
Aku dan Emi berjalan-jalan menikmati udara malam yang segar...
Sampai akhirnya kami mampir di seven-eleven untuk membeli snack dan beberapa soda.
Karena suasana hatiku sedang baik, aku yang membeli semua snack dan sodanya.
Dan Emi cukup heran dengan perbuatanku ini (Hey! Jangan anggap aku pelit! Biasanya kami membeli makanan atau minuman secara patungan, karena memang uangku tak banyak "), dan akhirnya kami mengarah pulang ke rumahku.
"Coba setiap hari kau seperti ini... aku bisa beli baju baru deh.." kata Emi.
"Jangan mimpi kau. Minggu depan gantian kau yang traktir aku." Balasku. HIHIHIHI :gigle:
"Huh, dasar pelit"
Yayaya, aku anggap saja aku tak mendengar kata-katanya itu. Berhubung suasana hatiku lagi baik, aku tak mau moodku ini jadi jelek...
"Eh lihat itu!" Kata Emi sambil menarik siku-ku
"Ada apa...??"
"Itu lihat! Kazuma!"
O_O heh?!
Kazuma? Mana? Orang yang ditunjuk Emi masih memakai seragam. Dan itu adalah seragam dari sekolah yang sama denganku.
Ah benar, itu Kazuma! Rambut emas itu hanya milik Kazuma.
Karena belum pernah kulihat ada yang mempunyai rambut emas seperti dia.
Walaupun aku tak bisa melihat mukanya karena gelap, tapi rambut emasnya yang berkilau itu sudah cukup bagiku untuk mengenalinya.
Dia sedang berjalan sambil merokok.
Entah mau kemana dia.
Tapi, bukan itu yang aneh. Yang aneh "kenapa dia sendirian"? Biasanya dia selalu pergi dalam sekelompok besar.
Dan bajunya kotor begitu lagi! banyak cap sepatu di sana-sini! Bahkan celananya ada bagian yang robek.
Ah! Aku ingat. Dia kan habis berantem tadi.
Dia bilang dia mau berantem sama SMU Higashi. Mungkin mereka sudah selesai berantem.
Dan aku ingin tahu siapa yang menang. Hmmm...
"Ka..." aku berniat memanggilnya, saat dimana tiba-tiba cowok berseragam SMU Higashi memukul punggung Kazuma dengan kayu dari belakang.
Kazuma jatuh, memegangi punggungnya.
Dan cowok SMU Higashi itu mengangkat tongkatnya dan mulai mengayunkannya untuk memukul Kazuma lagi.
Reflek, aku berteriak "TIDAAAKK!!!" Sambil berlari ke arah si cowok Higashi itu.
Cowok Higashi itu teralihkan perhatiannya kepadaku. Kazuma memandangku kaget.
Aku tahu, aku hanya punya waktu 3 detik sebelum cowok Higashi ini kembali sadar dan mengayunkan kayunya kepadaku.
Jadi, aku menahan napasku dan membiarkan instingku berjalan.
"BUAKKKKKK!!!!!"
Aku menendang si cowok Higashi itu. Tepat di bagian tengah, di tempat paling berharga dan paling sensitifnya.
Kazuma terperangah, sedangkan aku bisa mendengar Emi berteriak, "BULL'S EYE!"
Cowok Higashi itu jatuh dengan kepala lebih dulu. Sambil memegang mutiara hidupnya.
Kazuma masih dalam keadaan shock, tapi akhirnya dia berkata, "ja... jangan pernah kau lakukan itu kepadaku. "LAGI!"
Didengar dari suaranya, aku tahu dia bersungguh-sungguh agar aku tak melakukan hal ini lagi kepada dia. (setelah sebelumnya pernah aku menghentakkan lututku di "senjata masa depan" Kazuma dulu) Dan aku hanya tersenyum saja.
* . . *
"Pelan pelan! Tak bisakah kamu pelan sedikit! Entah kenapa kau bisa lahir sebagai perempuan dengan perlakuanmu yang seperti ini!" Kata Kazuma.
Kutekan punggungnya dengan kapas beralkohol yang sedang kupegang sekarang untuk mengobatinya.
"AW! SAKIT! MAU MATI KAMU?!"
"Diamlah! Kalau kau tak bisa diam, tentu saja akan lebih sakit. Tahan saja jangan seperti anak mami!"
"Tutup mulutmu!" Teriak Kazuma.
Ya, disinilah kami. Di bangku taman dekat rumahku.
Setelah sebelumnya aku pulang untuk mengambil kotak P3K untuk mengobati punggung Kazuma yang terluka cukup parah.
Aku menyuruh Emi pulang dan menelpon Yusuke untuk mengabarkan keadaan Kazuma, dan Emi nurut saja.
Tapi aku tahu, sebenarnya Emi nurut saja karena dia takut melihat luka semacam ini. Dan dia juga malu melihat cowok bertelanjang dada (jangan pikir aku mesum atau semacamnya, tentu saja aku sedikit malu. Tapi aku sudah cukup biasa karena adikku sering keluar kamar mandi hanya dengan ****** ***** saja, dan adikku itu kadang-kadang menambahkan atraksi menari para-para... )
Punggung Kazuma sangat lebar. Kira-kira sama besarnya dengan Taiki, hanya saja Kazuma lebih lebar sedikit, dan Kazuma agak bungkuk. Ternyata punggungnya penuh dengan bekas luka. Sepertinya bukan pertama kali dia mendapat luka sepert ini...
"Hei! Jangan pencet disitu! Itu jerawatku!" Teriaknya
"Maaf... Maaf... kukira ini luka..." Di punggung si sinting ini terdapat satu jerawat, yang tak sengaja kupencet sampai pecah.
Aku jadi berpikir apakah otaknya sebesar jerawat ini... hem... "HIHIHIHI"
Kazuma menyalakan korek apinya untuk membakar rokoknya.
Reflek, kutarik rokok dan koreknya dan kulempar jauh-jauh.
"HEI! apa yang..." protesnya.
"Aku tidak suka bau rokok. Dan kau kira kau bisa enak-enakan merokok sementara aku terganggu asapmu itu? Lebih baik kau diam saja agar aku bisa merawat lukamu"
"Terserah..." dia mengeluarkan rokok dan korek lain dari kantong celananya
Huh... benar-benar orang ini... dia benar-benar jenius dalam membuatku kesal!
"AKU PERGI!" teriakku
Aku membereskan perlengkapan P3K ku dan bergegas pulang.
Tapi sebelum aku bisa melakukan itu, Kazuma memegang pergelangan tanganku.
"Lepas...." kataku.
".................." dia hanya diam sambil merokok saja.
"Lepaskan aku!" Teriakku lagi.
"Pergi saja sana. Katanya mau pergi?"
Orang ini mencoba bermain-main dengan emosiku...
"Kalau tidak kau lepas bagaimana aku bisa pergi?!"
"Sudah... sana pergi... ngapain masih disini?" Katanya sambil terus merokok dan memegang tanganku kuat-kuat.
Tindakan dan perkataannya benar-benar berlainan... entah apa yang ada di otaknya itu.
"Matikan rokok itu, baru aku tidak pergi."
Akhirnya dia menjatuhkan rokoknya dan menginjak rokoknya.
__ADS_1
Sambil masih terus memegang tanganku dia berkata," kenapa masih disini?! Sana pergi...!"
Yayaya, terserah saja... aku jadi mengerti cara kerja otaknya...
Lalu aku duduk lagi di sebelahnya, "hadap kesana lagi. Biar aku bisa merawat punggungmu. Tinggal di perban saja"
Dia menurut saja tanpa protes. Akhirnya si liar ini bisa diam juga.
Kuperban punggungnya dengan melilitnya dari bagian dada hingga ke punggung.
Aku malu juga sih... karena saat aku memutar perban, aku jadi dalam posisi memeluk dia dari belakang...
HIHIHIHI... Mantaaaappppp...
Aku baru sadar kalau dia itu sangat wangi saat aku sedang memperban dia.
Wanginya bukan bau deodoran atau parfum laki-laki biasa... baunya seperti bedak dan sabun dijadi satu...
Ah! aku tahu bau ini! Ini BABY COLOGNE!!! MUAHAHAHAHAHA! Dia pakai Baby cologne!! HUAHAHAHAHAHA
"Kamu pakai baby cologne ya?" Tanyaku
"Apa pedulimu?!"
"Iih... kok sinis amat sih, baby???"
"TUTUP. MULUTMU! PERBAN SAJALAH DAN JANGAN BANYAK MULUT!"
Mulai lagi...
"Dasar bule sinting"
"APA..." baru saja dia mau mulai meneriakiku, kelihatan Yusuke berjalan ke arah kami dan berteriak, "hei Kazu! bagaimana punggungmu? Kamu baik-baik saja?" Dari kata-katanya memang sepertinya Yusuke khawatir akan lukanya.
Tapi dari ekspresi dan nada bicaranya, sepertinya dia sudah biasa akan Kazuma mendapat luka seperti ini, jadi dia hanya menanyakan keadaannya sebagai sopan santun atau apalah.
Di belakang Yusuke ada Taiki.
Taiki?! Oh cintaku.....
Saat melihat dia aku memang selalu tersipu... dia tipeku banget...!
Mata tajamnyaa... rambut sutranya... bibir sexynya... MUAHAHAHAHHAHAH!
Aku merasa ada pandangan menusuk dari sampingku. Kulihat itu Kazuma sedang melirikku dengan lirikan kematian.
"Lihat apa kau...? Mau mati??"
Setelah sadar apa yang dimaksud Kazuma, aku berhenti memandangi Taiki.
"Eh?! Ap... apa yang kau lakukan berdua?!" Teriak Yusuke.
Dia berkata begitu lantaran aku sedang memegang punggung Kazuma (sedang menempelkan perbannya) yang telanjang dada.
"Iiihhhh... Asuka genit yaaa...???" Kata Yusuke dengan ekspresi menjijikan.
"Jangan mikir yang bukan-bukan! Gak bisa lihat aku sedang memasang perban?!
Dan jangan sok akrab dengan memanggilku Asuka!" Teriakku.
"Iiiihhh... Asuka-chan jahaaat... kita kan BFF..." (BFF: Best Friend Forever ~ teman karib selamanya )
"BFF kakiku!"
Sesaat aku lupa diri dan mulai berteriak-teriak pada si monyet ini. Padahal aku harus jaga image gara-gara ada Taiki...
Tapi Taiki tidak memandangku takjub. Jadi mungkin sikapku baik-baik saja... hahaha
"Hei Kazu, orang yang memukulmu sudah kami tangkap dan kami habiskan." Kata Taiki.
"Kerja bagus... bagaimana dengan teman-temannya?" Kata Kazuma.
"Sudah kami habisi juga."
"Hem... dengan ini mereka gak akan berani-berani lagi berurusan dengan kita.
Hem."
"Kenapa sih kalian berantem dengan mereka?" Selaku.
"Kazuma saat itu sedang membeli roti, tapi roti terakhirnya diambil oleh anak yang ternyata adalah bos di SMU Higashi. Dan Kazuma mulai memaki-makinya. Mereka ngajak berantem. Jadi kita oke saja karena sudah lama tidak gerak badan" jawab Yusuke.
Kini aku tahu kenapa mereka bisa berteman... karena sifat mereka semua hampir sama... S I N T I N G!
"Sepertinya kamu baik-baik saja... nah, sekarang kami mau nongkrong di rumah Takuya. Kamu mau ikut gak?" Tanya Taiki.
Aku memandang Kazuma dengan tatapan tidak setuju. Dia melihatku sejenak dan berkata pada Taiki, "Aku pas hari ini. lukaku belum selesai dirawat. Dan aku ingin pulang saja, mau tidur."
Aku sangat kaget dengan perkataannya ini. dan lagi, lukanya sudah selesai kurawat. Jangan-jangan dia masih ingin bersamaku... ho.. ho.. ho.. !
"Apa-apaan kamu?! Kamu tidar pernah tidur sebelum jam 3 pagi! Dan lagi ini baru jam sebel... UPPHH! UPH!"
Yusuke belum bisa menyelesaikan kata-katanya, namun mulutnya keburu dibekap oleh Taiki. Dan Taiki menariknya untuk pergi.
"Ya sudah kami pergi dulu! Selamat bersenang-senang!" Kata Taiki.
Sepertinya dia ingin membiarkan kita berdua...
Lalu mereka semua pergi, dan tinggal kami berdua lagi disini.
"Kenapa kamu tidak ikut nongkrong? Lukamu sudah selesai kurawat kok."
"Oh ya sudah, aku pergi nongkrong saja." Katanya sambil berdiri.
"Tunggu..." kataku sambil memegang tangannya. Kenapa keadaannya jadi terbalik begini??
"Apa?"
"Tetaplah disini" entah kenapa kata-kata ini bisa keluar dari mulutku...
Kazuma tersenyum kecil dan duduk di sampingku lagi.
Dan aku baru sadar, baru pertama kali ini aku lihat dia terseyum!
Senyumnya manis sekali... ada lesung di pipi kanan dan dibawah bibirnya...
Pasti aku akan terbayang senyumannya sepanjang malam... "
"Pakai bajumu." Kataku sambil menyerahkan kemejanya.
Dia mengambil dan mulai mengancinginya satu-satu.
"Besok lepas perbannya dan ganti yang baru. Jangan dibiarkan saja, nanti bisa membengkak dan lama sembuhnya."
"Iya-iya... besok kau yang lakukan."
"Apa... kenapa harus aku?!"
"Diam dan lakukan sajalah." Akhirnya aku diam. Karena aku memang ingin merawatnya lagi... hehehe
"Eh, apa itu dibawah matamu?" Aku melihat ada segaris merah di bawah matanya. Tepatnya di pipi atasnya.
"Ah, ini? Terluka saat berkelahi tadi. Sepertinya ada yang pegang pisau."
"Aduh... kasihan... Sini kuobati juga!" Kutarik wajahnya agar menghadap ke arahku.
Lalu kuolesi luka itu dengan kapas yang berakohol.
__ADS_1
Ini aneh, kenapa dia diam saja? Padahal dari tadi dia mengoceh terus saat aku mengobati punggungnya.
Aku menoleh ke atas. Dan pada saat itu aku tahu kenapa dia diam saja. Dia sedang melihatku.
Bukan melihat. Dia memperhatikan wajahku. Ada apa ya? Jangan-jangan ada kotoran di mataku. Atau bulu hidungku keluar?
Tapi baru pertama kali kulihat mata seperti matanya. Matanya coklat.
Sekilas bila dilihat warnanya coklat kehitam-hitaman seperti biasa. Tapi bila diperhatikan dari dekat, warnanya coklat tua yang mengarah ke warna hazel.
Beberapa saat dia memandangiku, matanya mulai tertutup dan akhirnya dia tertidur.
Kusandarkan kepalanya di pundakku, dan tak tersadar akupun juga tertidur.
* . . . . . . *
Aku terbangun. Tapi Kazuma sudah tidak ada, dan hari masih gelap.
Kulihat Hp-ku, sekarang sudah jam 3 pagi... hem, aku masih mengantuk..
Tunggu sebentar, jam 3 pagi?! Aku berarti sudah tertidur selama 4 jam. Dan Kazuma meninggalkan aku di taman ini...SENDIRIAN!
APA TAK BISA DIA MAMBANGUNKAN AKU?!
DASAR KEPALA KENTANG! KETIAK BUSUK! BENCI BENCI BENCIIIII... !!!!
Lalu aku pulang ke rumah.
Untung saja orang tuaku tak ada di rumah hari ini!
Entah jadi apa aku kalau mereka melihatku pulang pagi dengan baju kotor penuh darah (darah Kazuma tentunya)
Sesampainya di rumah, kulihat tak ada orang sama sekali.
Oh ya, tentu saja. Adikku sedang menginap di rumah temannya, dan walaupun dia di rumah dia pasti sudah tertidur jam segini.
Aku makan sedikit dan mandi. Lalu aku pergi ke kamar dan berbaring. Capek sekali hari ini... setelah bertemu Kazuma, rasanya ada-ada saja yang terjadi... Besok aku mau bolos lagi ah... Mumpung tak ada orang, aku mau tidur sampai siang... muahahahhaha!
Lalu aku tertidur, aku bermimpi Kazuma ada di rumahku, dan aku sedang menyuruhnya untuk memijat kakiku.
Baru saja mau kusuruh dia untuk menggosok toiletku, tapi Hp-ku berbunyi...
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
Oh ya ampun... apa aku tak bisa lebih sial dari ini?!
Keinginanku cuma tidur dan tidurku diganggu! AAAAARRRHHH!!!
"APA MAUMU?!" Teriakku masih dalam keadaan setengah sadar.
"Mau mati...?" Aku dalam keadaan setengah sadar dan aku tak perduli dengan apapun selain tidur, "MATI SAJA SENDIRI!" teriakku.
"Jangan menjawabku begitu! Kenapa kau tak masuk sekolah?! Kau harus mengganti perbanku!"
Karena kesal ada yang mengganggu tidurku, kucabut baterai dari dari HP-ku dan melanjutkan tidur...
* * *
Saat aku bangun sudah pukul 2 siang.
Dan saat aku mengaktifkan HPku, "128 misscall!"
GILA! Dan itu semua dari... "unknown" ... "K.A.Z.U.M.A" Yah biar sajalah... anggap saja itu pembalasanku karena dia meninggalkanku sendirian di taman. Aku mengarah ke dapur untuk minum.
Dan aku mengambil baju dan perlengkapan mandiku, lalu menuju ke kamar mandi.
Saat mandi, sepertinya HPku berdering beberapa kali.
Bukannya aku tak mau mengangkat... tapi bagaimana bisa?!
Selesai mandi, Hpku berhenti berdering.
Ya sudah aku biarkan saja... dan aku pergi nonton TV sambil makan.
Lho, kok aku kepingin "pup" ya?
UH! harus cepat-cepat ke WC!
"TRINGG... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck... ding ding ding ding... ck ck ck ck ck ck ck..."
HPku berbunyi lagi, jadi kusambar saja dan kubawa ke WC sekalian.
"Halo?" jawabku sambil... (kuharap kalian tahu aku sedang menelpon sambil ngapain).
"Kamu dimana...?" Kata Kazuma.
Suaranya benar-benar marah, tidak seperti biasanya.
"Aku? Kamu tidak boleh kesini! Dan kamu tidak bisa kesini!"
Setelah berkata begitu, kututup teleponnya sebelum dia bisa marah-marah lagi.
Tentu saja dia tak boleh kesini dan dia tak akan bisa kesini.. (kecuali dia mau ke sini di WC "pup" bersamaku.) maafkan aku karena aku menutup teleponmu, Kazuma.
Aku cuma ingin melihat bagaimana reaksimu bila bertemu denganku besok.
Aku ingin tahu apakah kau akan merindukanku? Atau malah akan membunuhku? HIHIHIHI, kita lihat saja besok..
Urusanku di wc sudah selesai, dan aku mulai bermalas-malasan lagi sambil menonton TV.
Lalu pintuku berbunyi kencang sekali.
"DOK! DOK! DOK!"
"Asuka-CHAN?! KAMU DI DALAM?!"
"DOK! DOK! DOK!"
"Asuka-CHAN?!!!"
Asuka-chan...? Sepertinya itu Yusuke...
apa yang dia lakukan mengetok pintu seperti orang kesetanan saja...
"Asuka-CHAANNN?!!!!" Teriaknya lagi...
"Iya iya sebentar! Aku kesana!"
Orang ini benar-benar tak punya kesabaran! Membuatku kesal saja.
"APA?!" Teriakku pada Yusuke begitu aku membuka pintu. Entah darimana dia tahu alamat rumahku..
"HOSH.. HOSH.. HOSH..!" Dia tak menjawab tapi hanya tersengal-sengal saja. Sepertinya dia berlari sepanjang perjalanannya kemari..
"Dari mana kau tahu rumahku?" Tanyaku
"Aku mencuri datamu di ruang guru! HOSH.. HOSH.."
"Apa?! Kau mencuri apa?!" Orang ini benar-benar sinting... kenapa dia tak tanya saja ke Emi malah mencuri data di ruang guru?
IQnya benar-benar jongkok!
"IT... ITU TIDAK PENTING! HOSH.. HOSH.. KAZU... KAZUMA MENGHILANG!"
"APA KATAMU?! KAZUMA MENGHILANG?!"
. . . Bersambung ke 5
__ADS_1