
"Ap... apa-apaan ini...???"
"Ka... Kazuma..."
Kazuma ada di sana.
Wajahnya penuh dengan lebam, bibir bagian kirinya sobek, luka di bawah matanya makin melebar, dan bajunya sangat kotor penuh dengan darah serta sobekan. Entah sejak kapan dia berada di situ, padahal sedari tadi kami mencarinya kesana kemari.
Mukanya mengeras dan penuh dengan amarah, dia berjalan ke arahku dan Taiki.
"BUAAAKHHH!!!" Kazuma menonjok wajah Taiki keras sekali.
"TAIKI???!! APA-APAAN KAMU?!" :whaashup: Kataku kepada Kazuma sambil memegang Taiki yang terjatuh ke tanah akibat kencangnya pukulan Kazuma.
"Apa yang kau lakukan dengannya?!" Teriak Kazuma.
"Apa?! Apa yang kulakukan dengannya?! Dia hanya menghiburku karena aku amat ketakutan kau belum ditemukan sedari tadi!"
"Begitu...? Jadi kau akan berpelukan dengan semua lelaki disaat kau ingin dihibur? Dimana harga dirimu!?!"
Kata-katanya benar-benar menyakiti hatiku saat ini.
Aku tak menyangka dia menganggapku serendah ini. Dan lagi, dia memukul temannya sendiri yang berusaha menenangkanku.
"Apa katamu?! Jangan kau pikir kau bisa memperlakukan aku dengan semaumu! Jangan kau pikir kau bisa mengatur-aturku! Siapa kau berani berbuat begitu?! Aku sudah muak dengan sikapmu itu! Kau selalu merendahkan aku bahkan lebih rendah dari sampah! Pergi kau, aku sangat muak melihat wajahmu! Aku tak mau bertemu denganmu lagi!"
Aku sangat marah kepadanya, kurasakan wajahku memanas dan air mataku keluar deras sekali.
Sorot mata Kazuma amat menyedihkan, sekan-akan dia terluka oleh perkataanku.
Tapi aku sudah terlalu marah untuk peduli ataupun merasa bersalah.
"Jadi begitu..? Baiklah, sesuai keinginanmu." Setelah berkata begitu, dia membalikkan badannya dan pergi.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanyaku kepada Taiki.
"Tidak apa-apa, sebaiknya kau kejar Kazuma sekarang." Kata Taiki.
"Tidak, aku tidak akan mengejarnya. Dia yang membuatku berbuat seperti ini kepadanya."
"Tapi... "
"Apapun yang kau katakan atau kau memohon sekalipun. walaupun itu kau yang meminta, aku takkan melakukannya." Kerasku kepada taiki.
Sepertinya Taiki sadar, apapun yang dia lakukan tak akan membuatku berubah pikiran.
Akhirnya dia diam saja.
"Masuklah dulu ke rumahku, akan kuobati luka di wajahmu." kataku kepada Taiki.
"Tidak, itu tidak perlu. Sebaiknya kau sadar apa yang telah kau lakukan kepada Kazuma, Fujimoto. Kau menyakitinya."
Setelah berkata begitu, Taiki naik ke motornya dan pergi.
Aku tahu aku menyakiti dia, tetapi dia yang membuatku jadi begini.
Apakah ini akhirnya? Inikah akhir hubunganku dengan Kazuma..?
Terlalu pendek dan menyakitkan untuk kupikirkan.
Kepalaku berat sekali rasanya setelah sekian lama menangis.
Aku pulang ke rumah dan masuk ke kamarku, tanpa mengganti baju ataupun mandi.
Aku merebahkan diriku di kasur, dan kuharap aku bisa melupakan semuanya saat aku terbangun nanti...
* * *
Saatku membuka mata, sinar matahari sudah sangat terik. kulihat jamku, sudah jam 2. Semalam aku baru bisa tidur selepas jam 5 pagi. Dan saat aku tertidur, aku terbangun beberapa kali. Ini sangat melelahkan, saat aku benar-benar terjaga yang bisa kupikirkan adalah Kazuma. Ingin rasanya aku bertemu dengannya. Melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan aku juga merindukan senyumnya. Semua ini membuatku hampir gila, tak pernah sekalipun aku begini. Dan yang bisa membuatku begini hanya satu, yaitu Kazuma.
Aku bangkit dari tempat tidurku. Dan saat aku menginjak lantai, lututku sangat sakit. Rupanya lukaku membengkak lagi karena tidak kuobati.
Aku mengerang, lututku rasanya sakit sekali. Mungkin aku harus pergi ke apotek untuk membeli obat..
Akhirnya aku mandi, dan aku merasa lebih segar setelah mandi. Maklumlah, kemarin aku sangat keringatan dan langsung tidur tanpa mandi dulu...
Setelah itu aku makan sebentar. Setelah makan, aku pergi ke apotek untuk membeli obat untuk mengobati kakiku. (ya, persediaan obatku sudah habis karena kupakai untuk mengobati lututku dan punggung Kazuma) karena sepertinya kakiku sudah harus benar-benar diobati.
Saat aku keluar dari rumah, aku melihat sebuah korek api tergeletak di depan pagar rumahku.
Jangan-jangan semalam dia berada disini saat kami mencarinya? Tidak-tidak Asuka! Jangan pikirkan dia lagi!
Sesampainya di apotek, aku mengambil beberapa obat antiseptik dan membawanya ke kasir.
"Asuka-chan?" kata seseorang. Ternyata itu adalah Yusuke.
"Oh kamu. Sedang apa kau disini?" Tanyaku
"Tentu saja membeli obat. Untuk apa obat antiseptik itu?"
"Untuk lututku yang terluka 2 hari lalu. Bengkakanya luar biasa besar dan sudah mengeluarkan nanah karena aku tak rutin mengobatinya."
"Wanita selebor sepertimu mana mungkin bisa melakukan sesuatu secara rutin. hahahahahha!"
"Tutup mulutmu, dasar kera busuk!" kataku sambil menjitak Yusuke.
"Aduh! Aduh sakit! Kasar sekali sih! Oh iya, soal Kazuma..."
"Jangan membicarakan dia!" Potongku
"Memang kenapa? Aku cuma mau bilang dia masuk rumah sakit."
"Apa?! Dia masuk rumah sakit? Tapi kenapa?"
"Iya, semalam dia mabuk dan hujan-hujanan. Setelah itu, sepertinya dia berkelahi lagi. Aku dan Taiki menemukannya tergeletak di jalan semalam.
Tapi saat dia melihat Taiki, dia marah sekali kepadanya dan memaki-maki Taiki.
Aku tak pernah melihat Kazuma memaki-maki Taiki seperti itu. Entah kenapa dia begitu... tapi tak lama setelah itu, Kazuma pingsan. Lalu aku dan Taiki membawanya ke rumah sakit"
"Apa Kazuma terluka parah?"
"Ya. Dia terluka parah. Tangan kirinya patah, dan seluruh tubuh bahkan wajahnya dipenuhi luka. Sepertinya dia harus diopname selama beberapa minggu."
"............."
"Aku mau ke rumah sakit sekarang, kamu mau ikut?"
"Tidak. Sebaiknya aku tidak ikut."
"Aaah... sudahlah ayo ikut!" Kata Yusuke sambil menarikku pergi.
Tenaganya kuat-kuat sekali. Tak kusangka monyet ini sangat kuat-kuat! Aku tak bisa melepas pegangannya, dan dia terus menarikku menuju ke rumah sakit.
Akhirnya kami sampai di rumah sakit, dan Yusuke membawaku ke kamar nomor 93.
"Kazu-chan... aku bawa Asuka nihhh..." kata Yusuke sambil memasuki kamar, dan aku mengikuti Yusuke dari belakang.
Ada Kazuma disitu. Lengan kirinya di gips, kepalanya di perban, dan wajahnya ditempel banyak plester.
Dia mengenakan baju rumah sakit, dan itu membuatnya cukup lucu... hehehe
Di dalam ruangan ini ada banyak orang, sebagian sudah kukenali wajahnya namun sebagian tidak.
Tetapi Taiki tak ada disini. Biasanya Taiki dan Yusuke selalu ada disamping Kazuma. Ini aneh...
"Ha...halo..." sapaku gugup kepada Kazuma.
Kazuma hanya melihat ke arahku.
__ADS_1
"Untuk apa kau kesini? Katanya kau muak melihat wajahku?"
Ugh, bisa-bisanya dia berkata begitu! Padahal aku sudah berbaik hati menjenguknya.
"Aku cuma mau melihat keadaanmu kok! Tapi sepertinya tidak parah" jawabku
"Apanya yang tidak parah! Tak bisa kau lihat ini!?"
Dia tidak ingat kejadian kemarin, atau memang dia tidak memikirkan kejadian kemarin?
Dia seperti Kazuma yang biasa, tidak menyeramkan seperti tadi malam.
Aku sangat lega dia baik-baik saja. Dan melihat wajahnya mengobati rasa rinduku kepadanya hari ini.
"Kalian semua keluar." Kata Kazuma kepada semua orang yang ada di dalam ruangannya.
Yusuke dan yang lainnya menuruti dan mengarah keluar. Melihat itu, aku juga mengarah keluar.
"Kamu mau kemana?" Tanya Kazuma.
"Hah? Siapa?" Tanyaku.
"Ya kamu! Nanya lagi. Kamu tetap disini, yang lainnya keluar!" teriakanya
"Kenapa sih harus teriak-teriak?! Dasar sinting"
"Tutup mulutmu, dengar, dan lakukan sajalah!"
Akhirnya aku menurutinya, entah kenapa semakin hari sifat budakku makin terlihat
Aku duduk di samping tempat tidurnya dan bertanya, "kenapa kau suruh mereka keluar?"
"terserah aku." jawabnya.
Dasar SINTING egois!
Apa salahnya sih menjawab pertanyaanku dengan benar?!
"Dimana Taiki?" Tanyaku.
"Buat apa kau menanyakan dia? Kau suka padanya?" Sindir Kazuma.
"Kenapa sih kamu berkata begitu?! Aku kan cuma bertanya!"
"Aku tidak mau melihat wajahnya! Jadi jangan sebut-sebut namanya di depanku!"
"Kau harus minta maaf kepadanya atas kejadian kemarin. Kau memukulnya sampai wajahnya lebam."
"Aku tidak akan minta maaf padanya. Itu salahnya sendiri"
"Apa katamu..."
"Aku tak akan minta maaf! Tidakkah kau dengar itu?!" Teriakanya.
Aku bangkit berdiri." Sebaiknya aku pulang, kita bicara kalau kepalamu sudah dingin."
Aku sudah bersiap untuk pergi sampai Kazuma menangkap tanganku.
"Jangan pergi" Katanya.
"Kita bicara lain kali saja" Tegasku sambil melepaskan genggamannya.
"Jangan pergi" katanya lagi.
"Maaf, aku akan datang lagi lain kali."
"TAPI KAPAN?! KAPAN KAU AKAN KEMBALI LAGI KESINI?! HEI- TUNGGU! HEI..." teriak Kazuma.
Dia belum menyelesaikan kata-katanya, tapi aku sudah keluar dari ruangannya.
Kulihat Yusuke amat kaget dan berlari memasuki ruangan karena mendengar Kazuma berteriak-teriak.
Bisa kudengar Yusuke meneriakkanku agar aku kembali, tapi aku mengabaikannya.
* * *
Hari ini hari Senin, tepatnya sudah 2 hari semenjak kejadian di Rumah Sakit waktu itu.
Ibu dan ayahku sudah kembali dari urusannya, dan mereka marah sekali melihat rumah yang amat kotor karena aku maupun adikku sama sekali tak peduli untuk membersihkan rumah. Jadi sebagai hukuman akhir pekan, aku dan adikku membersihkan rumah sampai ke sudut-sudutnya.
Aku sedang bersiap-siap untuk ke sekolah, sepertinya sudah lama sekali aku tidak sekolah (wajarlah, aku bolos dari hari Kamis. hehehehhee). dan aku rindu pada Emi... huhuhu Emi! banyak yang ingin kuceritakan padamu..
Sesampainya di sekolah, aku menceritakan semuanya kepada Emi.
"Jadi kau belum ke Rumah Sakit lagi semenjak kejadian itu?" Kata Emi" tentu saja! Aku mana mau bertemu dengan Kazuma, bisa-bisa kami berantem lagi nanti... dan aku juga merasa bersalah kepada Taiki. Dia sepertinya dimusuhi oleh Kazuma sekarang..."
"Tapi, apa kau tidak merindukan Kazuma?" Tanya Emi.
Rindu? Tentu saja aku merindukannya, tetapi aku takut untuk bertemu dengan Kazuma..
Aku tak menjawab pertanyaan Emi. Dan sepertinya ada sesuatu dari ekspresiku yang membuat dia tidak menanyakan jawabannya.
"Fujimoto! Kikkawa! Jangan berisik di jam pelajaran!" Teriak guruku.
Aku lupa kami sedang dalam jam pelajaran, dan aku malah curhat kepada Emi... hahaha
Jadi aku dan Emi memutuskan untuk diam. Tetapi aku tidak berkonsentrasi sama sekali terhadap pelajaran
"Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong ~ Ting ~ Tong"
Bel istirahat berbunyi.
Yes! Akhirnya aku bisa makan! Hahaha, aku lapar sekali.
Baru saja aku mau pergi ke kantin bersama Emi, tapi Taiki mencariku.
"Ada Fujimoto?" Tanya Taiki di ambang pintu kelasku.
"Ah! Aku disini!" Teriakku pada Taiki.
Akhirnya Taiki melihat ke arahku dan berjalan ke arahku.
"Bisa aku bicara sebentar?" Tanya Taiki.
"Bisa! Tentu saja bisa!" Kataku.
Bisa kulihat semua anak-anak cewek di kelasku melirikku iri.
MUAHAHAHAHHA, asik juga nih dikelilingi lelaki tampan! MUAHAHAHHAHA
"ehm Asuka, aku pergi ke kantin dulu ya. aku takut kehabisan roti daging."
bisik Emi kepadaku.
oh iya, aku lupa sama Emi. habisnya melihat wajah Taiki membuatku lupa semua sih... dia tipeku banget..hahahhaa
"aku nitip roti daging juga." bisikku kepada Emi.
lalu aku dan Taiki menuju ke atap sekolah.
tempat itu sepi tak ada orang sama sekali, cuma aku dan Taiki disini.
ohoho Taiki... kamu genit......
"sebaiknya kamu menjenguk Kazuma." katanya
"untuk apa? bahkan dia tak mau minta maaf padamu." jawabku
"dia sudah minta maaf padaku, dan itu aneh. Kazuma tidak pernah meminta maaf."
__ADS_1
"sudah seharusnya dia begitu." jawabku dingin
"hei, dengar... kau ingat kau pernah bilang pada Kazuma kau muak melihat wajahnya dan tak mau bertemu dengannya lagi?"
"i... iya... lalu?"
"asal kau tahu saja, orang tuanya bercerai. dan dia lahir di saat perceraian itu. bisa dibilang, orang tuanya tidak menginginkan dia. dia tinggal bersama ibunya sekarang, namun ibunya sibuk bekerja dan hanya pulang sebulan sekali. dia ditolak oleh ibunya. dan kau, orang yang paling disukainya juga menolak keberadaannya. bisa kau bayangkan betapa sakitnya dia?"
"ap... apa? tapi..."
"tidak kelihatan bukan, dia ternyata orang yang kesepian?" tanya Taiki. aku hanya mengangguk-angguk.
"dia memang keterlaluan saat memukulku. tapi itu cuma karena dia takut kehilanganmu saja. dan lagi, dia sudah meminta maaf kepadaku. jadi sebaiknya kau temui dia barang sebentar saja... aku tahu pasti, kau menyukai Kazuma bukan?"
tanya Taiki. aku hanya mengangguk.
aku mulai menangis, aku tak menyangka ternyata Kazuma seperti ini...
dia pasti terluka sekali mendengar perkataanku. dan aku yang bodoh ini, terlalu egois untuk menemuinya.
saat ini, satu-satunya yang ingin kulakukan adalah bertemu dengan Kazuma.
Aku ingin sekali memeluknya dan meminta maaf kepadanya.
maafkan aku Kazuma...
* * *
Uh! aku udah semangat banget nih mau ketemu sama Kazuma.
tapi... disinilah aku bersama Emi... di toilet guru!
aku dan Emi dihukum untuk membersihkan toilet guru lantaran kami makan disaat jam pelajaran.
saat istirahat aku dan Emi tak sempat makan lantaran Emi memintaku menceritakan apa yang kulakukan bersama Taiki di atap tadi. jadinya sisa jam istirahat kugunakan untuk bercerita kepada Emi tentang kejadian tadi.
dan akhirnya kamipun lupa untuk makan!
perutku dan Emi sudah tak tahan lagi, jadi roti daging yang tadi sudah dibeli kami makan disaat jam pelajaran.
tidak kami duga, bau roti daging kami kuat-kuat sekali. jadinya guru pelajaran kami mencari-cari dimana asal bau itu
kami berdua ketahuan sedang makan, dan saat itulah kami mendapat hukuman untuk membersihkan toilet guru selama satu minggu... AHHH!!
TIDAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI??!! huhuhu... Kazumaaaaa!!!!
"ya ampun... sekarang sudah jam 4 sore lagi! padahal aku mau cepat-cepat ke rumah sakit untuk ketemu cintaku."
keluhku kepada Emi.
"tutup mulutmu dan kerjakan saja! ini semua karena kamu bercerita sampai aku lupa makan!" kata Emi.
"hei jangan menyalahkan aku! kan kamu yang memintaku menceritakan apa yang terjadi!"
"hukuman ditambah menjadi dua minggu karena mengobrol di tengah-tengah masa penghukuman" kata seseorang yang kutahu akhirnya itu adalah guru yang sedang mengawasi kami bekerja
ukh! jadi 2 minggu! aaaahh!!! tak bisa apa aku lebih sial dari ini!!!!
akhirnya kami selesai membersihkan toilet guru
entah apa yang guru2 itu makan, sampai toilet jadi bau sekali.
sekarang sudah jam 5! ahhh! sudah sore sekali... entah apa aku sempat ke Rumah Sakit!
aku dan Emi langsung berlari pulang setelah itu, lantaran langit sangat mendung dan sepertinya akan segera hujan.
dan benar saja, sesampainya aku di rumah hujan turun amat besar...
huh, sepertinya memang sudah takdir hari ini aku tidak pergi menemui Kazuma... ya sudahlah...
lalu aku mandi karena badanku lengket sekali.
membersihkan toilet guru benar-benar menguras semua tenagaku! toilet itu kotor sekali! ugh...
bukan hanya itu saja, punggungku juga pegal setengah mati karena tadi terus membungkuk untuk menggosok lubang neraka itu!
M.E.N.J.I.J.I.K.A.N!!!!
"JEGER!!!!!"
wuaaaahh! suara petirnya kencang sekali...
hujannya juga sangat besar... aduh...
Kazuma sabar ya. besok si cantik ini akan menjengukmu pagi2 sekali.
HHIHIHIHIHIHIHI
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
HPku berbunyi. deringnya jelek sekali, kapan2 akan kuganti.
"halo?" jawabku tanpa melihat dulu siapa yang menelpon
"........" orang di sebrang diam saja, tapi aku bisa mendengar suara hujan sebagai latar belakangnya.
"haaaalooooo???????" tanyaku lagi
"......"
"Kazuma......?" tanyaku.
"keluar kamu......" jawabnya
"Kazuma?!"
"katanya kau akan datang... kutunggu, tapi kau tidak datang juga..."
"Kazuma?! kau mabuk ya? halo?"
"aku terus menunggu... bahkan aku juga meminta maaf kepada Taiki berharap kamu datang... tapi kamu tak kunjung datang.."
"Kazuma? kau dimana sekarang???!"
"terus kutunggu tapi kamu tidak datang..."
"TUUT... TUUT... TUUT......" teleponnya terputus.
reflek, aku langsung berlari keluar untuk mencari Kazuma.
bahkan aku tak peduli untuk membawa payung di hujan sederas ini.
Kazuma... dia menungguku selama ini...
dia menungguku..!
dimana kau Kazuma..?!
aku terus berlari di tengah-tengah hujan berharap menemukan dia.
tapi aku tak tahu harus kemana. aku mengingat2 dimana kira kira dia akan berada.
ah! taman! mungkin saja dia di taman, tempat aku mengobati lukanya dulu.
aku langsung berlari menuju ke taman itu.
sesampainya di sana, aku mencari-cari ada tidakanya tanda-tanda Kazuma.
itu dia! dia disana, tepat di tempat aku mengobati lukanya waktu itu.
__ADS_1
aku berlari ke arahnya dan berteriak, "KAZUMAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"
. . . Bersambung ke 7