
"KAZUMAAAAAA!" teriakku berharap dia akan mengalih perhatiannya padaku.
tetapi Kazuma tetap berjalan pergi meninggalkan aku yang disekap 5 pria homo ini.
hatiku sakit sekali melihat kelakuan Kazuma yang tidak mempedulikanku seperti ini. padahal, dari sisi manapun semua orang bisa melihat bahwa aku dalam posisi hidup atau mati.
"Kazuma!! hei! tolong aku!!! uph-!!!" saat aku berteriak lagi meminta tolong kepada Kazuma, tangan si gorila coklat membungkam mulutku. ukh! tangannya kasar dan baunya setengah mati!
dan 3 orang lainnya berusaha membungkamku yang terus menerus berontak dengan menendang-nendang sekuat-kuat tenaga dan berusaha untuk melepaskan pitingan si kuda liar ini.
aku sudah benar-benar tak berdaya dibuat 5 pria homo ini.
tapi aku tak boleh menyerah! aku harus terus mengejar Kazuma selagi aku masih bisa!
lalu kukumpulkan kekuat-kuatan pada rahangku dan kugigit tangan si gorila coklat yang membungkamku dengan sekuat-kuat tenaga.
"GYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak si gorila coklat.
teman-temannya kaget akan teriakkannya dan mulai melepas kakiku untuk menolong si gorila coklat.
aku masih tetap menggigit tangan si gorila coklat sekuat-kuat tenaga sampai kurasakan ada sensasi asin dan amis di lidahku, yang kutahu itu adalah darah si gorila coklat.
pitingan si kuda liar melemah, kupikir inilah satu2nya kesempatanku untuk kabur.
jadi aku berontak sekali lagi dan aku terlepas dari pitingannya.
"KAZUMA! HEI HEI KAZUMAAAAA!!!!!!!!!" teriakku kepada Kazuma yang sudah berjalan sejauh 10 meter dariku.
aku berusaha mengejarnya. aku berusaha untuk berlari menangkapnya, tetapi itu sia-sia karena 5 orang ini menangkapku lagi.
si gorila coklat menyerbu dari belakangku, dan dia memeluk perutku dari belakang dengan kecepatan tinggi ala pemain rugby. keseimbanganku hilang dan aku terjatuh telungkup membentur aspal dengan suara "bum" yang cukup kuat-kuat.
4 orang lainnya langsung mengikuti petunjuk si gorila coklat dan mengunci tanganku di belakang.
Kazuma terus berjalan tanpa peduli apa yang terjadi denganku.
bagaimana dia bisa melakukan itu? bagaimana dia bisa membiarkanku mati di tangan 5 sialan ini?! wajahku memanas dan kurasakan air mata mengalir deras di pipiku. aku bukan menangis karena rasa sakit dan tak berdayanya aku sekarang. tapi aku menangis karena rasa pengkhianatan yang amat dalam kurasakan terhadap Kazuma. teganya Kazuma membiarkanku seperti ini... teganya dia membiarkanku mati di tangan 5 pria sialan ini?!! setidaknya aku ingin mati di tempat yang lebih elit dan dengan penyakit atau sebab yang keren! kenapa aku harus disini bersama 5 pria sialan bau ini?!
terlintas lagi di pikiranku sampul koran harian untuk besok, "SISWI SMA MENINGGAL DI PINGGIR JALAN KARENA DIBEKUK OLEH 5 ORANG BERBADAN BESAR"
kyaaaaa!!!!!!!! aku tak mau itu!!!! tidak tidak tidak!!
aku kecewa sekali terhadap Kazuma, dan aku benci mengakui bahwa saat ini yang bisa menolongku hanyalah Kazuma. lalu kutarik nafasku dalam-dalam dan aku berteriak sekuat-kuat tenaga,
"DASAR KAU SINTING PIRANG! bisa-bisaNYA KAU MENGACUHKANKU DITANGAN 5 PRIA HOMO INI! TEGA2NYA KAU MELAKUKAN INI KEPADAKU!! DASAR KEPALA KOSONG BERWARNA EMAS!!! AKU MENCINTAIMU BODOH!!! KEPALA KOSONGMU ITU PASTI TAK PERNAH SEKALIPUN MENGETAHUINYA!! DASAR BUCERI!!!!!!!"
mendengar makianku Kazuma berhenti di tempat ia berdiri.
setelah itu dia membalikkan badannya untuk melihatku yang masih tertidur telungkup di tanah akibat bekukan 5 pria sinting ini.
lalu Kazuma berlari ke arahku dan menonjok wajah si gorila coklat yang sedang mengunci tanganku.
kejadiannya begitu cepat, dan aku tak dapat melihat secara jelas yang benar-benar dilakukan Kazuma kepada 5 orang itu.
"BUAKH! BUAKH! BUAKH!"
kulihat Kazuma melawan 4 orang itu sendirian (si gorlila coklat pingsan).
dia melepas penyangga tangan kirinya yang di gips itu dan menghentakkan tangannya yang ber-gips itu ke wajah salah 1 pria sinting itu. dia terkapar ke tanah. dan satu per satu dari mereka semua terjatuh ke tanah, sebagian dari mereka pingsan dengan mengeluarkan busa dari mulutnya. ukh, mengerikan sekali.
aku terduduk shock atas kehebatan Kazuma berkelahi, 5 orang ini benar-benar sudah tak bergerak lagi dibuatnya.
Kazuma menghapus keringat dari dahinya dan meludah. lalu dia berjalan ke arahku.
aku masih dalam mode "shock" ku. aku bingung kenapa Kazuma tiba-tiba menolongku begitu. dan aku juga terperangah akan kehebatan Kazuma berkelahi.
Kazuma jongkok di depanku dan berkata, "hei."
aku diam saja dan masih terbengong-bengong
"hei hei! halooooooo????" katanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.
"huh uh?? ah ap- apa??" kagetku
dia menatap mataku dalam-dalam, tapi pandangan matanya sudah tidak dingin seperti tadi.
"kau ngomong apa tadi? mau mati?" tanyanya.
"huh? aku ngomong apa memang?"
"jangan balik bertanya! aku yang sedang bertanya di sini! kau ngomong apa tadi?!"
"kenapa sih teriak-teriak?! aku ngomong BUCERI!"
"apa itu BUCERI?"
"BUle ng-CEt sendiRI!"
"APA?! mau mati?!"
"maafkan aku..." gumamku berpura2 takut atas ancamannya.
"bukan itu maksudku, kau ngomong apa yang sebelumnya?"
"kepala kosongmu itu pasti tak pernah sekalipun mengetahuinya?"
"sebelumnya lagi."
"a- aku mencintaimu... bodoh..."
"jadi... kau mencintaiku...?"
"ap- apa?! uph hahahha, hahaha!"
"jawab pertanyaanku!"
"jadi kau menolongku karena itu??? ahahaha! tentu saja aku mencintaimu darling..."
"ap- apa?! siapa yang kau sebut darling?! mau mati ?!"
"iya iya maaf... ehm... jadi, kau sudah memaafkanku kan?"
"tutup mulutmu. cepat berdiri!" katanya sambil menarik tanganku untuk berdiri.
walaupun dia menjawabnya begitu, kuanggap itu sebagai "ya."
"aduh! pelan2 dasar kentut!" teriakku. kakiku sakit sekali akibat jatuh karena si gorila coklat tadi.
"mau mati...?"
"kakiku sakit tahu!"
"mana? coba kulihat." kata Kazuma.
lalu dia melihat kakiku dan berjongkok di depanku.
"cepat naik." katanya sambil menawarkan punggungnya.
"naik?"
"sudahlah cepat naik sebelum kutarik kau!"
"iya iya! ya ampun mami... coba kau bisa sedikit baik..." kataku lalu aku naik ke punggung Kazuma.
dia mengangkatku dengan entengnya seperti mengangkat bayi saja...
"hei... aku tidak berat?" tanyaku ke Kazuma.
"sama sekali tidak. justru aku bingung bagaimana kau bisa seringan ini padahal nafsu makanmu yang selangit. pasti pencernaanmu lancar ya?"
kujitak kepala Kazuma dan aku berkata, "itu tidak sopan!"
"hei! berani sekali kau! bahkan ibuku saja tak pernah menjitakku!" protesnya.
"sayangnya aku bukan ibumu."
"cih...... coba saja kau jadi ibuku..." katanya dengan sedih.
aduh... kok suasananya jadi tak enak begini...
salahku karena membawa topik ibu...
"jadi... kau mau aku jadi istri ayahmu?" tanyaku ke Kazuma.
"ap- apa?!"
"tentu saja! kalau kau mau aku jadi ibumu berarti kau mengharapkanku jadi istri ayahmu!"
"tidak! aku tidak mau kau jadi ibuku! kau istriku!" kata Kazuma.
__ADS_1
"aku tidak mau menikah denganmu!" jawabku
"ap- apa?! katanya kau mencintaiku?!"
"oh iya aku lupa... aku kan MENCINTAIMU." ledekku
"tu-tutup mulutmu!" katanya. bisa kulihat kuping Kazuma memerah. HIHIHIHI, dia malu... lucu juga... HHIHIHIHIHIHIHI!
"aih aih... Kazu-chan malu ya?? ya ampun..."
"berisik! diam atau kuturunkan kau disini!"
kata-katanya membungkamku. aku sudah terlalu capek dan kehabisan stamina. kalau Kazuma menurunkanku disini sepertinya aku takkan punya tenaga untuk berjalan pulang dan kemungkinan aku akan tertidur di jalan.
"tanganmu kan lagi di-gips... apa tidak sakit tadi memukul orang dengan gipsmu itu?"
"tentu saja tidak bodoh... justru merekalah yang sakit. gips ini kan sekeras semen. bayangkan saja kalau semen dipukulkan ke wajah mereka.."
"iya juga ya... punggungmu? sudah sembuh?"
"masih sedikit sakit. makanya kau jangan banyak bergerak! punggungku sakit tahu!"
"iya iya" aku sudah capek teriak-teriak, jadi aku iya2 saja deh...
"pipimu..."
"huh?"
"pipimu merah..."
"oh... hahaha bagaimana? imut kan?"
"aku tidak bercanda! masih sakit?"
"ah... sudah tidak kok. cuma sedikit perih saja."
"siapa dari mereka yang melakukannya?"
"kenapa memangnya?"
"tentu saja aku akan menghajarnya!"
"hei! tidak usah! kau sudah menghajar mereka setengah mati barusan!"
"bagaimana kau bisa diincar mereka?"
"eh?"
"kenapa kau bisa diincar mereka?!"
"aku... aku hanya... me menabrak mereka."
sebenarnya aku mau ngomong jujur kalau aku diincar mereka karena aku menonjok Hyori. tapi aku takut Kazuma akan marah karena aku telah melukai Hyori yang merupakan mantan pacarnya.
"hanya karena itu?! lihat saja nanti, aku akan menghabisi mereka!" kata Kazuma.
"itu tidak perlu! kau sudah menghajarnya habis2an tadi!"
"aku tidak puas hanya dengan itu!"
"mereka sudah dalam keadaan setengah mati dan kau masih belum puas?!"
"tentu saja!!"
"........" aku diam saja. aku benar-benar mencintai cowok ini!
"hei. kenapa kau diam saja?"
"turunkan aku." kataku.
"disini?"
"ya" lalu Kazuma menurunkanku.
"kenapa kau mau turun?"
"karena aku harus membersihkan bibirmu yang sudah dikotori oleh rubah betina itu!" kataku. lalu aku mengumpulkan keberanian dan aku meraih wajah Kazuma dengan kedua tanganku. aku memejamkan mataku. lalu aku mengecupnya.
ya. aku yang pengecut ini terlalu takut untuk mencium bibirnya. jadi aku mencium pipi Kazuma.
"itu yang kau bilang membersihkan?"
"kalau membersihkan itu seperti ini!" kata Kazuma sambil meraih wajahku dengan kedua tangannya dan mencium bibirku.
kepalaku kosong seketika. (sinting kale....)
aku sudah tak dapat berpikir apa-apa lagi pada saat itu.
* * *
Aku sedang menuju kantin sekarang bersama dengan Emi. saat aku dan Emi lewat, semua orang melihat ke arah kami. entah kenapa aku harus mendapat perhatian sebanyak ini! padahal aku cuma ingin pergi ke kantin beli makanan!
dan tentu saja. perhatian yang kudapatkan ini tak lain dan tak bukan adalah karena manusia berkepala kosong yang bernama K.A.Z.U.M.A!
dia mengikutiku dari tadi pagi. bahkan dia bolos pelajaran agar bisa membuntutiku.
dia mengikutiku kemanapun aku pergi, bahkan ke toilet sekalipun!
masih mending kalau cuma Kazuma yang mengikutiku, tapi pengikut-ikutnya yang banyak itu juga ikut mengikutiku karena kaptennya selalu mengikutiku kemanapun aku pergi!
mungkin kalian bingung kenapa Kazuma mengikutiku dari tadi, jadi sebaiknya kuceritakan dulu kejadian tadi pagi sebelum aku berangkat sekolah.
.
rumah Asuka, 06.30 pagi
.
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
HPku berbunyi.
tumben sekali pagi2 begini ada yang telepon?
siapa kira-kira ya?
lalu kulihat layarnya------> "unknown"
kenapa sih si pirang sinting itu selalu menyembunyikan nomornya? dengan mengingat si pirang sinting ini saja jantungku sudar berdebar kencang. aku benar-benar menyerah dibuatnya! oh ya ampun... apa lagi mengingat kejadian kemarin... dia menciumku! ciuman pertamaku! oh tidak!!!
yah, bukan berarti aku tak suka sih... tapi tetap saja dia merebut ciuman pertamaku yang sebenarnya ingin kusimpan sampai hari pernikahanku!!
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
oh ya ampun, aku sampai lupa mengangkat telepon.
"ehem... ya? halo?" jawabku
"heloo mesum............" kata Kazuma
"ap- apa katamu?!"
"santai saja deh... kenapa gugup begitu sih?"
"si- siapa yang gu- gugup?!"
"ini aku! suamimu."
"terserah. apa maumu?!"
"temani aku nanti ke Rumah Sakit."
"siapa yang sakit?"
"aku harus check keadaan tanganku ini. hari ini jadwal checknya sepulang sekolah. dan hari ini hari jumat dan besok libur! jadi jangan alasan kau tak bisa!"
"Taiki, Yusuke, dan yang lainnya juga ikut kan?"
"tentu saja mereka ikut. kenapa kau bertanya?!"
"kau pergi saja dengan mereka. aku tidak bisa hari ini"
"apa?! hei! ..." sebelum dia lebih jauh marah-marah, aku tutup teleponnya.
.
~ selesai ~ kembali ke realita....
.
__ADS_1
si sinting ini terus mengikutiku kemanapun aku pergi lantaran aku tidak memberi tahunya kenapa aku tidak bisa pergi dengannya nanti ke RS.
tentu saja ada sebabnya, dan aku tak mau beritahu Kazuma. karena kalau aku beritahu, Kazuma pasti akan memaksa ikut!
"mau kemana kau nanti?" tanya Kazuma yang sekarang berjalan di sampingku.
entah kenapa posisinya bisa tertukar seperti ini, Emi tidak lagi berada di sampingku, dia berada di samping Yusuke
akhir2 ini mereka makin akrab, aku jadi curiga... "aku mau pergi berdua sama Emi kok! jadi kau tenang saja, aku tak akan cari cowok lain!"
"aku tidak peduli kalau kau cari cowok lagi."
"oh begitu? baiklah... TAIKI-CHAN!!!" ledekku berpura2 memanggil Taiki dan berjalan menuju ke Taiki yang berada di depanku.
Kazuma memegang tanganku erat sekali, "mau mati...?" katanya.
"lho? kan kau yang suruh cari cowok lagi."
"berani menjawabku?"
aku diam saja. aku malas ngeladenin si sinting ini.
"pokoknya aku tak bisa pergi denganmu hari ini!" kataku kepada Kazuma. lalu aku cepat-cepat berlari dan menyambar Emi. aku berlari membawa Emi dan ngumpet di Wc putri.
.
"sepulang sekolah"
.
hari ini guru pengawas hukuman kami sedang amat baiiikkk... entah dia kesambet apa sampai baik begitu! dia membiarkan kami libur 1 hari untuk tidak membersihkan WC! oh ya ampun! hadiah dari langit!
kujelaskan, sebenarnya aku dan Emi ingin pergi ke kafe parfait dekat stasiun. hari ini khusus untuk gadis single diberi potongan harga 50%!! yah... semacam promosi musim panas begitu... musim panas kan musimnya orang pacaran, jadinya bagi gadis yang jomblo diberi potongan harga (mungkin dengan tujuan menghibur gadis2 yang kesepian. makanya mereka membuat promosi begitu)
parfait disitu enak sekali! jadi aku tak bisa menyia-nyiakan saat-saat untuk makan parfait sebanyak2nya! dan, kalau aku beritahu ke Kazuma. dia pasti akan ikut dan aku tak akan dapat diskon!
jadi sepulang sekolah, aku dan Emi langsung keluar dan menuju langsung ke kafe parfait dekat stasiun itu sebelum Kazuma dan yang lainnya melihatku. dan usaha kami berhasil! kami berhasil sampai di kafe parfait ini tanpa kepergok oleh Kazuma cs! yeahh!!
aku dan Emi mengambil tempat duduk di samping jendela. oh ya ampuuuunn, sudah lama sekali aku tak jalan-jalan berdua saja dengan Emi seperti ini! asiknyaaaa! ini hari para gadis!!
"klining!" suara bel pintu kafe menandakan ada pelanggan lain yang masuk.
"hahaha, bla bla bla bla!" ramai sekali ...
sepertinya pelanggan barusan yang masuk adalah segerombolan laki-laki.
aku melihat kebelakang untuk melihat siapa gerangan pelanggan yang membuat kegaduhan seperti itu. dan, HAHHHHHHE?!!! itu Kazuma Cs!! oh ya ampun!! apa aku tak bisa lebih sial dari ini?!!
Kazuma cs melewati mejaku dan Emi, lalu mereka duduk di meja depan kami.
"bagaimana mereka menemukan kita?" bisik Emi.
"aku tak tahu..." kataku patah semangat. aku tahu aku takkan bisa makan parfait dengan harga murah lagi sekarang... oh ya ampun!!!!!
"permisi, mau pesan apa?" kata pelayan kafe itu sambil menyerahkan menu pada kami. pelayan kafe itu laki-laki berbadan tegap dan tinggi. wajahnya sih biasa saja, tapi lumayan lah... hehehe
"ehm... aku pilih yang nomor 2 ini." kata Emi.
"aku yang ini!" tunjukku semangat pada parfait nomor 9.
"itu saja?" tanya pelayan itu lagi.
"iya itu saja." kataku dan Emi serentak.
"oh ya, hari ini kami sedang ada promosi musim panas bagi para gadis single akan diberi potongan harga sebesar 50%. apakah kalian single?" tanyanya pada kami.
"tentu saja aku single! makanya aku datang kemari berdua dengannya" kata Emi semangat sambil menunjukku.
bisa kulihat di meja depan Yusuke melotot kepada pelayan yang sedang berbicara kepada Emi itu.
"oke... kalau anda?" kata pelayan itu kepadaku.
"oh? aku... aku... sing..."
"aku pacarnya." kata Kazuma yang tiba-tiba sudah berdiri di samping bangkuku.
"pergi kalau tak mau mati.." geram Kazuma ke pelayan itu dengan tatapan mengerikan.
pelayan itu bergidik ngeri lalu meninggalkan meja kami.
aku turut kasihan kepada pelayan itu...
Kazuma langsung duduk di sebelahku.
begitu Kazuma duduk di sebelahku, pengikut-ikut Kazuma juga ikut bergabung di mejaku.
hhhh.... aku sudah tak bisa berkata apa-apa lagi... huhuhu!! aku tak dapat diskon jadinya!!! siaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllll!!!!!!!!!!!!!!!!
"hahaha! kau pikir kau bisa kabur dariku?! hahaha!" kata Kazuma kepadaku.
".........." aku diam saja.
"hei. kok tumben kau diam saja? biasanya kau pasti akan teriak-teriak?"
".........." aku tetap diam.
"hei!" teriak Kazuma.
sebenarnya si kepala kentut ini mengharapkanku ngapain sih?! aku diam salah, aku teriak-teriak salah! maunya apa sih!?!?! aku benar-benar jengkel... hanya hari ini saja aku minta dia agar tak mengikutiku... hanya hari ini saja! aku ingin sekali makan parfait di sini... disini parfaitnya enak namun tak terbeli karena harganya mahal... dan hanya hari inilah kesempatanku untuk makan parfait seenak ini sepuasku... tapi semuanya gagal karena pacar bloon-ku ini!!!
" hiks......" isakku.
aku menangis saking jengkelnya aku terhadap Kazuma.
aku jengkel sekali karena ini hari yang kunanti-nantikan selama ini supaya bisa makan parfait sebanyak2nya dihancurkan berkeping2 oleh kepala kentut ini! aku jengkeeelllllllllll sekaliiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!! aku jengkel... jengkel...
Kazuma beserta pengikutnya sangat kaget melihat aku menangis. tak terkecuali Emi, Taiki, dan Yusuke, mereka juga kaget melihatku menangis (oh tolong jangan anggap aku cengeng, tapi kalian juga pernah kan menangis karena jengkel akan sesuatu yang dinanti tapi tak terpenuhi??)
"he- hei! kamu menangis?!" tanya Kazuma gugup.
"tentu saja kepala bau! kamu ga liat aku sedang menangis hah?! hah?! hah?! heuk heuk hiks..." isakku
"kenapa kamu menangis?! siapa yang membuatmu menangis?! pelayan jelek tadi ya?! biar kuhajar!"
"tentu saja karena kamu bodoh! kau kira gara-gara siapa aku tak bisa memakan parfait sebanyak2nya dengan setengah harga hah?! aku sudah menantikan hari ini sejak 1 minggu lalu tahu! dasar BUCERI!!"
"ap- apa..? heh! jadi kau menangis cuma karena tumpukan es yang bernama parfait itu?! masa beli parfait saja perlu diskon!!?!"
"HEUK HEUK HUWEEEEEE EEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kurang ajar! aku ingin sekali makan ini tahu! aku benciiiiiii!! benciiiii!!!!!!!!!" tangisku kencang.
"hei! hei! jangan menangis lagi! cukup! berhenti! akan kubayar semua parfaitmu! kau bisa makan sebanyak yang kau mau!" kata Kazuma.
tangisku mulai berhenti, " sungguh...?"
"iya! sungguh!"
"baiklah... janji ya.... hiks..." kataku sambil mengacungkan jari kelingkingku. dan Kazuma melilit jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya.
"pelayan!! aku mau pesan lagi!!" teriakku senang sambil mengacungkan tanganku ke atas.
* * *
"Uwahhh!!!! aku puas sekali!! terima kasih ya Kazuma! kamu memang paling TOP!" Kataku kepada Kazuma.
"kau memakan 6 gelas parfait dan kau bilang kau puas? aku pasti sudah muntah-muntah kalau jadi kau!" teriakanya.
kutarik rambut Kazuma, " brisik ah! kan kamu yang bilang aku boleh makan sepuasnya!"
"beraninya kau..." sebelum Kazuma bisa protes, kucium pipi Kazuma.
lalu aku mencoba mempraktekkan senyum menyilaukan ala Han Bum kepada Kazuma sambil aku berkata, "terima kasih ya. hehehe"
Kazuma terdiam sesaat lalu berkata, " ada apa dengan senyummu itu? menjijikan sekali."
okay.... berarti aku tak bisa meniru senyum ala Han Bum dengan sempurna, yah setidaknya aku telah mencoba walaupun hasilnya menjijikan.
"hei, kenapa kau suruh yang lainnya pulang sedangkan aku mau pulang tidak kau perbolehkan?" tanyaku kepada Kazuma lantaran dia menyuruh semua temannya pulang sehabis dari kafe parfait tadi.
"kau kan harus menemaniku check ke RS!"
"jadi sekarang kita mau ke RS?"
"tentu saja! mau kemana lagi kau pikir!"
"jangan teriak-teriak kenapa si....h? hei kemari cepat!" kataku sambil menarik Kazuma ngumpet di belakang tiang listrik.
"kenapa sih?!" tanya Kazuma.
"ssstt! diam! lihat itu!" bisikku sambil menunjuk ke arah 2 orang yang sedang berbicara.
__ADS_1
"itu... Han Bum dan Hyori...? apa yang mereka lakukan?"