Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
3


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, sekarang waktunya anak-anak yang telah tamat SMP untuk daftar ke SMA sederajat. persyaratan - persyaratan masuk sekolah telah siapkan.


Hari ini Dila ditemani ayah dan ibunya pergi membeli perlengkapan sekolah, Dila sangat semangat memilih perlengkapan sekolahnya.


sedang asyik memilih, tak sengaja Dila bertemu dengan Rina.


" hai Rin, kamu disini juga ya?" sapa Dila sambil menepuk pundak Rina.


" hai Dil... apa kabar? sama siapa kesini? tanya Rina sambil melihat-lihat sekitar untuk mencari tahu Dila sama siapa.


" baik Rin, saya ke sini sama ayah dan ibu, itu mereka lagi nunggu di depan." Dila menjawab sambil menunjukkan arah di mana ayah dan ibunya duduk. "terus kamu sendiri gimana kabarnya dan sama siapa ke sini?" tanya Dila balik.


"sama papa, tuk dia juga lagi nunggu di depan, katanya saya disuruh memilih sendiri apa yang mau saya beli" Rina menjawab sambil menunjuk tempat ayahnya duduk. "ayo kita sambil pilih - pilih dil!" ajak Rina.


"ayo.." jawab Dila sambil menyipitkan matanya.


"eh...Dil, apa kabar si Vikri ya, terus dimana dia melanjutkan sekolahnya?" tanya Rina sambil memilih barang - barang yang mau dia beli.


Dila yang sedang memilih buku tulis, lalu di letakkan lagi di tempatnya, Dila menjawab pertanyaan Rina sambil menatap Rina." saya tidak tahu bagaimana kabarnya dan saya juga tidak tahu dimana dia melanjutkan sekolahnya. semenjak kecelakaan itu, saya di tidak di perbolehkan ayah untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Vikri. Vikri juga tidak berani menghubungi saya, saya hanya bertemu dengan Vikri saat pengumuman kelulusan, itu pun hanya berbincang sebentar."


" oh gitu ya?" jawab Rina.


" mungkin Vikri dan keluarganya sudah pindah ke kota sekarang" ujar Dila dengan raut muka sedih.


"iya...ya dil, kan Vikri pernah cerita kalau mereka mau pindah ke kota setelah Vikri tamat SMP" lanjut Rina. "ayo pilih lagi Dil" ajak Rina.


mereka melanjutkan memilih, setelah selesai mereka membawa barang belanjaannya ke kasir, sampai disana mereka langsung memanggil orang tuanya untuk membayar barang - barang yang mereka beli.


"ayah...ibu .." sapa Dila pada ayah dan ibunya.


" eh Dila, udah selesai nak belanjaannya?" tanya Nita ibunya Dila.


" udah Bu, ayo kita bayar ke kasir" ajak Dila.

__ADS_1


"ayo..." jawab ibu, mereka langsung beranjak menuju kasir. ayah Dila masih menunggu diluar.


setelah selesai membayar mereka pulang.


di dalam mobil mereka bercerita - cerita.


"setelah ini kita mau kemana lagi Dil, apa masih masih ada yang kurang " tanya ayah Dila.


" gak ada lagi yah." jawab Dila.


" kalau begitu, bagaimana kalau kita jalan-jalan, mumpung libur, setelah ini kamu kan akan masuk sekolah, jadi lama baru ada libur, itu pun kamu yang libur tapi ayah belum tentu libur saat kamu libur jugakan?" ajak ayah Dila.


" mau yah... mau." jawab Dila. " gimana Bu, ibu mau gak?" tanya Dila pada ibunya.


" ibu sih oke-oke aja, asalkan anak ibu bahagia" jawab ibu Dila sambil mengusap kepala Dila. "tapi kita mau jalan - jalan kemana pa?" tanya ibu Dila pada ayah Dila.


"hemm... gimana kalau kita mancing saja ke danau?" tanya ayah.


" boleh" jawab ibu. "tapi Kitakan gak bawa pancing pa, gimana dong?" tanya ibu Dila.


" oke itu yah" jawab Dila sambil senyum pada ibunya.


mereka telah sampai di toko yang menjual alat-alat pancing, ayah yang masuk ke toko untuk membelinya. Dila dan ibunya menunggu di mobil.


setelah membeli alat pancing mereka melanjutkan ke toko yang menjual makanan, sekarang ayah yang menunggu di mobil, Dila dan ibunya masuk untuk membeli makanan yang mau di bawa ke danau.


sesampai di danau, Dila sangat bahagia melihat pemandangan yang sangat indah.


danau yang di kelilingi pohon -pohon dengan air yang tenang. di danau itu juga ada beberapa nelayan yang mencari ikan dengan cara memasang jaring. mereka memasang jaring ke tengah danau menggunakan perahu


terkadang ada ikan yang melompat-lompat saat perahu melewati gerombolan ikan.


Dila tak sabar ingin langsung memancing. tapi Dila tidak mengerti bagaimana cara memancingnya.

__ADS_1


"Yah... ayo langsung mancing, tapi ini gimana caranya?" tanya Dila pada ayahnya.


ayah dan ibu Dila senyum - senyum melihat semangat Dila. " ini gini ya nak, kita pasang dulu mata pancing ke talinya, di kasih batunya juga biar pancing gak terlalu ngapung, setelah selesai kita kasih umpannya, lalu lempar pancing ke air itu." jelas ayah Dila sambil memasang pancing.


setelah pancing terpasang semuanya, mereka asyik dengan pancing sendiri, terkadang Dila menjerit kegirangan saat pancingnya di tarik ikan, begitu juga dengan ibu Dila.


mereka telah mendapatkan beberapa ekor ikan, lalu memilih untuk istirahat sambil menyantap makanan yang mereka beli tadi. setelah itu mereka melanjutkan mancing lagi, hingga sore baru mereka pulang.


sesampai di rumah mereka langsung mandi, setelah mandi terdengar suara adzan Maghrib, mereka mengambil wudhu setelah itu sholat bersama.


karena capek setelah sholat isya mereka langsung tidur.


****


"nak bangun, sudah subuh. kita sholat subuh yuk nak" ajak Nita pada Dila.


"ayo Bu, saya ke kamar mandi dulu ya." jawab Dila sambil beranjak ke kamar mandi.


setelah selesai sholat subuh Dila membantu ibunya menyiapkan sarapan, pagi ini mereka sarapan nasi goreng. setelah sarapan Dila membantu ibunya mencuci piring .


"mandi gih nak, nanti kamu kan mau daftar ke SMK." pinta ibu Dila.


" iya Bu, bertar lagi selesai cuci piringnya, habis itu saya langsung mandi" Dila menjawab sambil mencuci piring.


selesai mencuci Dila langsung mandi, setelah mandi Dila mempersiapkan dirinya untuk pergi ke sekolah.


di sekolah Dila bertemu dengan Rina, mereka sama-sama mendaftar, sesuai keinginannya Dila mengambil jurusan tata busana, sedangkan Rina mengambil jurusan pemasaran.


Di kota Vikri juga sedang mendaftar, di sekolah yang baru Vikri belum ada teman. Vikri mendaftar ke sekolah diantar papanya.


lalu Vikri mencoba berkenalan dengan anak-anak yang baru daftar juga.


di sekolah Vikri teringat dengan teman-teman masa SMP nya, terutama Dila yang sangat dekat dengannya, Vikri sangat rindu ingin bertemu Dila, tapi masih tidak berani dengan ayah Dila. terkadang Vikri seperti trauma akan kejadian itu.

__ADS_1


Disaat dia benar - benar merindukan Dila, dia hanya melihat gelang pemberian Dila. gelang itu selalu di simpan Vikri. namun Vikri juga menyesal karena tidak memberikan apapun pada Dila.


"sedang apa kamu disana Dil, aku merindukanmu" kata-kata yang diucapkan Vikri saat menatap gelang pemberian Dila.


__ADS_2