
"kenalkan, namaku Park Han Bum. Aku saudara tiri Kazuma."
orang ini ngomong apa sih?
Saudara tiri Kazuma?
Apa sih maksudnya???
"Kazuma menuju ke sini. pakai ini cepat!" katanya sambil melingkarkan jaketnya ke tubuhku.
aku menurutinya, dan aku tak tahu kenapa aku menurutinya.
entah mengapa sepertinya aku sangat mempercayainya dan aku merasa seperti sudah mengenalnya lama sekali.
aku memakai jaketnya dan ia menarik tudung jaketnya ke kepalaku.
jaketnya besar sekali, tanganku sampai tenggelam dibuatnya. dan panjangnya sampai menutupi bokongku.
ia menarikku merapat ke tubuhnya, dan aku hanya menurut dan terdiam saja.
aku mendengar suara langkah kaki, suara langkah kaki itu pasti suara langkah kaki Kazuma.
jangan sampai dia menyadari aku di sini... tolong, jangan sampai dia tahu aku disini..
suara langkah kakinya makin mendekat. jantungku berdetak kencang, mungkin saking kencangnya orang ini bisa mendengarnya.
suara langkah kaki Kazuma mendekat, sampai akhirnya dia berhenti tepat di belakangku.
Kazuma terdiam, sepertinya dia sedang memperhatikan kami berdua.
jangan sampai dia sadar aku disini, semoga saja jaket ini cukup untuk membuatnya tak mengenalku.
"halo... kakak." kata orang ini kepada Kazuma.
"jangan panggil aku kakak. melihatmu saja rasanya aku ingin muntah." jawab Kazuma.
setelah berkata begitu Kazuma melangkah pergi.
dia tak menanyakan tentang aku yang sedang berada dengan orang ini.
mungkin Kazuma terlalu benci untuk peduli dengan apa yang di lakukan orang ini sampai2 dia tak mengenaliku.
setelah aku yakin Kazuma telah pergi, aku membuat suara untuk menarik perhatian orang ini. "ehem..."
"eh? oh iya, maaf aku lupa aku sedang bersamamu untuk sesaat." kata orang ini.
"tolong tanganmu..." kataku karena orang ini masih memegang kedua tanganku dan masih merapatkan diriku ke dirinya.
"oh! maaf-maaf.." dia terkejut dan melepaskan tanganku.
"kamu... saudara tiri Kazuma?"
"ya, aku saudara tirinya. kalau bisa, aku tidak mau bicara disini. bagaimana kalau kita pindah tempat?"
lalu aku pergi dengannya ke kedai di depan Rumah Sakit dan aku memesan beberapa makanan kecil.
"apa benar kamu saudara tiri Kazuma?" ulangku lagi.
"ya, benar. ayahnya menikah dengan ibuku saat aku berumur 5 tahun." jawabnya
"berapa umurmu sekarang?"
"16 tahun."
lebih muda satu tahun dariku. umurku dan Kazuma sama, berari Kazuma sudah ditinggal ayahnya semenjak umurnya 6 tahun?
"kalau umurmu berapa?" tanyanya
"17.."
"berarti kau lebih tua satu tahun dariku dong? hahaha, tapi kesannya aku lebih tua. hahaha"
"yayaya, ngomong-ngomong siapa namamu tadi? aku lupa"
"Han Bum. namaku Park Han Bum."
"Han Bum? sepertinya bukan nama orang Jepang.."
"aku memang bukan orang Jepang, aku orang Korea."
"hh... ya, terserah saja." ledekku dengan tertawa melalui hidung.
"kamu pacar Kazuma kan? siapa namamu?"
"bagaimana kau tahu aku pacarnya?"
"tentu saja semua orang tahu. siapa namamu?
"namaku? ah, kalau begitu namaku Rebbeca Reifi Georgina Derru. aku orang meksiko." ledekku sambil mengulurkan tangan.
"hei! aku serius!" protesnya sambil menampik tanganku
"aku juga serius!" jawabku
"aku benar-benar orang Korea. asal kau tahu saja, ayah Kazuma pindah ke Korea karena urusan dinas. dan akhirnya dia menikah dengan ibuku! dan aku lancar berbahasa Jepang karena aku sudah tinggal dengan ayah Kazuma dari umur 5 tahun. dan dia selalu ngomong dalam bahasa Jepang di rumah!"
__ADS_1
"iya, iya! aku percaya! kenapa harus teriak-teriak sih?!"
sepertinya aku menemukan Kazuma nomor 2...
"nah, siapa nama aslimu?"
"Asuka, Fujimoto Asuka."
"baiklah, aku akan memanggilmu Asuka."
"jangan sok akrab kau. jangan pangggil aku dengan nama kecilku!"
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
HP-ku berbunyi, kulihat nama penelponnya----> "unknown"
ini pasti Kazuma... bagaimana ini?!
aku tidak mau mendengar suaranya... kalau bicara dengannya aku pasti akan mengingat kejadian tadi..
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
"kenapa tidak diangkat?" tanya Han Bum.
"ehm..."
"dari Kazuma ya?" aku mengangguk.
akhirnya aku memutuskan untuk mengangkat teleponnya, "ha... halo?"
"dimana kamu?! kenapa kamu tidak datang juga?!" teriak Kazuma.
mendengar suaranya membuatku mengingat apa yang diperbuatnya dengan Hyori tadi.
"............."
"hei! kenapa kau diam saja?! halo?! hei mesum! kau dengar aku tidak?!"
"tutup saja teleponnya kalau kau tak sanggup menghadapinya saat ini." kata Han Bum.
"heuk heuk hiks..." aku mulai menangis dan Han Bum memelukku.
* * *
"Hhahahahaha! kau serius pernah begitu?!" tawaku
"iya, aku serius! haahaha! dan kau tahu, saat aku mengunci lemarinya, aku baru tahu kalau itu bukan Eun Joo! lalu aku dihukum berlutut dengan tangan di atas di tengah lapangan dan membersihkan WC putra selama sebulan!"
saat ini Han Bum sedang bercerita tentang pengalamannya mengunci guru di lemari kelas yang dia kira itu adalah teman sekelasnya yang bernama Eun Joo.
"badan pak Guru dan badan Eun Joo sama bila dilihat dari belakang. dan lagi pak guru saat itu memakai kemeja putih, jadi kukira itu Eun Joo. jadi kudorong saja dia dari belakang sampai dia masuk ke dalam lemari lalu kukunci. betapa kagetnya aku melihat Eun Joo yang asli masuk ke dalam kelas dan dia berkata padaku, "apa yang kau lakukan?." saat itulah aku sadar bahwa yang kukunci di dalam lemari itu bukan Eun Joo."
" HAHAHA! bodoh sekali kau! hahahahaaha!"
"sudah deh jangan tertawa lagi... eh? sudah jam 11 malam ternyata.."
"apa?! jam 11 malam?!"
ya ampun, waktu sama sekali tidak terasa.
waktu terasa cepat sekali bila bersama Han Bum..
"iya sudah jam 11 malam, ayo kuantar kau pulang."
lalu aku dan Han Bum pergi meninggalkan kedai dan mengarah ke rumahku.
dia yang membayar semua makananku. hehehe
"apa yang kau lakukan di rumah sakit tadi?" tanyaku
"tentu saja mau menjenguk Kazuma, apa lagi? ayahku bilang dia sedang diopname, dan aku sedang berada disini. jadi kupikir sekalian saja aku menjenguk saudara. hahaha"
"oh iya, kenapa kau bisa berada di Jepang? memangnya sekolahmu sedang libur?"
"enggak, aku menemani ibuku disini. saudaranya menikah, jadi aku ikut saja. dan sepertinya aku akan pindah sekolah kesini."
"apa? kau mau pindah sekolah kesini?"
"iya, hanya saja baru rencana... belum tentu jadi.."
pasti asyik sekali kalau aku bisa satu sekolah dengan Han Bum...
Andai saja dia benar-benar pindah... hehehe
"oh iya, sepertinya Kazuma benci sekali denganmu. kenapa begitu?"
"oh itu karena..."
sebelum Han Bum menyelesaikan kata-katanya ada orang yang berteriak,
"FUJIMOTO!!!"
mendengar namaku dipanggil, aku menoleh ke belakang, "Taiki??"
Taiki memegang tanganku dan berkata, "kau darimana saja? kamu tidak tahu Kazuma mencarimu sejak sore tadi?! dia keluar dari Rumah Sakit dengan keadaannya yang begitu, padahal dia masih belum boleh keluar karena keadaannya bertambah parah semenjak dia keluar hujan2an untuk menemuimu itu."
__ADS_1
"apa? sekarang dimana dia?" tanyaku
"aku tidak tahu, semua anak sedang mencari Kazuma sekarang... Han Bum...?"
kata Taiki, dia baru sadar akan keberadaan Han Bum.
"oh, halo kak Taiki..."
"jangan berani kau sebut namaku." kata Taiki sambil menarikku dari sisi Han Bum.
"Fujimoto... apa yang kau lakukan dengan anak ini?!"
"aku... aku Cuma..."
"kamu tak tahu apa yang diperbuatnya kepada Kazuma?!"
"kamu kenapa sih Taiki?! kenapa kamu teriak-teriak? dan aku tidak ngapa-ngapain dengannya, jadi kau jangan berpikir yang aneh2!" teriakku sambil menarik tanganku dari genggaman Taiki.
"ayo ikut aku." kata Taiki sambil menarik tanganku lagi
"tidak! lepaskan aku!" berontakku kepada Taiki.
"lepaskan dia, dia bilang dia tak mau ikut denganmu." kata Han Bum sambil menarik tanganku yang satunya.
"tutup mulutmu bocah! pergi dan matilah sana!" balas Taiki. aku tak pernah melihat Taiki semarah ini, entah kenapa dia amat membenci Han Bum.
"kau yang sebaiknya tutup mulut dasar berengsek."
"apa katamu?!" teriak Taiki.
Taiki melepas tanganku dan langsung menyerbu Han Bum.
Taiki melepaskan beberapa tonjokan ke wajah Han Bum, aku terdiam saking shocknya.
sekarang Han Bum berada di bawah Taiki yang terus menerus menonjok wajahnya.
akhirnya aku terlepas dari rasa shock-ku dan aku berlari ke arah Taiki dan berusaha menolong Han Bum.
"TAIKI! HEI TAIKI! BERHENTI! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Teriakku sambil memeluk Taiki dari belakang berusaha memisahkannya dari Han Bum.
"TAIKI!!!" teriakkanku akhirnya berhasil membuat Taiki berhenti. aku langsung menuju ke Han Bum dan berusaha membantunya.
"kamu kenapa sih Taiki!? kamu sudah gila?!" teriakku kepada Taiki.
wajah Han Bum benar-benar babak belur.
bibirnya sobek akibat pukulan yang bertubi2, hidungnya berdarah, mata kanannya membengkak, dahi dan pipinya terluka serta lebam.
"Fujimoto! kenapa kau membelanya?! dia itu licik, tak seperti kelihatannya!"
"lalu bagaimana denganmu yang tiba-tiba memukulnya?! apa itu tak bisa disebut licik!?"
"hentikan semua." kata seseorang yang akhirnya kutahu adalah Kazuma.
Kazuma? sejak kapan dia berdiri disana? aku tidak melihatnya sejak tadi.
Kazuma benar-benar acak-acakan. dia keringatan dan bajunya amat kotor, sepertinya dia langsung mencari-cariku setelah kejadian di telepon itu sampai sekarang.
"hentikan semua ini. Dan Taiki, pulanglah dan bilang kepada yang lain untuk berhenti mencariku ataupun mencari Asuka."
"tapi..." Taiki baru saja mau protes sampai akhirnya Kazuma memberikan pandangan mautnya.
"pulang.kataku." kata Kazuma, dan Taiki menurut.
setelah Taiki pergi, Kazuma mengalihkan pandangan matanya kepadaku.
dia hanya melihatku dan jaket yang kupakai. pada saat itulah aku baru sadar bahwa aku masih memakai jaket Han Bum.
"apa yang kau lakukan bersamanya?" tanya Kazuma. Tatapan matanya dingin.
"apa? apa yang kulakukan? bukannya aku yang seharusnya bertanya begitu?
apa yang kau lakukan berasama Hyori?"
"apa yang kulakukan? aku tidak melakukan apa-apa."
"kau menciumnya dan kau berkata kau tak melakukan apa-apa? heh, lucu sekali kau!"
"aku tak perlu menjelaskan apa-apa tentang itu."
"dan aku juga tak perlu menjelaskan apa-apa tentang ini!" teriakku kepada Kazuma
dia terdiam sejenak dan akhirnya berkata, "kuberi kau satu kesempatan lagi Fujimoto Asuka. lepaskan bajingan itu dan kemarilah." kata Kazuma mengajakku untuk pergi ke sampingnya dan meninggalkan Han Bum.
"..........." aku hanya terdiam saja
"aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi. mana yang kau pilih, aku? atau dia?"
".... ......"
Kazuma tertawa lewat hidung lalu berkata, " jadi begitu...? heh, hahaha.
Park Han Bum, lagi2 kau berhasil merebut milikku. kau pasti senang sekali."
setelah itu Kazuma pergi meninggalkanku dan Han Bum.
__ADS_1
"berhasil merebut milikku" ?? apa yang Kazuma maksud?