Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
hadiah untuk camer


__ADS_3

apa?! aku harus menemani Kazuma di acara ibunya itu!!!?!!!!


oh ya ampun... belum pergi saja aku sudah bisa membayangkan, disana pasti perkumpulan orang-orang glamor yang pakai bling2 sana sini. dan pasti aku disana bengong doang kayak kambing conge. kenapa sih Kazuma mengajakku segala?!


"kenapa?! kenapa aku harus menemanimu?!" teriakku panik.


"bisa gak sih tidak teriak? telingaku bakal putus lama2. tentu saja kamu harus temani aku, kamu mau aku lepas kendali dan ngamuk2 disana? kalau kamu ikut, setidaknya ada yang bisa menahanku."


jadi itu maksudnya... yah betul juga sih. siapapun yang punya ibu seperti ibu Kazuma pasti bawaannya ingin marah-marah terus. apalagi manusia bertemper tinggi seperti Kazuma, dia pasti akan meledak sewaktu2. kemarin saja, aku takjub Kazuma tidak memukul balik ibunya (yah, tidak mungkin juga sih Kazuma melakukannya... )


"apa tidak ada yang lain? ah! bagaimana kalau kau ajak Taiki atau Yusuke saja?!"


"kau gila? Yusuke kan sudah pacaran sama teman bau-mu itu, dia mana ada waktu. lagipula apa tidak aneh membawa teman cowok ke pesta? nanti aku dikira homo lagi. dimana-mana kalau pergi tentu saja bawa pacar! gimana sih!"


aku memang senang dia begitu mengakuiku sebagai pacarnya, tetapi kenapa sih dia kasar sekali! pasti senang kalau aku bisa menarik lidahnya.


"ehm... kalau boleh tau, sebenarnya acara apa sih sampai begitu penting?" tanyaku ragu.


"kau benar-benar banyak tanya... kenapa sih tidak nurut saja... hhh.."


"setidaknya kau harus beritahu aku kan! aku berhak tahu!"


"iya! iya! ya ampun! jangan teriak-teriak kenapa!... aku juga tak begitu tahu, sepertinya 10 tahun berdirinya hotel atau semacamnyalah. aku tak peduli."


"lalu kenapa kau harus ikut?"


"entahlah... sepertinya ibu mau memperkenalkan aku sebagai anaknya atau apa... katanya sih ada pak menteri, jadi aku harus datang. tapi aku sama sekali tak mengerti apa pentingnya menteri itu bertemu denganku."


APA!?!?! menteri?!?!?!


oh ya ampun... tak kuduga ternyata Kazuma orang sepenting itu... tentu saja Kazuma harus datang ke acara tersebut! masa anak tidak ikut serta dalam bisnis keluarganya! yah, bukan berarti ikut serta sih, tapi tentu saja setidaknya Kazuma harus nampang disitu biar sopan. masa, pak menteri yang sudah bela2in datang tidak disalami oleh pemilik acara? itu kan bodoh sekali... ya... Kazuma bodoh sekali sampai dia tak mengerti. pacarku yang bodoh  "hhh... dasar kau itu. ya sudah, akan kutemani. tapi jangan harap kau bisa mengaturku ini-itu di pesta nanti."


"siapa juga yang mau mengaturmu. kau kan tidak bisa diatur."


"apa..."


"hei, carikan baju yang pas untuknya." kata Kazuma kepada pelayan toko memotong perkataanku.


tiba-tiba saja aku sudah ditarik pelayan toko masuk kedalam kamar pas, dan aku disuruh mencoba gaun yang sudah dipilihkan. tapi ada yang mengganggu pikiranku, kenapa Kazuma duduk dan menonton saja? bukannya dia harus cari baju juga?


aku mencoba gaun pertama yang berwarna soft. gaun ini melilit tubuhku dengan ketat, dan dengan panjang selutut. pelayan toko membuka pintu kamar pas dan menyuruhku keluar agar Kazuma bisa melihatnya. oh ya ampun, masa harus minta pendapat Kazuma segala???! aku malu sekaliii!!


aku keluar dari kamar pas dengan malu2 dan pelayan toko bertanya pada Kazuma, "bagaimana dengan yang ini? model ini baru saja keluar 2 minggu lalu. dan warna soft cocok sekali dengan kulit nona ini."


Kazuma cuma memandangku bosan dan menggeleng, " uh-huh, ganti dengan yang lain." dasar sialan... cuma itu saja komentarnya?! ukh menyebalkan.


aku dibawa masuk lagi ke kamar pas oleh sang pelayan toko yang masih melayaniku dengan senyum bisnisnya. aku mencoba gaun ke 2 yang diserahkannya, kali ini adalah long dress berwarna hitam. saat Kazuma melihatnya, dia cuma berkomentar begini, "jelek. dadamu kelihatan rata sekali." sial... bisa-bisanya dia ngomong seenak itu... 


kali ini gaun ke 3. long dress satin berwarna putih, berlengan panjang dengan jahitan di bagian pinggang menjulur ke bawah.


aku memperlihatkannya pada Kazuma, "kayak sadako." begitu komentarnya. dan aku terus mengganti dan mengganti gaun. walaupun ini butik mahal dan ternama, sepertinya butik ini tidak kunjung memuaskan Kazuma. aku saja sampai capek ganti baju terus, mau mati rasanya.


apakah ini salahku sampai semua gaun mahal ini terlihat jelek? atau memang Kazuma saja yang matanya belok? ada beberapa gaun yang kuanggap manis, tapi tetap saja Kazuma tidak menyukainya. sebenarnya dia mau apa sih?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

__ADS_1


mungkin ini gaun ke-20ku, aku sudah capek sekali dibuat SINTING itu. aku benar-benar menyerah! kalau baju ini tidak juga memuaskan Kazuma, aku akan pergi ke pesta itu menggunakan kaos kutang dan kolor saja! pokoknya gaun ini adalah gaun terakhir yang akan kucoba! huh!!


sang pelayan toko masih menyunggingkan senyum bisnisnya. tapi kali ini aku lihat ada yang berbeda dari senyumnya itu, kali ini alis sebelah kanannya terangkat kesal dan keringat keluar dari dahinya. yah... tolong jangan marah kepadaku, disini aku juga korban. kalau mau marah, tolong marahlah saja ke si kepala bolong itu huhu...


kali ini gaun yang diberikan pelayan toko padaku adalah gaun lengan buntung berwarna biru, dengan potongan dari leher sampai ke dada. saat kupakai gaunnya, terasa pas sekali di tubuhku. bukan itu saja, gaun ini membuatku terlihat cantik (tolong jangan pikir aku narsis, tapi ini kenyataannya) dengan panjang 5 cm diatas lutut yang membuatku terlihat makin tinggi. dan lagi, bahannya yang lembut sangat nyaman untuk dipakai. aku sangat suka gaun ini! tapi kalau Kazuma tidak suka, aku juga tidak bisa apa-apa (secara dia yang membayar gaun yang akan dibeli.)


aku keluar dari kamar pas untuk menunjukkan gaun (terakhir) ini pada Kazuma. Kazuma masih memandangku dengan bosan, tetapi kedua alisnya meninggi. dan dia berkata, "yah... itu boleh..." cuma begitu saja... aku memang tidak mengharapkan dia terbengong2 melihatku, lalu bergumam, "kamu cantik..." seperti yang ada di film2 sih... tapi tetap saja reaksinya datar sekali... mengesalkan...  setelah itu aku kembali ke kamar pas dan mengganti gaun dengan seragamku, gaun itu langsung dibungkus dengan cekatan oleh si pelayan toko, dan di bawa ke kasir. saat aku keluar dari kamar pas, Kazuma masih duduk di tempatnya sambil memandangi lantai dengan bosan.


"hei, bagaimana dengan bajumu? kamu sudah beli?" tanyaku.


"tentu saja sudah. kita kesini kan untuk mencarikanmu baju, karena aku tahu, kau pasti tidak punya pakaian formal."


sial... bagaimana dia tahu..? semiskin itukah aku dimatanya..? yah, terserah saja deh... dan dengan ini, hancur sudah harapanku melihat Kazuma dalam balutan baju2 keren... 


aku menunggu di luar saat Kazuma sedang membayar gaun lengkap dengan sepatunya (Kazuma memilihkan sepatu ber heels-9cm berwarna biru untukku). sebenarnya alasanku menunggu diluar adalah, karena aku tak mau tahu berapa harga dari gaun dan sepatunya! kalau aku tahu harganya, pasti aku akan mengasihani diriku sendiri atas betapa "kere"nya aku... 


"ayo berangkat" kata Kazuma tiba-tiba.


sejak kapan dia berada disini? kaget sekali aku, huh.


"berangkat? kemana? bukannya kita mau pulang?"


"sudahlah ikut saja."


"tidak mau." aku harus lebih memperkuat-kuat pertahanan diriku, jangan sampai sifat budakku makin terlihat. aku takkan membiarkan Kazuma menyuruh2ku se-enak jidat! ukh!!


"apa katamu...?" kata Kazuma memberi tekanan pada suaranya.


* * *


kini aku tahu alasan Kazuma mengajakku pergi lagi. dia ingin aku membantunya membeli kado untuk ibunya. ternyata besok ibunya ulang tahun! dan ternyata.... acara yang dimaksud Kazuma juga dimulai besok!! akhhh!!! bagaimana bisa dia tak memberitahu aku dari jauh hari?! setidaknya dia harus memberitahu aku, agar aku dapat menyiapkan hatiku!! dia mengajakku mencari baju hari ini, dan besok sudah acaranya!! dasar kepala bolong!!!!!!


tapi disini aku bisa merasakan, bahwa sebenarnya jauh dalam hati Kazuma, dia mencintai ibunya. hanya saja dia tidak bisa mengungkapkannya. buktinya, Kazuma mau repot-repot mencari kado padahal sudah malam begini. orang tercuek sedunia seperti Kazuma bisa melakukan ini... aku sungguh takjub. semoga saja ibunya suka dengan kado pemberian Kazuma.


"hei!! sebenarnya kau mau cari apa sih?!" aku berteriak kepadanya, karena sudah 1 jam kami mutar2 pakai motor.


"...." Kazuma diam saja. mungkin dia tidak dengar aku. yah, wajar saja sih, saat ini kami sedang melaju dengan kecepatan tinggi.


"hei! kau dengar aku?! kau mau cari kado apa?!"


"......"


"aku tahu kamu dengar!!"


"aku... aku tidak tahu mau cari kado apa." apa?! jadi dari tadi kami mutar2 tanpa tahu tujuan?! apa ada orang lebih bodoh dari Kazuma?!!?!?!?!?!?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


"PLAAAAKK!!!!" aku membenturkan helm-ku kuat-kuat ke helm Kazuma. dan serentak dengan itu, Kazuma mengerem motornya.


"apa-apaan sih kamu?!" Teriak Kazuma kesal sambil membuka helm-nya.


aku membuka helm-ku juga, "aku kesal!"


"kesal kenapa sih?! kalau kesal apa urusannya sampai kau menyundul kepalaku begitu!?!"

__ADS_1


"karena kau bego sekali!"


"apa..."


"pertama2 kau harus memutuskan dulu mau membeli apa! barulah kau bisa membeli kado! gimana sih!"


"tentu saja aku tahu! kau sangka aku sebodoh itu!?"


"lalu, apa yang kau putuskan untuk kau beli?"


"....." tuh kan dia tak bisa menjawab. IQ-nya benar-benar tengkurap!!!


"hhhh...... apa kesukaan ibumu..?"


"kesukaan?"


"tentu saja!"


"bukankah yang penting beli saja yang bagus dan mahal?"


oh ya ampun... "!!!!?!!!! harga itu tidaklah penting! yang penting adalah memberikan apa yang disenangi oleh penerima. dengan begitu dia pasti senang sekali!"


Kazuma mengusap-usap dagunya, "hmm... kesukaan yaa...?"


"iya..."


"dia suka lukisan monalisa."


"......"


"jadi aku harus membelinya?"


"yang lain! yang lain! pasti ada hal lain yang dia suka!"


"hm... ah, dia suka musik klasik dan benda antik."


selera yang tak biasa... musik klasik dan benda antik..? apa ya yang sesuai dengan kriteria itu...? "ah!! bagaimana kalau kau membelikan kotak musik?! dia pasti suka!"


Kazuma mengangkat sebelah alisnya, "kotak musik..?"


aku mengangguk dengan antusias.


"oke baiklah... kotak musik. kau benar-benar membantu." kata Kazuma sambil mengecup pipiku.


............


..................


..................... dia mencium pipiku..?


.......................................... bagaimana bisa dia semanis itu?! KYAAAA!!!!!


wah, aku jadi semangat lagi!!!! nah, saatnya mencari kotak musik!!!

__ADS_1


__ADS_2