Cinta Masa Sekolah

Cinta Masa Sekolah
tanganku bekerja sendiri


__ADS_3

aku sampai di apartemen yang ditunjukkan oleh Taiki. sungguh, apartemen ini keren sekali, ini terlalu keren untuk ukuran anak SMA...  !


aku masuk ke lobi apartemen dan menaiki lift menuju kamar nomor "9." aku menekan bel dan berbicara pada interphonenya, "Kazuma...... main yuk......"


tapi tidak dibuka. kucoba lagi, tetap tidak dibuka juga. bagaimana nih? masa aku harus menunggu disini sampai Kazuma keluar?!


aku mencoba membuka pintu, dan ternyata pintunya tidak dikunci. dasar Kazuma... bagaimana kalau ada maling masuk? pacarku yang bodoh...


aku masuk, "permisii...." tapi tidak ada orang sama sekali. yah, jelas saja sih tidak ada orang, Kazuma kan tinggal sendiri. apakah dia membuat makanan dan mencuci baju sendiri selama ini? aku tak bisa membayangkan Kazuma memasak ataupun mencuci...


aku melepas sepatuku dan meninggalkannya di atas keset, lalu aku masuk melewati ruang tamu dan dapur, mengarah ke kamar yang berada di pojok. saat aku membuka pintu kamar, betapa terkejutnya aku menemukan Kazuma sedang tertidur di lantai. dan bukan itu saja, dia masih memakai baju seragam yang kemarin dia pakai! berarti dia langsung rubuh tanpa mampu melepas bajunya! oh ya ampun Kazumaaa!!


"KAZUMA!!!" teriakku sambil berlari ke arah Kazuma.


"uh... huh? A... Asuka?" tanya Kazuma masih dalam keadaan setengah sadar.


"iya ini aku! kamu tidak apa-apa?!" aku menaruh tanganku ke dahi Kazuma. ya ampun, dia panas sekali. "hei, ayo naik ke kasur." kataku, mengalungi tangan kanannya ke bahuku.


Kazuma mengerang dan berusaha membuat tubuhnya berdiri. aku membimbingnya naik ke kasur dan menidurkannya. pertama, dia harus mengganti baju dulu. bisa-bisa Kazuma tambah sakit memakai baju yang lembab begini.


aku membuka lemari pakaian Kazuma dan meraih apapun yang bisa kujangkau. lalu kubawa bajunya kepada Kazuma, "Kazuma, hei, kau bisa mendengarku? kau harus ganti bajumu." Kazuma tak bergeming. kurasa aku yang harus menggantikan baju untuknya (tolong jangan anggap aku mesum).


lalu aku mulai membuka kancing Kazuma satu per satu, ukh sial! six pack?! tak kuduga! pantas saja aku merasa perutnya kencang sekali saat aku memeluknya. saat aku mengobati punggungnya dulu, aku tak bisa melihat tubuhnya dengan jelas lantaran gelap. tapi sekarang, aku bisa melihat dengan jelas! kupikir Kazuma langsing saja, tak kuduga ternyata dia berotot begini... wuih!!! suit suit!! Asuka! fokus! fokus! kau tidak boleh begini! Kazuma sedang sakit!


setelah aku berhasil membuka kemeja Kazuma, aku memakaikan T-shirt yang tadi kuambil. nah, inilah saatnya... aku... harus... membuka... celananya... ukh, aku akan menutup mataku. eh tidak tidak, kalau menutup mata bagaimana bisa aku menggantinya? ah sudahlah! tak ada waktu berpikir! terobos saja!


baru saja aku bermaksud membuka kancing celana Kazuma, tapi Kazuma menangkap tanganku. "kau kira kau mau ngapain...?" kata Kazuma tentu saja masih dalam keadaan setengah sadar.


"eh a- aku..."


"keluar dulu sana." aku langsung keluar tanpa berkata apa-apa lantaran malu. wuah, hampir saja. aku bersyukur aku tidak harus sampai menggantikan celana Kazuma juga. sungguh, aku tidak bohong, aku benar-benar bersyukur.


sembari menunggu, aku mengambil kotak P3K yang berada di atas kulkas. isinya lengkap dari obat antiseptik sampai obat demam. tapi rata-rata obat antiseptiknya tinggal sedikit sekali. yah, tak heran sih... Kazuma kan sering berantem, pasti obat ini juga sering digunakannya. dimana sih termometernya? nah, ini dia !


"tok tok tok" aku mengetuk pintu kamar Kazuma.


"sudah selesai gantinya belum..?" tanyaku.


Kazuma tidak menjawab apa-apa. yah, kuanggap itu sebagai "ya." saat aku masuk, Kazuma sudah mengganti celananya dan tidur menghadap tembok. aku menariknya lembut agar dia tidur dengan posisi terlentang dan menyelimutinya.


aku mengambil termometer dan memasukkan termometer itu ke mulutnya. saat kuambil kembali dan kulihat, "38 derajat.".. ya ampun... Kazuma harus istirahat hari ini. dia takkan bisa pergi ke pesta dengan keadaan begini.


sekarang yang pasti Kazuma harus minum obat. aku membangunkan Kazuma dalam posisi duduk dan meminumkan obat demam cair kepadanya (Kazuma takkan bisa menelan pil dengan kondisi seperti ini, jadinya kuberi dia obat cair). setelah itu aku menidurkannya lagi.


Kazuma butuh banyak istirahat hari ini. sebaiknya dia tak usah datang ke acaranya itu... mungkin aku akan membiarkannya tidur saja. tapi kalau keadaannya sudah membaik nanti sore, baru akan kubangunkan.


aku mengelap keringat Kazuma dengan handuk yang sudah kuperas dengan air, setidaknya ini bisa sedikit menurunkan demamnya. setelah keadaannya cukup membaik, aku pergi ke dapur dan mencoba untuk membuat bubur. tapi aku menyerah pada percobaan kedua-ku, dan memutuskan untuk delivery saja.


ini sudah jam 4...


biasanya acara2 orang kaya itu diadakan saat malam kan? biasanya jam 7an... yah, lihat saja dulu keadaan Kazuma sampai jam 6 nanti. kalau demamnya turun, aku akan membangunkannya untuk pergi ke pesta. kalau belum turun juga, ya sudah takkan kubangunkan. akan kuterima resikonya nanti, yang penting Kazuma tidak tambah sakit.

__ADS_1


aku menonton TV sambil menunggu pesanan bubur datang, ternyata pesanannya sampai tidak selama yang kukira. niatnya sih, aku mau makan bubur ini bersama Kazuma saat dia bangun nanti. tapi apa daya, aku lapar sekali... jadi kusikat saja bubur bagianku. hehehe bubur Kazuma pasti sudah dingin saat dia terbangun, sebaiknya kupindahkan saja dulu ke pot agar mudah menghangatkannya nanti.


aku kembali ke kamar Kazuma, dia masih tertidur dengan mulut sedikit terbuka. sedikit mengesalkan sih, melihat Kazuma yang masih cakep walau dalam keadaan tidur, dan aku bertanya2 kapan dia bisa terlihat jelek... hm...


aku mengelap keringatnya lagi dan memeras handuknya di baskom yang sudah kusiapkan. lalu aku menggenggam tangan Kazuma, dan mengamati wajah tidurnya. duh, puas-puasin deh aku ngeliatin Kazuma seperti ini. kapan lagi aku bisa melihatnya terlihat lemah selain saat ini? HIHIHIHI  ... ukh... aku jadi ngantuk...  hem.... nyem nyem nyem... 


* * *


aku terbangun saking kagetnya, ukh! jam berapa ini?! harus pergi ke pesta!!


"uh........" erang Kazuma. ups, sepertinya dia ikut terbangun saat aku menghentakkan tanganku, saat aku terbangun tadi.


"kau sudah bangun..?"tanyaku.


"jam... jam berapa ini...?"tanya Kazuma lemah dengan mata masih setengah tertutup.


"uh... hem... sekarang jam... jam setengah delapan.."


"pagi?"


"malam."


"apa...? cepat siap-siap..."


"apa?! kamu masih sakit!" kataku sambil merasakan suhu Kazuma dari dahinya. dan dia masih sepanas tadi.


"sudahlah... cepat...."


"baiklah..." jawabku lunglai dan mengarah keluar untuk mengganti bajuku.


aku ke kamar mandi dan mencuci mukaku, lalu aku mengganti bajuku dengan gaun yang dibeli kemarin. ukh... gaunnya sedikit lecek karena kujejalkan begitu saja ke dalam tas. yah, tapi tak apalah... tidak terlihat kok leceknya. inilah bedanya pakaian mahal dan murah! pakaian mahal tidak mudah lecek! (mungkin cuma perasaanku saja, tapi biarlah...)


sedari tadi aku sudah sengaja men-cepol rambutku. agar saat dibuka nanti, hasilnya jadi keriting. dan, syukurlah... rambutku terurai seperti harapanku. nah! aku harus terlihat cantik!


mungkin memalukan, tapi aku jujur saja... AKU TAK TAHU CARA BERDANDAN. jadinya aku cuma memakai bedak yang kubawa dari rumah secukupnya. tapi begini saja aku sudah cantik kok, jadi gak usah pakai macam2 deh.


saat aku masuk ke kamar Kazuma, aku terpaku di tempatku berdiri seakan aku menemukan sebongkah emas. ya, dia kelihatan bersinar sekali, walaupun saat ini dia masih keringatan karena demam, dan rambutnya acak-acakan sehabis bangun tidur. Kazuma terlihat keren sekali dalam balutan jas itu!


wuah... sungguh, Kazuma.ganteng.sekali! cowok emang paling keren kalau pakai jas! Kazuma memakai jas berwarna coklat tua dengan kemeja biru. kalau tidak salah, ini jas yang dikeluarkan Gucci untuk musim gugur, aku melihat gambarnya tepampang di Gucci store kemarin. sepertinya jas itu benar-benar tercipta untuk Kazuma, karena jas itu terlihat begitu sempurna dalam tubuh Kazuma, dan Kazuma juga terlihat begitu sempurna dalam jas itu! wuiiih....


"hhh........" Kazuma menghela napas panjang yang membuatku terbangun dari lamunanku.


sepertinya Kazuma kecapekkan sekali, padahal dia cuma bangun dan mengganti baju. apakah dia bisa bertahan di pesta nanti..?


aku menghampirinya, "kamu tidak apa-apa...?"


Kazuma mengangguk. dia memperhatikanku sebentar, lalu dia tersenyum kecil dan berkata, "kamu cantik..."


"DUARRR!!!!!!!!!!"


Kazuma memujiku?! apakah aku salah dengar?! apakah otaknya mulai tak beres karena panas di kepalanya?! aaaaakkhh!!!!!!!!

__ADS_1


"te- te- terimakasih..." jawabku malu2. bisa kurasakan wajahku memanas saking malunya.


"ayo keluar..." kata Kazuma meletakkan tangannya di pinggangku, menuntunku untuk keluar. sebenarnya bagian pinggang adalah titik geli-ku sih... tapi aku tak tega menampik tangan Kazuma saat ini. huh, coba dia bisa sakit seperti ini terus... kepribadiannya berubah 180 derajat! seperti gentleman sejati!!


"tunggu dulu." aku langsung berbalik mengambil handuk kecil dari lemari Kazuma.


"kamu membutuhkan ini kalau mau tampil bersih di pesta nanti. kamu keringatan sekali." kataku sambil mengelap keringat dari wajah Kazuma.


Kazuma tersenyum, "ayo turun...." lalu membimbingku turun menuju pintu keluar.


* * *


saat aku melihat mobil jemputan Kazuma, aku tidak kaget lagi karena aku bisa menduganya. mobilnya adalah mobil mercedes berwarna hitam yang sungguh elegan. tetapi ada yang menggangguku, walaupun ini mobil bagus, tapi kenapa pak supir mengendarainya lama sekali seperti kutu?! apakah cuma perasaanku saja, karena sudah terbiasa berkendara dengan kecepatan tinggi bersama Kazuma?! tapi, terimakasih pada pak supir, aku jadi bisa lebih berlama2 bersama Kazuma yang tidur di pundakku. HIHIHIHI  sekarang sudah jam 8 lebih, semoga saja kami tidak terlalu terlambat. dan lagi keadaan Kazuma mengkhawatirkan, kami tidak boleh berlama2 disini.


aku dan Kazuma sudah berada di lobi dan sedang mengarah ke tempat acara, tapi ada yang mengganggu pikiranku... dari tadi Kazuma nenteng-nenteng kantung kertas seperti orang o'on saja, sebenarnya apa sih isi kantung itu?? dan juga, kenapa sih orang-orang melirikku begitu? apa aura miskinku terpancar?!


hotel ini mengintimidasiku... sepertinya tempat ini tidak menerima keberadaanku disini... tempat ini terlalu beda dari tempatku berada! disini perkumpulan orang-orang glamor dan manusia bling2... tapi aku akan bertahan demi Kazuma! semangat!!


kami memasuki ballroom tempat acara diadakan. ballroom ini sungguh besar dan megah, mengingatkanku dengan "titanic." ya, tidak ada kata lain yang lebih tepat selain titanic.


banyak sekali orang di ballroom ini, tapi mataku masih saja dapat menemukan ibu Kazuma. yah, ibu Kazuma memang yang paling menonjol dari orang-orang yang berada disini. selain dia yang paling cantik, gaun merahnya itu sangat mengundang mata untuk menatapnya.


sepertinya ibu Kazuma juga melihat kedatangan kami, dia tersenyum kepada tamu yang sedang berbincang dengannya, dan memohon diri untuk pergi. ibu Kazuma berjalan ke arah kami, "Kazuma, ikut ibu sebentar" kata ibu Kazuma masih dengan senyum merekah di bibirnya.


aku bermaksud untuk menunggu saja, tetapi Kazuma menggandeng tanganku, dan mau tidak mau aku harus mengikutinya. sesekali orang memberi salam dan membungkuk saat ibu Kazuma lewat, tetapi tak kalah banyak juga orang yang menyalami Kazuma, dan aku cuma mengikuti Kazuma dengan kepala tertunduk.


ibu Kazuma membimbing kami ke private room yang berada di ujung ballroom, lalu kami masuk ke dalam. sesudah kami masuk ke dalam, ibu Kazuma berdiri terdiam membelakangi kami dengan kedua tangan disilangkan. dia menghela napas panjang, lalu berbalik ke arah Kazuma, "PLAAAAKKK!!!!" ditamparnya pipi Kazuma.


aku terhentak kaget. bagaimana bisa, ibu Kazuma selalu menampar setiap kali dia bertemu Kazuma?! apakah itu salam diantara mereka?! ditambah lagi, Kazuma sedang sakit! dia memperparah keadaan Kazuma!


"Kazuma!! tante- bagaimana bisa tante melakukan ini pada Kazuma?!" teriakku marah, dan sedikit lepas kendali. aku tahu kalau aku tak boleh ikut campur dalam urusan keluarga, tetapi aku tak tahan lagi!


"lebih baik kau diam. ini bukan urusanmu." kata ibu Kazuma dingin. aku ingin membalas, tetapi aku mengurungkan niatku sekuat mungkin. karena aku tahu, kalau aku membalas, keadaan malah makin parah.


"kau pikir sekarang jam berapa?" tanya ibu Kazuma dingin kepada Kazuma. aku mengepalkan tanganku kuat-kuat dengan harapan, aku dapat menahan amarahku.


"..." Kazuma diam saja.


"apa kau tak tahu acara ini amat penting?! pak menteri sudah pulang! tak tahukah kau betapa sibuknya dia?! bisa-bisanya kau sama sekali tak punya sopan santun untuk sekedar memberi salam kepadanya!" bisa-bisanya nenek tua ini bicara seenak kentut! padahal dia tak tahu pengorbanan Kazuma dari kemarin hingga saat ini! ingin sekali kuacak-acak make upnya itu dan kucabuti bulu hidungnya satu per satu!!! ukh!!!!! Asuka... tarik nafas... jangan biarkan kamu lepas kendali..


"tidak bisa kupercaya, kau adalah anakku..."


tahan Asuka... kau pasti bisa... tahan...


"padahal kau cuma anak pembangkang yang tak berguna!" cukup! ini sudah sampai batasnya! aku tidak sanggup lagi menahan diri!!


tanpa peringatan dariku, ternyata tanganku sudah lebih dulu bekerja sebelum pikiranku sendiri dapat menangkap apa yang sedang tanganku lakukan. bisa dibilang, tanganku bekerja sendiri...


 "SPLASSSSHHH!!!!!!!!" 


aku... menyiram... ibu... Kazuma... tepat... di... wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2