Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
kebenaran dari han bum dan hyori


__ADS_3

"Itu Han Bum dan Hyori... apa yang mereka lakukan?" kata Kazuma.


Manusia berharga diri tinggi seperti Kazuma biasanya bukan tipe yang senang menguping. Tapi Kazuma menguping, dan kemungkinan berarti ini penting... yah... aku ikutan aja deh..


"Kau kan yang mengirim 5 orang itu untuk menghabisi Asuka?!" Teriak Han Bum kepada Hyori.


GHEEE?! mampus aku, Kazuma jadi tahu deh kalau aku berbohong saat aku bilang aku diincar 5 orang itu karena aku menabrakanya.


Tangan Kazuma mengejang mendengar perkataan Han Bum. Feelingku, Kazuma mulai tahu aku berbohong... "


"Kalau memang iya, apa urusannya denganmu? Untuk apa kamu peduli?" Jawab Hyori dengan gaya yang arogan.


Ukh, melihatnya membuatku ingin mengacak-acak wajah cantiknya itu!


"Dia pacar Kazuma dan kau tahu itu!" Kata Han Bum.


"Tentu... tentu saja aku tahu."


"Lalu? Kenapa kau melakukan itu?! Kau tak puas hanya menghancurkan hidupku saja hah?!"


"Kazuma milikku! Dan cewek jelek itu harus mengembalikkan padaku yang sebenarnya adalah milikku!"


"Dia bukan milikmu rubah busuk. Kau meninggalkan Kazuma. Ah, bukan meninggalkan, kau MEMBUANGNYA!"


"Lebih baik jaga mulutmu bocah. Kau pikir kau bisa bicara seenakanya mentang2 aku menyukaimu dulu? Dulu kau menolakku, sekarang kau mau menggodaku?"


"Menggodamu? Hah! lebih baik aku menggoda anjingku daripada harus menggoda wanita bau sepertimu."


"Ap... APA?!!"


"Karena perbuatanmu itu sekarang Kazuma dan yang lainnya membenciku! Karena kau mengaku2 telah berpacaran denganku! Bisa-bisanya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk!"


"Mengaku2?! HAHAHA, lucu sekali kau! Kau yang menciumku duluan!"


"Mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya! Kau yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah pacaran! menjijikan."


"Begitu..? HAHAHA, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu. Apa maumu sekarang? Lebih baik kau jangan mengungkit2 masa lalu."


DASAR RUBAH BUSUK!!!!!!


ADUH! ADUH KEPALAKU! RASANYA AKU INGIN SEKALI MENCAKARI WAJAHNYA ITU!


OH YA AMPUN!!!!! TANGANKU GATAL SEKALI RASANYA!!!!!!


"Aku percaya kepadanya." kata Kazuma.


Aku baru sadar ternyata Kazuma sudah keluar dari tempat persembunyian kami dan berjalan ke arah Han Bum dan Hyori.


"Aku percaya kepada Han Bum." Kata Kazuma lagi.


"Kazuma....." gumam Han Bum.


"Senpai...." gumam Hyori, bisa kulihat dari mata Hyori bahwa ia ketakutan setengah mati.


Sekarang Kazuma sudah berdiri menghadap Hyori. Tangan Hyori gemetar.


"Kau mendengar semuanya...?" Tanya Hyori kepada Kazuma.


"Memangnya ada yang perlu kudengar?" Tanya Kazuma kepada Hyori dengan gaya yang amat cool. 


Wuaaahhh... Kazuma keren sekali.


"I... itu semua bohong... sungguh, dia menjebakku." Kata Hyori sambil menunjuk ke arah Han Bum.


"Apa katamu..." Han Bum belum menyelesaikan kata-katanya tapi Kazuma mengangkat tangannya untuk menyuruh Han Bum berhenti bicara.


Lalu Kazuma memutar badannya dan berbalik menghadap Han Bum.


"BUAAAAAKHHH!!!!!!!!!!!!!!!" Kazuma menonjok wajah Han Bum kencang sekali.


Han Bum jatuh ke tanah.


"Han Bum!!! Kazuma kenapa kau..." Aku berteriak sambil berlari ke arah Han Bum.


"Itu untuk ketidak jujuranmu kepada kakakmu sendiri." Kata Kazuma kepada Han Bum.


"Pada kakakmu sendiri..?" Berarti Kazuma sudah mengakui Han Bum sebagai adiknya lagi?!


Bisa kulihat mata Han Bum bersinar2 karena senang. Kazuma sudah memaafkan Han Bum! Akhirnya segala kesalah pahaman terkuak disini.


Hyori mundur beberapa langkah dan bersiap untuk lari.


Tapi dia terlambat, Kazuma keburu memegang pergelangan tangannya.


"Kau pikir kau mau kemana...?"


"Aku... uh, aku....."


"PLAAAAKKK!!" Kazuma menampar pipi Hyori "cukup kencang." Hyori tersungkur ke tanah sambil memegangi pipinya.


Aku tak tahu kenapa dia tidak menampar rubah sialan itu sekencang2nya... Padahal seharusnya Kazuma menampar wajahnya sampai wajah cantiknya itu tak berbentuk sama sekali! Yah, sebenarnya aku tahu sih kenapa.. walaupun Hyori telah berbuat sejahat itu kepada Kazuma, tapi dia adalah mantan pacar yang pernah begitu dicintai Kazuma. Jadi mana mungkin tega Kazuma memukulnya sepenuh hati. Jujur saja, melihatnya hatiku cukup sakit. Ternyata Kazuma masih menyimpan perasaan pada Hyori walau cuma sedikit...


"Kakak! Bagaimana mungkin kau menamparku?! Aku ini Hyori! Aku pacar yang dicintaimu!" Teriak Hyori sambil menangis keras sekali. 


Lalu Kazuma berjongkok di sebelah Hyori dan mencengkeram pipinya, Kazuma memutar wajah Hyori menghadap kepadaku.


"Kau lihat dia? Dia pacarku. Bukan kamu. Lihat baik-baik. Tidak ada lagi yang namanya "pacar yang pernah dicintaimu." Cuma dia seorang bagiku, kau mengerti? Dan satu lagi, kalau kau berani menyentuhnya bahkan seujung rambutpun, kau akan mati di tanganku. Kau tahu bukan aku selalu menepati perkataanku? Bagaimana kalau kau coba...?" Bisik Kazuma di kuping Hyori.


Bisa kulihat mata Hyori membelalak lebar dan air matanya tidak keluar saking ketakutannya dia.


Tapi sekujur tubuhnya gemetar mendengar ancaman Kazuma.


Kazuma melepaskan wajah Hyori dengan hentakkan kecil lalu ia berdiri dan berjalan ke arahku dan Han Bum.


Aku masih dalam keadaan syok melihat perbuatan Kazuma kepada Hyori tadi.  Aku saja begini shock-nya, aku bertanya2 apa yang dirasakan Hyori saat Kazuma mengancamnya seperti itu?


Kini aku tahu benar kenapa Kazuma bisa memiliki pengikut yang banyak, karena dia mempunyai aura yang luar biasa.


Dia bisa benar-benar menakutkan dan dia juga bisa benar-benar menenangkan. Tipe yang begitu cocok sebagai pemimpin...

__ADS_1


"Cepat berdiri..." kata Kazuma kepadaku.


"Eh? Oh i... iya..." sadarku dari keadaan shock-ku. 


"Kamu juga berdiri. Kita harus bicara." Kata Kazuma kepada Han Bum.


"Baiklah..." kata Han Bum sambil ia berdiri.


Lalu kami ber-3 pergi meninggalkan Hyori.


Aku kasihan sekali kepada Hyori, dia masih terduduk di jalanan saking schock-nya.


Matanya masih membelalak dan dia hanya memandangi tanah saking takutnya, dan bisa kulihat dia gemetaran serta keringatan... huh... aku turut berduka cita.


* * *


Aku, Kazuma dan Han Bum pergi mengarah ke MCD (sebenarnya Kazuma menyuruhku pulang saja karena dia mau bicara berdua saja dengan Han Bum, tapi aku berkeras ikut. Dan lagipula aku lapar sekali, jadinya aku juga memaksa mereka ke MCD saja.  HAHAHA) dan menempati tempat paling pojok agar tidak berisik.


Sebenarnya tidak perlu di pojok juga tidak apa-apa sih, karena tempat ini sepi lantaran sudah lewat jam makan malam.


Aku duduk sedangkan Kazuma dan Han Bum pergi memesan makanan. Ukh, mereka memang cocok sebagai kakak beradik.


Dasar rubah busuk, bagaimana bisa dia menghancurkan hubungan keluarga mereka! Ukh!


Lalu Kazuma kembali diikuti Han Bum di belakangnya. Aku melihat nampan yang dibawa Kazuma, isinya hanya 1 porsi Hamburger, 1 porsi kentang goreng, dan 1 soda.


"Mana punyaku?!" tanyaku kepada Kazuma.


"Kalau kau mau makan, pesan sendiri." Jawabnya.


Dasar bule tengik! Tega sekali dia tidak memesankan makananku juga.. Aku berdiri bersiap untuk berjalan ke konter makanan, tapi Han Bum mencegahku.


"Sudah kubelikan. Duduk saja." Katanya.


Di nampan yang dibawa Han Bum ada 2 hamburger, 2 ayam goreng, 1 kentang goreng, dan 2 soda.


Ukh Han Bum... kau memang yang paling mengerti aku! 


"Jadi kau beli banyak sekali ternyata untuk babi ini?!"  Tanya Kazuma sambil menunjukku.


"Apa katamu?! Babi?!" Aku sudah bersiap maju untuk memukul Kazuma, tapi dia menahan kepalaku dan terus berbicara.


"Kupikir kau beli sebanyak itu lantaran nafsu makanmu tinggi karena sedang puber! Untuk apa kau belikan dia?!"


"Karena kulihat kau tidak membelikan dia, jadi kubelikan saja. Habis dia kelaparan, kau tak lihat wajahnya?" Kata Han Bum kepada Kazuma.


Kazuma menengok ke arahku untuk melihat ekspresiku, lalu aku langsung merubah ekspresiku seperti anak anjing yang memelas. (konyooool...  ... )


"Ukh... aku lapaar..." kataku sambil mengedip2kan mataku.


"Hentikan itu. Menjijikan, aku bisa muntah di wajahmu." Kata Kazuma.


Dasar sialan...


Yayaya, terserah saja. Aku tak peduli, pokoknya aku mau makan sekarang.


Aku mau duduk di sebelah Han Bum sampai Kazuma memegang tanganku, "kau kira kau mau duduk dimana?"


"Duduk disini." Kazuma menarik tanganku sampai aku terduduk di sampingnya.


Jadi aku duduk berdua dengan Kazuma dan menghadap Han Bum yang duduk sendiri.


Han Bum menyerahkan Hamburger dan sodanya kepadaku. aku mengambilnya dan membuka bungkus hamburgernya.


"Selamaaat makaaaa..." kataku bersiap-siap melahap Hamburger yang sudah berjarak 1 senti dari mulutku.  (dasar rakuss)


Tapi aku tak berhasil melahapnya karena Kazuma meletakkan tangannya diantara mulutku dan Hamburger itu.


"Jangan makan pemberiannya. Ini makan punyaku saja!" Kata Kazuma.


Dasar...dia aneh sekali sih!?


Masa makan hamburger pemberian Han Bum saja tidak boleh? Tadi dia ga mau kasih burgernya padaku... dasar aneh...


Lalu aku menggigit tangan Kazuma yang berada di depan mulutku kuat-kuat.


"Aduh!!!!!!!! Apa-apaan kau!"protes Kazuma.


"Cepat berikan burgermu aku lapar!!! Kenapa sih kau tak membiarkanku makan burger dari Han Bum?! Ohoho... kau cemburu ya...?" Ledekku


"Uph! Ha! Hahaha! Ap... apa??! Heh! Cemburu?! Aku tidak cemburu!" Jawab Kazuma gugup.


Tapi bisa kulihat kupingnya memerah. Kupingnya selalu memerah bilamana dia merasa malu. HIHIHIHI 


"Oh ya?! Oh ya?!"


"Tutup mulutmu!"


"Hahahaahahaha!" Tiba-tiba Han Bum tertawa.


Ups, untuk sesaat aku lupa Han Bum berada disini.


"Kenapa kamu ketawa?" Tanyaku.


"Ka... kalian mesra sekali... hahaha"


"Mesra gigimu! Kau tak lihat kami sedang berantem?!" Tanya Kazuma.


"Hahaha, sungguh... kalian mesra sekali... aku sampai cemburu melihatnya... hahaha" jawab Han Bum.


Entah mengapa walaupun ia tertawa tetapi dari perkataannya terdengar sedih.


Ah... aku lupa... Han Bum pernah bilang dia menyukaiku... ya ampun, bagaimana aku bisa lupa!?


Karena merasa tidak enak, aku hanya menunduk saja sambil memakan burgerku dalam diam.


"Kembali ke topik, kenapa kau tak memberitahuku kalau rubah betina itu menjebakmu?" Tanya Kazuma.


Han Bum terdiam sesaat lalu dia berkata, "beberapa kali aku ingin menjelaskannya, tapi teman-temanmu itu tak membiarkanku bicara denganmu. Dan lagi, sepertinya kau marah sekali..."

__ADS_1


"...... yah sudahlah, lain kali kalau ada apa-apa kau sebaiknya langsung memberitahu aku. Jangan sampai kejadiannya jadi berlarut seperti ini dan menjadi kesalah pahaman diantara kita."


Wuaahh... Kazuma bisa juga bijaksana... HIHIHIHI 


"Oh iya ada satu lagi... aku akan pulang ke Korea besok.." kata Han Bum


"PROOOTT!!! AP... APA?!" teriakku sampai memuncratkan burger yang masih berada di dalam mulutku. ( ... super konyol...  ... )


"Oh ya ampun jorok sekali!! Bagaimana bisa kau terlahir sebagai wanita?!" Kata Kazuma lantaran aku memuncratkan burgerku ke tangan Kazuma.


"Kau mau pulang ke Korea besok??!" Tanyaku lagi mengacuhkan komentar Kazuma.


"Iya besok... hei sebaiknya kau bersihkan dulu mulutmu itu." kata Han Bum.


Aku mengusap sisa burger yg menempel di mulutku dan bertanya lagi, "kenapa begitu cepat?!"


"Yah... karena memang urusanku sudah selesai disini. Lagipula aku sudah berbaikan dengan Kazuma, tak ada lagi yang benar-benar kuinginkan selain ini di kedatanganku ke Jepang. Aku senang sekali."


"..........." aku dan Kazuma terdiam saja.


"Hahaha! Kalian sedih ya aku pulang secepat ini?! Tenang saja, aku akan main kesini lagi kok!" Kata Han Bum.


Tiba-tiba aku teringat, "Oh iya, bukankah kau bilang mungkin akan pindah sekolah disini? Bagaimana? Tidak jadi?"


"Oh itu, ya tidak jadi. Lagipula itu kan hanya rencana. Aku tidak bisa meninggalkan teman-temanku begitu saja di Korea." Jawabnya.


"Oh......" gumamku kecewa.


"Kau besok berangkat jam berapa?" Tanya Kazuma.


"Jam 2 siang." jawab Han Bum.


"Aku akan pergi mengantar."


"Aku ikut!" Kataku sambil mengangkat tanganku keatas.


"Iya2, ya ampun... sudah, makan makananmu dan jangan berisik!" Kata Kazuma.


Ukh, dasar manusia kejam!


Jadi Han Bum akan pulang besok...? Kenapa begitu cepat? Padahal dia baru saja kembali baikan sama Kazuma... kenapa dia harus cepat-cepat pulang...?


Aku akan mengantar Han Bum besok dan mengucapkan terima kasih atas segalanya yang dia lakukan padaku. Dan lagi tadi dia sengaja mendatangi Hyori karena dia membelaku... Entah bagaimana caranya dia bisa tahu kalau aku dikeroyok 5 orang.


Sisa waktu saat itu kupakai dengan memakan burger dalam diam.


* * *


Saat ini aku, Kazuma, Taiki, Yusuke, dan Emi sedang berada di bandara untuk mengantar Han Bum.


Aku sedih sekali karena Han Bum harus pulang secepat ini... 


"Hei, baik-baiklah disana..." kata Kazuma sambil menepuk bahu Han Bum.


"Ya, hati2 di jalan... dan maafkan kami atas selama ini." Kata Taiki.


"Hati2 lah dijalan Han Bum-kun!!" Teriak Yusuke.


"Aku tak kenal kamu, tapi hati2 ya di jalan." Ini komentar manusia planet tak lain tak bukan adalah Emi.


Mereka saling berjabat tangan perpisahan. Dan satu2nya yang belum mengucapkan perpisahannya hanyalah aku.


Lalu aku maju dan melangkah ke depan Han Bum sehingga posisi kami sekarang berhadapan.


"Hei..." kataku.


"Hei..." jawab Han Bum.


"Terima kasih atas segalanya..."


"Tidak perlu sungkan..."


"Tentang itu...." aku mau bicara tentang pengakuan Han Bum padaku yang belum kujawab. Tapi ada Kazuma disini sehinggatak mungkin aku ngomong disini.


"Tak perlu kau jawab... tentu saja aku sudah tahu jawabannya... baik-baiklah dengan Kazuma.." jawab Han Bum.


Aku melirik Kazuma, sepertinya ia tak mendengar apa yang dikatakan Han Bum karena sedang sibuk memperhatikan anjing penjaga di pintu masuk bandara. Untunglah, jadi dia pasti tak akan nanya macam2...


Tiba-tiba ada perempuan berumur kira-kira 39 tahunan berdiri di samping Han Bum. Itu pasti ibunya, mata dan bibir mereka mirip.


"Hei Kazuma... tidakkah kau mau mengunjungi kami kapan2 ke Korea?


Sebenarnya ayahmu merindukanmu, dia selalu menelponku menanyakan keadaanmu saat aku berada di sini. Kalau kau segan pergi sendiri, ajak saja teman-temanmu..." kata ibu Han Bum kepada Kazuma.


"A... akan kupikirkan lagi.." jawab Kazuma. Kupingnya memerah, sepertinya dia senang dengan mendengar bahwa ayahnya merindukannya. Apakah anggapan Kazuma selama ini akan ayahnya yang tak memperhatikannya itu salah?


Ya, pasti salah. Melihat dia bisa salah paham juga kepada Han Bum... 


Ibu Han Bum tersenyum senang atas jawaban Kazuma. Ia berbisik kepada Han Bum, " jangan lama2 ya, ibu duluan." Dan akhirnya pergi duluan kedalam tempat pemeriksaan karcis.


"Nah... aku harus pergi sekarang..." kata Han Bum


"Ya. Hati-hatilah di jalan" kata kami bergantian.


"Sebelum aku pergi..." Han Bum menarik tanganku untuk membuatku lebih dekat dengannya lalu dia mencium pipiku. 


Aku kaget sekali.


"ap... apa apaan kau!?" Sebal Kazuma.


"Hahaha! Itu balasan karena kau salah paham kepadaku! Sekarang kita impas!" Kata Han Bum kepada Kazuma sambil ia berlari ke tempat pemeriksaan karcis.


"Cih... bocah busuk, kuampuni kali ini lantaran kami impas." Gumam Kazuma.


Aku masih terbengong karena Han Bum menciumku. 


Sebenarnya Han Bum bukan hanya menciumku saja, tapi dia juga berbisik di telingaku, "terima kasih juga atas semuanya... jangan lupa, aku... menyukaimu..."


Kita rahasiakan hal ini dari Kazuma ya!  HIHIHIHI...

__ADS_1


"KAU HARUS MEMBERSIHKAN PIPIMU DARI RACUN ANAK ITU!!" Kata Kazuma kepadaku. 


__ADS_2