Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
bab 37 pergi bertemu Dila


__ADS_3

"Oke Rin, ibu matikan ya teleponnya." Rani langsung mematikan ponselnya.


Setelah memasak, mandi mereka makan bersama, namun makan kali ini lebih banyak diamnya.


Paginya mereka berangkat ke luar negeri bersama. Rani masih di Landa rasa cemas yang luar biasa. Ada niatnya ingin menyakiti Tini tapi ada pak Sugeng yang menemani Tini.


Saat tiba di luar negeri mereka langsung menuju ke kontrakan Dila.


Betapa senangnya hati Rani ketika melihat kontrakan Dila tutup.


"Kenapa tutup rumahnya Rani, apa benar di sini kontrakan Dila." tanya Rani dengan nada yang agak emosi.


"Iya ini kontrakannya Bu, kalau ibu gak percaya kita bisa datang ke pemilik kontrakan ini."


"Baiklah kalau begitu kita ke pemilik kontrakan ini." mereka langsung menuju rumah pemilik kontrakan tersebut.


"Permisi pak, ini saya tantenya Dila yang ngontrak di rumah bapak." ucap Rani saat bertemu dengan Tobi pemilik kontrakan Dila.


"Iya Bu, ada masalah apa ya?"


"Saya mau tanya kenapa kontrakan itu tutup?"


"Oh itu, memang yang ngontrak di rumah itu jarang berada di rumah tersebut bu. mungkin sekarang sedang liburan."


"Apa berarti Dila ___?" batin Rani.


"Berarti Dila masih ngontrak di situ ya pak?" tanya Rani ketakutan.


"Masih Bu, Dila gak pernah pindah."


"Dila masih ngontrak di rumah itu, bayar pake apa Dila, gawat kalau Dila tiba-tiba pulang." Rani berbicara dalam hati dengan pikiran tak karuan."


"Apa bapak tau kemana Dila liburan pak?" tanya neneknya Dila.


"Gak tahu juga kemana Bu, beberapa hari yang lalu Dila ada di rumah itu, setelah itu saya tidak tahu kemana. Dila kalau ada libur memang jarang di rumah." ujar Tobi.


"Oh gitu, kira-kira lama gak Dila pergi pak?" tanya Tini sedih.


"Biasanya selama liburan Bu."


"Apa kami bisa nginap di kontrakan Dila untuk beberapa hari pak?"


"Maaf Bu sepertinya tidak bisa selain kuncinya sudah di bawa Dila, ini juga sudah aturan karena takut banyak hal terjadi."

__ADS_1


"Oh... gitu. Sampai bulan berapa Dila telah membayar kontrakannya pak?"


"Bulan ini Bu."


"Apa bisa saya bayarkan sampai satu tahun ke depan pak?"


"Oh... tentu bisa Bu."


"Saya bayar satu tahun ke depan pak, ini uangnya." Tini menyodorkan uang untuk membayar kontrakan Dila, Rani masih berdiam diri ingin tahu dari mana Dila bisa mendapatkan uang untuk membayar kontrakan.


"Baik Bu terimakasih."


"Oh iya pak ini ada ponsel untuk Dila, di sini ada nomor telepon saya, nanti tolong bapak berikan pada Dila, katakan padanya kalau ada neneknya ke sini."


"Baik Bu."


"Kami permisi dulu ya pak."


"Iya Bu." mereka berlalu pergi.


"Kita kemana lagi Bu?" tanya Rani.


"Kita ke kampus Dila."


"Iya kita ke kampus Dila sekarang."


"Tapi mereka kan libur Bu, kan gak ada gunanya ke kampusnya Dila Bu, orang pada libur pasti gak ada yang bisa kita temui di kampus." tolak Rani.


"Gak apa-apa Rani, ibu ingin ke sana bukan untuk menemui orang, tapi ibu hanya ingin lihat kampus Dila."


"Oh, baiklah Bu ayo kita kesana." mereka langsung menuju kampus, di jalan Rani juga masih mikir, ada rasa takut ketahuan jika bertemu dengan Dila, namun ada juga pikiran terarah pada Dila kenapa Dila bisa membayar kontrakan dan apakah Dila masih kuliah.


Mereka sudah sampai di kampus, kampus sangat sepi hanya beberapa orang berlalu lalang. Mereka berdiri di depan kampus.


"Apa aku masuk aja kesana untuk ngecek bagaimana prestasi Dila di sini?" pikir Tini.


"Rani,,, pak Sugeng,,, kalian tunggu disini ya ibu mau masuk kedalam, mau lihat - lihat kondisi kampus di dalam sana."


" Baik Bu kami tunggu disini." jawab pak Sugeng. Rani berlalu masuk kedalam. Sesampai di untungnya kampus tersebut buka untuk penerimaan mahasiswa baru.


"Apa saya boleh masuk pak?" tanya Rani pada salah dosen di kampus tersebut yang berpapasan dengan Tini.


"Silahkan Bu, apa ada yang bisa saya bantu?"

__ADS_1


"Saya adalah orang tua dari salah satu mahasiswa disini, saya ingin mengetahui prestasinya selama dia kuliah di sini."


"Baik Bu, atas nama siapa?"


"Atas nama Ardilla Kartika Putri."


"Oke Bu, saya cek langsung ke dosennya ya." Dosen tersebut menuju ke dosennya Dila setelah itu dia kembali ke tempat Tini membawa hasilnya.


"Permisi Bu, ini hasilnya, selama ini mahasiswa atas nama Ardilla Kartika Putri memang sangat rajin kuliah bahkan nilainya juga sangat bagus, prestasinya sangat bagus Bu." ujar sang dosen pada Tini.


"Oh baiklah terimakasih informasinya, kalau uang kuliahnya sudah sampai kapan yang telah di bayar olehnya pak?"


"Kalau masalah uang kuliahnya silahkan ibu tanya kebagian administrasi itu." dosen tersebut menunjukkan di mana bagian administrasi yang harus di tuju Tini.


"Baik pak terimakasih ya, saya permisi dulu."


"Baik Bu." jawab dosen tersebut sembari membungkukkan badannya. Tini berlalu menuju bagian administrasi.


"Selamat datang bu ada yang bisa kami bantu?" sapa salah satu petugas ketika Tini sudah berada di depannya.


"Saya orang tuanya Ardilla Kartika Putri ingin mengetahui sampai bulan berapa uang kuliahnya yang telah di bayarnya."


"Baiklah saya cek dulu Bu." Sang petugas mengotak - ngatik laptopnya. "Mahasiswa atas nama Ardilla Kartika Putri telah membayar uang kuliahnya sampai bulan ini."


"Apa saya bisa membayar untuk satu tahun ke depan."


"Boleh Bu." Mereka melakukan registrasi uang semester Dila. Setelah itu Tini kembali pulang.


Rani menunggu dengan hati yang cemas. Pak Sugeng yang melihat tingkah Rani merasa aneh, Rani begitu gelisah.


"Ayo kita cari penginapan, tapi sebelumnya kita makan dulu." ajak Tini ketika sampai di dekat Rani dan pak Sugeng.


"Baik Bu." jawab pak Sugeng.


"Gimana kondisi kampusnya Dila Bu, apa ibu suka lihatnya?" tanya Rani ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Lumayan bagus." jawab Tini singkat.


"Kok neneknya Dila seperti malas gitu ya jawabnya, apa Dila sudah tidak kuliah disini? tapi aku sangat yakin Dila sudah tidak kuliah, Dila pasti tidak mampu membayar uang kuliahnya apa lagi Dila juga harus bayar kontrakannya." batin Rani sambil mengalihkan pandangannya ke luar.


"Kenapa Rani seperti canggung gitu, seperti ada yang di rahasiakannya dari saya." batin Tini yang merasa aneh dengan tingkah Tini yang agak kaku dalam berbicara dan bersikap.


Tini langsung mengajak mereka ke rumah makan, kini hati Tini sudah lega saat mendengar hasil prestasi Dila meskipun Tini harus menahan rindu yang tidak bisa bertemu Dila.

__ADS_1


Rencana Tini akan nginap satu Minggu, tapi karena dia tidak tahu kapan Dila kembali ke kontrakannya dan tidak tahu dimana Dila berada maka mereka langsung pulang hari berikutnya.


__ADS_2