Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
igau nya menyakitkan


__ADS_3

"pluk, pluk, pluk" perlahan2 orange juice yang kusiram mulai menetes dari rambut ibu Kazuma.


aku cuma bisa ternganga atas kelakuanku. aku tak percaya aku bisa lepas kendali pada calon mertua-ku!!! manalagi yang kusiram itu bukan air putih, melainkan orange juice yang pastinya "lengket" sekali. tapi yang aneh, aku lebih merasa lega daripada merasa menyesal.


"apa... apaan kau....?" kata ibu Kazuma dengan nada yang mengerikan. dia menatapku dengan tatapan mematikan yang sedikit membuatku bergidik ngeri. tapi tatapannya itu masih tidak ada apa-apanya dibandingkan tatapan mengintimidasi Kazuma dulu.


"ehm... ma- maafkan aku." kataku dengan nada menyesal. tapi aku tahu bahwa ibu Kazuma menyadari ketidak sesalanku dari ekspresiku, dan aku juga mengharapkan itu.


"beraninya kau... terhadapku... kau pikir siapa dirimu hah?! kau bangga karena sudah bisa menjadi pacar anak bodohku ini?! kau seharusnya lebih menyadari statusmu itu! kau sudah merasa hebat?!"


"apa katamu..." aku mau protes lebih lanjut, tapi Kazuma mengangkat tangannya di hadapanku, memberi kode agar aku tidak bicara lebih jauh lagi.


"sudah cukup..." kata Kazuma.


"cih..." aku mendengus saking bencinya aku pada ibu Kazuma. UNTUNG KAZUMA MENGHENTIKANKU! KALAU TIDAK, SUDAH KUacak-acak MAKE UP TEBALMU ITU NENEK TUA!!!


"sebaiknya kau jaga perilaku gadismu itu! dia sama sekali tidak punya tata krama seperti monyet saja! bukankah sebaiknya kau mencari gadis lain yang lebih bermartabat dari ini?! kau sudah tidak bermartabat, setidaknya carilah gadis yang bermartabat untuk menutupinya!"


APA?! MONYET?! AKU DISEBUT MONYET?! AAAAH!!! BISA GILA AKU!!! AAAHH!!!! KEPALAKU MAU PECAH!! DAN bisa-bisaNYA DIA BICARA TENTANG MARTABAT! PADAHAL DIA SENDIRI ADALAH NENEK TUA YANG TIDAK BERMARTABAT!!! AAAAKHH!!! GATAL SEKALI TANGANKU!!! AAAAHH!!!


"ibu...." panggil Kazuma.


"kau hanya menyusahkan! padahal aku hanya memintamu untuk hadir pada acara ini dan menyalami pak menteri! tapi apa yang kaulakukan padaku?! kau membawa gadis monyet ini, dan dia menyiramku!!!"


"ibu...."


"lihat bagaimana keadaanku sekarang! padahal aku masih harus menyalami banyak tamu!! apakah..."


"ibu!!!" teriak Kazuma. saat itu juga, ibu Kazuma menutup mulutnya dan terdiam seperti anak kecil yang ketakutan. aku yang sedang asyik mengutuki ibu Kazuma dalam hati, ikut berhenti juga mendengar teriakan Kazuma.


Kazuma mengangkat kantung kertas yang dia bawa sejak tadi ke hadapan ibunya.


"ibu..." kata Kazuma dalam.


".....selamat ulang tahun......"


".........." ibu Kazuma terdiam, dan hanya memandangi Kazuma heran.


jadi... kantung itu berisi kotak musik yang kami beli kemarin...? sedari tadi dia memegang kantung itu bak benda berharga, ternyata itu hadiah untuk ibunya. aku saja sudah lupa kalau hari ini ibunya berulang tahun karena kemarahanku kepadanya. tapi Kazuma masih ingat, dan masih sudi memberi hadiah kepada ibu yang telah mengutukinya itu... Kazuma...


ibu Kazuma terdiam memandangi Kazuma dengan tatapan terluka sekaligus tidak percaya. semoga saja dia bisa mengerti perasaan Kazuma lewat hadiah itu... sial, aku terharu sekali melihat Kazuma seperti ini... huhuhu!! KAZUMAAAAA!!!!!!


"kami pergi dulu." kata Kazuma sambil menggandengku menuju pintu keluar.


aku menengok ke belakang untuk sesaat, pada saat itu, ibu Kazuma masih memandangi sosok Kazuma dengan wajah penuh rasa sesal. bagaimana..? kau pasti menyesal bukan, telah menyia-nyiakan anak sebaik Kazuma...? sebaiknya kau belajar dari kesalahanmu hari ini, nenek tua...


* * *


berjalan menuju ke mobil saja, sudah merupakan perjuangan keras bagi Kazuma. keadaannya makin parah sekarang. dan aku yakin demamnya naik lagi, karena tubuh Kazuma benar-benar lebih panas dibanding tadi.


tadinya aku ingin membawanya ke RS, tapi Kazuma menolak dan meminta pulang saja. jadinya aku memapah Kazuma ke kamar apartemennya, dengan bantuan dari pak supir. karena kali ini Kazuma sudah benar-benar tidak bisa bergerak. setelah merebahkan Kazuma di kasur, pak supir memohon diri. dan tinggalah kami berdua disini.


aku kehabisan napas saking capeknya, tenagaku terkuras untuk memapah Kazuma sampai ke sini. hhh... sebaiknya aku istirahat sebentar sebelum merawat Kazuma lagi... hari ini benar-benar melelahkan lahir batin! faktor utamanya tentu saja karena nenek tua itu... mengingat mukanya saja aku kesal.... 


Kazuma keringatan sekali, dia harus mengganti bajunya. ini sudah ke 2 kalinya aku menggantikan pakaian untuk Kazuma, jadinya aku sudah tak segugup yang pertama. aku mengelap badannya dengan lap basah, karena pastilah tak enak tidur dengan badan lengket sehabis keringatan. setelah mengelap badan Kazuma, aku memakaikan T-shirt kepadanya.


nah, aku tahu dibalik celana panjang ini Kazuma memakai celana pendek lagi. jadi, aku hanya perlu membuka celana panjangnya saja. jadi aku tak perlu melakukan dan melihat yang tidak2.


aku mengukur lagi suhu badan Kazuma, yang benar saja! "39 derajat"! oh ya ampun... makin tinggi saja demamnya... aku harus meminumkannya obat dan menyuruh Kazuma makan, karena Kazuma belum makan sejak tadi pagi. ah, mungkin dia belum makan dari kemarin malam! huh, pantas saja demamnya terus naik... dia tidak punya energi karena belum makan! aduh bodohnya aku ini..


aku mengelap keringat di wajah Kazuma sampai ke lehernya. setelah Kazuma kelihatan tidur lebih nyenyak, aku memutuskan untuk pergi keluar membeli obat dan membeli bubur (bubur yang kubeli untuk Kazuma tadi siang sudah basi, jadinya aku harus beli lagi ). kalau tak salah, di depan apartemen ini ada tempat makan dan apotek. untunglah tempat ini begitu strategis, jadinya aku tak perlu berlama2 meninggalkan Kazuma.


Kasihan Kazuma... apakah selama ini dia selalu sendiri seperti ini? apakah kalau dia sakit tidak ada yang merawatnya? Kazuma... kamu pasti kesepian sekali... coba saja ibumu lebih perhatian sedikit dan tidak bertindak seenak jidat! pasti kamu lebih bahagia..


sekarang sudah jam 11 malam, ayah dan ibu pasti mencariku.


tapi aku tidak bisa meninggalkan Kazuma sendirian untuk saat ini, sebaiknya aku menelpon untuk bilang aku menginap di rumah teman hari ini.


"halo, ibu? ibu, ini aku Asuka. hari ini aku menginap di rumah teman bu, lagipula besok hari minggu. ya, aku akan pulang besok siang. ya, sampai jumpa." syukurlah ibu tak bertanya aku menginap di rumah siapa. jadinya aku tak perlu berbohong... aku bilang menginap di rumah "teman" kan? jadi, pada dasarnya aku tak berbohong....


................


.......................


ya! baiklah aku mengaku kalau aku hanya mencari alasan untuk menutupi dosaku! tapi kali ini Kazuma benar-benar gawat, aku tidak bisa meninggalkannya! lagipula aku takkan berbuat aneh2 padanya kok... yah, tetap saja sih... yang namanya berbohong tetap saja berbohong... MAAFKAN AKU IBU, AYAH!!!


nah, sebaiknya aku pergi membeli obat dan bubur sekarang (dan membeli makanan untukku juga tentunya)! kunci apartemen Kazuma kubawa, tidak apa-apa kan? toh tidak seperti aku mau mencuri atau mau menjual apartemennya. jadi tak apalah aku pinjam kuncinya sebentar... daripada ada maling masuk nanti.


aku keluar dari apartemen Kazuma dan mengunci pintunya, aku turun ke lobi dan mengarah keluar. wuah, ternyata tempat ini benar-benar strategis! begitu keluar, aku langsung bisa mendapati apotek 24 jam dan rumah makan. oh ya ampun... pasti asyik deh tinggal disini... 


aku membeli obat demam dan plester penurun panas di apotek 24 jam, lalu aku pergi ke rumah makan membeli bubur untuk Kazuma, dan ramen untukku. syukurlah aku membawa cukup banyak uang hari ini... kalau tidak bisa mampus si Kazuma itu... 


hmm, apakah sebaiknya aku beli minuman isotonik untuk Kazuma? sepertinya dia memerlukan minuman isotonik, dia mengeluarkan banyak keringat sih. jadi sebaiknya aku beli beberapa untuk persediaan. betapa baiknya aku ini... sepertinya aku sudah cocok jadi istri... HIHIHIHI..  aku mengarah kembali ke apartemen dengan barang belanjaan penuh di kedua tanganku. aku harus cepat-cepat kembali nih, sebelum Kazuma benar-benar mati..

__ADS_1


aku menaiki lift dan menuju ke kamar nomor "9", eh? lho lho lho? siapa itu di depan pintu? untuk apa dia malam-malam begini mondar-mandir di depan kamar Kazuma? penguntit? pembunuh? pemerkosa? perampok?


ah, perasaanku saja... ternyata itu adalah ............ ibu Kazuma.... APA?! IBU KAZUMA?! SEDANG APA DIA DISITU?! NGAPAIN DIA MONDAR MANDIR SEPERTI MANIAK DISITU?!


yah, tak ada salahnya mencari tahu.. aku mendekati nenek sihir itu, "apa maumu...?"


"eh- a- aku cuma mau bertemu Kazuma" jawabnya gugup.


"untuk apa? menamparnya lagi?"


"sebaiknya jaga mulutmu. biarpun begitu, aku masih tetap ibunya." katanya angkuh. cih... masih bisa bicara sok?!


"dia tidak bisa ditemui." kataku cuek sambil membuka kunci apartemen.


"biarkan aku..."


"hah?"


"biarkan aku.."


"apa maksud tante?"


"biarkan aku bertemu dengannya..." bertemu...? bagaimana bisa dia seegois ini setelah menyakiti Kazuma begitu jauh?!


"bisa-bisanya tante bicara seegois itu?! padahal tante sendiri yang telah melukainya! jadi apa gunanya bertemu kalau untuk menyakitinya!" teriakku mulai kehilangan kontrol atas emosiku.


"biarkan aku bertemu dengan anak bodohku itu.." kata ibu Kazuma masih dengan gaya angkuhnya.


"tidak bisa."


"kenapa?! apa hak-mu melarangku begitu?! dia anakku!"


"dia sedang sakit.."


"apa?"


"ya! dia sedang sakit! kau yang menyebut dirimu ibunya, bahkan tidak tahu bahwa Kazuma sedang sakit!"


"..." ibu Kazuma diam saja sambil menatapku tak percaya. 


sudah terlanjur ngomong, jadi sekalian sajalah! sekalian melampiaskan amarahku padanya, " mungkin kau tidak tahu atau bahkan kau sama sekali tidak peduli, tetapi dia sedang sakit! dia bahkan rela menyeret tubuh sakitnya itu, untuk menurutimu hadir di pesta! tapi apa yang kau lakukan padanya?! kau hanya menghakiminya tanpa tahu kebenarannya! kau cuma bisa melihat dia dari segi negatifnya! dan kau tahu kenapa dia bisa sakit..? itu karena dia mencari hadiah untuk hari ulang tahunmu itu, yang tepatnya HARI...INI..."


"apa...? apa katamu?" 


"bisa-bisanya... bisa-bisanya..." gumam ibu Kazuma, segelintir air mata mulai jatuh ke pipinya.


"bagaimana bisa dia melakukan itu... dia yang kupikir selama ini tidak menganggapku sebagai ibu, melakukannya... bagaimana bisa...?"


"....." aku terdiam saja melihat  air mata mulai mengalir deras di pipi ibu Kazuma.


"aku pikir dia tidak mencintaiku... dia yang lebih memilih tinggal bersama ayahnya daripada bersamaku... namun saat dia kembali, aku ingin mempertahankan dia disisiku untuk selamanya. walaupun aku tahu aku bukan ibu yang pantas baginya... aku hanya ingin menyampaikan rasa sayangku. tetapi entah sejak kapan, rasa sayang itu tersampaikan menjadi luka dihatinya... entah sejak kapan kata-kata cinta berubah jadi kutukan di bibirku...aku... aku hanya tak tahu bagaimana cara mengekspresikan rasa sayangku...kumohon, biarkan aku bertemu dengannya... kesempatan kedua ini takkan ku sia-siakan..."


"........"


ternyata sama saja seperti Kazuma, mereka berdua sama2 tidak bisa mengekspresikan rasa sayang mereka satu sama lain. dan tanpa mereka sengajai, mereka salah mengekspresikan cinta menjadi benci. andai saja mereka bisa mengekspresikan diri lebih baik, pasti mereka akan lebih bahagia. memang buah tak jatuh jauh dari pohonnya 


"baiklah, tante boleh masuk... tapi Kazuma sedang tidur, jadi tolong jangan berisik." entah siapa yang ibunya disini... 


"hiks... baik." katanya sambil mencoba menghentikan tangisnya. aku membuka pintu dan membawa belanjaanku masuk, ibu Kazuma mengikutiku dari belakang. aku menyuruhnya menunggu di ruang tamu sebentar selagi aku meletakkan barangku di dapur.


"disini kamarnya... ayo masuk" kataku. ibu Kazuma terlihat gugup, tapi dia mengikutiku masuk.


"Kazuma..." gumam ibu Kazuma melihat anaknya yang sedang terbaring lemah. ibu Kazuma berjongkok di sisi kasur Kazuma, dan dia membelai rambut yang ada di dahi Kazuma.


"maafkan ibu... maafkan ibu..." isaknya. perlahan air mata mulai menetes dari pipinya dan jatuh di atas pipi Kazuma.


"ng...?" erang Kazuma.


"i... ibu...?"


"iya, ini ibu... maafkan ibu ya Kazuma... ibu bersalah..."


Kazuma heran dengan keberadaan ibunya disini, dan dia mulai memaksa badannya untuk duduk. "kenapa ibu bisa ada disini...?"


"ibu ingin meminta maaf padamu Kazuma... maafkan ibu... ibu telah banyak melukaimu selama ini.."


"......"


"maafkan ibu... maafkan ibu..."


Kazuma membelai pundak ibunya, "ibu... tidak apa-apa kok, sungguh. memangnya ibu salah apa?"


aku tahu sebenarnya Kazuma tahu mengapa ibunya minta maaf, tapi dia berpura2 tak tahu apa-apa agar tidak membuat ibunya jauh lebih sedih. aku bangga punya pacar seperti Kazuma. uh sialan, aku jadi ikut menangis deh... ukh! jangan sampai aku menangis! bakal memalukan sekali!

__ADS_1


"Kazuma... Kazuma..." isak ibu Kazuma.


"ibu... sudahlah..."


 "...... hiks............" 


"sudahlah ibu... jangan menangis lagi... aku tidak apa-apa, sungguh."


ibu Kazuma menyeka air matanya, " Kazuma, ibu ada permintaan, mau kan kamu datang lagi ke pesta berikutnya? kali ini ibu akan mengenalkan anak kebanggaan ibu ini kepada semuanya." kata ibu Kazuma sambil mengacak-acak rambut Kazuma.


Kazuma tersenyum, " ya. " 


* * *


sudah hampir 30 menit aku meninggalkan ibu Kazuma dan Kazuma berdua agar bisa mendapat privasi, tapi ibunya tak kunjung keluar juga. hmmm.... berarti semuanya baik-baik saja...... senang rasanya melihat mereka berdua rukun seperti itu 


aku sudah memakan ramen yang tadi kubeli, dan bubur yang kubeli untuk Kazuma sudah kuserahkan pada ibunya agar dia bisa menyuapi Kazuma. pertama sih, ibu Kazuma menolak karena malu untuk menyuapi Kazuma, tapi kupaksa saja dia. dan akhirnya? dia senang tuh bisa menyuapi anaknya. dasar orang tua jaman sekarang... 


sambil menunggu, aku iseng2 duduk di sofa sambil ngemil dan nonton Tv. wuah, chanel Tv di apartemen Kazuma banyak sekali! pasti asyik sekali deh, kalau chanel TV di rumahku sebanyak ini. nah, acara apa ini? kayakanya bagus nih film bule... untung ada subtitle-nya jadi aku mengerti. coba-coba sajalah aku menonton ini, siapa tahu bagus... lho lho lho? mereka mulai ngapain tuh? kok mereka buka baju?! iiih! oh ya ampun!! oh tidak! aku harus cepat-cepat mengganti chanel!! dimana remotenya?! dimana?!


"asyik banget nonton filmnya... sudah kuduga kau pasti suka film mesum seperti ini."


ASTAGA NAGA!  sejak kapan ibu Kazuma berada disitu?! oh tidak! dia pasti menyangka aku sedang nonton bokep! ah tidak!! aku malu sekaliii!!!!


"eh- eh! i- ini tidak seperti yang tante pikirkan! aku tak bermaksud menonton ini, sungguh!"


"ah sudahlah, gejolak masa muda "kan memang sulit untuk dilawan... apalagi di masa2 remaja ini, hormon berkembang dengan amat cepat.."


"a- apa?! tidak tante! sungguh! bukan seperti itu!" 


"sudahlah... hei, aku mau pulang. dimana tas-ku?"


"eh, lho? kok sudah mau pulang? Kazuma gimana...? i- ini tas-nya."


"dia tertidur. tentu saja aku harus pulang, karena rambutku lengket sekali akibat orange juice-mu itu."


ups mati aku... 


ibu Kazuma berjalan menuju pintu keluar, dan aku mengikutinya dari belakang sambil terus mengutuki diriku sendiri akan betapa bodohnya aku bisa kehilangan kendali atas calon mertua-ku sendiri. tiba-tiba dia berhenti dan membalikkan badannya, " hei... asal kau tahu, aku belum mengakui gadis monyet sepertimu sebagai menantuku."


ya ya ya, aku juga tahu kok ibu mertua... 


"tapi, kau harus datang ke pesta berikutnya yang diadakan 7 hari lagi." apa?! dia mengundangku?! ahaaha!!!! dan lagi, tadi dia menyebut "belum mengakui" bukannya "tidak mengakui", berarti aku masih punya harapan!! yaaaaayyy!!!!!


"lagipula, sepertinya punya menantu monyet kayak kamu tidak jelek2 amat.." dia memang mengucapkan ini dengan suara yang amat kecil, tapi aku bisa mendengarnya. cuma saja, aku berpura2 tidak mendengar dan tersenyum dalam hati. HIHIHIHI "iya!! selamat jalan ibu mertua!! hati2 di jalan!!" kataku sambil membungkukkan badanku.


"apa katamu..? cih, dasar anak monyet.." kata ibu Kazuma. walaupun dia menyembunyikan wajahnya, aku bisa melihat kupingnya memerah karena malu aku menyebutnya "ibu mertua." hehehe, dia memang sama seperti Kazuma! Kuping Kazuma juga memerah setiap kali dia merasa malu. HIHIHIHI  aah... entah mengapa lega sekali rasanya... ternyata ibu Kazuma tidak parah2 amat, dia baik juga. pasti beban berat yang selama ini dipikul Kazuma-pun telah hilang  ukh! senang sekali rasanya!


mood-ku lagi bagus nih! akan kurawat Kazuma sebaik mungkin hari ini! hehehe aku mau ambil air dan handuk ah, untuk mengelap keringat Kazuma agar tidurnya lebih nyenyak lagi  dan setelah itu, aku akan memandangi wajah tidur Kazuma sepuas-puasnya! hahaha!!


aku membawa baskom berisi air dan handuk ke kamar Kazuma. Kazuma terlihat nyenyak dengan senyum kecil tersungging di bibirnya. dia pasti sedang bermimpi indah sekarang 


aku memeras handuk dan menyeka wajah Kazuma, Kazuma bergerak terlihat menikmatinya.


"em... nyem nyem nyem..." igau Kazuma. hehehe, ternyata dia bisa mengigau juga? hahaha, dia pasti sedang mimpi indah sekali sekarang  pasti nyaman ya dibasuh dengan handuk dingin begini, Kazuma? akan kuseka lagi wajahmu!


"sih...." igau Kazuma lagi.


heh? "sih..." ? apa maksudnya..?


"terimakasih... telah...membantuku... hari ini..." hm??? jadi dia memimpikan hari ini?? hahaha, pasti dia senang sekali hari ini, sampai2 terbawa mimpi  "terima kasih telah membantuku hari ini......" dia berterimakasih pada siapa sih sebenarnya? dari tadi ngoceh begitu terus, HIHIHIHI. "terimakasih.... hyori......"


apa....?


Hyori....?


tidak, tidak... aku pasti salah dengar...


"Hyori......" igau Kazuma sambil berguling menghadap tembok.


Kazuma memimpikan Hyori...? sejak tadi kau memimpikan rubah betina itu...? senyum yang tersungging di wajah tidurmu itu, juga karena kau memimpikannya...? apakah kau begitu gembira karena dapat bertemu dengannya walau hanya dalam mimpi...? apakah kau begitu merindukan waktu yang kau lewatkan bersamanya, sampai2 kau memimpikannya...?


tidak, Asuka! kamu tidak boleh berpikir yang aneh2 seperti itu! tidak mungkin Kazuma masih menyukai rubah betina itu! itu cuma mimpi! mimpi"kan tidak bisa diatur, mimpi pasti datang dengan sendirinya! kamu juga pernah"kan memimpikan cowok lain selain Kazuma...


ya... aku juga bermimpi tentang Taiki kok minggu lalu... dan itu cuma mimpi, mimpi tidak berarti apa-apa... ya, itu tidak berarti apa-apa...


huh...? 


apa ini...? 


air mata...? sejak kapan aku mulai menangis? aku sama sekali tidak berniat menangis. tapi kenapa air mata ini jatuh dengan sendirinya? walau aku tahu itu cuma mimpi, tapi kenapa hatiku begitu sakit mendengar nama Hyori keluar dari bibir Kazuma? apakah jauh di dalam hatiku, aku tahu bahwa di hati kecil Kazuma, Hyori masih berada disana? apakah selama ini aku hanya berpura2 tidak menyadarinya, agar aku dapat mempertahankan Kazuma disisiku?


tidak Asuka... itu hanya mimpi... tidak lebih.... malam itu, aku menangis tanpa suara agar Kazuma tidak mendengarnya...

__ADS_1


__ADS_2