Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
bab 36


__ADS_3

Satu tahun sudah Dila berada di luar negeri.


Kini Dila sedang menikmati liburan akhir semester, libur ini di gunakan Dila untuk bekerja di rumah Melly, selama liburan Dila gak pernah pulang ke kontrakannya.


Semakin hari neneknya Dila semakin khawatir dengan Dila, Libur ini nenek Dila bertekad mengajak Rani untuk menjenguk Dila ke luar negeri.


Minggu sore neneknya Dila ke rumah Rani di antar pak Sugeng dan bi Idah. Neneknya Dila juga mau ngajak pak Sugeng ke luar negeri untuk menemui Dila.


Tok... tok... tok....


"Assalamualaikum." Salam neneknya Dila ketika berada di depan pintu rumah Rani.


"Waalaikumsalam..., eh ibu ayo masuk Bu." ucap Rani.


Mereka masuk ke dalam rumah Rani. Rani membuatkan minum untuk Tini dan pak Sugeng.


"Silahkan di minum bu,,, pak..." Rani meletakkan dua gelas minuman di atas meja.


"Iya terima kasih Rani. Oh ya Rani tujuan aku ke sini mau ngajak kamu dan Karin pergi ke luar negeri untuk menemui Dila. Ibu rindu pada Dila. Mumpung Dila masih libur dan kebetulan dalam satu Minggu ini ibu sedang tidak sibuk."


"Apa, ke luar negeri, gimana cara menemui Dila, aku yakin Dila gak di kontrakan itu lagi, bisa mampus aku kalau si nenek peot ini ngotot mau pergi ke sana. gawat ini, ini benar- benar gawat, Aduh apa alasan yang tepat, apa aku habisin aja tu nenek peot." Rani termenung memikirkan cara agar tidak ke luar negeri.


"Kok diam Ran, jadi gimana?"


"Eh... iya... apa Bu?"


"Ibu mau ngajak kamu ketemu Dila ke luar negeri apa kamu mau?"


"Oh... boleh Bu, boleh, tapi kalau aku ikut ibu kesana apa gak membebani ibu biayanya, Jujur ya Bu, aku gak ada uang untuk pergi ke sana."


"Tenang saja Rani, semua sudah aku persiapkan, kamu tinggal ikut aja. Ajak Karin sekalian ya..." ucap Tini.

__ADS_1


"Hem... ba- baik Bu, kapan berangkatnya Bu?"


"Besok."


"Kalau besok sepertinya Karin gak bisa ikut deh Bu, Karin masih di kota."


"Oh... kalau Karin mau ikut kan bisa di jemput pak Sugeng malam ini."


"Nanti saya tanya Karin dulu ya Bu."


"baiklah Rani."


"Kalau ibu mau istirahat tuh di kamar Karin. Rani mau siapin makan malam dulu."


"Baik Rani, saya ke kamar dulu." Tini beranjak ke kamar membawa tasnya.


"Pak Sugeng kalau mau istirahat itu ada kamar yang kosong." ucap Rani pada pak Sugeng seraya menunjukkan kamar yang dia maksud. Kemudian Rani pergi ke dapur untuk memasak. Pikiran Rani tidak tenang, dia terus memikirkan bagaimana cara memberikan alasan pada Tini besok.


"Halo Bu, maaf ya Karin belum pulang hari ini, mungkin besok Karin pulang so__" Karin tidak melanjutkan perkataannya ketika Rani memotong pembicaraannya.


"Rin itu terserah kamu mau pulangnya kapan, tapi ibu ini lagi suntuk, pikiran ibu lagi kacau nak."


"Lho kenapa Bu? apa ayah jahat sama ibu?" tanya Karin datar


"Gak nak, ini bukan soal ayah, tapi Dila."


"Dila... emang Dila sudah balik lagi Bu?"


"Gak, Dila gak balik. neneknya Dila mau ngajak ibu dan kamu pergi ke luar negeri besok untuk bertemu dengan Dila. Kamu tahu sendirikan ibu hanya kasih Dila uang sedikit, kontrakannya hanya ibu bayar setengah tahun, sudah pasti Dila sekarang sudah jadi gelandangan, gimana caranya coba di sana ibu menjelaskan pada neneknya Dila?" ujar Rani sambil mondar mandir di kamarnya.


"Wah gawat ini Bu, Karin gak mau ikut ibu ke sana, Karin takut Bu."

__ADS_1


"Iya ibu juga gak mau ajak kamu kok Rin, ibu minta solusinya gimana gitu?"


"Ehmmm... ntar Bu Karin pikirkan dulu, aduh... pikiran Karin jadi buntu gini. Ibu matikan dulu teleponnya, kita sama-sama mikirin jalan keluarnya nanti kalau Karin sudah tau jalan keluarnya, Karin telepon ibu lagi."


"Oke Rin, bantu ibu ya.. ibu tunggu." Kemudian Rani mematikan ponselnya dan menuju dapur untuk memasak.


"Gimana ya caranya biar neneknya Dila gak tau semuanya? nanya Linda dan Tina, tapi nanti mereka tahu perbuatan aku dan ibu pada Dila. Aduh Karin... mikir... mikir..." Karin bingung sambil megang ponselnya Karin guling kanan guling kiri di tempat tidurnya.


"Oh... iya... ya, kan ibu ada bukti pembayaran kontrakan Dila dan bukti bayar uang pendaftaran kuliah Dila, hemm.... aku ada ide nih." Karin membuka ponselnya lalu menghubungi ibunya.


Saat telepon tersambung langsung diangkat Rani panggilan dari Karin. "Halo sayang, gimana kamu sudah ada ide belum?" Rani langsung bertanya tanpa berbasa-basi.


"Sudah donk, Karin kan cerdas sekarang." jawab Karin di seberang telepon.


"Apa idenya sayang?"


"Ibu kan ada bawa bukti pembayaran kontrakan Dila dan bukti bayar pendaftaran kuliahnya, ibu bawa saja semua bukti itu, nanti kalau di sana ibu tidak bertemu dengan Dila bilang saja ibu gak tau Dila kemana, kan sudah ibu bayar. Bayar kontrakan selanjutnya kan neneknya transfer ke rekening Dila, jadi ibu sudah terlepas dari itu." ujar Karin.


"Tapi ATM Dila kan ada di ibu, uangnya juga ibu yang gunakan."


"Ya ampun Bu, neneknya Dila juga gak tau kali kalau ATM Dila ada di tangan ibu, paling dia mikir uangnya itu sudah di gunakan Dila dan jangan sampai neneknya Dila tau kalau ATM Dila ada di ibu."


"Oke... oke.... kamu benar juga sayang, wuih.... anak ibu benar -benar cerdas sekarang, ya udah ya sayang ibu mau masak."


"Ntar dulu Bu. gimana kalau misalnya Dila masih di kontrakan itu, lalu Dila tiba-tiba berani bercerita tentang semua yang ibu lakukan padanya? siapa tahu selama ini Dila yang sudah menderita lalu tiba-tiba berani bercerita."


"Gak mungkin lah sayang Dila masih di kontrakan itu, Saya sudah bertanya dengan pemilik kontrakan itu, Apakah bisa di bayar terlambat kontrakan itu, katanya paling bisa terlambatnya satu bulan. Dan kamu tahu sendirikan kalau Dila gak ada uang untuk bayar kontrakan itu, mungkin untuk makan saja Dila sudah gak ada uangnya."


"Iya juga ya Bu, orang sebodoh Dila tinggal di luar negeri yang gak dia tahu apa-apa pasti sudah menjadi gelandangan, dan pasti selama beberapa bulan ini Dila makan makanan dari tong sampah, itu pun kalau masih hidup."


"Iya sayang, ya udah ibu mau lanjut masak lagi, jadi kamu sudah pasti gak mau ikut jalan-jalan ke luar negeri?"

__ADS_1


"Gak Bu, Karin di sini aja ya Bu, kalau ibu Sudah pulang dari sana baru Karin balik ke rumah." jawab Karin


__ADS_2