Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
julukan baru dari si rambut emas


__ADS_3

setelah kejadian ingus, aku dan Kazuma pulang seperti tidak terjadi apa-apa. kami tetap berantem seperti biasa, dan dia tetap menyebalkan seperti biasa. entah kemana perginya Kazuma yang romantis itu...?


ah ya! kini aku tahu apa pekerjaan ibunya Kazuma, yang sampai membuatnya begitu sibuk. ternyata ibu Kazuma adalah pemilik hotel paling terkemuka di Jepang! oh ya ampun..


tapi walapun mereka kaya raya, mereka tidak bahagia. perbandingan yang kontras sekali dengan keluargaku..


"AAAANNGKAAAATT!!!! ANGKAAAATT!!!! ANGKAATTT TELPONNYAAAA!!!! ANGKAAAT!!!" Hp-ku berbunyi keras sekali. aku mengganti nada dering HP ku lantaran dering yang kemarin jelek sekali. tapi sepertinya dering yang ini malah lebih parah 


kulihat layar HPku -----> "unknown"


ini pasti Kazuma... apa yang dia lakukan telepon malam-malam begini?


"hei ingus......" kata Kazuma. sialan... pasti dia akan memanggilku "ingus" untuk 2 minggu kedepan... 


"siapa ya?" tanyaku pura2 bodoh.


"mau mati...?"


"tidak mau tuh..."


"siapa aku?"


"kamu si pentolan emas."


"TUT... TUT... TUUUUT........." sialan... dia menutup teleponnya begitu saja... awas. lihat saja besok kalau ketemu. akan kucolok matanya.


aku menekan nomor telepon Kazuma lagi, "gitu aja kok marah sih?!" protesku.


"siapa...?" tanya Kazuma.


"ini Asuka!"


"siapa itu Asuka?" ukh, dia benar-benar bikin aku kesal!!!


"si ingus!! puas?!!" 


"oh kamu... ada apa?" dia sungguh-sungguh bertanya begitu? bukannya aku yang seharusnya bertanya?!


"aku yang nanya kenapa! kenapa telepon tadi?!"


"ga usah teriak-teriak bisa kan! jadi cewek kok kasar sekali!"


"kan kamu duluan!"


"hhh... ya ampun... hei, besok ikut aku."


huh, lagi2 dia memerintahku begini! "ikut kemana?!"


"ke butik."

__ADS_1


"hah?"


"ke butik!! apa kau tuli?!"


"iya! iya! tidak usah teriak-teriak kenapa?!!!?! untuk apa ke butik?"


"untuk cari baju lah! nanya lagi!" dia benar-benar sukses membangkitkan amarahku...


"tentu saja aku tahu! tapi cari baju buat apa?!"


"acara ibuku."


"oh..." aku langsung tertegun mendengarnya.


"jadi kau ikut kan?"


"ya, aku ikut." tentu saja aku ikut! kapan lagi aku bisa lihat Kazuma memakai berbagai macam pakaian! dia pasti ganteng banget deh... HIHIHIHI  ......  hahaahahahahahahaaaaaaa!!!!!!! 


"oke." "TUT... TUT... TUT... TUUUUT........."


dia benar-benar kejam. bisa-bisanya dia langsung menutup telepon cuma setelah bilang "oke."..  ternyata Kazuma masih akan datang ke acara ibunya, kukira dia tidak akan mau pergi ke acara ibunya lagi. yah, meski kasar di mulut, tapi aku tahu pasti Kazuma menyayangi ibunya walaupun ibunya sejahat itu.


pasti butik yang mau didatangi Kazuma butik ternama yang mahal deh...  tapi untuk apa ya Kazuma mengajakku ikut ke butik segala? masa sih dia memerlukan pendapatku dalam berpakaian? apa dia cuma mau sekedar memamerkan pakaian mahal yang dia pakai? ah, tidak perlu dipikirkan. aku akan tahu jawabannya besok.


* * *


"Asukaaaaaaaaa!!! dengar deh!!! dengar!! KYAAAA!!!!" teriak Emi semangat, tepat di kupingku.


Padahal aku baru saja melangkahkan kakiku masuk ke dalam kelas. tetapi Emi langsung menyambutku dengan teriakkan super kerasnya itu. huh, setidaknya aku ingin pagi yang tenang 


"iya2! aku dengar kok! kenapa deh harus teriak-teriak huh!!"


"kau tahu? kau tahu?! aku jadian dengan Yusuke!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!"


apa?! jadian?! yah... aku tidak kaget sih... aku sudah bisa menebaknya sejak kapan tau.


mungkin aku tidak kaget, namun penggemar2 Yusuke yang mendengar teriakkan Emi, semua melonjak kaget. "apa?! Yusuke dengan Emi jadian?!"


"setelah Kazuma, aku tak percaya bahkan sampai Yusuke juga kepincut oleh duo binal itu!! aaah!!"


yah... itu hanya sebagian dari komentar orang sirik... tapi aku tak peduli.


"oh kalian jadian?" tanyaku kepada Emi dengan nada datar. Emi mengangguk dengan antusias.


"oh, selamat ya." kataku menepuk pundak Emi, lalu berjalan menuju ke mejaku.


"cuma seperti itu reaksimu?! tidak bisakah kau lebih senang sedikit?! iiih!!! hei, setidaknya kau harus dengar kronologi jadian kami!!!"


sebetulnya aku tak tertarik, apalagi peduli untuk mendengar, karena aku tahu pasti kalau itu hanya cerita bodoh. tapi kalau aku menolak mendengar, pasti Emi pasti akan menggangguku lebih jauh lagi. tidak ada salahnya juga sih mendengar ceritanya.

__ADS_1


"iya2... cerita saja, aku dengar kok." kataku cuek sambil terus membereskan buku2ku di meja.


"aahahahha! ehem! jadi begini, kau tahu kan aku benci sekali sama dokter gigi? kemarin itu gigiku sakit sekali sampai2 pipiku bengkak. nah, ayahku menarikku paksa ke dokter gigi beberapa blok dari rumahku. tentu saja aku berontak sampai menangis. eh tahu2nya Yusuke datang! dia menarikku dari tangan ayahku!! di bilang, "hei botak! apa yang kau lakukan kepada pacarku?!." aku bengong saja saking syoknya melihat Yusuke datang tiba-tiba. "jangan berani-berani kau sentuh dia dasar penjahat botak!!" teriak Yusuke lagi keras2. takut Yusuke bertindak lebih jauh lagi, aku mencolek dia dan aku berbisik padanya, "dia ayahku.." Yusuke terkejut sekali, lalu dia langsung berlutut di tanah, "maafkan aku ayahanda!! aku sama sekali tidak tahu bahwa ayahanda adalah ayah dari Emi! dan lagi, ayahanda sama sekali tidak botak! rambutmu sangat indah!" teriakanya. ayahku sih bengong saja melihat kelakuan Yusuke saking takjubnya, lalu ayahku bertanya, "Emi... ini pacarmu?" . "eh? ehm... i iya..." kataku karena masih dalam keadaan panik dan bingung. mendengar aku mengakui Yusuke sebagai pacarku, Yusuke langsung berdiri dan meloncat2 "HOREEEEEEEEE!!! KAU MAU JADI PACARKU!!!!." begitulah ceritanya!! selesai!!!"


betul kan...? apa tebakanku, pasti cuma cerita bodoh  daripada mendengar ceritanya, aku malah lebih takjub mendengar Emi yang bisa bercerita begitu cepat dan berentet seperti kereta api, tanpa bernafas sama sekali. keren.


"jadi... apa kamu jadi ke dokter gigi kemarin? sepertinya pipimu tidak bengkak hari ini."


"tentu saja aku jadi. aku jadi berani ke dokter gigi karena Yusuke menemaniku. pasti inilah yang namanya kekuatan cinta!!" yah, terserah saja deh dia mau ngomong apa...  yang penting bagiku, nanti aku bisa melihat Kazuma dengan baju yang keren2!! dia pasti ganteng sekali KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!


"pulang sekolah"


sepanjang pelajaran sampai pulang, si Emi ngoceh tiada henti tentang Yusuke. kupingku panas sekali mendengarnya. bahkan sewaktu kami membersihkan toilet, dia juga masih tetap mengoceh. pasti dia masih akan mengoceh sampai 2 minggu ke depan... 


ah ya, ngomong-ngomong tentang membersihkan toilet, hukumanku ditambah 2 minggu lagi. itu semua, karena... KAZUMA!! aku disangka melakukan pemaksaan kepada anak kelas 1, dan mendapat hukuman tambahan. bukan aku saja sih yang ditambah masa Hukumannya, tapi Emi juga kena. dia mendapat tambahan masa penghukuman atas tuduhan membantuku dalam pemaksaan anak kelas 1... untung Emi lagi bahagia2nya hari ini, jadi dia gak protes. karena itulah aku mau mendengar dia ngoceh sepanjang waktu. yah, sebagai tanda penyesalanku atas penambahan masa hukumannya itu...


kembali ke realita


saat ini aku sedang menunggu si SINTING emas untuk menjemputku. dia bilang dia akan menjemputku selesainya aku membersihkan toilet. tapi dimana dia?!!!!!!!!!!!!!!!!!! sudah 30 menit aku menunggu! mana sudah malam dan lampu sekolah sudah dimatikan lagi! kalau ada setan gimanaaaaaaaaaa!!! aaaaah!!!


*BROOOM BROOOOM!! CIIII...T!*


seperti biasa, dia datang disaat-saat aku sudah bermaksud untuk membunuhnya. dia memang tepat waktu... 


"LAMA SEKALI SIH!!!!" protesku.


"yang penting aku sudah datang kan? naik." kata Kazuma datar. aku malas untuk membalasnya, jadi aku naik saja tanpa protes lebih jauh. setelah kali ke 3 aku menaiki motor "wow" ini, tentu saja aku sudah tidak bergidik seperti kali pertama dan kedua. tapi tetap saja masih ada sensasi tersendiri (tolong jangan anggap aku norak) yah, yang penting aku harus mengingat agar tidak terlena oleh punggung Kazuma hari ini! terlalu berbahaya, hem!!!


"sudah siap?" tanya Kazuma


"sudah!" kataku sambil memeluk perut Kazuma.


"BROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!!!!" Kazuma langsung menarik gas-nya dalam kecepatan penuh.


* * *


di perjalanan tadi, walaupun aku sudah terus mengingatkan diriku agar tidak terlena oleh punggung Kazuma, hasilnya adalah "aku tidak berhasil." aku terlena oleh punggung lebarnya itu, malah lebih dalam lagi! oh ya ampun... lebih baik jangan naik motor lagi deh... 


sekarang aku sudah sampai di butik yang disebut Kazuma. ternyata "butik" yang dia sebut itu adalah "Gucci"!! manalagi toko ini ditutup hanya untuk Kazuma... oh ya ampun..


tempat ini sungguh besar dan mewah. dilihat-pun baju2 yang berada disini memang menggunakan bahan2 yang bagus dan bermodel glamor, pastilah Mahal harganya... tadi aku iseng2 membuka label harga di sebuah baju yang menurutku sih biasa saja, tapi ternyata harganya jutaan yen! ahh!! aku tidak boleh pegang2 barang disini. dibayar dengan 1 bulan gaji ayahku saja mungkin tidak cukup!


"hei. ngapain sih kamu bengong disitu? cepat cari baju sana. seperti idiot saja." kata Kazuma.


"hah? cari baju? bukannya aku hanya menemanimu kesini?"


"untuk apa aku mengajakmu kesini kalau bukan untukmu mencari baju! kau harus menemaniku di acara ibuku!"


apa?! aku harus menemani Kazuma di acara ibunya itu!!!?!!!!

__ADS_1


__ADS_2