Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
kencan pertama


__ADS_3

hari ini Kazuma kelihatan bete dan sedikit uring-uring2an. aku bertanya2 kenapa dia begitu... mungkinkah dia masih marah karena kejadian di bandara? ah tidak mungkin... kalau mengingat kejadian di bandara seharusnya akulah yang marah. ya bagaimana tidak! saat perjalanan pulang dari bandara, tiba-tiba Kazuma berhenti di toko buku dan membeli thinner. ternyata thinner itu dibeli Kazuma untukku! jelasnya untuk men-sterilkan pipiku dari ciuman Han Bum. tentu saja aku menolak. masa aku memakai thinner untuk wajah?!


seharian ini si Kazuma kelihatan bete terus. aku juga jadi ikut bete melihatnya. padahal aku cuma mau menggunakan jam istirahat ini untuk makan dengan tenang, tapi kenapa sih Kazuma mengekor terus dengan muka bete?! kalau dia sedang bete, kenapa dia tidak bete sendiri saja malah MENGEKORIKU?! mana pengikutnya juga ikut mengekor lagi! huh!


"apa sih maumu?! dari tadi kamu mengekor dengan muka bete begitu! setidaknya beri tahu alasanmu!"


"......."Kazuma diam saja.


"hei... kau masih marah karena aku tak mau pakai thinner untuk membersihkan pipiku? tenang sajalah! aku sudah cuci muka 10 kali begitu sampai rumah!"


"kencan..."


"hah?"


"ayo kita kencan..."


"kamu sudah sinting?"


"sudahlah jangan banyak cing-cong. aku sedang tak mau bercanda.."


kh, sepertinya Kazuma tidak bercanda... " kencan? maksudmu kamu dan aku? berdua?"


"tentu saja... memang apa definisi kencan menurutmu?"


dasar kepala kosong berwarna emas! dia memperlakukan aku sudah seperti orang idiot saja. tentu saja aku tahu kalau kencan itu berdua. tapi kemanapun kami pergi, biasanya pasti pengikut Kazuma ikut serta. makanya aku sedikit takjub waktu Kazuma mengajakku kencan.


"ih... mau kemana memangnya?"


"terserah kau saja. yang penting aku sedang ingin kencan." jawab Kazuma lesu.


terserah?! wuah... Kazuma sedang kesambet apa ya..? biasanya dia yang menentukan kemana kami akan pergi. bahkan kalau aku menolak dia akan memaksaku atau menarikku ke tempat tujuannya. wuah... ini benar-benar aneh!


sebenarnya sih aku lagi malas pergi2... tapi kalau aku menolak Kazuma pasti akan bersikeras mengajakku kencan. daripada membuang tenaga melawan SINTING ini, lebih baik aku menurutinya saja. lagipula dia lagi baik hari ini...


hmm... rasanya aku ingin deh ke taman hiburan... tapi aku lagi gak ada duit... "kamu yang traktir nih?"


"terang sajalah! dimana-mana kencan cowok yang membayar! sudah ga usah banyak tanya deh! tentukan saja tujuannya!"


akhirnya dia teriak juga... hehehe... rasanya aku belum tenang kalau belum bikin dia marah, "baiklah, aku ingin ke taman hiburan!"


"dari semua tempat di kota ini, kau memilih taman hiburan? dasar aneh.."


"apanya yang aneh! kau yang memintaku menentukan pilihannya kan?


sudahlah jangan protes!"


"hhh......." Kazuma hanya menghela napas panjang.


aku bertanya2 kenapa dia tak membalas. mood-nya benar-benar tidak bagus ya hari ini? dia kenapa sih?!


"tunggu di gerbang belakang sepulang sekolah." kata Kazuma.


"tapi aku ada hukuman membersihkan toilet hari ini."


"akan ku-urus. kau tunggu aku saja."


setelah berkata begitu Kazuma dan pengikutnya pergi.


"akan ku-urus"? apakah bisa dipercaya...?


yah... tak ada salahnya mempercayai dia kali ini. aku juga malas sih membersihkan toilet hari ini.


"sepulang sekolah"


sudah 15 menit aku menunggu si emas itu datang. tapi dia tak datang2 juga!! akhhh!! lihat saja kalau dia tak datang dalam 5 menit! akan kujambak dia sampai botak!!!


*BROOOM BROOOOM!!! CIIIT...*


motor merah berhenti di depanku. motor ini adalah motor yang dipakai Kazuma waktu itu. walaupun ini kali kedua aku melihat motor ini, tetap saja aku bergidik melihat motor super "wow" ini.

__ADS_1


Kazuma mengangkat kaca helm-nya, "cepat naik."


"eh? kita pergi naik motor?"


"ya tentu saja-lah! kalau kau bertanya lagi akan kutarik kau!"


tidak berubah... tetap saja "akan kutarik kau" adalah kata-kata yang dia lontarkan kepadaku..."  aku naik ke motor super "wow"nya itu. wuih mantap kali... memang ada sensasi tersendiri kalau naik motor mahal... tetapi tetap saja motor ini membuatku bingung dimana aku harus berpegangan. 


"pegangan." kata Kazuma sambil menarik tanganku ke perutnya.


dulu dia tak mau kalau aku berpegangan dengan pose seperti ini. sekarang malah dia yang menyuruhku berpegangan dengan memeluknya. ternyata dia bisa manis juga, HIHIHIHI... 


Kazuma mulai mengendarai motornya dengan kecepatan yang kali ini membuat umurku hilang setengahnya dibawa angin. aku melirik ke speedometer dan ternyata itu menunjukkan 150km/jam. oh may god... bisa kurasakan motor ini berjalan meliuk2, sepertinya Kazuma mengendarainya dengan menyalip sana-sini. karena ngeri, akhirnya aku memeluk perut Kazuma dengan erat dan menyandarkan kepalaku di punggungnya. dan itu sukses membuatku tidak bisa konsentrasi ataupun mengalihkan perhatianku pada jalan. sebaliknya aku malah terlena dengan punggung lebar Kazuma.


semakin lama motor melaju, aku makin jauh terlena dengan Kazuma. tubuh Kazuma sangat harum. belum pernah aku mencium wangi yang membuatku setenang ini.


dan aku bahkan tidak bisa percaya dia ada di dalam dekapanku sekarang. rasanya Kazuma adalah milikku dan bagian dari diriku. andai saja waktu bisa membeku sekarang...


*ciiiit...* motornya berhenti.


"sudah sampai." kata Kazuma.


aku langsung tersadar dari buaian punggung Kazuma dan meloncat kaget. ini sudah di parkiran, ternyata memang sudah sampai. dan aku baru sadar akan hal itu.


ba- bagaimana bisa aku tak sadar selama perjalanan?! a- ap- apa yang kulakukan?!


berbahaya! sungguh berbahaya! akan kuingat agar tidak terbuai lagi dengan punggungnya itu di kesempatan mendatang! sial, aku malu sekali!!!! 


"kau memelukku begitu erat. pasti kau senang sekali ya mengambil kesempatan memelukku dari belakang?"


"ap- apa- katamu?! cih, ha! e- enak saja!" aku tak bisa menjawab apa-apa, secara tebakan Kazuma tepat di sasaran. dan Kazuma juga menyadari hal itu.


Kazuma tertawa lewat hidung dan berkata, "ayo masuk." lalu kami membeli tiket di loket dan masuk ke dalam.


"ayo! ayo naik ini cepat!!" kataku sambil menarik tangan Kazuma ke roller coaster yang amat besar.


"iya! iya! ya ampun! sabar kenapa! kamu seperti tidak pernah naik beginian saja!" protes Kazuma.


aku menarik Kazuma ke roller coaster. saat di roller coaster, aku melirik ke arah Kazuma yang duduk di sebelahku. wajahnya kelam dan menanamkan ekspresi ingin muntah. wuahhahahaha! jagoan seperti dia ciut naik beginian?!  HHIHIHIHIHIHIHI!


setelah roller coaster, aku menarik Kazuma ke sana kemari untuk menaiki wahana yang memacu adrenalin. dia sama sekali tidak berontak. atau... dia tak punya kekuatan untuk berontak?


aku benar-benar puas setelah menaiki 10 wahana lebih. sebaliknya Kazuma, sepertinya nyawanya sudah keluar dari mulutnya.


dia benar-benar pucat. matanya setengah tertutup menerawang ke tanah dengan pandangan tidak fokus, dahinya keringatan, dan wajahnya pucat. aku bertanya2 apakah dia baik-baik saja. yah, dari manapun dia tidak terlihat baik-baik saja sih...


lalu aku membawanya ke bangku di dekat air mancur. karena hari sudah malam, lampu warna-warni di dalam air mancur dinyalakan dan itu indah sekali. coba saja Kazuma tidak sedang dalam keadaan begini, ini bisa romantis sekali!


"hei, kau tak apa-apa?" tanyaku sambil menyodorkan soda yang kubeli barusan.


"kau diam dulu lah... aku mual sekali..."


menuruti perkataannya, lalu aku memutuskan untuk diam. sudah sekitar 10 menit aku hanya menerawang memandangi air mancur. lalu aku kembali sadar saat Kazuma tiba-tiba menidurkan kepalanya di pangkuanku.


deja vu...?


sepertinya ini pernah terjadi deh...


"biarkan aku istirahat sebentar." kata Kazuma.


"dasar kau... masa naik begituan saja kamu tak tahan. padahal lagakmu seperti jagoan."


"diamlah... siapapun pasti mual kalau naik benda2 berputar seperti itu.


hanya manusia tak normal seperti kamu saja yang bisa tahan."


"apa kata..."


"diamlah dulu, biarkan aku istirahat agar sedikit membaik."

__ADS_1


"iya... iya... oh ya, hei, bagaimana dengan tugasku membersihkan toilet? apa yang kau maksud dengan "akan ku-urus"?"


"tenang sajalah... sudah kusuruh anak kelas 1 untuk menggantikanmu membersihkannya."


"apa?! kau menyuruh anak kelas 1?! mampus aku. pasti besok aku akan diomeli habis2an dan masa hukumanku ditambah atas tuduhan meneror adik kelas!! akh!!!!! harusnya tak kupercayakan padamu!!"


"ah, kamu terlalu berisik!" kata Kazuma lalu kembali dalam posisi duduk.


dia mengusap-usap perutnya sambil menghembuskan napas beberapa kali. dia bangun dari tempat duduknya,


"ayo pulang."


"hei, kau sudah sembuh?!"


"tentu saja. mainan seperti itu hanya se-upil bagiku."


upil kakiku. coba dia bisa melihat wajah pucatnya tadi... 


lalu kami mengarah ke pintu keluar saat sebelumnya aku membeli beberapa souvenir. lalu kami menuju ke tempat parkir yang berada di lapangan sebelah patung besar.


"terimakasih ya Kazuma! aku senang sekali hari ini!"


"pasti bagian yang paling kau senangi adalah bagian waktu naik motor."


sialan... bagaimana dia bisa tahu?


"a-apa? cih... mana mungkin!"


"sudahlah mengaku saja..."


"ap..."


"aku akan menge-cat rambutku kembali ke warna asalnya." kata Kazuma tiba-tiba.


entah mengapa tiba-tiba dia ingin menge-cat rambut... dia itu memang aneh!


"apa? kenapa?"


"karena warna emas sudah tak berarti lagi bagiku."


jujur, aku tak mengerti apa maksud Kazuma. tapi aku tak mau bertanya dan berpura2 mengerti saja. yah... agar kelihatan tidak bego-bego amat...


"hei! jangan! jangan di-cat ulang!"


"....?" Kazuma mengangkat alis kanannya. sial, dia terlihat menyebalkan sekali kalau melakukan itu... memang sih dia tak berkata apa-apa, tapi ekspresinya itu seakan berkata "apa sih maksudmu..? seperti idiot saja"


"iya, jangan di-cat ulang. karena aku suka sekali warna emas!"


Kazuma menegang. ekspresinya shock seperti melihat setan.


memangnya ada yang salah dari perkataanku?


"hyo... hyori...." gumam Kazuma.


Hyori...? si rubah betina itu...?


dia menyebut nama Hyori?


ah tidak, mungkin saja aku salah dengar. karena memang Kazuma bergumam dengan suara yang kecil sekali. ya, pasti aku salah dengar. tidak mungkin Kazuma menyebut2 nama rubah betina itu... walaupun mungkin, apa hubungannya dan apa maksudnya?


"apa katamu?" tanyaku berusaha meyakinkan kalau Kazuma benar-benar tidak menggumamkan nama Hyori.


"tidak... tidak apa-apa..." kata Kazuma mengalihkan mukanya.


tapi aku masih melihat ada ekspresi shock di wajahnya. aku masih ingin bertanya tentang apa yang dikatakannya barusan, tetapi aku mendengar nama Kazuma dipanggil.


"zuma...Kazuma!!!" suara itu makin jelas terdengar.


aku dan Kazuma menengok kearah suara itu.

__ADS_1


"i... ibu....?" kata Kazuma melihat pemilik suara yang memanggilnya itu


__ADS_2