
" Anak-anak hari Sabtu kita akan mengadakan perpisahan, diharapkan anak-anak menampilkan kemampuannya masing-masing" ucap kepala sekolah di saat anak-anak sekolah berbaris di lapangan sekolah.
" Horeeeee" teriak murid -murid.
Namun Vikri dan Dila merasa sangat sedih, sebab mereka tahu kalau mereka akan berpisah, Vikri akan melanjutkan sekolahnya ke kota ikut orang tuanya. sementara Dila masih melanjutkan sekolahnya ke sekolah yang tidak jauh dari sekolahnya sekarang.
" Dil, nanti kamu mau nampilin apa diacara perpisahan?" tanya Vikri sambil sesekali melihat ke Dila.
"Saya mau membuat desain pakaian seorang guru" jawab Dila sambil senyum-senyum.
"Emang kamu bisa mendesain Dil?" tanya Vikri lagi.
"Bisa dong... di rumah kalau tidak sedang sibuk, saya selalu belajar mendesain." jawab Dila.
"Oh.... gitu ya..." kata vikri.
"Iya, eh.. ke kantin yuk Vik." ajak Dila.
"Ayolah"
Dila dan Vikri berjalan bersama menuju kantin sekolah.
" cie...cie... pasangan setia" canda Rina saat melihat mereka sampai di kantin.
Dila dan Vikri hanya senyum - senyum pada Rina dan gabung duduk di situ.
" Teh es bi" pesan Vikri pada bi Nani penjaga kantin.
" Iya Vik." jawab bi Nani.
"Dila mau pesan apa? tanya bi Nani pada Dila.
"saya pesan es jeruk bi" Dila juga memesan.
"kamu gak minum Rin?" tanya Dila pada Rina.
"gak Dil, udh tadi" kata Rina.
__ADS_1
"Dil, Rin kalian pulang nanti di jemput atau pulang sendiri?" sambil menunggu es yang dibuat bi Nani, Vikri bertanya pada Dila dan Rina.
"Heeemm... gimana kalau kita sama-sama jalan kaki pulang nanti, bentar lagi kita kan akan berpisah" ajak Rina.
" Boleh...boleh..." jawab Dila dan Vikri.
" Ini minumnya" kata bi Nani sambil menyimpan gelas minuman ke atas meja.
" Oke bi, terima kasih". jawab Dila dan Vikri.
" Eh... kalian kalau dah tamat nanti mau ngelanjut kemana? ke pelaminan atau ke SMA? kelakar Rina sambil tertawa.
" His... Rina ini, kita harus melanjutkan pendidikan kita sampai setinggi-tingginya, biar kelak kita tidak di rendahkan orang lain." sambil minum teh es Vikri menjawab Rina.
" Iya Rina ini, masa ke pelaminan, kita kan masih di bawah umur dan belum boleh memikirkan pelaminan." jawab Dila.
" hehehe... saya hanya bercanda. terus kalian melanjutkan ke SMA mana?" tanya Rina serius.
" saya lanjut di SMK dekat sini, saya mau ambil jurusan tata busana, biar makin pandai menjahit dan mendesain pakaian" sambil menyipitkan matanya Dila menjawab pertanyaan Rina.
" kalau kamu Vik, mau lanjut di mana?" tanya Rina pada Vikri.
" kalau saya mau ikut Dila masuk di SMK, tapi tidak ngambil tata busana deh, saya tak bisa mendesain atau apa, nanti saya mau tanya papa, maunya jurusan apa, saya sih sukanya akuntansi. jawab Rina.
teng... teng... teng...
sedang asyik ngobrol lonceng pun berbunyi, menandakan bahwa mereka harus pulang, semua anak-anak bergegas mengambil tas setelah berbaris di lapangan, anak- anak kelas tiga SMP di beri surat undangan perpisahan untuk orang tua mereka, setelah itu mereka langsung pulang. seperti keinginan mereka di kantin tadi, Dila, Vikri, dan Rina pulang jalan kaki. rumah mereka tak terlalu jauh dari rumah sekolah.
sesampai di rumah mereka memberikan surat itu kepada orang tua mereka.
"assalamualaikum" salam Dila ketika sampai depan rumah.
" waalaikumsalam, eh... Dila dah Pulang nak" sahut Nita ibunya Dila.
"udah Bu". jawab Dila sambil mencium tangan ibunya.
"Bu, hari Sabtu di sekolah ada acara perpisahan, orang tua diminta untuk hadir, apa ayah bisa pergi ke sana ya Bu, kan ayah sibuk kerjanya." tanya Dila pada ibunya.
__ADS_1
"nanti ibu tanya pada ayahmu ya nak, sepertinya bisa kan ayah biasanya libur hari Sabtu, semoga tidak ada kerjaan yang harus dikerjakan ayah hari Sabtu ya nak." jawab Nita ibunya Dila.
"oke Bu. Dila ke kamar dulu mau ganti baju ya Bu" sambil berkata Dila berjalan menuju kamarnya.
***
hari Sabtu pun tiba. murid -murid dan orang tua mereka sudah sampai di sekolah.
anak-anak sudah menyiapkan berbagai macam yang akan di tampilkan di acara tersebut.
acara dimulai pukul delapan, dan selesainya pukul sepuluh.
setelah selesai acara perpisahan anak-anak dan orang tua murid. di jalan menuju kendaraan mereka, Vikri bertemu dengan Dila dan Irvan ayahnya Dila, di situ juga ada Rina teman Dila.
Vikri ingin mengajak Dila pulang sama-sama dengan mengendarai sepeda motor. Vikri minta izin pada ayahnya Dila, ayah Dila mengijinkan, karena kebetulan ayah Dila baru habis ditelepon anak buahnya, ada pekerjaan mendadak yang harus dikerjakan.
mereka berpisah di tempat parkiran, ayah Dila langsung menuju tempat kerjanya. Dila dan Vikri masih di tempat parkiran. sebelum mereka pulang, Dila ingin memberikan sesuatu pada Vikri.
"Vik, saya mau kasih kamu sesuatu, sebagai kenangan saat kita telah berpisah nanti, karena sebentar lagi kita pasti lama tak akan bertemu, apa lagi kalian akan menetap di kota, pasti sangat jarang kita bisa bertemu" kata Dila pada Vikri.
" iya sih Dil, kita bakal lama gak ketemu. emmm... kamu mau kasih apa Dil? " tanya Vikri.
Dila membuka tasnya dan mengambil gelang yang ia buat sendiri dari benang dan manik.
"Ini ada gelang yang saya buat sendiri, tapi tak bagus ya... kamu maukan terima gelang ini" kata Dila sambil menunjukkan gelang itu pada Vikri.
sambil mengambilnya Vikri berkata " saya mau kok nerimanya, gelangnya bagus terimakasih kasih ya Dil, saya akan menyimpan gelang ini baik-baik biar selalu ingat kamu dan kamu juga jangan lupakan aku ya dil".
" ya, sama-sama. kamu simpan ya" kata Dila sambil menatap Vikri.
"oke" jawab Vikri sambil mengacungkan jempolnya.
lalu mereka berjalan menuju motor Vikri.
Rina telah pulang dulu bersama orang tuanya.
"ini helmnya Dil." Vikri memberikan helm pada Dila.
__ADS_1
"terimakasih Vik" Dila mengambil helm ditangan Vikri, dan langsung memakai helm tersebut. Vikri naik ke atas motor, kemudian Dila juga naik. lalu mereka pulang, dijalan sambil berbincang-bincang di atas motor, sesekali mereka bercanda, karena asyik bercanda mereka tak sadar sudah melewati gang yang menuju rumah Dila, Dila kaget melihat mereka yang sudah jauh melewati gang rumahnya. mereka berbalik arah menuju rumah Dila, mereka masih saja asyik bercanda di atas motor, sesekali Vikri menggoda Dila dengan kata-kata, terkadang Dila memukul belakang Vikri pelan dari belakang.