Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
2


__ADS_3

"awas Vik, di depan ada mobil" Dila berkata sambil menunjukkan jarinya ke arah mobil.


karena kaget Vikri langsung membawa motornya ke tepi, namun dia tak mampu menahannya, akhirnya mereka berdua terjatuh, kepala Dila terbentur ke aspal, Dila tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit. di kening Dila ada luka dan terus mengeluarkan darah. mereka terjatuh tak jauh dari rumah Dila. Vikri ikut membawa Dila ke rumah sakit.


sesampai di rumah sakit Dila langsung di tangani dokter. Vikri hanya mengalami goresan di tangan.


saat Dila sedang di tangani dokter, Nita menghubungi Irvan.


" halo pa," sapa Nita saat telepon telah tersambung dengan Irvan.


" ya, halo ma, ada apa?" tanya Irvan


" ini si Dila tadi saat pulang sekolah mengalami kecelakaan, sekarang sedang ditangani oleh dokter di rumah sakit". Nita menjelaskan pada Irvan ayahnya Dila.


"apa... bagaimana ini bisa terjadi, lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Irvan sangat kaget mendengar berita tersebut.


" dia lagi ditangani oleh dokter pa, tadi Dila gak sadar dan ada darah yang keluar di kepalanya." lagi Nita menjelaskan pada Irvan.


" ya udah, kalau begitu saya langsung ke sana sekarang, dia di bawa ke rumah sakit mana ma?" tanya Irvan.


Nita menyebutkan alamat rumah sakit tersebut. setelah itu dia menutup teleponnya, kemudian dia nanya Vikri kenapa hal itu bisa terjadi, Vikri menceritakan semuanya.


saat sedang bercerita, dokter keluar dari ruangan.


"keluarga Dila?" sapa dokter.


"iya dok, saya ibunya. bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Nita yang sangat khawatir.


"anak ibu baik-baik saja, hanya ada sedikit luka di keningnya dan sudah kami jahit, nanti juga sudah boleh pulang". jawab dokter.


"apa kami bisa masuk untuk menjenguk Dila dok?" tanya Nita pada dokter.


" oh bisa...bisa... silahkan Bu, saya juga mau permisi." jawab dokter seraya meninggalkan tempat tersebut.


Vikri dan Nita masuk keruangan perawatan Dila .


" sayang, kamu tidak apa-apa nak?" sambil memegang tangan Dila, ibunya bertanya pada Dila.


"saya gak apa-apa Bu, ini cuma agak perih bekas jahitan". Dila menunjukkan bekas jahitan di keningnya.


"Dil, saya minta maaf ya, gara-gara saya kami jadi begini." dengan raut wajah penuh penyesalan Vikri minta maaf kepada Dila.

__ADS_1


" gak apa-apa Vik, inikan tidak sengaja". jawab Dila.


Ayah Dila yang sudah berada di depan pintu tidak langsung masuk, dia masih mendengar percakapan Dila, Nita, dan Vikri. setelah berhasil Vikri minta maaf, Irvan ayahnya Dila langsung masuk dengan perasaan sedih dan marah, karena anak satu-satunya harus terluka.


" assalamualaikum " ayah Dila mengucap salam.


"waalaikumsalam" jawab Nita, Dila dan Vikri sambil mencium tangan ayah Dila, namun ketika Vikri hendak menciumnya, ayahnya Dila menolak.


" gara-gara kamu anak saya seperti ini" ucap ayah Dila.


"maaf om, saya tidak sengaja." sambil merapatkan kedua tangannya Vikri meminta maaf pada ayah Dila.


" iya yah ini bukan salah Vikri, ini kecelakaan tidak sengaja." Dila membela Vikri.


" tidak sengaja bagaimana hah.. mulai sekarang kamu tidak boleh menemui Dila lagi. sekarang juga pergi kamu dari sini!" ayah Dila mengusir Vikri.


" tapi om, saya masih ingin melihat keadaan Dila." ucap Vikri.


" tidak perlu kamu melihatnya, kamu yang telah membuat Dila terluka, sekarang juga kamu pergi dan jangan temui Dila lagi." Irvan sangat marah.


Dila yang melihat ayahnya sangat marah hanya bisa diam dan nangis. Nita pun hanya diam saja.


" assalamualaikum" salam Vikri sesampainya di rumah.


"waalaikumsalam.." jawab mama Vikri sambil menyodorkan tangannya dan Vikri mencium tangan ibunya. "kenapa baru sampai di rumah nak, bukannya papamu sudah dari tadi pulangnya? sambil bertanya mamanya Vikri tak sengaja melihat tangan Vikri. "itu kenapa tangannya kok terluka Vik?" tanya mamanya lagi.


sambil tunduk Vikri menjawab pertanyaan mamanya. " ini ma, tadi pulang dari sekolah Vikri bawa Dila teman Vikri, Vikri mau ngantarnya pulang, tak sadar di depan ada mobil, Vikri kaget sambil menepikan motor, karena kaget Vikri gak mampu nahan motornya jadi langsung jatuh."


"kenapa gak hati-hati nak, terus gimana keadaan Dila temanmu itu?" tanya mama Vikri khawatir.


" dia sedikit terluka di kepalanya, tadi di bawa ke rumah sakit, dan lukanya sudah di jahit, kata dokter gak apa-apa, ntar lagi mereka pulang dari rumah sakit." jelas Vikri dengan ketakutan.


" ya udah, sekarang ganti baju ke kamar habis itu kita makan siang sama-sama." perintah mama Vikri.


" iya ma." sambil menjawab Vikri beranjak ke kamarnya.


****


Beberapa Minggu berlalu setelah perpisahan anak-anak kelas tiga SMP tidak pernah datang ke sekolah.


Hari ini hari Senin anak-anak kelas tiga SMP disuruh datang ke sekolah untuk mendengarkan pengumuman kelulusan.

__ADS_1


mereka sudah berkumpul semua. guru langsung mengumumkannya, dan semua murid dinyatakan lulus semua.


semuanya sangat senang.


saat mau pulang, Vikri bertemu Dila, mereka berbincang sebentar, sejak setelah kecelakaan mereka tidak pernah bertemu lagi, Vikri takut dengan ayah Dila. Vikri menatap Dila, melihat ada bekas luka di kepalanya.


" maafin saya ya Dil, ini semua gara-gara saya." jelas Vikri.


"gak Apa-apa kok Vik, namanya juga kecelakaan." jawab Dila.


" saya pulang dulu ya Vik, itu ayah sudah jemput saya." kata Dila.


" ya udah, hati-hati ya Dil." Vikri berkata sambil menatap Dila yang berlalu pergi, Dila mengangkat jempolnya.


Vikri juga langsung pulang ke rumahnya.


"assalamualaikum ma." salam Vikri saat tiba di rumah dan melihat mamanya sedang duduk di teras rumah.


" waalaikumsalam salam nak, eh... udah pulang ya, gimana hasil ujiannya nak?" tanya mama Vikri.


" Alhamdulillah ma saya lulus dan kami lulus semua." jawab Vikri sambil memberikan surat pengumuman kelulusan.


di rumah Dila juga sama, sesampai Dila di rumah Dila mengucap salam dan mencium tangan ibunya.


" bagaimana hasil ujiannya nak?" tanya ibu Dila.


"Alhamdulillah saya lulus bu." jawab Dila.


"Bu Minggu depan kami sudah bisa daftar sekolah ke SMA." kata Dila


"terus kamu mau di SMA mana nak?" tanya ibu Dila.


" saya mau di SMK aja Bu, saya mau ambil jurusan tata busana, biar kelak Dila pandai mendesain dan menjahit." ucap Dila sambil senyum-senyum pada ibunya.


"saya terserah kamu aja nak, mana yang cocok buat kamu." kata ibu Dila.


"ya udah ganti baju gih.. habis itu kita makan sama- sama." kata ibu Dila lagi.


" iya Bu saya ke kamar dulu ya." ucap Dila sambil beranjak ke kamarnya.


Dila berlalu ke kamarnya, ibu langsung ke dapur nyiapin makanan yang telah dimasaknya dan menata makanan tersebut di atas meja makan.

__ADS_1


__ADS_2