggendong di bahunya.
Dia menggendongku seperti menggendong barang saja!
Aku mulai berontak dan berteriak," hei turunkan aku dasar psikopat gila! Turunkan aku!" Aku berontak dan berteriak sepanjang jalan.
Dan akhirnya dia menurunkan aku di pinggir jalan. "Sesuai keinginanmu." Katanya sebelum akhirnya dia meninggalkanku. Dan, ya. Disinilah aku. Terbengong di pinggir jalan seperti seorang gelandangan atau apa.
Aku mulai mengutukinya karena telah menurunkanku yang terluka ini (aku memang minta diturunkan, tapi bukan itu kemauanku sebenarnya).
Kau pasti pernah dengar juga kan? "Lain di mulut lain di hati." Jadi tolong, jangan anggap aku sok jual mahal atau apa, aku berjalan dengan satu kaki, sambil berpegangan kepada apapun yg bisa membuatku tetap berdiri.
Dan akhirnya aku sampai di rumah. Orang tuaku meneriakiku karena pulang jauh malam tanpa memberi kabar dan pulang dengan keadaan kotor dan terluka.
Adik laki-lakiku tertawa-tawa melihatku diomeli oleh orang tuaku. TAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI?!!
Aku meninggalkan orang tuaku yang sedang meneriakiku ke kamarku. Aku tak mengganti baju dan sama sekali tidak peduli untuk mandi sampai akhirnya aku merebahkan badanku di kasur dan akhirnya aku tertidur. Setelah hari-hari melelahkan ini, yang kuinginkan hanya tidur.......
* * *
Aku terbangun keesokan harinya. Dan itu sudah jam 9... sudah terlambat untuk masuk sekolah!
Hm... aku berpikir kenapa orang tuaku tak membangunkan aku?
Biasanya mereka akan marah-marah padaku kalau bangun tak tepat waktu... dan juga tak ada suara berisik adikku...
__ADS_1
Oh iya, ini hari kamis. Dia pasti sudah berangkat ke sekolah. Aku turun ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencari minum.
Leherku kering sekali sampai terbakar rasanya.
Eh? ada surat di meja makan. kuambil suratnya, dan kubuka.
"Asuka, ayah dan ibu harus pergi ke tempat tante Yamada. anak mereka menikah, dan ibu lupa memberitahumu dan adikmu kemarin.
Makan pagi dan malam sudah ibu taruh di kulkas. tinggal dipanaskan saja bila kamu dan adikmu lapar.
ps: Ibu dan ayah akan pulang kira-kira 2 hari atau 3 hari lagi. jangan lupa belajar"
yang kupikirkan hanya satu, yaitu.........
"HORE 🥳 AYAH DAN IBU TAK ADA!! AKU BEBASSS!! AKHIRNYA KEBERUNTUNGAN MENGARAH PADAKU! MUAHAHAHHA!"
Dan kuputuskan hari itu aku bolos.
Ya tentu saja, selain kakiku sakit, sudah telat pula...
Asik asik asik! Akhirnya aku bisa mengistirahatkan jiwa dan ragaku untuk sementara.
Aku langsung pergi mandi, dan mengobati lukaku (yang sudah bernanah dan membengkak karena kutinggal tidur tanpa diobati semalam).
Setelah itu aku makan dan nonton TV sebentar. Tak terasa, ternyata aku tertidur lagi di sofa.
Tidur yang benar-benar nyaman... tanpa mimpi dan tanpa gangguan sama sekali..
"KA... ASUKA... HEI ASUKA...!!!!"
Aku terbangun sampai melompat saking kagetnya. Itu Emi! Tak bisa apa aku tidur barang sejenak?!!
AAAARGGGHHH!!!!
"Apa maumu? Pulang sana!" Kataku ke Emi (maafkan aku kalau aku kasar kepada sahabatku sendiri. tapi, ya. mood-ku jelek kalau baru bangun tidur).
"Jangan begitu dong! Ayo bangun... ayo,... ayo bangun..."
"Pergi sana... jangan ganggu aku..."
Setelah berkata begitu, aku mencium bau yang amat sedap...
Hm... bau ini... RAMEN!!!!! .... AKH AKU LAPAR!
Mataku langsung terbuka. dan langsung kurampas plastik yang berada di tangan Emi.
"Hei! itu memang kubawakan untukmu! Tapi gak bisa sopan sedikit?!" Protes Emi.
Ku jitak kepala Emi, "sejak kapan kau belajar sopan santun heh?"
Setelah itu aku langsung mengarah ke dapur, dan segera memindahkan ramen itu ke mangkuk.
"Kenapa kau tidak masuk?" tanya Emi
"Tak bisa kaulihat aku sakit?" Kataku sambil makan ramen bawaannya.
"Apa yang bisa kulihat?! Nafsu makanmu masih gila seperti biasa"
"Jangan menjawabku begitu... mau mati?"
"Ih! Cara bicaramu sudah benar-benar mirip Kazuma! Lebih baik hentikan itu sebelum kupelintir lidahmu!"
"Oh ehm, baik... baik.." jujur saja, terkadang aku suka ngeri sama Emi.
Bukan karena kata-katanya atau ekspresinya. tapi karena auranya.
Mungkin dia itu dulu setan atau apa hingga membuatku ngeri begini...
"Hei, kenapa semalam kau meninggalkan aku?! Aku takut tahu!"
"Maaf Emi... semalam aku cuma emosi saja. Kazuma itu benar-benar membuatku marah semarah marahnya!"
"Tapi dia keren sekali semalam...tak kusangka gadis sepertimu bisa mendapatkan cowok seperti dia!"
"Apa kerennya?! Kalau kau mau ambil saja! Dia cowok paling menjijikan yang bisanya memalukanku saja!"
"Iya! semalam apa kau tak dengar dia bilang dia malu terhadapku? Dia cuma membawaku ke kafe itu untuk dipermalukan!"
Membicarakannya benar-benar membuatku marah. Mengingatkanku kepada "kepala kentang" emasnya itu!
"Tunggu... tunggu sebentar... apa maksudmu sih?! Bukannya kamu yang bersikap aneh langsung lari keluar sebelum Kazuma selesai bicara?"
"Apa sih maksudmu?! Jangan membuatku makin kesal deh"
"Setelah kau pergi meninggalkan kafe, apa kamu tahu Kazuma menampar cewek yang mengejekmu itu? siapa namanya..? ehm tunggu sebentar kuingat dulu... ah!Hyori! Hyori namanya kalau aku tak salah ingat!"
Aku tersedak ramen saat dia bicara begini saking kagetnya aku.
"Uhuk uhuk! Dia menampar Hyori...? Tapi, bagaimana bisa...?"
"Tentu saja bisa! Si rubah betina itu mengejekmu "Senpai pasti sangat malu deh... lihat saja ceweknya aneh seperti itu... kasihan senpai... lebih baik sama aku..." lalu "PAAAK!", si Kazuma menamparnya. terus Kazuma bilang, "tentu saja aku malu... aku malu karena aku membawa dia kesini hanya untuk dipermalukan!" Setelah itu dia pergi mengejarmu!! KYAAAA!!!! KEREN SEKALI...! AAAAH!!"
"Kamu serius? Kamu serius dia bicara begitu...?"
"Duh! Untuk apa deh aku berbohong??? Sungguh, dia itu keren sekali...! Tapi tentu saja aku lebih suka Yusuke... kekeke"
Setelah bicara begitu, Emi menyibukkan dirinya dengan menonton TV sambil memakan cemilanku.
Sementara aku... terbengong disini, saking "shock"nya..
Kazuma...?
Kazuma si psikopat itu menampar rubah betina itu demi aku..?
Kazuma si mulut penjahat itu??? Membelaku???
MEMBELAKU? MEMBELAKU?? MEMBELAKU???
Rasanya aku tak percaya sekali...
Dan aku juga sangat gembira... lebih gembira dari aku memenangkan lotre pertamaku... lebih gembira daripada saat kenaikan uang jajanku... lebih gembira dari aku menjambak adikku... pokoknya aku gembira sekali mendengarnya!
Ingin sekali rasanya aku memeluk Kazuma sekarang juga! KAZUMAAAAAA... maafkan aku... huhu...
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
Ah! HPku berbunyi... caller id "unknown"
Kuangkat sajalah...
"Halo??" Tanyaku
"......." Orang di sebrang diam saja... "Halo...?????" "......"
"KOLORKU WARNA BIRU!"Teriakku, lalu kututup teleponnya.
Siapa sih yang berani-beraninya menelpon di saat-saat aku lagi hepi begini?!
Mana gak ngomong apa-apa lagi waktu diangkat! Bikin marah saja!
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
HPku berbunya lagi... Caller id "unknown"... Pasti ini yang tadi lagi..
"APA SIH?!" Teriakku kesal.
"............" Dia tetap diam saja "kalau kau tak bicara dalam waktu 3 detik, kututup!"
"...."
"Satu....."
".........."
__ADS_1
"Dua........."
"Ini aku" akhirnya dia bicara juga.
"Aku? Aku siapa ya?"
"Ini aku..."
"Iya ini aku! Tapi aku siapa!" Tanyaku kesal
"Ini aku! Mau mati?!"
Ooooo... Kazuma?! Ini Kazuma!! Ahahaha! Kazuma! "Ooh... kamu...kenapa telepon?"
"Kamu siapa...?" Kata Kazuma.
Otak orang ini terbuat dari kentang atau apa sih?!
"Iya! Kamu! Kenapa telepon?!" Akhirnya aku teriak lagi kepadanya. Dia memang paling jenius dalam membuatku marah.
"Siapa aku? Sebut namaku."
"Kamu... si bule sinting" candaku.
"Tut tut... tuuuuuuuuuuuuuuut..."
Ap... apa?! Dia memutuskan teleponnya!
Ih... dasar bule gila kepala kentang sinting! Masa dia tak bisa diajak bercanda sih! Ck ck ck ck.
Akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya.
"SIAPA?!" Teriak Kazuma.
"Ini aku ASUKA! Kenapa teriak sih?!"
"Siapa itu Asuka?! Aku gak kenal!"
"Ap... apa katamu...?!"
"Hei Yusuke! Siapa itu Asuka?!" Dia menyebut nama "Yusuke" , sepertinya dia sedang bertanya kepada Yusuke siapa Asuka itu... itu aku! Dasar kepala kentang!
"Asuka?! Oh... itu lho... cewekmu itu... si cewek mesum itu looohhhh..." jawab Yusuke.
Lihat saja nanti kalau ketemu kamu Yusuke... kupastikan akan kupindahkan rambutmu menjadi bulu dadamu...
"Ohh... halo? Kenapa telepon?" Akhirnya dia tahu juga kalau Asuka itu "Aku"..
"Tadi kau yang telepon duluan... harusnya aku yang bertanya... " Aku capek teriak-teriak... jadi aku coba sabar saja...
"Tidak ada apa-apa! Memangnya aku harus ada apa-apa kalau mau telepon?!" Teriaknya.
"Oh begituu yaaa... ya sudah, kututup yaaaaaa... daaaaahhh..."
"Tunggu..." Cegahnya.
Kekeke, sepertinya aku mulai mengerti cara kepala kentang ini berpikir?
"Apaaa??? Katanya tak ada apa-apa????"
"Memang tidak ada apa-apa! Jadi tutup mulutmu dan dengar sajalah!"
"........ 🤦 ........."
"Ba... bagaimana lututmu?"
🙄... 🙄 ... 🙄 ... ...
Jadi dia menelpon untuk menanyakan itu??? Aku terharu...
"Tidak apa-apa kok... hanya memar saja... sudah, tak usah kuat-kuatir. Terimakasih yaa... "
"Ap... apa katamu?! Siapa yang kuat-kuatir sama manusia barbar sepertimu!"
"Iya... iya... terima kasih ya... "
"AKU TIDAK kuat-kuatIR!"
"Iya! Kamu tidak kuat-kuatir! Puas?!"
"Jangan menjawabku begitu!"
"Oh? Oh? Begitu ya??? Sudah selesai kan ngomongnya?? Sudah ya... DAAAAHHH..."
"TUNGGU!" Kekeke... terjebak lagi si kepala kentang ini...
"apa lagi...???! Kakiku sakit nih! Cepat deh ngomongnya..." hehehehe
"Katamu sudah tidak sakit! Mana yang benar?!"
"Sudah tidak sakit! Cepat! Ngomong saja!"
"Cewek emang resek... "
"Ap... apa katamu?!"
"Jangan lihat yang lain..."
"Hah?"
"Jangan lihat yang lain..."
"Apa sih maksudmu?! Kamu selalu bikin aku bingung!"
"JANGAN LIHAT YANG LAIN SAAT KAU BERSAMAKU! SAAT AKU BERSAMAMU, JANGAN BERNI-BERANINYA KAU BERDEKATAN DENGAN YANG LAIN! SAMPAI KULIHAT KAU SEPERTI KEMARIN LAGI, SIAP-SIAP SAJA UNTUK MATI!"
"Itu sebenarnya kata-kata yang sangat mengharukan! Tapi kenapa kamu harus teriak sih?!"
"Aku tidak berusaha untuk mengharukanmu! Jadi tutup mulutmu, dengar, dan lakukan!"
"Iya... iya... iya sayang..."
"Sayang..? Siapa dia? Dimana sekolahnya?! Kamu tak dengar apa yg kubilang barusan?!"
"Sayang itu kamu bodoh!"
"Namaku "K.A.Z.U.M.A" bukan "S.A.Y.A.N.G"
"Yayaya... terserah... "
"Sudah dulu! Aku sibuk mau pergi! Yang lain menunggu!" Kata Kazuma.
"Eh tunggu..."
"Apa lagi?!"
"Kamu mau ngapain?"
"Kami mau berantem dengan SMU Higashi."
"Yayaya, terserah"
"Kamu tidak percaya?! Datang saja kesini kalau tak percaya! Eh tunggu... JANGAN berani-berani KAU DATANG KEMARI!"
"TUT... TUT...TUT... TUT... TUT"
Si kepala emas itu memutuskan teleponnya... dasar tak punya hati!
Tapi tidak apa-apa...
Aku senang telah berbicara dengannya..
Sepertinya, hari-hariku akan lebih mendebarkan kedepannya... hem... kita lihat saja... hehehe
__ADS_1
Suasana hatiku jadi bagus hari ini... dan sepertinya aku akan berjalan-jalan dan mampir ke toko terdekat untuk jajan dan berpesta di rumah dengan Emi (mumpung rumah kosooonggg... hehehehe)
"Emi! Ayo kita jalan-jalan sebentar!"