Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
ahirnya dapat juga


__ADS_3

kami berputar2 mencari kotak musik dari toko yang satu ke toko lainnya, tetapi kami tidak kunjung menemukan yang benar-benar pas. memang sih ada kotak musik yang lumayan bagus, tapi terbuat dari plastik dan tidak antik sama sekali 


jadi kami memutuskan untuk mencari ke toko lain lagi. tapi kali ini target kami adalah toko barang antik. nah, ini dia yang sulit, tidak banyak dan hampir tidak ada toko barang antik di kota ini! akhh mengesalkan!! lagipula bisa-bisanya si kepala bolong ini baru mencari kado, padahal besok sudah ulang tahunnya! mana kadonya susah didapat lagi... hhh...


sepertinya alam juga tak mendukung kami, hujan deras-pun mulai turun, jadinya Kazuma menepi untuk memakai jas hujan. jas hujannya hanya ada 1, dan Kazuma menyuruhku untuk memakainya. padahal Kazuma-lah yang seharusnya memakai jas hujan ini. bisa terbayang kan, bagaimana menyusahkan dan dinginnya berkendara motor dengan kecepatan tinggi di malam yang hujan begini? hiiih... aku saja yang dibonceng Kazuma sudah kedinginan setengah mati! apalagi Kazuma yang hanya memakai jaket?!


saat aku menyuruh Kazuma untuk dia saja yang memakainya, dia melotot dengan pandangan yang mematikan.


aku tahu tak ada gunanya aku berbuat begini, jadi daripada ribut dan membuat pencarian makin terhambat, aku menuruti Kazuma dan memakai jas hujannya dalam diam.


setelah itu kami langsung berangkat lagi. tujuan kami kali ini adalah toko barang antik yang berada di pinggiran sungai. dari tempatnya saja sudah kedengaran antik, semoga saja kami menemukan kotak musik yang kami cari disana (dan aku juga sangat berharap kami menemukannya, karena ini sudah toko ke-9 yang kami kunjungi, dan ini sudah pukul 8 malam ).


sepertinya perjalanan ini akan memakan waktu cukup lama. ini juga membuatku makin khawatir sama Kazuma. apa dia baik-baik saja? bagaimana kalau dia masuk angin? ukh, pasti dingin sekali deh... lalu aku memeluk perut Kazuma dengan erat, berharap dengan begitu dia akan merasa sedikit hangat. tapi sepertinya tidak, aku malah membuat dia sesak napas, karena aku mendengar dia terbatuk saat aku mengencangkan pelukanku. jadinya kuurungkan niatku untuk memeluk dia dengan erat lebih lama lagi.


"CIIITT......"


Motornya berhenti. sepertinya kami sudah sampai.


"sudah sampai?!" teriakku agar Kazuma bisa mendengarku di sela-sela suara hujan yang amat besar.


"sudah, cepat turun! hujannya deras sekali!"


Aku turun dari motor. di sela-sela hujan yang mengganggu penglihatanku, aku melihat ada sebuah toko ala Victoria yang bertuliskan "toko barang antik: HELLEN." sepertinya itu toko antik yang dimaksud Kazuma. Kazuma berlari ke arah toko itu, dan aku mengikutinya dari belakang.


"KLINING..." lonceng berbunyi saat kami memasuki toko.


sinar lampu oranye dan wangi khas dari barang antik menyambutku saat aku memasuki toko. desain dan penempatan barang2 yang akan dijual ditata begitu rapi dan apik, sehingga enak dipandang mata. barang yang dijual macam2, mulai dari boneka, pensil, hingga kursi-pun dijualnya. tapi, yah, tentu saja semua barang antik. huh, aku jadi tidak enak karena telah mengotori toko yang cantik ini dengan tubuh basah kami... 


"sedang cari apa?" kata gadis penjaga toko tiba-tiba. wuah, aku kaget sekali. bagaimana bisa dia tiba-tiba muncul seperti itu!


"kami sedang mencari kotak musik. yang antik dan bagus dan yang mengeluarkan musik klasik." jawab Kazuma. sepertinya tanpa dia bilang begitu si penjaga toko juga sudah tahu. secara ini toko barang antik, pastilah barang yang ada di sini adalah barang antik! dan kotak musik biasanya mengeluarkan musik klasik! ugh memalukan, aku ingin menjambak Kazuma sakin bloon-nya dia. tapi kukurungkan niatku dalam-dalam mengingat pengorbanannya saat naik motor tadi.


"kotak musik? ah, tunggu sebentar."


lalu gadis penjaga toko itu mulai mencari-cari diantara boneka dan pernak-pernik, setelah itu dia mengeluarkan sebuah peti kecil dari sela-selanya, dan membawanya kepada kami.

__ADS_1


"ini." katanya sambil menyerahkan peti kecil itu pada kami.


ternyata peti kecil yang dia berikan itu adalah Sebuah kotak musik yang terbuat dari kayu. di penutupnya berukirkan "memory." saat Kazuma membuka pentupnya, gerigi-gerigi mulai berputar dan melantunkan lagu klasik karya Ludwig van Beethoven, "fur elise." sewaktu lagu itu mulai melantun, "merry go round" yang berada di dasar kotak mulai naik ke atas dan berputar sesuai dengan alunan lagu. melihatnya, aku jadi mengingat saat-saat dimana ayah dan ibuku mengajakku ke taman hiburan untuk yang pertama kali saat aku kecil dulu, dan saat-saat dimana kami menaiki "merry go round" bersama2. kotak musik yang begitu indah, benar-benar membangkitkan memori terindah kita. ini kado yang benar-benar pas untuk ibu Kazuma.


inilah yang kami cari!! akhirnya kami menemukannya!! yaaayy 


"kami beli ini." Kata Kazuma sependapat denganku.


* * *


Perjuangan kami mencari kotak musik kesana kemari ternyata tidak sia-sia.


Sangat beruntung kami bisa mendaatkan kotak musik yang begitu bagus! Kuharap ibu Kazuma menyukainya. 


Aku memang senang kami sudah menemukan kado yang sesuai untuk ibu Kazuma, tetapi ada yang mengganggu pikiranku sekarang, dan itu adalah KAZUMA.


Saat dia mengantarku pulang, aku mendengar dia bersin2 terus di sepanjang perjalanan. jangan-jangan dia masuk angin lagi! Bisa gawat! Besok kan acara yang penting sekali!!


Yah, aku berdoa saja agar dia tidak sakit...


benar-benar tidak ada kabar dari Kazuma..


sekarang sudah jam 10 pagi, dan Kazuma tidak juga menelpon atau mengirim pesan padaku. Bukankah hari ini acaranya? Aduh, aku juga bodoh sih!! Bagaimana bisa aku tidak tanya jam berapa dan dimana acara itu diadakan. Aaaakhhh!!! Aku jadi pusing sendiri kalau memikirkannya!!


Ini sudah ke 10 kalinya aku menelpon Kazuma, tetapi tak satupun yang diangkat olehnya.


Ukh! Sebenarnya dia kenapa sih?! Kok teleponku gak diangkat-angkat!


Ah, pasti dia tidur deh! Ya! Pasti dia begitu ! 


"ANGKAAAAT......... ANGKAT TELEPONYAAAA.........!!" hp-ku berbunyi. ini pasti Kazuma.


"hei! gimana sih?! sebenarnya jadi tidak sih mau pergi?!" protesku.


"... hosh... hosh..." apa-apaan Kazuma ini? dia mendesah seperti orang tolol saja.

__ADS_1


"hei! jawab yang benar!!!"


"....Asuka... "tut tut tut......"


hah? apa-apaan dia?? dia cuma bilang, "Asuka..." lalu dimatikan begitu saja? dia sinting apa?!


aku menelponnya lagi, tapi tidak diangkatnya. kenapa ya dia aneh begitu? jangan-jangan dia kerasukan? ah tidak tidak, itu tidak mungkin. atau... jangan-jangan dia sedang sakit? ah iya! pasti begitu! dari suaranya saja dia lemas sekali! dan lagi dia tersengal2 seperti kecapekan begitu! dia pasti sedang sakit karena kehujanan kemarin! oh ya ampun Kazuma...


apa yang harus kulakukan sekarang?! bagaimana ini? apakah tidak ada yang merawatnya? ah! Taiki! pasti Taiki bisa membantuku!


aku langsung menelpon Taiki, "Halo?! Halo Taiki?!"


"halo... oh, Fujimoto... ada apa...?" suaranya lemas banget, pasti Taiki sedang tidur saat aku menelponnya. ah... suaranya saat baru bangun tidur juga sexy... Tidak Asuka! fokus! fokus! Kazuma sedang sakit!


"apakah ada yang merawat Kazuma di rumahnya?!" tanyaku buru2.


"ehm...? apa maksud...mu...?" tanya Taiki masih setengah tidur.


"sepertinya Kazuma sakit, apakah ada orang di rumahnya yang merawatnya?!"


"apa? dia sakit?"


"iya! cepat!"


"oh iya2 maaf, ehm, dia tinggal sendiri. dia tinggal di apartemen."


apartemen...? jadi tidak ada orang yang merawatnya?!


"baiklah, berikan aku alamatnya, cepat!"


"oh, oh iya, alamat apartemennya di jalan XXX, nomor kamarnya "9."


"terimakasih!!!" aku langsung menutup teleponku.


sesegera itu, aku langsung menjejalkan obat, gaun, dan sepatu yang dibeli kemarin kedalam tas olahraga-ku. lalu aku langsung pergi menuju ke apartemen Kazuma.

__ADS_1


__ADS_2