Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
apa yang akan kau lakukan?


__ADS_3

SETELAH menangis  sekian lama dan mencurahkan kesulitanku kepada Emi, rasanya semua bebanku seperti terangkat. Memendam masalah sendiri itu memang tak baik. Selain menyakiti diri sendiri, juga menyakiti orang-orang yang berada di sekitar kita. Aku bersyukur mempunyai sahabat seperti Emi yang begitu memperhatikanku, dan aku takkan membiarkannya sedih lagi seperti kemarin. Karena dia, teman yang berharga. Selain itu, aku menjadi sadar bahwa sebenarnya ini semua adalah kesalahanku karena mempermasalahkan masalah kecil.


Betapa bodohnya aku yang jadi stress sendiri dan menyia-nyiakan Kazuma hanya karena Kazuma memimpikan Hyori. Aku tahu, aku kalah karena ketakutan di dalam diriku. Dan sekarang bukan waktunya bermuram durja, melainkan ini waktunya untuk melangkah maju. Ah! benar juga! Kenapa aku baru ingat ya? Besok kan acara dengan ibu Kazuma! aduh, aku lupa total!!


Padahal ibu Kazuma sudah mengundangku begitu... Aku pakai baju apa nih? Masa pakai gaun yang kemarin lagi?


"AsukaAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"


wuah! Suara teriakan putus asa milik siapa itu? Siapa juga yang teriak malam-malam begini?? Mana meneriaki nama-ku lagi! Kan malu sama tetangga!!


Aku membuka jendela, "siapa sih yang teriak-teriak?!!"


"disini bodoh! dasar ingus tulen!!" Teriak Kazuma sambil melambai-lambaikan tangannya.


lha? Jadi dia di depan rumahku, ngapain dia disitu? "Ngapain kamu kesini?!" Teriakku lagi.


"Susah-susah aku kesini, cuma itu reaksimu?! Harusnya aku yang tanya kamu kenapa!!!!"


ih, kenapa sih dia marah-marah begitu. Mengesalkan saja. Tunggu.... dia sudah susah-susah kesini demi bertanya keadaanku? Huh, aku pasti sudah membuatnya khawatir beberapa hari ini... Maafkan aku Kazuma.


"apa?! Aku tidak apa-apa kok! Kamu kali yang kenapa-napa!"


"Jangan menjawabku begitu!" Tadinya kau kan penurut, kenapa sekarang kau kembali jadi wanita liar begitu sih?!"


"apa katamu ??!!"


"nih ambil!!!" Potong Kazuma sambil melemparkan sebuah kantung plastik hitam yang sukses mendarat di wajahku.


"Uupphhhh!!!!"


"Itu untukmu! Aku pulang!!" kata Kazuma sampai akhirnya dia berlari pergi.


......? Apa ini.....?


Aku mulai membuka ikatan plastiknya, dan di dalamnya ada sebuah kain berwarna hitam.


Saat kuangkat keluar, ternyata itu gaun. Gaun yang amat cantik. Gaun dengan panjang 5cm diatas lutut, dengan jahitan-jahitan berwarna biru menawan dan dengan lipatan-lipatan yang sempurna. Gaun ini pasti amat pas dengan high-heels biru yang dulu. Hmmm, Kazuma memang hebat!


Aku jadi makin sayang padanya 


* * *


..Aku sudah siap untuk pergi ke pesta!


....Rambut tergerai dengan ikal, check!


......Bedak wajah, check!


........Parfum, check!


..........Gaun rapi dan anggun, check!


............Sepatu mengkilap, check!


Nah, semuanya sudah sempurna, tinggal menunggu Kazuma menjemputku saja!


Ngomong-ngomong, dimana si kepala emas itu...? Dia bilang akan menjemputku pukul setengah 6 sore, tapi sudah jam berapa sekarang?! Sudah jam 6!! Lewat setengah jam dari waktu janjian!!! Bisa-bisanya dia belum datang!!! grrrrr!!!


Aku menghubungi ponsel Kazuma, "hei bule gila!!! dimana kamu?! katanya mau menjemputku jam setengah 6?! sekarang sudah jam 6 lewat ya!!!!"


"Ugh... Mmpphhh... Kenapa sih kamu teriak-teriak... Santai saja deh... Ugh..." erang Kazuma.


Oh ya ampun... dari suaranya, sepertinya dia baru bangun tidur deh... BISA-BISANYA DIA BARU BANGUN SEKARANG?!


"Kau baru bangun tidur ya?! bisa-bisanya kau..."


"tut ... tut ... tuuuuut ..." Kazuma memutus teleponnya.


AAAAAAGGHHH!!!!!!!! beraninya dia memutus telepon begitu!!! aaaahh!!! kesaalll!!


Padahal aku sudah siap dari tadi! Dan ternyata dia baru bangun?! Oh ya ampun... ah! Aduh! Migrainn!!


* * *


Akhirnya Kazuma datang menjemputku pukul 7. Saat dia datang, aku sudah tidak punya kekuatan untuk marah. Karena semua energi-ku sudah kuhabiskan untuk memukuli bantal yang sudah kutempel dengan foto Kazuma.


Yah, itu sedikit melenyapkan amarahku sih... Tapi akibatnya, dandananku yang sempurna jadi acak-acakan dan aku harus membereskan dandananku lagi dari ujung rambut ke ujung kaki! Ukh mengesalkan!


Sekarang Kazuma menyalahkanku akan ketelatan ini karena aku terlalu lama berdandan. Yah memang benar sih, waktu mendengar dia datang, aku bercermin dan mendapatkan diriku yang berantakan. Jadinya, dia harus menungguku memperbaiki diri selama 15 menit. Tapi cuma 15 menit tidak parah lah! Aku menunggumu selama 1 jam setengah!! bayangkan!!


Ya sudahlah, yang sudah lewat tak perlu dipermasalahkan, yang penting kami harus tiba di pesta secepatnya...  Karena kami harus sampai ke pesta secepat mungkin, Kazuma meminta pak supir untuk mempercepat laju mobilnya.


Dan benar saja, si pak supir mengendarainya seperti orang sinting! Waktu itu dia mengendarainya pelaaaannn sekali seperti keong, namun begitu diminta cepat, dia mengendarai secepat ini... hhh... ternyata kami sampai di tempat tujuan lebih cepat dari perkiraanku.


Yah, wajar saja sih... dengan kecepatan segitu, tidak heran kami bisa sampai hanya dalam 20 menit. Padahal jarak tempuhnya memakan kira-kira 45 menit... Tentu saja bayarannya setimpal, sepertinya 1/3 dari nyawaku sudah tertinggal di kilometer 8 tadi... 


Sesegera itu, Kazuma langsung membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke lobi tanpa repot-repot menungguku. dasar emas kentut! Mengesalkan sekali... setidaknya dia harus menungguku turun dari mobil kan? Dia malah ngeloyor meninggalkanku begitu. Kalau saja ini bukan di pesta, pasti sudah kukejar dan kutendang bokongmu itu! Dasar !!!! (pembaca ngakak)


"hei!! Cepatlah!! Lama sekali kau!!" Teriak Kazuma.


Ternyata dia berdiri di pintu masuk menungguku, kukira dia benar-benar meninggalku. Huh, perbuatan dengan mulutmu itu memang benar-benar berlainan! Coba kau bisa memperbaiki sedikit cara bicaramu itu, kau pasti jadi cowok sempurna Kazuma...


"Iya iya! Sabar kenapa!" Kau tak tahukan perjuangan seorang wanita harus berjalan dengan hak 9 cm! Apa kau pernah mencobanya?! dasar kepala bokong!" Balasku.


Ups, aku benar-benar lupa disini adalah tempat umum. Aku sampai meneriakinya begitu lagi! Untung saja tak ada orang di sekitar sini... Kalau ada, pasti aku di cap sebagai wanita yang tak punya sopan santun deh... Disini kan tempat2 orang kaya yang sok perfeksionis, aku harus jaga image nih.. 


Aku menghampiri Kazuma yang menungguku di pintu masuk lobi, dan dia menyelipkan tangannya ke pinggangku untuk mengarahkan aku masuk.


Kutampik tangannya, "kau kira kau pegang dimana? Dasar mesum."


"A... apa? Mesum katamu?! Ini hal wajar bodoh!" Kata Kazuma, sekali lagi menyelipkan tangannya ke pinggangku.

__ADS_1


Kutampik lagi tanggannya,  "wahahaha! geli bodoh! sebenarnya itu titik geliku! jangan dipegang! hahaha!"


Kazuma menaikkan sebelah alisnya, "dasar cewek bego..." lalu akhirnya dia menggandengku masuk ke dalam.


* * *


Pesta kali ini bahkan lebih mewah dari pesta yang sebelumnya. Dan orang-orang yang hadir disini lebih banyak lagi.


Aku malas untuk jalan sana-sini mengikuti Kazuma yang sedang menyalami tamu di sisi ibunya, jadi aku duduk saja di bangku VIP milik Kazuma (hehehe). sungguh, memakai high-heels setinggi ini benar-benar perjuangan! Aku yakin sekali tungkai kakiku lecet dan sudah hampir putus, karena sakitnya sudah "wuih...." Tapi mau sesakit apapun, tidak mungkin aku melepasnya. Mana sopan aku bertelanjang kaki di pesta se-mewah ini...


Dan aku juga tak mungkin bilang kalau kakiku sakit kepada Kazuma, itu hanya akan mengganggu pestanya dan membuatnya khawatir... 


"Pulang yuk." Kata Kazuma yang tiba-tiba sudah ada di depanku sambil menurunkan dasi yang mengikat lehernya.


"Ah, huh? Sudah mau pulang?" Tanyaku, kami baru 1 jam disini dan Kazuma sudah mau pulang?


"Tentu saja! Mau ngapain lagi disini memangnya!"


"Ih! Aku kan nanya baik-baik! Gak bisa apa jawab baik-baik juga?! hhihh!!"


"Aku sudah menyalami tamu-tamu penting, dan ibu sudah memperbolehkanku pulang kok. Aku pusing kalau kelamaan di tempat ramai. Ayolah, cepat berdiri."


"Aku lapar..." rengekku.


"Ada makanan sebanyak ini disini, dan kau masih belum juga kenyang?!"


"Aku belum makan sama sekali bodoh! Aku malas mengambil makanan karena kakiku sakit... uph!" Aku langsung menutup mulutku. wuah, aku keceplosan! Padahal aku tak mau membuat Kazuma khawatir, tapi aku malah keceplosan soal kakiku ini kepadanya! aaah!! Asuka bodoh!!!!


"Kakimu sakit..?" Kata Kazuma, lalu dia berjongkok di depanku.


"Sini kulihat." Katanya langsung menarik kakiku.


Kugebuk kepalanya dengan tas tangan yang kubawa, "bugh!!!"


"Apa-apaan sih kamu?!" Teriak Kazuma kesal sambil mengusap-usap kepalanya.


"dasar mesum! Kau jangan menarik kakiku begitu! Aku pakai rok tahu!"


"Memangnya kenapa kalau pakai rok?!?! oh, aah..." sepertinya Kazuma baru menyadarinya sekarang... 


Aku berdiri, "ayo pulang." Kataku lalu langsung berjalan ke arah pintu keluar meninggalkan Kazuma.


Bukannya aku tidak mau menunggunya, tapi aku tidak kuat-kuat lagi nih...


Sesampainya di luar, aku akan langsung bertelanjang kaki!


aaah!! Kelupaan pamit sama ibu Kazuma!! Sialan!


Aku langsung berbalik ke tempat pesta, mengacuhkan Kazuma yang sedang berlari mengejarku.


"Huh? Mau kemana kau? hei!!" Kata Kazuma bingung melihatku yang berjalan masuk lagi ke tempat pesta, tapi aku tidak menghiraukannya. Aku berjalan cepat ke arah ibu Kazuma yang sedang asyik berbincang dengan tamunya.


Aku menunggunya selesai berbicara dulu, lalu baru aku memanggilnya, "ehm... permisi tante.."


Bagaimana bisa dia manis sekali terhadapku? Biasanya dia selalu bicara sinis... pasti kepalanya korslet. "Maaf, saya permisi dulu, saya harus bicara dengan anak ini." Kata ibu Kazuma sopan kepada tamu-tamunya. Lalu dia menggiringku menjauh dari tamu-tamunya itu.


"Ada apa bocah sepertimu memanggilku, hah?" Tanya ibu Kazuma, senyum manis sudah hilang dari wajahnya dan digantikan dengan ekspresi bosan.


"Saya mau izin pulang dulu tante... Kazuma sudah mengajak pulang... permisi tantee.." kataku sambil menundukkan kepalaku.


"Dasar bocah tidak sopan, harusnya kau lebih lama sedikit disini." Walau ucapannya kasar, tapi aku tahu maksudnya baik. Dia memang sama seperti Kazuma, dan benar-benar cocok menjadi ibu Kazuma..


"Baiklah tante! Lain kali kita habiskan waktu bersama ya!" Jawabku gembira.


Wajah ibu Kazuma memerah, "a... apa?! Siapa juga yang mau menghabiskan waktu dengan bocah bau sepertimu! Hah!"


Tuh kan... reaksinyapun sama seperti Kazuma.


"Sedang apa kau dengan nenek tua ini disini?" Tanya Kazuma yang tiba-tiba sudah berada di belakangku.


"eh? Kazuma?" tanyaku.


"apa katamu hah?! nenek tua?! kau mau mati?!" ancam ibu Kazuma dengan suara berbisik.


"Tuh kan benar... Kamu itu nenek tua.." Ejek Kazuma lagi.


"Apa katamu..."


"Ayo pulang, dia mulai mengamuk." Kata Kazuma menarikku pergi.


hahaha, sepertinya hubungan mereka sudah membaik! walaupun hubungan yang aneh sih..


"Dasar kau... beraninya kau pulang setelah mengatai ibumu sendiri?!"


Aku yang takjub akan kemiripan mereka, berteriak kepada ibu Kazuma, "tante!! Lain kali kita main yaa!"


Dan Kazuma terus menarikku keluar.


* * *


"Aduh! Istirahat dulu dong! Kakiku sakit nih!!" Protesku kepada Kazuma.


Yah wajar saja, dia terus-terusan menarikku lantaran dia kesal karena mobil jemputannya tidak kunjung tiba.


Karena tidak sabar, dia lalu mengajakku naik taksi dan berhenti di dekat rumahku. Aku tidak mengerti kenapa dia malah berhenti di taman ini, bukannya memberhentikan taksinya di depan rumahku saja. Sepertinya dia benar-benar menyukai taman dekat rumahku ini... 


"Cih... dasar lemah.."Ejek Kazuma lalu dia duduk di bangku taman dimana aku pernah mengobati lukanya dulu.


Walaupun perkataannya kasar, toh dia benar-benar duduk untuk membiarkanku beristirahat. Kazuma-ku memang begitu... hehehe


Aku duduk di sebelahnya, " dasar kau itu... tak bisa apa bicara manis sedikit?"

__ADS_1


"Manis...?" katanya.


"Apa maksudmu?"


"Kau menyuruhku bicara manis "kan tadi?"


"Hahaha! kau kira itu lucu hah?! Dasar ketus!"


"apa katamu... hei! Kau juga ya! Dasar wanita bermulut pedas!" Balas Kazuma.


"Apa katamu..." Baru aku mau protes lebih lanjut, tapi Kazuma berdiri dari tempat duduknya.


"Tunggu disini. jangan kemana-mana." Katanya, lalu berlari meninggalkanku sendiri.


Apa-apaan dia itu? Dia meninggalkanku malam-malam begini di taman? Dasar laki-laki tak berhati!! Masa dia membiarkanku berduaan dengan lampu taman?! aaaah!!! mengesalkan!!!!!!


Bisa-bisanya dia bilang, "tunggu disini. Jangan kemana-mana." Memangnya aku mau menurutimu, hah?! setidaknya kau harus bilang mau kemana! Sehingga aku bisa menunggumu dengan tenang huh!! Bagaimana kalau, tiba-tiba ada kucing garong melompat ke arahku diantara semak-semak dan membunuhku? Bagaimana kalau, ada om-om mesum yang menggodaku? Lagian aku masih memakai gaun formal ini! aaaah!! Dia benar-benar mengesalkan!!!


.........


Dan inilah akhirnya... Walaupun aku sudah mengutukinya sedemikian rupa, toh akhirnya aku tetap menunggunya. Aku memang benar-benar wanita baik sampai menurutinya begini... atau, ini adalah salah satu bukti dari kepecundanganku akan Kazuma? Atau jangan-jangan sifat budakku mulai benar-benar terlihat? aaaaah!!! mikir apa aku ini.


Lho? Huh? Siapa itu yang berlari kesini? Wuah, mampus aku, Kazumaaaa!! Dimana kau?!!! Oh, ternyata itu Kazuma ding. Kukira siapa, dasar mengagetkan saja.


"Ini..." kata Kazuma sambil menyerahkan plastik berlogo 7eleven kepadaku. Ternyata dia ke 7eleven toh... memang sih, ada 7eleven di dekat sini.


"Apa ini?" Tanyaku.


"Katanya kamu lapar!! Bagaimana sih!"


Saat kubuka bungkusnya, ternyata isinya adalah berbagai macam makanan. Dimulai dari onigiri, sandwich, burger, hotdog, dan katsu. Wuah... Kazuma perhatian sekali...


Dia berjongkok di hadapanku, " rapatkan dudukmu dan berikan kakimu." Kata Kazuma.


Aku menurutinya, malas bertanya lebih lanjut karena makanan ini sudah benar-benar menggiurku untuk peduli dengan apa yang mau Kazuma lakukan. Ternyata Kazuma sedang mengobati tungkai kakiku yang lecet. Sepertinya Kazuma membeli obat dan plester juga. Kazuma memang baik sekali, aku jadi makin suka!!  hahaha 


"Nah, selesai." Kata Kazuma sambil menempukkan kedua tangannya.


"Oh... mahahih yha!! (oh... makasih ya!!)" Kataku dengan makanan yang memenuhi mulutku.


"Menjijikkan... sudah, habiskan saja makananmu itu, jangan banyak bicara."


yayaya, terserah saja kau mau ngomong apa Kazuma... aku tidak peduli...


tak kusangka aku sudah menghabiskan semua makanan yang dibeli Kazuma, sedangkan Kazuma sedang merokok sambil menungguku selesai makan.


"wuah... aku aku kenyang..." kataku.


"kau bilang kau kenyang setelah makan sebanyak itu? kalau aku jadi kau, pasti aku sudah muntah-muntah. dasar perut karet!" ejek Kazuma.


hehehe, aku sudah makan nih... jadinya aku sudah punya kekuatan untuk membalas...


"apa sih?! masih lebih baik aku tahu daripada kamu! pada dasarnya orang yang merokok itu lebih rendah dari knalpot!! knalpot saja mengeluarkan asap, tapi kau malah menghisap asap! dasar SINTING!" teriakku.


"mau mati...?" kata Kazuma kesal sambil menginjak rokoknya.


"tidak mau tuh! weeek!!" ejekku lagi.


"dasar cewek bego..."


"apa katamu..."


"cepat naik." kata Kazuma yang tiba-tiba sudah berjongkok dan menawarkan punggungnya.


"huh? naik buat apa?"


"kakimu sakit kan!? cepat naik, sebelum kutarik kau!!"


"iya iya!! ya ampun!! pemarah banget sih?!" protesku lalu naik ke punggung Kazuma. Kazuma mengangkatku dengan entengnya. memang inilah perbedaan cewek dan cowok ya? disaat-saat seperti ini, aku selalu menyadari betapa berbedanya cowok dari cewek, dan aku kagum pada kekuatan cowok.


"hei... kenapa kau melakukan ini..?" tanyaku kepada Kazuma.


"melakukan apa?" tanya Kazuma.


"semuanya... membelikan aku makanan, mengobati kakiku, menggendongku, kenapa kau begitu baik padaku?"


"jadi kau mau aku jahat padamu, hah?"


"bukan begitu maksudku... huh."


"hmm... kenapa aku melakukannya, ya?"


"iya. kenapa?"


"ya tentu saja karena kau pacarku! dan kau adalah milikku yang harus kulindungi dan kujaga baik-baik, dasar bodoh!"


"hehehe... iya2....." dasar Kazuma, bisa-bisanya dia bilang begitu, membuatku malu saja!


Aku membenamkan dagu-ku di bahu Kazuma sambil tersenyum2 kecil karena mendengar pengakuan Kazuma tadi. aku bersyukur aku tidak perlu terbuai dengan punggung lebar Kazuma, secara aku tidak bisa melihat punggungnya yang sedang mengangkatku begini. tapi sebagai gantinya, wangi rambut Kazuma membuatku sinting! rambutnya wangi sekali, membuatku berpikir shampo apa yang dia pakai. aku belum pernah mencium wangi shampo seperti ini, walaupun aku sudah sering berganti2 shampo. oh, apakah rambut Kazuma memang mengeluarkan wangi khas tersendiri? tapi apakah bisa rambut mengeluarkan baunya tersendiri? ah, mikir apa sih aku ini? aku pasti sudah sinting. setelah bertemu Kazuma, aku jadi mengetahui sisi-sisi gila-ku yang selama ini belum kuketahui... Kazuma benar-benar membuatku GILA!


"BUAGHH!!!!" ukh! aku terjembab di rambut Kazuma dan hidungku membentur kepalanya karena Kazuma berhenti dengan amat tiba-tiba. kenapa sih dia berhenti tiba-tiba begitu?! yah, memang salahku juga sih yang terlalu berkonsentrasi kepada wangi Kazuma sehingga tidak memperhatikan jalan, tapi tetap saja!!


"hei! kenapa sih berhenti tiba-tiba begitu?!" protesku.


"..." Kazuma diam saja.


"hei... Kazuma...?" tanyaku sambil memajukkan kepalaku agar bisa melihat wajah Kazuma. ekspresi Kazuma tegang memandang lurus ke depan, aku berpikir apa yang sedang dilihatnya itu.


"Hyo... Hyori...?" gumam Kazuma.


tenyata pandangan Kazuma terarah kepada Hyori yang sedang terpojok dikerubungi oleh 3 pria. sepertinya orang-orang itu sedang mengganggu Hyori..

__ADS_1


Kazuma... apa yang akan kau lakukan..?


__ADS_2