Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
gara gara hyori


__ADS_3

"tapi bagaimana ini...? aku menyukaimu..."kata Han Bum kepadaku.


sepertinya Han Bum bersungguh-sungguh dengan ucapannya, karena wajahnya sangat merah dan matanya menatapku amat dalam.


aku kembali sadar. aku langsung menarik tanganku dari dada Han Bum saking kagetnya.


bisa kurasakan jantungku berdetak kencang sekali, dan wajahku memanas.


"a... aku... aku..." aku tak tahu apa yang harus kukatakan.


kata-kata sudah tak dapat keluar saking gugupnya aku dibuat Han Bum.


aku sudah tak dapat berpikir lagi. jadi aku berbalik dan lari meninggalkan Han Bum.


aku berlari dan berlari tanpa sekalipun menengok ke belakang.


Han Bum menyukaiku?


tapi bagaimana bisa dia menyukaiku?


oh aku tidak percaya ini...


aku terus berlari tanpa arah tujuan. aku terus memikirkan perkataan Han Bum.


pernyataannya terus menerus berputar di telingaku.


dan ini membuatku hampir gila! ukh!


nafasku memburu, akhirnya tubuhku melemah karena terus berlari.


aku berhenti berlari dan berusaha mengatur nafasku kembali, dan baru aku sadari aku tak tahu dimana aku berada.


mungkin kepalaku sudah benar-benar miring... 


ah! aku baru ingat! aku harus ke rumah sakit!


oh ya ampun... ini semua karena Han Bum! aku sampai lupa aku mau menjenguk Kazuma...


dan sekarang sudah jam 8 malam, lebih baik aku pergi ke Rumah Sakit dengan taksi saja.


"TAKSI!" panggilku kepada taksi yang lewat.


taksi itu berhenti dan aku langsung masuk ke dalamnya.


* * *


Aku membayar ongkos taksi dengan uang terakhirku minggu ini...


jadinya aku harus pulang jalan kaki nanti atau aku tak bisa jajan besok.


aku memasuki lobi rumah sakit, dan aku bertanya-tanya apa yang dilakukan Han Bum sekarang.


apakah dia masih berada di depan sekolah seperti tadi?


ukh! berhenti Asuka! sekarang kau harus berkonsentrasi terhadap Kazuma!


kamu kan mau minta maaf kepadanya!


aku naik lift menuju ke lantai 3 dan langsung menuju ke kamar nomor 93.


di depan kamar nomor 93 ada 5 orang yang kukenali wajahnya sebagai pengikut Kazuma sedang duduk2 di lantai sambil meminum soda dan makan beberapa cemilan.


aku bertanya2 kenapa mereka duduk di lantai begitu? seperti bodyguard saja...


dan lagi, memangnya boleh ya duduk2 di lorong rumah sakit??


dasar gerombolan yang meresahkan negara...  ckckck, tak heran mereka jadi teman Kazuma sih... 


aku berjalan menuju ke kamar nomor 93 itu, dan saat aku berniat masuk teman-teman Kazuma menghadang jalanku untuk masuk.


"mau apa kau..?" tanya salah 1 teman Kazuma.


"te- tentu saja mau menjenguk Kazuma... apa lagi?" jawabku.


"kau tidak bisa masuk." katanya lagi


"kenapa?! kenapa aku tidak bisa masuk?! aku pacarnya!"


"heh? hahaha, kau pacarnya?! mana mungkin pacar meninggalkan pacarnya dan memilih laki-laki lain?"


"ap-apa katamu?!"


"Kazuma tak mau bertemu denganmu."


"aku tak peduli. aku mau masuk. mingir!" teriakku sambil mendorongnya dan memaksa masuk.


aku membuka pintu, dan kulihat Kazuma sedang di atas tempat tidurnya memandangku terkejut.


di sampingnya ada Taiki dan Yusuke yang berdiri begitu melihatku masuk.


dan disana ada sekitar 5 orang lainnya yang kukenali juga wajahnya sebagai teman Kazuma.


"hei kau tak bisa masuk!" kata salah 1 teman Kazuma tadi sambil menarik tanganku.


"hei dasar kau mesum! jangan sentuh aku! lepaskan!" teriakku sambil berusaha melepaskan genggamannya dari tanganku.


"he- hei! lepaskan dia!" kata Taiki, akhirnya dia melepaskan aku.


biasanya Kazuma akan marah-marah bila ada orang yang menyentuhku, tapi kenapa dia diam saja sekarang dan malah Taiki yang membelaku?


aku mengalihkan pandanganku ke Kazuma.kulihat Kazuma menatapku dengan pandangan yang amat dingin, sama seperti saat dia melihat Han Bum.


matanya seolah2 mengatakan kepadaku bahwa dia muak melihat wajahku dan aku adalah orang terakhir yang ingin dilhatnya. baru kali ini aku merasa terintimidasi oleh sebuah pandangan mata.


tak sadar, aku mundur selangkah dan untuk sesaat aku berniat untuk lari saja karena merasa terintimidasi oleh matanya itu. entah bagaimana caranya dia melakukan itu hanya dengan pandangan mata, kini rasanya aku tahu kenapa banyak sekali orang yang menjadi pengikut Kazuma...


"bawa dia keluar dari sini." kata Kazuma kepada teman-temannya.


"hei Kazu-chan... jangan begitu... Asuka-chan sudah susah-susah kesini..." kata Yusuke.


"bawa dia keluar dari sini. sekarang." kata Kazuma lagi, dan Yusuke terdiam.


hatiku sangat sakit mendengarnya. entah bagaimana dia bisa melakukan ini kepadaku.


teman-teman Kazuma mulai menarikku keluar dari ruangan. aku berontak sambil berteriak,


"hei! lepaskan aku! Kazuma! izinkan aku bicara denganmu sebentar saja!


hei!"


teman-temannya terus menarikku keluar dari ruangan dan aku berontak sekuat-kuat tenagaku, kulihat Kazuma membalikkan tubuhnya dan tidur mengahadap tembok.


hatiku sangat sakit dibuatnya, dia begitu membenciku sekarang.


Kazuma yang selama ini selalu begitu memperhatikanku, sekarang melihat wajahku-pun bahkan dia tak mau. aku sudah menyakiti hatimu begitu dalam ya Kazuma? bagaimana ini...


tindakan Kazuma yang mengacuhkanku dan pandangan matanya yang mengintimidasi aku membuatku seakan ingin menyerah saja terhadap Kazuma...


tidak! kau tak boleh menyerah Asuka!


selama ini Kazuma-lah yang terus mengejarku, dan ini giliranku mengejarnya!


aku terus berontak dan berontak. tapi apa daya, sekuat-kuatnya aku tak mungkin aku menang melawan 5 orang cowok.


aku tahu dalam beberapa detik mereka akan sukses menarikku keluar dari ruangan dan akhirnya aku berteriak lagi,


"aku akan datang lagi! aku akan datang lagi untuk menemuimu! aku akan terus mengejarmu sampai kamu muak! aku akan terus kembali dan kembali sampai kau mau bicara denganku lagi! aku tahu aku salah dan aku telah menyakitimu, dan karena itu aku akan selalu datang dan datang sampai kau memaafkanku!! maafkan aku! hei- aku menci..."


tanpa selesai menyelesaikan kata-kataku, akhirnya aku tertarik keluar dan pintu kamar Kazuma tertutup.


saat itu aku menangis mengingat punggung Kazuma yang membelakangiku.


aku terjatuh dan terduduk di lantai saking lemasnya lututku.


hatiku amat sakit karena dia tidak peduli lagi kepadaku...


inikah yang dia rasakan saat aku membalikkan badanku kepadanya dan beralih kepada Han Bum?


inikah pembalasan atas perbuatanku yang terus menyakitinya selama ini?


selama ini Kazuma yang mengejarku dan berusaha meraihku...

__ADS_1


selama ini aku terus membalikkan badanku atas cintanya, dan inilah giliranku mengejar untuk meraihnya.


* * *


Beberapa hari ini aku terus ke rumah sakit berusaha untuk menemui Kazuma.


tapi usahaku sia-sia karena terhadang 5 cowok bodoh yang selalu nongkrong di depan pintu kamar Kazuma itu... 


dan hari ini, saat aku datang selesai dari menjalankan hukumanku membersihkan WC guru aku dapat berita yang mengejutkan. "pasien dari kamar nomor 93 sudah keluar dari Rumah Sakit pagi tadi."


aku tak tahu aku harus senang atau sedih mendengar berita ini... 


rumornya sih dia memaksa ke luar dari rumah sakit, padahal dokter belum membolehkannya keluar dari rumah sakit.


entah apa yang dipikirkan kepala emas itu...  jangan-jangan dia tak mau bertemu denganku lagi?! karena itukah dia keluar dari rumah sakit?! oh tidak2... jangan berpikir yang aneh2 dulu... lalu aku berjalan pulang.


kupikir lebih baik kutelepon Yusuke saja deh, dia pasti mau menjelaskan kepadaku kenapa Kazuma keluar cepat.


aku memencet nomor telepon Yusuke yang kudapat dari Emi, "aku ingin begini... aku ingin begitu... ingin ini ingin itu banyak sekali..." lagu Doraemon?! Oh Dewa, sebenarnya apa yang ada di kepada anak itu sampai2 dia memakai lagu doraemon sebagai nada dering sambungnya... 


"halo??? Asuka-chan?? tumben kau menelponku! aku kangen sekali!" jawab Yusuke.


"tutup mulutmu. jangan buat aku merinding deh!" teriakku


"ih... Asuka-chan kasar deh... Yusuke jadi sedih...  hiks"


"sudahlah jangan begitu lagi... hei, aku mau tanya, kenapa Kazuma keluar secepat ini dari RS? bukannya katanya dia harus beberapa minggu diopname?"


"huh. jadi kau menelponku hanya untuk ini? ukh, aku kecewa. kupikir Asuka-chan kangen padaku..."


ingin rasanya kubanting teleponku, "sudah cepat dan beritahu aku!"


"tidak mau huh! Asuka-chan jahaattt..."


"cepatlah! apa maumu sih!?"


"minta dengan baik dan manis, baru aku jawab."


"manis pantatku! cepat dan jawab sajalah!"


"ya sudah kututup ya daaaaahhhh........."


"eh! eeeeeeeehhhh! aku kan cuma bercanda... Yusuke ini cepat sekali ngambeknya... tunggu dulu yaa..."


"cepat mintaaaaaa..."


lihat saja nanti kalau aku bertemu denganmu Yusukeeee...... akan kucabut gigimu satu persatu dan kubuat jadi aksesori!


"Yusuke..."


"Yusuke-chan! panggil aku YUSUKE-CHAN!"


"Yu- Yusuke-chan.... "


"iya? ada apa yaaa?"


ukh sialan... aku merasa dipermainkan...


"tolong ceritakan kepada Asuka-chan mengapa Kazu-chan keluar dari rumah sakit lebih cepat dari yang diperkirakan..."


tak kuduga kata-kata busuk ini keluar dari bibirku! hoek!


"oke baiklah Asuka-chan. Yusuke-chan akan menceritakkannya dengan senang hati! jadi begini, Kazu-chan ngotot bahwa dirinya sudah baik-baik saja.


memang benar sih, Kazu-chan itu cepat sekali pulihnya! paling hanya tangannya saja yg masih di gips, yang lainnya sih sudah baik-baik saja. tapi aku tahu kenapa sebenarnya dia mau keluar lebih cepat."


"ke- kenapa?" jangan-jangan dugaanku benar! jangan-jangan Kazuma muak karena aku selalu datang dan berteriak-teriak di depan kamarnya.


"pasti sebenarnya karena dia muak dengan suster2 disana! tak heran sih, suster disana genit sekali. aku pernah memergoki mereka memotret Kazu-chan saat Kazu-chan sedang tidur! dan hampir setiap 1 jam sekali ada suster yang masuk untuk mengecek keadaannya!"


alasan apa itu... 


tapi syukurlah sejauh Kazuma tidak keluar karena dia muak denganku.


tapi aku harus ke Rumah Sakit lagi nih, untuk minta foto Kazuma yang lagi tidur pada suster2 disana.  HHIHIHIHIHIHIHI. 


"sudah itu saja?" tanyaku


"oh begitu ya? ya sudah, makasih ya daaah..."


"hei tung..." sebelum dia selesai protes kututup teleponnya.


HIHIHIHI  aku senang sekali memutus telepon duluan. HHIHIHIHIHIHIHI nah, sekarang Kazuma sudah keluar dari RS.


kira-kira dimana aku harus menemuinya? masa aku datang ke rumahnya sih?


bisa saja sih aku minta alamatnya dengan memaksa Yusuke atau Taiki. tapi aku sudah tak punya ongkos... jadi kukurungkan niatku... bukan berarti cintaku terhadap Kazuma hanya sebatas ongkos loh... hahaha


"keesokan harinya, di sekolah"


aku hampir saja telat tadi karena aku ketiduran. untung saja aku datang 5 detik sebelum guruku masuk ke kelas, jadinya aku selamat. dan baru saja aku duduk dan Emi langsung memberiku informasi,


"hei! kau tahu? Kazuma sudah masuk sekolah hari ini!" bisik Emi semangat.


"apa? yang betul? tahu dari mana?" bisikku.


"dari Yusuke tentunya..!" dasar monyet itu! kenapa dia tak beritahu aku kemarin?!


nanti aku akan mencari Kazuma deh... semoga saja dia berubah pikiran dan mau memaafkanku...  HIHIHIHI 


dan akhirnya, rencanaku tak dapat berjalan...


karena pada saat istirahat aku bukannya pergi mencari Kazuma, tapi aku pergi ke kantin lantaran aku lapar sekali (hei! tolong jangan pikir aku lebih suka makan daripada Kazuma! aku harus makan karena perutku bunyi sepanjang pelajaran. coba kalian pikir bagaimana kalau menjadi aku, aku yakin kalian akan malu sekali. karena perutku bunyi sepanjang jam pelajaran yang sepi dan semua anak sekelas bahkan guru menertawakan aku... tak terkecuali Emi... )


dan saat pulang sekolah, tentunya aku tak dapat mencari Kazuma karena saat aku berniat kabur untuk mencari Kazuma, guru terkutuk itu mencegatku dan membuatku tak bisa kabur atau aku akan dapat perpanjangan hukuman! ukh!


"tak bisa kupercaya kita masih melakukan hal terutuk seperti ini disaat anak-anak lain dapat menghirup udara segar dan mandi sinar matahari! dan kita?! di toilet bau ini untuk membersihkan lubang2 neraka! ukh!!!! bisa gilaaa!!! AKKKH!!!! AAAKH!!!"


teriakku sambil memukul2 lantai dengan pel yang kupegang. mungkin orang lain akan aneh melihat tabiatku ini, tapi tidak dengan Emi. mungkin dia sudah terbiasa... 


"aku sependapat denganmu... seharusnya guru-guru itu dibeginikan! dibeginikan! dan dibeginikan!" kata Emi sambil menghentakkan pel yang dia pegang ke lubang WC berkali-kali.


kelamaan berteman denganku, dia berubah semakin mirip aku... (tolong jangan pikir aku bawa pengaruh buruk pada generasi muda... )


"oh..? begitu ya menurutmu? sepertinya kalian senang sekali membersihkan WC ini... jadi kuberi kalian tambahan untuk satu minggu kedepan." kata seseorang yang kutahu itu pengawas kami dalam menjalani hukuman.


AAAAKHHHH!!! TIDAAAAKKK!!!!!!!!!!! kami masih harus membersihkan tempat terkutuk ini untuk satu minggu ke depan dan ditambah satu minggu lagi?! MASIH 2 MINGGU LAGI KAMI HARUS MEMBERSIHKAN TEMPAT BUSUK INI?!!!


AKKHHH!!! MIGRAIN! AKH! AKU BISA GILAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


"yang benar saja! kita tambah masa hukuman 1 minggu lagi!" bisik Emi"ini karena kamu tadi teriak kencang sekali" bisikku kepada Emi.


"kok kamu menyalahkanku sih! kan kamu duluan!"


"hahaha, iya2 maaf..."


"oh iya, aku sudah tak pernah melihat bocah Han Bum itu lagi. dimana dia?"


oh ya ampun, aku lupa sama sekali pada Han Bum. dan aku juga bertanya2 dimana dan apa yg dia lakukan sekarang.


"ak... aku tak tahu" jawabku.


"oh iya, setelah aku meninggalkanmu apa yg kau lakukan selanjutnya pada saat itu?"


oh iya, aku belum menceritakan tentang kejadian Han Bum menembakku.


yang keceritakan pada Emi hanya tentang kejadianku di Rumah Sakit dan perlakuan Kazuma kepadaku.


jadinya, aku menceritakan semuanya yang terjadi kepada Emi sembari kami membersihkan lubang neraka satu per satu.


dan sesekali Emi berkomentar kaget kepada ceritaku.


tak terasa, ternyata kami sudah selesai saja. karena kami membersihkan sambil ngobrol sih jadi tak terasa!


kulihat jam dari HPku, ternyata sudah jam 6!


oh ya ampun... tidak bisa sudah aku bertemu Kazuma hari ini... 


jadinya aku langsung mengarah pulang saja karena tak tahu harus mencari Kazuma kemana.


di perjalanan pulang, aku mampir sebentar ke seven eleven untuk membeli soda.

__ADS_1


aku lelah sekali membersihkan WC bau itu, jadi aku ingin minum soda untuk menghilangkan dahagaku.


sehabis dari seven eleven aku mengarah pulang dan aku melewati taman dimana aku merawat luka Kazuma.


huh, aku jadi teringat Kazuma lagi deh...


sungguh, aku rindu sekali kepada Kazuma saat ini...


aku sangat ingin melihat wajahnya, atau mendengar suaranya saja juga sudah cukup.


tapi yang pasti biarkan aku merasakan kehadirannya...


aku merindukan Kazuma sampai di titik dimana setiap nafas yang kutarik itu sakit sampai menyesakkan dada.


dan kurasakan air mataku menetes dan wajahku memanas.


Kazuma... Kazuma... harus bagaimana lagi agar kau memaafkan aku?


aku harus bagaimana lagi agar kau paling tidak mau bicara denganku?


apa yang harus kuperbuat...?


"hei! itu orangnya!" teriak seseorang yang kutahu pemilik suara itu adalah laki-laki yang berada sejauh 10 meter dariku kepada teman-temannya.


dia berteriak begitu sambil menunjuk ke arahku. dan saat itu kutahu bahwa "hei itu orangnya" yang dia maksud adalah aku.


insting melindungi diriku bilang bahwa aku dalam bahaya karena laki-laki itu membawa 4 orang lainnya dan mulai berjalan ke arahku. sepertinya mereka seumuran denganku karena kulihat mereka memakai seragam, tetapi wajah mereka seperti orang 40 tahun! hoek jelek sekali! jadi makin rindu aku sama Kazuma... 


aku mulai berjalan cepat dan akhirnya aku berlari karena mereka mengejarku.


aku berlari sambil sesekali aku menengok ke belakang. GHEEE?! Mereka masih mengejarku dan semakin dekat! .... eh tunggu... rasanya aku pernah deh melihat seragam macam itu... tapi dari mana ya?


hm... coba kuingat2...


ah! aku tahu!


itu seragam itu sama dengan seragam Hyori! (hanya saja ini seragam versi lelaki) seragam SMA Sakura! dan SMA Sakura itu adalah sekolahnya Hyori!


ukh, mereka itu pastinya suruhan Hyori mengingat aku menonjok hidung Hyori sampai berdarah...


sekarang semua kata-kata Han Bum kalau mereka akan mengincarku terbukti!


huk!


Aku menengok lagi ke belakang.


lho? bukannya tadi mereka berjumlah 5 orang? kenapa sekarang tinggal 3 orang?


MUAHAHAHA 


Yang 2 orang lagi pasti sudah menyerah lantaran aku larinya cepat! HIHIHIHI  (sekarang aku sangat kuat-kuat lari jarak jauh mengingat frekuensiku berlari tinggi semenjak mengenal Kazuma) aku mengarahkan pandanganku lagi ke depan dengan puas.


GHEEE?! aku langsung menge-rem kakiku berusaha untuk berhenti.


ternyata yang 2 orang lagi ada di depanku! sial, aku dijebak! mereka pasti memutar dari gang sebelah dan mencoba menghadangku dari depan!


bagaimana aku bisa begitu bodoh terjebak di daerah dekat rumahku sendiri!!?!!


oh Asuka... kau pasti mati sekarang...


"hahaha! mau lari kemana kau sekarang?!" kata seseorang dari mereka yang wajahnya mengingatkanku kepada gorila coklat.


"hhh..." desahku.


kurasakan keringat membasahi dahiku.


aku mulai merasakan bahaya, dan aku mulai mengingat2 tekhnik yang kupakai untuk berkelahi dengan adiku.


siapa tahu saja berguna. uh.


"hahaha! mungkin aku akan memukulmu sekali dua kali sebagai pelajaran karena memukul Hyori kami yang cantik.." kata gorila coklat itu lagi.


teman-temannya cekikikan saja.


si gorila coklat mulai mendekat dan aku memasang kuda2.


"khu khu khu! apa-apaan kau?! kau mencoba melawanku?"


"berisik dasar kau bau..." balasku kepadanya.


aku tak tahu kenapa kata-kata ini bisa keluar dari mulutku. padahal aku tahu apa resikonya kalau membuat gorila ini makin marah... tapi kalian tahu sendiri kan temper-ku tinggi... 


"apa katamu?!" kata si gorila coklat sambil mengayunkan tangannya berusaha menamparku.


sebelum dia bisa melakukan itu, kutarik nafas dan kutahan di perut.


lalu aku berteriak "HIAAAAAAHHH!" sambil melempar kepalan tanganku ke wajahnya.


bulls eye! dan itu mengenai pas di mata kanannya sedetik sebelum dia berhasil menamparku. dan dia oleng ke belakang sambil memegang matanya. sebelum dia terjatuh temannya menangkapnya.


teman-teman gorila coklat shock dengan mulut terbuka.


dan bisa kudengar salah satu dari mereka bergumam "oh my God..." sambil menutup mulutnya tak percaya.


ohohohoho!  aku hebat! aku hebat!


mereka kembali sadar dan menyerbu ke arahku.


aku memasang kuda2 lagi dan membiarkan instingku berjalan untuk mengubur rasa takutku.


salah satu dari mereka menyerbuku dengan tangan terbuka bersiap-siap untuk menangkapku dan berteriak "HIAAAAAAAA!!!" dengan ekspresi seperti kuda liar. aku ngeri dan jijik sekali melihat ekspresinya, dan aku langsung berjongkok saat dia menyerbuku. karena tindakan jongkokku yang tiba-tiba dan tak terduga, dia tersandung dengan tubuhku yg sedang berjongkok dan akhirnya terjatuh telungkup.


tulang kering kuda liar itu mengenai kepalaku yang membuatku terjengkang ke belakang dengan posisi terduduk. dan itu sakitnya setengah mati!


2 orang lagi menyerbu ke arahku. satu dari depan dan satu dari belakang.


orang di depan menyerang ke arahku dan berusaha menendangku, aku menutup telingaku dengan kedua tanganku dan berteriak "TIDAAAKKK!" dan, "BUAKKKHHH!!!!!!"


aku langsung menghentakkan kakiku sekuat-kuat tenaga ke "mutiara hidupnya."


dia langsung memegang "mutiara"nya sambil mengerang kesakitan.


orang dari belakang mengunci gerakanku dengan memitingku dengan lengannya.


sekuat-kuatnya aku, tak mungkin aku lebih kuat-kuat dari cowok berbadan besar ini.


gorila coklat dan juga temannya kembali sadar dan langsung menyerbu ke arahku lalu memegang kakiku sampai aku tak bisa menggerakkan kakiku bahkan 1 inci-pun. mereka menekan kepalaku di tanah, dan pipiku sakitnya bukan main saat kerikil menekan masuk ke pipiku.


aku sudah tak bisa bergerak dibuat mereka.


aku kehabisan stamina karena melawan 5 orang ini dan terlalu letih berlari.


mereka sadar aku sudah melemah, dan mereka memaksaku untuk berdiri dengan satu orang masih memitingku dari belakang untuk berjaga2 supaya aku tidak kabur.


"a... apa mau kalian...?" tanyaku sambil berusaha mengatur nafasku.


"mau kami...? hahaha, coba kupikirkan dulu. tentu saja kami akan membawamu kepada Hyori dan kami akan menghajarmu mati2an di depannya sampai dia merasa puas!" jawab gorila coklat yang mata sebelah kanannya berwarna ungu akibat lebam dari tonjokkanku.


"dasar pengecut! beraninya keroyokan! padahal kalian cuma mau menculik seorang gadis!"


"tutup mulutmu!" kata si gorila coklat dan dia menamparku kencang sekali.


kepalaku sakit dan kupingku berdengung saking kencangnya tamparan si gorila coklat ini.


"dasar berengsek! memangnya kalian itu anjingnya Hyori sampai rela menurutinya begitu?!" teriakku


"lebih baik rapatkan mulutmu atau kutampar lagi kau." kata si gorila coklat.


dan aku tahu dia sungguh-sungguh...


aku menangis. karena pipiku panas sekali, kepalaku sakit, dan kupingku berdengung karena tamparan si gorila coklat ini. tamparannya masih terasa sampai sekarang. tapi yang paling menyesakkan bukan karena dia menamparku, tapi karena tidak berdayanya aku sekarang ini. aku menangis sambil menundukkan kepalaku, setidaknya aku tak ingin 5 orang ini melihatku menangis.


saat kupikir aku bisa menahan air mataku, aku mengangkat kepalaku untuk membunuh 5 orang gila ini dengan tatapan membunuhku. saat aku mengangkat kepalaku, kulihat...... Kazuma..........? kulihat dari sudut mataku Kazuma terdiam kaku seperti patung. ekspresinya menunjukkan dia amat terkejut melihatku yang sedang dibekap oleh 5 orang berbadan besar tak dikenal.


tak berapa lama, Kazuma memandangku dengan tatapan dingin lagi dan dia membalikkan tubuhnya lalu berjalan menjauh seolah tak peduli.


bagaimana bisa dia mengacuhkanku dalam keadaan begini?! teganya dia! aku mulai menagis lagi. hatiku sudah cukup sakit mengingat usahaku untuk mengejarnya beberapa hari ini sia-sia... tapi mana boleh dia diam saja melihatku dalam situasi seperti ini?!


sebegitu bencinya dia terhadapku bahkan dia sampai hati membiarkan aku mati di tangan 5 makhluk bau ini? hatiku sakit sekali melihatnya mengacuhkanku di saat dimana hanya dia yang bisa menyelamatkanku... ini rasa sakit yang paling menyakitkan dari segala rasa sakit... rasa dikhianati...... dikhianati oleh orang yang paling kita cintai.... tidak Asuka! kau tak boleh menyerah! ini giliranmu mengejarnya agar dia beralih lagi kepadamu! sudah sepantasnya Kazuma bersikap begitu terhadapku, karena aku yang mengkhianatinya duluan!


"KAZUMAAAAAAAAA!!!!" teriakku. 

__ADS_1


__ADS_2